🏦 BBCA 7M26: Laba Bersih Bank Only +2% YoY, Margin Mulai Membaik / by Stockbit Investment Research

Photo by: Stockbit

Daily Market Performance 🚀

IHSG Foreign Flow Kurs USD/IDR Gold
6.449,8 +0,75%-Rp355,2 miliar17.857 +0,18%4.449 -0,55%
Oil Coal CPO Nickel
91,1 +0,22%139,2 -0,14%4.860 +0,81%16.834 +0,11%

👋 Stockbitor!

Bank Central Asia ($BBCA) mencatat laba bersih bank only Rp5,1 T pada Juli 2026 (+5% YoY, +12% MoM). Hasil ini membuat laba bersih bank only selama 7M26 mencapai Rp35,3 T (+2% YoY), setara 59% estimasi konsolidasi 2026F konsensus (vs. 7M25: 61% realisasi konsolidasi 2025). Pertumbuhan kredit dan Net Interest Margin (NIM) hingga 7M26 sejalan dengan guidance 2026 manajemen, sementara Credit Cost (CoC) lebih baik dibandingkan guidance.

NIM Mulai Membaik Sesuai Ekspektasi — Net Interest Income (NII) mulai tumbuh lebih baik pada Juli 2026 di level +4% YoY, dibandingkan +0% YoY selama 7M26. Hal tersebut sejalan dengan NIM yang mulai membaik ke level 5,5% pada Juli 2026 (vs. Juni 2026: 5,2%), sesuai ekspektasi manajemen dalam earnings call 2Q26 bahwa NIM akan pulih mulai 3Q26. Secara kumulatif selama 7M26, NII flat secara tahunan akibat NIM yang lebih rendah, sehingga mendilusi pertumbuhan kredit yang mencapai +8% YoY per Juli 2026. Non Interest Income (Non–II) masih tumbuh relatif solid sebesar +10% YoY pada Juli 2026 dan +7% YoY selama 7M26.

Kredit Mulai Meningkat, Provisi Menurun — Secara nominal, kredit berada di level ~Rp1.000 T per Juli 2026, flat secara bulanan, setelah naik +4% MoM pada Juni 2026. Peningkatan kredit per Juni 2026 serta melandainya pembukuan beban provisi pada Juli 2026 (-18% YoY, -37% MoM) atau 0,3% secara CoC (vs. Juni 2026: 0,5%, Juli 2025: 0,4%) dapat menjadi indikasi momentum positif pada aktivitas perekonomian. Meski demikian, kelanjutan tren kedua metrik ini perlu dimonitor lebih lanjut sebelum membuat kesimpulan.

Key Takeaway

Secara umum, kami melihat momentum kinerja BBCA mulai berakselerasi memasuki 2H26, di mana kredit mulai meningkat dengan NIM yang mulai membaik. Hal ini relatif berbeda dengan Bank Mandiri ($BMRI), yang kami nilai momentum pertumbuhan kuatnya telah terlihat pada 1H26 dan akan melandai pada 2H26. Kami sendiri melihat potensi upside bagi fundamental kinerja perbankan dari kondisi likuiditas yang tidak seketat yang dikhawatirkan, seiring tren outstanding dan yield SRBI yang mulai melandai, perpanjangan sebagian penempatan saldo anggaran lebih (SAL) oleh pemerintah, serta potensi portofolio inflow dari investor asing menyusul pengumuman RABPN 2027 yang lebih konservatif.

📈 ENRG 1H26: Laba Bersih Tumbuh +27% YoY

  • $ENRG: Energi Mega Persada mencatat laba bersih US$26,9 juta pada 2Q26 (+51% YoY, +47% QoQ), sehingga laba bersih selama 1H26 mencapai US$45,2 juta (+27% YoY). Pertumbuhan laba bersih selama 1H26 didorong oleh: 1) kenaikan pendapatan +19% YoY; dan 2) ekspansi margin laba kotor ke level 42% (vs. 1H25: 35%).
  • $TINS: Manajemen Timah dalam earnings call pada Jumat (14/8) mengatakan bahwa perseroan bersama pemegang saham sedang menyusun ulang guidance laba bersih 2026, setelah laba bersih selama 1H26 sudah mencapai 169% dari target internal 2026F di ~Rp1,6 T. Jika tidak ada kendala berarti, hasil revisi guidance laba bersih akan disampaikan secara terpisah pada Agustus atau September 2026. Manajemen pun membuka kemungkinan adanya kenaikan dividend payout ratio dibandingkan tahun buku 2025 di 50%, meski keputusan final untuk tahun buku 2026 tetap kewenangan pemegang saham. Manajemen juga menyebut bahwa guidance volume penjualan pada 3Q26 akan berada di level yang kurang lebih sama dengan 2Q26 di 4.975 ton seiring kendala pasokan bijih. Dari sisi biaya, manajemen memperkirakan cash cost pada 2H26 akan melandai seiring tidak adanya ekspektasi major maintenance, setelah mencatat kenaikan cash cost pada 2Q26 akibat kenaikan harga BBM dan maintenance smelter. Simak poin–poin penting earnings call TINS di sini.
  • $BYAN: Harga saham Bayan Resources naik +20% pada Selasa (18/8), di mana CNBC Indonesia melaporkan kenaikan harga saham tersebut didorong oleh rumor bahwa Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam berencana mengakuisisi sekitar 62% saham BYAN. Baik Haji Isam maupun BYAN belum mengomentari rumor ini.
  • $SILO: Siloam International Hospitals bersama anak usahanya, PT Megapratama Karya Bersama, berencana mengakuisisi 14 perusahaan yang memiliki properti rumah sakit senilai total ~Rp6,9 T dari pihak non–afiliasi. Properti–properti rumah sakit tersebut selama ini dioperasikan oleh SILO melalui hubungan sewa jangka panjang dari entitas anak First Real Estate Investment Trust (First REIT) selaku pihak penjual. Rencana transaksi ini akan dilakukan dalam 2 tahap: 1) tahap 1 mencakup akuisisi 100% atas 8 perusahaan berdasarkan perjanjian yang telah ditandatangani pada 1 April 2026; dan 2) tahap 2 akuisisi atas 6 perusahaan sisanya baru akan dilakukan jika hak opsi jual dilaksanakan oleh para pemegang opsi. Rencana transaksi ini ditujukan untuk menekan beban sewa serta meningkatkan fleksibilitas operasional dan keuangan. Untuk mendanai akuisisi ini, SILO telah menandatangani perjanjian fasilitas pinjaman sindikasi berjangka waktu 7 tahun hingga Rp14,5 T dari Bank Negara Indonesia ($BBNI), Bank CIMB Niaga ($BNGA), Bank Central Asia ($BBCA), PT Bank DBS Indonesia, MUFG Bank Ltd. Jakarta Branch, dan The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Singapore Branch. Rencana–rencana transaksi ini akan dibahas dalam RUPSLB pada 22 September 2026.
  • $DOOH: PT Sinergi Internasional Investama mengumumkan telah merampungkan akuisisi 51% saham Era Media Sejahtera dengan harga Rp50/saham atau senilai total ~Rp197,3 M dari PT Prambanan Investasi Sukses pada 30 Juli 2026. PT Sinergi Internasional Investama merupakan perusahaan induk yang baru didirikan pada 17 Juli 2026, belum menjalankan kegiatan usaha secara komersial, serta tidak memiliki hubungan afiliasi dengan DOOH sebelum transaksi ini, dengan Tinawati sebagai ultimate beneficial owner. Menyusul transaksi ini, PT Sinergi Internasional Investama akan melaksanakan penawaran tender wajib atas saham DOOH.
  • $MDIA: BEI dan KSEI memasukkan Intermedia Capital ke dalam daftar kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi (high shareholding concentration/HSC). MDIA tercatat dimiliki oleh sejumlah pemegang saham tertentu yang secara agregat menguasai 94,31% total saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat per 12 Agustus 2026. Pengumuman kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku di bidang pasar modal.

🔎 Insider Transactions

Source: IDX

Top Gainer 🔥

$KIJA $INET $WIFI $TOWR
+34,96%+24,79%+9,56%+8,21%

Top Loser 🤕

$RATU $ARTO $SMIL $TPIA
-4,54%-4,22%-2,63%-2,24%

 🔥 Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…

  • Harga minyak Brent telah naik sekitar +4,5% selama 3 hari terakhir dari ~US$87,1/barrel pada penutupan perdagangan Kamis (13/8) ke level ~US$91/barrel per Selasa (18/8) sore. Kembali meningkatnya harga minyak didorong oleh memudarnya prospek penyelesaian konflik AS–Iran dalam jangka pendek, dengan Presiden Donald Trump pada Senin (17/8) menyatakan tidak tertarik untuk memperpanjang perjanjian gencatan senjata sementara dengan Iran. Sebelumnya, AS dan Iran sempat menandatangani memorandum gencatan senjata pada Juni 2026, di mana masa berlaku kesepakatan tersebut secara teknis berakhir pada Senin (17/8). Trump juga mengancam akan mengebom Oman jika negara tersebut menghalangi blokade laut AS terhadap Iran, di mana Iran dan Oman sedang bernegosiasi mengenai jalur pelayaran di Selat Hormuz. Pemerintah AS telah mengisyaratkan rencana untuk menggunakan tekanan ekonomi guna memaksa Iran menyerah, yang berpotensi beralih dari penggunaan kekuatan militer sembari tetap mempertahankan blokade terhadap pelabuhan–pelabuhan Iran. Pada pekan lalu, Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengatakan bahwa AS akan mengumumkan langkah–langkah baru yang “belum pernah ada sebelumnya”.
  • Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun, mengatakan pada Selasa (18/8) bahwa pelaksanaan fit and proper test bagi calon gubernur Bank Indonesia akan dilaksanakan pekan depan. Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengusulkan Destry Damayanti, yang saat ini menjabat sebagai gubernur sementara Bank Indonesia, sebagai kandidat tunggal gubernur definitif Bank Indonesia kepada DPR.
  • Pemerintah dalam RAPBN 2027 menetapkan kuota BBM tertentu bersubsidi sebesar ~20,1 juta kiloliter, turun -58,5% dari kuota 2026 di level ~48,4 juta kiloliter. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menjelaskan bahwa penurunan tersebut utamanya dipengaruhi asumsi Indonesian Crude Price (ICP) 2027 yang lebih rendah di US$75/barrel, dibandingkan harga minyak yang saat ini di kisaran ~US$91/barrel. Purbaya menegaskan pemangkasan ini bukan berarti pemerintah telah menetapkan pembatasan pembelian Pertalite pada 2027, meski dirinya membuka peluang penerapan mekanisme subsidi yang lebih tepat sasaran ke depannya. Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa pengurangan subsidi BBM akan berjalan bersamaan dengan pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional, termasuk penyiapan insentif untuk 1 juta unit motor listrik produksi dalam negeri.
  • Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, mengatakan bahwa pemerintah menargetkan realisasi investasi selama 2027 sebesar Rp2.322 T, naik +13,8% dari target 2026 di level Rp2.041 T. Rosan menyebut bahwa target tersebut sejalan dengan sasaran pertumbuhan ekonomi 2027 di kisaran +5,8–6,5% YoY. Selain meningkatkan nilai investasi, pemerintah juga terus mendorong hilirisasi ke sektor perkebunan, kehutanan, minyak dan gas bumi, serta komoditas bernilai tambah tinggi seperti semikonduktor, bioetanol, produk turunan kelapa, dan rumput laut.
  • Bank Indonesia memperluas penggunaan Kartu Kredit Indonesia agar dapat digunakan oleh konsumen dan pelaku usaha, sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya beli dan mendukung pertumbuhan ekonomi. Bank Indonesia mengatakan bahwa 8 bank lokal dapat menerbitkan kartu ini bagi masyarakat umum, yaitu Bank Central Asia ($BBCA), Bank Mandiri ($BMRI), Bank Negara Indonesia ($BBNI), Bank Rakyat Indonesia ($BBRI), Bank CIMB Niaga ($BNGA), Permata Bank ($BNLI), Bank Mega ($MEGA), dan Bank Syariah Indonesia ($BRIS). Sebelumnya, kartu kredit yang diluncurkan pada 2022 hanya dapat digunakan oleh instansi pemerintah, dengan tujuan mempercepat realisasi belanja pemerintah. Pada tahap awal, Kartu Kredit Indonesia untuk konsumen dan pelaku usaha dapat digunakan di berbagai merchant yang menerima pembayaran melalui kode QRIS, termasuk untuk transaksi internasional. Bank Indonesia menyebut bahwa Kartu Kredit Indonesia akan beroperasi berdampingan dengan kartu kredit yang diterbitkan oleh prinsipal kartu internasional, di mana masyarakat dapat memilih kartu mana yang ingin mereka gunakan.
  • Harga CPO naik +0,29% ke level MYR4.821/ton pada penutupan perdagangan Senin (17/8) dan stabil di kisaran MYR4.860/ton pada Selasa (18/8) sore. Kenaikan harga CPO didorong oleh meningkatnya permintaan menjelang festive season di India, risiko cuaca El Nino, serta berlanjutnya gangguan pasokan minyak mentah Timur Tengah yang membuat bahan bakar nabati menjadi lebih tinggi. Gangguan pengiriman minyak bunga matahari melalui kawasan Laut Hitam juga mendorong pembeli di India, Pakistan, dan negara lainnya untuk beralih ke CPO, sehingga turut menopang harga. Impor minyak nabati India mencapai level tertinggi dalam 10 bulan sebesar ~1,5 juta ton pada Juli 2026, seiring sejumlah refinery mengisi kembali persediaan menjelang festive season, di mana impor CPO India meningkat +50% MoM pada Juli 2026 menjadi 731 ribu ton dan menandai level tertinggi dalam 5 bulan terakhir. Sementara itu, persediaan CPO Malaysia meningkat ke level tertinggi dalam 5 bulan pada Juli 2026 seiring produksi yang melampaui ekspor. Dari sisi ekspor, pengiriman CPO Malaysia selama periode 1–15 Agustus 2026 turun -7,9% dibandingkan periode yang sama pada Juli 2026.
  • Sekretaris Jenderal Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI), Hadi Ismoyo, mengatakan kepada Kontan pada Selasa (18/8) bahwa target lifting minyak sebesar 610.000 bopd pada RAPBN 2027 terlalu tinggi bagi industri dan sulit direalisasikan seiring decline rate. Hadi menyebut bahwa rata–rata lifting minyak bumi termasuk LPG sejak awal 2026 hanya berkisar 580.000 bopd, sementara jika mengecualikan LPG hanya berkisar 560.000 bopd. Sebagai konteks, APBN 2026 menargetkan lifting minyak sebesar 610.000 bopd. Hadi menyebut bahwa jika tanpa tambahan produksi yang signifikan dari lapangan baru, realisasi lifting minyak bumi termasuk LPG selama 2027 hanya akan berkisar 552.000 bopd, dengan asumsi decline rate 5%. Berbeda dengan sektor minyak, IATMI memandang target lifting gas bumi sebesar 954.000 bopd dalam RAPBN 2027 masih relatif bisa dicapai karena pengembangan proyek gas baru lebih aktif dan prospektif dibandingkan dengan pengembangan lapangan minyak bumi saat ini.
  • Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan sebanyak 290 dari total 1.074 BUMN telah ditutup per 16 Agustus 2026, sembari menambahkan bahwa pemerintah menargetkan jumlah penutupan BUMN dapat meningkat menjadi sekitar 300 perusahaan pada akhir 2026. Sementara itu, CEO Danantara, Rosan Roeslani, menjelaskan bahwa penutupan tersebut merupakan bagian dari proses streamlining BUMN yang dilakukan melalui sejumlah skema, seperti merger, likuidasi, hingga konsolidasi vertikal. Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan Danantara untuk memangkas jumlah BUMN dari sekitar 1.000 entitas menjadi hanya sekitar 200–300 entitas.
  • Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan bahwa pemerintah belum berencana menaikkan iuran BPJS Kesehatan pada 2027. Budi juga menyebut bahwa pemerintah akan memberikan dukungan jika program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mengalami defisit, meski tidak merincinya lebih lanjut. Pernyataan Budi muncul di tengah Dana Jaminan Sosial (DJS) Kesehatan atau Dana JKN yang mencatat defisit ~Rp17,1 T selama 2025, melonjak sekitar +124% dibandingkan defisit ~Rp7,7 T pada 2024.
  • Direktur Utama PT Produksi Film Negara, Riefian Fajarsyah, mengatakan pada Senin (17/8) bahwa pihaknya menargetkan peluncuran jaringan bioskop negara bernama ‘Sinewara’ pada 2027. Sebagai langkah awal, Riefian menyebut bahwa pihaknya akan membangun pilot project di kantor pusat perseroan di Jalan Otista, Jakarta Timur, sebelum jaringan Sinewara nantinya akan diperluas ke berbagai daerah.
  • Korea Economic Daily melaporkan bahwa Lotte Chemical Corp. (KRX: 011170) berencana untuk melepas sebagian bisnis bahan kimia dasarnya di Malaysia, Indonesia, dan AS. Narasumber anonim Korea Economic Daily menyebut bahwa Lotte Chemical saat ini tengah menyusun strategi penjualan secara konkret sambil mengukur sentimen pasar dan mencari calon pembeli. Lotte Chemical berencana merestrukturisasi bisnisnya dengan melepas operasi di luar negeri yang memiliki profitabilitas rendah dan beralih untuk berfokus pada bahan kimia khusus bernilai tambah tinggi. Lotte Chemical Titan International Sdn. Bhd. — anak usaha Lotte Chemical di Malaysia sekaligus pengendali Lotte Chemical Titan ($FPNI) — dikabarkan menjadi kandidat utama untuk dijual. Lotte juga tengah mengupayakan penjualan sebagian kepemilikannya di PT Lotte Chemical Indonesia — unit yang mengoperasikan pabrik petrokimia di Indonesia yang dibangun dengan investasi KRW5,7 T atau Rp72 T — kepada Danantara.

🫸 IHSG Naik Didorong Segelintir Saham, Ikut atau Nonton?

“Di depan sana suatu waktu nanti juga akan terulang lagi dengan saham yang berbeda. Biarkan yang bisa mengatur yah atur lah pasarnya. Kita mah berjalan saja di sisi badan besar mereka.” — ricky2212

Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini

Semenjak penutupan bursa jumat minggu lalu, terdapat perbincangan mengenai kenaikan IHSG yang dinilai tidak sehat karena didorong oleh segelintir saham. Hal ini membuat investor kebingungan untuk menentukan sikap pada hari pembukaan bursa berikutnya. Namun, Stockbitor ricky2212 memiliki pandangan yang berbeda. Menurutnya, fenomena seperti ini sudah beberapa kali ia saksikan. Satu contoh nyata yang dijabarkan adalah momentum pembalikan arah bursa belakangan ini, di mana IHSG berhasil bangkit dari titik terendahnya selama lebih dari enam bulan terakhir berkat dorongan kuat dari salah satu saham utama di sektor perbankan. Selain itu, ricky2212 juga menyoroti bahwa strategi dominasi segelintir saham ini juga terjadi pada praktik standar global seperti di bursa Amerika (didikte saham teknologi), Korea Selatan (Samsung), hingga Taiwan (TSMC). Tugas kita sebagai investor retail adalah terus belajar mengenai pola dan permainan pasar.

Copyright 2026 Stockbit, all rights reserved.

Disclaimer:

Konten ini ditulis oleh PT Stockbit Karya Indonesia (“Stockbit”), perusahaan media ekonomi dan keuangan yang menghadirkan berita, analisis, dan insight tentang dunia bisnis, investasi, dan kebijakan ekonomi, khususnya yang terkait Pasar Modal.

Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing–masing nasabah.

Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri @Stockbit.com.

Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.