Bank Rakyat Indonesia ($BBRI) mencatat laba bersih bank–only sebesar Rp4,5 T pada Mei 2026 (+24% YoY, +12% MoM).
Hasil ini membuat laba bersih bank–only selama 5M26 mencapai Rp20,4 T (+10% YoY).
Laba bersih pada Mei 2026 terdongkrak pendapatan dividen sekitar ~Rp4 T, sementara mayoritas pendapatan dividen pada tahun lalu baru baru masuk pada Juni 2025.
Mengesampingkan pendapatan dividen tersebut — agar perbandingan lebih apple–to–apple — laba bersih bank–only BBRI selama 5M26 turun -13% YoY.
Penurunan laba ini disebabkan oleh kenaikan opex +13% YoY serta kenaikan beban provisi +8% YoY.
Berbeda dengan tiga big banks lainnya [https://stockbit.com/post/33017974], beban provisi bank–only BBRI mengalami kenaikan berturut–turut pada April 2026 (Rp3,8 T) dan Mei 2026 (Rp4,4 T) dibandingkan level Maret 2026 (Rp3,3 T), yang dapat mengindikasikan bahwa dampak kenaikan harga energi akibat perang AS–Iran lebih terlihat di segmen UMKM dibandingkan segmen korporasi sejauh ini pada 2Q26.
[Sumber: Laporan Bulanan]
Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.
Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.
