Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan dalam rapat bersama DPR pada Selasa (7/7) bahwa pihaknya memperkirakan pertumbuhan ekonomi selama 2026 akan berkisar +5,6–6% YoY, lebih tinggi dibandingkan target APBN 2026 di level +5,4% YoY.
Sementara itu, defisit APBN 2026 diperkirakan akan mencapai Rp734,3 T atau setara 2,85% terhadap PDB seiring penambahan beban subsidi bensin, melebar dibandingkan target defisit APBN 2026 di level 2,68% terhadap PDB maupun realisasi defisit APBN 2025 yang telah diaudit di level 2,81% terhadap PDB.
Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah membutuhkan tambahan anggaran sebesar Rp132 T untuk subsidi dan kompensasi energi.
Purbaya menyebut bahwa proyeksi defisit APBN 2026 tersebut masih bisa ditekan lebih rendah dari perkiraan akhir tahun.
[Sumber: Bloomberg]
Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.
Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.
