Cara Menggunakan Stochastic Oscillator Dalam Analisis Teknikal Saham / by Guest User

Stochastic oscillator merupakan salah satu indikator teknikal populer yang para trader sering gunakan untuk menganalisis saham. Alasan utamanya adalah indikator ini mempunyai keakuratan dalam menunjukkan momentum waktu yang tepat untuk membeli maupun menjual saham.

Indikator ini juga cenderung mudah untuk trader pelajari dari segi penggunaannya.

Stochastic oscillator adalah sebuah indikator yang mengukur harga penutupan saham dengan kisaran harganya pada periode waktu tertentu. Fungsinya tidak lain agar trader bisa mengetahui saat harga akan berbalik arah atau reversal.

Baca juga bullish reversal dan bearish reversal.

Kisaran waktu yang trader tentukan biasanya mulai dari harian, mingguan ataupun bulanan. Mengapa demikian? Karena indikator stochastic ini lebih cocok untuk tipe trader dengan gaya trading swing.

Lalu pertanyaan berikutnya bagaimana kamu bisa mengetahui saham akan berbalik arah dari tren turun ke tren naik ataupun sebaliknya.

Jawabannya mudah yaitu dengan mengetahui titik jenuh beli (overbought) atau jenuh jual (oversold). Dengan begitu kamu bisa lebih aware atau berhati-hati saat melakukan pengambilan keputusan.

Memang kebanyakan dari kalangan investor pemula sangat familiar dengan oscillator indicator populer seperti RSI dan Stochastic.

Kedua oscillator indicator ini sama-sama memiliki kisaran skala 0 sampai 100 dalam penggunaannya. Umumnya settingan yang sering trader gunakan antara 20 hingga 80.

Baik dalam menganalisis suatu sektor saham maupun sebuah emiten. Kamu juga bisa menggunakan dua oscillator indicator ini secara berbarengan karena akan cukup bermanfaat.

Settingan Dasar Stochastic

Terdapat dua settingan dasar yang umum trader gunakan pada indikator Stochastic. Yang pertama adalah settingan Slow Stochastic, yaitu garis K= 14, garis D= 3 dan Smooth= 3. Sementara itu yang kedua adalah settingan Fast Stochastic, yaitu garis K= 5, garis D= 3 dan Smooth= 3.

Tentu kedua settingan ini mempunyai perbedaan yang mendasar.

Fast Stochastic mempunyai pergerakan garis K dan D yang lebih sensitif dan cenderung lebih cepat mengalami persilangan antara 2 garis tersebut, sedangkan Slow Stochastic lebih sedikit mengalami persilangan antara 2 garis.

Kedua settingan ini pasti mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Pengaturan indikator Stochastic

Untuk settingan Fast Stochastic akan sangat menguntungkan bagi trader apabila sinyal pembalikan arahnya memang benar. Sebab hal ini bisa membantu trader berpotensi mendapatkan keuntungan yang lebih besar ataupun menghindari tren penurunan harga lebih awal.

Kekurangan Fast Stochastic adalah tingkat akurasinya yang kurang baik bila kamu bandingkan dengan Slow Stochastic. Karena Fast Stochastic ini rentan dengan yang namanya pembalikan arah palsu atau False Crossing Signal.

Sedangkan untuk Slow Stochastic mempunyai kelebihan dalam tingkat akurasi yang lebih baik. Kekurangannya Slow Stochastic memberikan sinyal yang lebih lambat bila dibandingkan dengan Fast Stochastic.

Lalu mana settingan yang terbaik untuk trader? Itu kembali pada individu masing-masing, karena setiap trader mempunyai gaya dan tingkat profil risiko yang berbeda.

Cara Membaca dan Menggunakan Stochastic

Seperti penjelasan sebelumnya indikator Stochastic mempunyai 3 area, yaitu area atas, tengah dan bawah, pembagian ini berdasarkan skala 0 sampai 100. Area atas ada pada skala 80 sampai 100, ini adalah area jenuh beli (overbought).

Area tengah ada pada skala 20 sampai 80 atau biasa trader sebut neutral area. Kemudian yang terakhir area bawah ada pada skala 0 sampai 20 atau area jenuh jual (oversold). Sederhananya Stochastic ini bisa memberikan trader informasi apakah suatu saham berada dalam kondisi jenuh beli atau jenuh jual.

stochastic

Dalam penggunaanya kamu perlu tahu apa itu Golden Cross dan Death Cross. Golden Cross adalah persilangan kedua garis pada area oversold menuju ke arah atas, ini menunjukkan bahwa harga akan mengalami kenaikan. Inilah momentum terbaik bagi trader untuk melakukan pembelian suatu emiten.

Sebaliknya Death Cross adalah persilangan kedua garis pada area overbought menuju ke arah bawah, ini menunjukkan bahwa harga akan mengalami penurunan.

Hal ini bisa menjadi sinyal bagi trader untuk mempertimbangkan menjual saham yang sedang dia miliki. Tujuannya agar terhindar dari kerugian karena harga yang cenderung mengalami tren penurunan.

Kesalahan yang Sering Trader Lakukan Dalam Menggunakan Stochastic

Banyak trader pemula yang belum paham cara menggunakan indikator Stochastic ini dengan benar. Berikut ini kesalahan umum yang sering investor lakukan saat trading dengan indikator Stochastic:

1. Hanya Menggunakan Indikator Stochastic

Kesalahan ini mungkin terlihat sepele, namun bila kamu tidak ingin mengalami kerugian yang tidak diinginkan kami sarankan untuk menggunakan indikator lain bersamaan dengan Stochastic.

Dalam kasus ini trader biasanya hanya memperhatikan bila terjadi persilangan garis atau crossing pada area bawah maka mereka akan menyimpulkan harga pasti akan naik. Namun kenyataannya tidak semudah itu.

2. Tidak Memperhatikan Tren

Masih berkaitan dengan kesalahan yang pertama, perlu kamu ingat indikator Stochastic ini merupakan indikator momentum. Jadi indikator ini tidak bisa melihat tren dari pergerakan harga suatu emiten. Padahal tren sendiri adalah kunci bagi para trader ketika melakukan aktivitas perdagangan atau trading.

Cara untuk melihat tren bisa menggunakan bantuan dari Moving Average untuk melihat terbentuknya higher high dan higher low untuk trend naik dan terbentuknya lower high, lower low untuk trend turun.

Jadi kamu harus melihat terlebih dahulu tren harga sedang mengarah ke mana, baru kamu bisa menggunakan indikator Stochastic. Kesimpulannya Stochastic ini tidak bisa berdiri sendiri dalam penggunaannya.

Itu dia definisi singkat mengenai indikator Stochastic, semoga penjelasan ini bisa menjadi pengetahuan yang bermanfaat bagi para trader pemula dalam kegiatan tradingnya.

Stockbit sendiri menyediakan indikator Stochastic karena memang indikator ini merupakan indikator populer dan sering digunakan oleh para pemula maupun profesional trader. Jadi ayo segera memulai aktivitas trading-mu bersama dengan Stockbit.

Gunakan Stochastic di Aplikasi Stockbit

Stockbit adalah aplikasi trading saham milik PT Stockbit Sekuritas Digital yang legal dan terdaftar di OJK sebagai perusahaan sekuritas.

Stockbit memiliki fitur Charbit yang berfungsi sebagai alat charting dengan berbagai keunggulan, diantaranya :

  1. Tersedia 100+ indikator analisis teknikal dan fundamental yang dapat digunakan

  2. Data historikal hingga 15 tahun

  3. Kamu dapat menggambar dengan menarik/membuat garis untuk memahami tren

  4. Tersedia fitur bandarmologi untuk deteksi fase akumulasi dan distribusi

  5. Data yang ditampilkan real time sesuai dengan kondisi bursa

Pelajari lebih lanjut tentang fitur Chartbit disini.

Fitur ini bersifat gratis dengan hanya buka rekening saham di Stockbit yang 100% online, tanpa dokumen fisik dan tanpa minimum deposit.

Cara akses fitur Stochastic di Stockbit :

  1. Buka aplikasi Stockbit, bisa melalui aplikasi smartphone atau web

  2. Pilih menu Charbit

  3. Pilih Indicator, cari Stochastic

Stochastic di Stockbit

Jadi, bagaimana? Apakah kamu sudah paham cara menggunakan Stochastic dalam analisa saham?

Yuk, download dan gunakan Stockbit sekarang!