Harga minyak Brent naik +2,6% ke kisaran ~US$76,1/barrel pada Rabu (8/7) pagi, melanjutkan kenaikan +3% pada penutupan perdagangan hari Selasa (7/7).
Kenaikan harga minyak tersebut dipicu oleh meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah Iran menyerang 3 kapal komersial yang tengah melintasi Selat Hormuz.
Komando pusat militer AS mengatakan bahwa serangan Iran tersebut terjadi pada Selasa (7/7) dan menandai rangkaian insiden terbanyak sejak kesepakatan damai sementara antara AS dan Iran mulai berlaku pada bulan lalu.
Menyusul insiden tersebut, angkatan laut AS menaikkan tingkat ancaman pelayaran di Selat Hormuz dari level ‘substantial’ menjadi ‘severe’, menandai kenaikan level ancaman yang pertama sejak 15 Juni 2026.
Sebagai respons, AS melancarkan gelombang serangan baru terhadap Iran pada Selasa (7/7) serta mencabut izin Iran untuk menjual minyak.
Press TV Iran melaporkan sejumlah ledakan terdengar di Pulau Kharg, pusat ekspor minyak utama Iran yang menangani sekitar 90% dari total pengiriman minyak Iran.
Pulau Kharg sebelumnya juga menjadi sasaran serangan AS pada April 2026.
[Sumber: Bloomberg, Reuters]
Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.
Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.
