Bank Indonesia memperkirakan penjualan ritel pada Juni 2026 akan terkontraksi -4,4% YoY dan -0,8% MoM, yang jika terwujud akan menandai kontraksi secara tahunan dalam 3 bulan beruntun.
Pada Mei 2026 sendiri, realisasi penjualan ritel tercatat mengalami kontraksi -3,9% YoY dan -1,5% MoM (vs. April 2026: -3,7% YoY, -11,6% MoM), menandai kontraksi secara tahunan dalam 2 bulan beruntun sekaligus yang terbesar sejak Mei 2023.
Kontraksi penjualan ritel pada Mei 2026 juga lebih dalam dibandingkan perkiraan Bank Indonesia yang mengestimasikan kontraksi -3,2% YoY dan -0,9% MoM [https://stockbit.com/post/32667937].
[Sumber: Bank Indonesia]
Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.
Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.
