Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR, Said Abdullah, mengatakan bahwa pihaknya menilai ruang efisiensi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun ini masih dapat dipangkas sekitar Rp68–80 T, lebih tinggi dibandingkan proyeksi efisiensi sebelumnya di kisaran Rp40 T.
Said menegaskan bahwa perhitungan tersebut masih berupa pandangan Banggar DPR dan belum menjadi keputusan final pemerintah, serta menambahkan bahwa proyeksi pemangkasan kembali anggaran MBG belum dimasukkan dalam outlook belanja negara dalam APBN 2026.
Sebelumnya, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan pada akhir Juni 2026 bahwa Badan Gizi Nasional kemungkinan akan kembali memangkas anggaran program MBG tahun ini sebesar Rp40 T, meski keputusan tersebut belum final dan akan diumumkan secara langsung oleh Badan Gizi Nasional [https://stockbit.com/post/33135598].
Sebagai konteks, Purbaya mengatakan pada pertengahan Mei 2026 bahwa pemerintah telah memangkas pagu program MBG pada APBN 2026 dari Rp335 T menjadi Rp268 T [https://stockbit.com/post/31892929].
Selain potensi pemangkasan anggaran MBG pada tahun ini, Said juga sempat mengatakan pada awal pekan ini bahwa pihaknya memperkirakan anggaran program MBG akan turun dari Rp268 T pada 2026 menjadi sekitar Rp174 T pada 2027, meski hal ini masih akan dibahas bersama pemerintah dalam RAPBN 2027 [https://stockbit.com/post/33389545].
[Sumber: Katadata]
Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.
Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.
