Mengenal Cyclical Stock : Pengertian, Karakteristik, Jenis dan Contohnya / by Guest User

Salah satu kategori pembagian saham adalah berdasarkan siklus bisnisnya. Ada dua jenis saham yang termasuk dalam kategori ini yaitu cyclical stok dan non cyclical stock

Simak penjelasan di bawah ini, ya!

Pengertian Cyclical Stock

Cyclical stock adalah saham perusahaan yang pendapatannya sangat tergantung dengan kondisi makroekonomi. Jika kondisi makro dalam keadaan baik, maka perusahaan dengan saham jenis ini akan mendapatkan pendapatan yang berlipat ganda karena masyarakat akan membelanjakan uangnya untuk produk ini. 

Namun jika dalam kondisi resesi, perusahaan ini yang pertama kali akan mengalami penurunan pendapatan karena sifat produknya yang bukan kebutuhan utama dan ditinggalkan oleh konsumen. 

Karakteristik Cyclical Stock

1. Volatilitas yang tinggi dan sangat mengikuti tren

Saham siklikal sangat tergantung dengan isu pasar dan menjadi yang terdampak pertama kali. 

2. Potensi pertumbuhan yang tinggi di saat kondisi ekonomi membaik

Momen ini menjadi momen yang tepat untuk membeli saham siklikal. Pertumbuhan saham ini akan terus berlangsung selama kondisi ekonomi mendukung dengan nilai yang lebih besar dari jenis saham yang lain.

Jika momennya tepat, harga saham ini bisa naik hingga berkali-kali lipat seperti saham pertambangan, di mana pada saat harga komoditas tambang naik, harga sahamnya juga meningkat.

3. Contoh sektor siklikal

Beberapa sektor saham yang termasuk dalam sektor siklikal adalah sektor perkebunan, pertambangan, industri dasar, aneka industri, properti, penerbangan, dan pariwisata. 

Sektor ini merupakan sektor yang pertama kali ditinggalkan ketika kondisi makroekonomi mengalami perlambatan. Informasi yang update terhadap situasi global menjadi kunci jika ingin mendapatkan gain dari saham jenis ini. 

4. Saham cyclical berjalan singkat dan cepat sehingga saham ini cocok untuk investor jangka pendek yang ingin mendapatkan capital gain cepat. Dalam situasi ekonomi normal, saham ini sangat aktif ditransaksikan oleh trader.  

5. Saham ini jumlahnya tidak sebanyak saham non siklis namun cukup meramaikan volume perdagangan dan menawarkan keuntungan yang cukup besar.

6. Cermat dalam mengamati saham siklikal. Jika trennya bagus, segera ambil momentumnya karena tren saham jenis ini tidak berlangsung lama sekitar 1 -1,5 tahun sebelum kembali mengalami penurunan. 

Jenis Perusahaan Cyclical 

1. Siklus karena harga komoditas perdagangan

Jenis perusahaan ini yang paling banyak dikenal oleh masyarakat. Perusahaan jenis pertambangan dan perkebunan masuk ke dalam kategori seperti tambang batu bara, emas, timah, nikel. 

Sedangkan jenis perkebunan misalnya kelapa sawit. Harga saham perusahaan komoditas ini biasanya mengikuti tren harga komoditasnya. Hal ini dikarenakan saat perusahaan tambang menjual komoditas ke pelanggannya, perusahaan biasanya akan menggunakan acuan harga komoditas tersebut. 

Sehingga, semakin tinggi harga komoditas tersebut, perusahaan berpotensi mencatatkan peningkatan pendapatannya.

2. Kinerja mengikuti siklus ekonomi

Beberapa perusahaan mengalami kecenderungan kenaikan performa finansial saat ekonomi sedang bertumbuh, dan menurun di saat ekonomi mulai turun. Contohnya adalah perusahaan otomotif dan perumahan.

Contoh Dari Cyclical Stock

1. Saham maskapai penerbangan

Dalam kondisi makroekonomi yang bagus, saham dari perusahaan ini menjadi saham favorit di mana pendapatan yang dihasilkan sangat tinggi sehingga berdampak pada perolehan laba. Kebutuhan masyarakat menggunakan transportasi ini sangat tinggi di masa ekonomi sedang bertumbuh. 

Namun sebaliknya, jika kondisi makro mengalami penurunan, maka sektor ini akan sangat terdampak karena penghematan masyarakat dimulai dari biaya transportasi yang memiliki substitusi yang lebih murah. 

Hal ini terlihat di masa pandemi di mana sektor transportasi udara mengalami pukulan telak dengan bangkrutnya beberapa maskapai karena cost tinggi namun ketiadaan pendapatan.

2. Saham perhotelan

Sektor perhotelan beriringan dengan sektor transportasi udara jika mengalami kondisi makro yang buruk. Walaupun mungkin masih ada masyarakat yang menggunakan pelayanan hotel, namun dengan ketiadaan perjalanan melalui transportasi udara, otomatis hotel dengan bintang juga mengalami dampaknya.

Beda halnya dengan hotel tanpa bintang yang masih bisa dikunjungi oleh masyarakat biasa. 

3. Saham pabrikan otomotif

Pabrikan otomotif juga menjadi industri yang terpengaruh dengan siklus bisnis dan makroekonomi. Pada saat resesi, penjualan otomotif menjadi stagnan bahkan tidak ada jika perusahaan tidak memberikan insentif atau bonus untuk menarik pembeli. 

Namun berbanding terbalik ketika kondisi ekonomi sedang bertumbuh. Masyarakat berbondong-bondong memenuhi hasratnya dengan membeli kendaraan baik untuk kebutuhan maupun untuk gaya hidup.

Contoh Cyclical Stock

Berikut ini 10 contoh emiten yang termasuk dalam cyclical stock.

  1. MNCN - PT Media Nusantara Citra Tbk

  2. LPPF - PT Matahari Departement Store Tbk

  3. SCMA - PT Surya Citra Media Tbk

  4. ERAA - PT Erajaya Swasembada Tbk

  5. ACES - PT Ace Hardware Indonesia Tbk

  6. MAPI - PT Mitra Adiperkasa Tbk

  7. AUTO - PT Astra Otoparts Tbk

  8. FILM - PT MD Pictures Tbk

  9. MPMX - PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk

  10. GJTL PT Gajah Tunggal Tbk

Cari Cyclical Stock di Stockbit

Kamu bisa mencari saham siklikal ini dengan mudah di aplikasi Stockbit.

Berikut ini caranya :

  1. Buka aplikasi Stockbit

  2. Klik menu Search pada bagian bawah

  3. Gulir ke bagian sektor

  4. Pilih Cyclical

***

Saham cyclical termasuk prospektif untuk masuk dalam portofolio investasimu. Walaupun bertipe high risk high gain, namun dengan perhitungan yang matang kamu masih bisa mendapatkan keuntungan dari saham jenis ini.