Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan dalam rapat bersama DPR pada Selasa (7/7) bahwa defisit APBN hingga akhir Juni 2026 mencapai Rp196,5 T atau setara 0,76% terhadap PDB (vs. 1H25: defisit 0,84% terhadap PDB).
Keseimbangan primer APBN hingga akhir Juni 2026 tercatat surplus Rp85,1 T, lebih besar dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun sebelumnya yang mencatat surplus keseimbangan primer Rp52,8 T.
Realisasi ini didukung oleh penerimaan negara yang meningkat +21,4% YoY seiring kenaikan penerimaan pajak sebesar +24,6% YoY, sementara belanja negara tumbuh lebih moderat di level +17,8% YoY.
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR, Said Abdullah, mengatakan bahwa pemerintah memperkirakan defisit APBN selama 2026 akan mencapai Rp734,3 T atau setara 2,85% terhadap PDB, melebar dibandingkan target defisit APBN 2026 di level 2,68% terhadap PDB maupun realisasi defisit APBN 2025 yang telah diaudit di level 2,81% terhadap PDB.
[Sumber: Bloomberg, YouTube TVR Parlemen]
Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.
Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.
