
Daily Market Performance 🚀
IHSG | Foreign Flow | Kurs USD/IDR | Gold |
| 6.595,8 -0,06% | -Rp326,6 miliar | 17.760 +0,19% | 4.356 -0,92% |
Oil | Coal | CPO | Nickel |
| 95,0 +0,34% | 150,2 +2,81% | 4.960 -0,26% | 16.665 -1,16% |
đź‘‹ Stockbitor!
Bank Rakyat Indonesia ($BBRI) mencatat laba bersih bank only Rp3,4 T pada Juli 2026 (-12% YoY, -53% MoM). Hasil ini membuat laba bersih selama 7M26 mencapai Rp30,9 T (+8% YoY), setara 53% estimasi konsolidasi 2026F konsensus (vs. 7M25: 50% realisasi konsolidasi 2025). Penurunan laba bersih secara tahunan pada Juli 2026 utamanya disebabkan oleh beban provisi yang lebih tinggi. Sementara itu, secara Pre–Provision Operating Profit (PPOP), laba masih tumbuh +3% YoY pada Juli 2026, meski lebih rendah dari laju pertumbuhan selama 7M26 di +8% YoY.
Margin Turun pada Juli 2026 — Net Interest Income (NII) turun -2% YoY pada Juli 2026, dibandingkan pertumbuhan +4% YoY selama 7M26. Penurunan NII pada Juli 2026 utamanya disebabkan oleh kenaikan beban pendanaan, di mana Interest Expense naik +5% YoY dan +11% MoM seiring kenaikan Time Deposits (+10% YoY, +8% MoM). Hal tersebut membuat Net Interest Margin (NIM) turun ke level 5,6% pada Juli 2026 (vs. Juli 2025: 6,1%; Juni 2026: 6,8%). NIM selama 7M26 berada di level 6,3% (vs. 7M25: 6,5%), masih lebih rendah dibandingkan tahun lalu meski Interest Expense selama 7M26 turun -10% YoY, yang merefleksikan penurunan Asset Yield yang lebih dalam.
Kenaikan Beban Provisi secara Tahunan karena Low–Base Effect, Credit Cost Lanjut Turun — Beban provisi tercatat Rp3,6 T pada Juli 2026 (+21% YoY, -16% MoM), di mana kenaikan secara tahunan lebih disebabkan oleh low–base effect. Secara persentase atau Credit Cost (CoC), angkanya berada di level 3% pada Juli 2026, melanjutkan tren penurunan semenjak memuncak di level 3,8% pada Mei 2026. Selama 7M26, beban provisi tumbuh +12% YoY, relatif sejalan dengan pertumbuhan kredit (+14% YoY), sehingga CoC stabil di 3,3% dibandingkan 7M25.
Key Takeaway
Dalam earnings call 1H26/2Q26 pada Senin (31/8), manajemen mengatakan bahwa kondisi likuiditas perbankan mulai melonggar dalam 1 bulan terakhir, sehingga kami menilai pelemahan margin pada Juli 2026 hanya bersifat sementara dan berpotensi pulih pada bulan–bulan selanjutnya. Kualitas aset dan provisioning sendiri berada dalam tren yang positif dalam beberapa bulan terakhir, meski kami memantau risiko pemburukan menjelang akhir tahun seiring dengan dampak negatif El Nino. Di luar risiko makro dari El Nino, faktor utama yang perlu dicermati oleh investor adalah bagaimana BBRI mengeksekusi strategi untuk kembali menumbuhkan segmen mikronya. BBRI telah menguat sekitar +8% dalam 5 hari perdagangan terakhir, di mana kami menilai keberhasilan BBRI dalam kembali menumbuhkan segmen mikro secara sustainable sebagai faktor kunci kelanjutan pemulihan valuasi BBRI.
🤑 VKTR: Danantara Jajaki Pendanaan hingga Rp2 T untuk Pengadaan Bus & Truk Listrik
- $VKTR: VKTR Teknologi Mobilitas mengumumkan telah menandatangani indicative non–binding term sheet dengan PT Danantara Investment Management selaku investor dan Bakrie & Brothers ($BNBR) selaku guarantor, di mana PT Danantara Investment Management tengah menjajaki potensi pendanaan kepada VKTR dengan nilai indikatif hingga Rp2 T. Pendanaan tersebut ditujukan untuk pembiayaan pengadaan bus listrik dan/atau truk listrik dan tujuan lainnya, yang akan ditentukan dan disepakati oleh para pihak dalam dokumen definitif. Rencana pendanaan ini memiliki hak opsi konversi, yang ketentuannya akan ditentukan kemudian dalam dokumen definitif. Kesepakatan ini masih bersifat tidak mengikat (non–binding) dan mencerminkan pembahasan awal.
- $CBRE: Cakra Buana Resources Energi mengumumkan update rincian rights issue, di mana perseroan kini berencana menerbitkan hingga ~11,8 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp108/lembar, rasio 100 saham lama mendapatkan 260 rights, dan efek dilusi hingga 72,22%. Potensi perolehan dana dari aksi korporasi ini mencapai ~Rp1,3 T, dengan ~Rp858,6 M di antaranya sebagai bagian dari konversi utang dan sisanya akan digunakan untuk modal kerja. Pengendali CBRE dengan kepemilikan 61,13% saham, PT Omudas Investment Holdco, dan pemegang 9,3% saham CBRE, PT Republik Capital Indonesia, tidak akan melaksanakan haknya dan mengalihkan rights–nya kepada PT Garuda Nusantara Mineral, PT Saga Investama Sedaya, Yafin Tandiono Tan, dan Hilong Shipping Holding Ltd. Para penerima pengalihan tersebut masing–masing berkomitmen akan menyerap saham baru dalam bentuk konversi utang. Cum rights di pasar reguler dan negosiasi pada 2 November 2026, sementara periode perdagangan dan pelaksanaan rights pada 6–12 November 2026. Sebagai perbandingan dengan rencana sebelumnya, CBRE pada Maret 2026 mengumumkan berencana menggelar rights issue hingga ~12,8 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan berkisar Rp100–150/lembar, dengan perolehan dana ditujukan untuk pelunasan kewajiban utang kepada pihak ketiga atau pemegang promissory note, capex pembelian aset kapal jenis anchor handling tug supply (AHTS), dan modal kerja.
- $PGAS: Perusahaan Gas Negara mengatakan dalam klarifikasi kepada BEI bahwa putusan arbitrase yang bersifat parsial dari London Court of International Arbitration — di mana PGAS diperintahkan membayar kompensasi kepada Gunvor Singapore Pte. Ltd. — ditujukan terkait kargo LNG nomor 4–8 tahun 2024 dan kargo nomor 1–4 tahun 2025. PGAS menjelaskan bahwa majelis arbitrase menolak pernyataan force majeure yang diajukan PGAS pada November 2023 dan memerintahkan perusahaan untuk membayar kompensasi. Sementara itu, klaim Gunvor lainnya yang mencakup sejumlah kargo tahun 2025 serta pengiriman untuk tahun 2026 dan 2027 belum diputuskan. PGAS menyebut bahwa dampak finansial sedang di–review oleh akuntan publik dalam laporan keuangan 1H26, serta perseroan masih melakukan penelaahan atas upaya hukum selanjutnya yang dapat ditempuh. Gunvor sendiri masih harus terlebih dahulu mengajukan permohonan eksekusi ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat untuk melaksanakan putusan tersebut.
- $MORA: Ekamas Mora Republik menandatangani perubahan perjanjian kredit dengan Bank Central Asia ($BBCA) untuk menambah fasilitas kredit investasi hingga Rp4 T atau setara 50,54% total ekuitas MORA per 31 Desember 2025. Tambahan kredit ini akan digunakan untuk capex pembangunan homepass, termasuk customer premises equipment serta sarana pendukung operasionalnya, tetapi tidak termasuk untuk layanan fixed wireless access (FWA). Kredit ini memiliki jangka waktu 7 tahun sejak penandatanganan perjanjian pada 31 Agustus 2026, termasuk grace period maksimum 1 tahun.
🔎 Insider Transactions

Top Gainer 🔥
$LSIP | $BBYB | $ERAA | $MIKA |
| +6,62% | +4,51% | +4,42% | +4,05% |
Top Loser 🤕
$ADMR | $ADRO | $INCO | $HEAL |
| -5,34% | -4,68% | -4,55% | -3,52% |
 🔥 Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…

- Head of Media Relations PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Dedy Kurniawan, mengatakan kepada Bloomberg Technoz bahwa smelter nikel di kawasan IMIP berpotensi memangkas produksi sekitar 30–40%, seiring terbatasnya pasokan air ke fasilitas smelter akibat kekeringan yang dipicu oleh El Nino. Dedy menjelaskan bahwa sejumlah perusahaan yang terdampak gangguan tersebut antara lain smelter berbasis HPAL, pabrik produksi kokas, dan daya pendukung PLTU. Dedy menambahkan bahwa pihaknya tengah mengupayakan percepatan pendayagunaan sumber–sumber air baru dari lokasi sekitar guna mengurangi dampak El Nino terhadap operasional smelter nikel di kawasan tersebut. Bloomberg melaporkan bahwa potensi pemangkasan produksi ini dapat membantu menahan penurunan harga nikel global di London Metal Exchange, yang telah turun sekitar -17% dari level tertinggi pada awal Mei 2026.
- Argus Media melaporkan bahwa pasokan batu bara dari Kalimantan Tengah, yang sebagian besar memproduksi batu bara mid–to–high calorific, mengalami gangguan akibat penyusutan Sungai Barito yang dipicu oleh El Nino, dengan beberapa produsen telah mendeklarasikan force majeure. Argus Media menambahkan bahwa kondisi tersebut juga menghambat pengiriman bahan bakar untuk operasi pertambangan, sehingga memaksa sejumlah produsen beralih ke alternatif transportasi darat yang memiliki biayanya lebih tinggi. Menurut keterangan produsen batu bara kepada Argus Media, kedalaman Sungai Barito telah merosot ke kisaran 3–4 meter, yang memaksa produsen memangkas kapasitas muat tongkang dari kisaran 7.500–10.000 ton menjadi 3.000–4.000 ton. Pemangkasan kapasitas muat tongkang tersebut pada akhirnya memicu pembengkakan biaya pengiriman hingga 2x lipat, menurut keterangan trader batu bara kepada Argus Media. Argus Media menjelaskan bahwa gangguan logistik ini terjadi di saat pasokan batu bara Indonesia sudah terhambat oleh keterlambatan persetujuan kuota RKAB tambahan untuk tahun 2026, setelah sejumlah produsen mengalami pemangkasan kuota pada awal 2026. Ketidakpastian pasokan ini pada gilirannya memicu keengganan produsen menegosiasikan kontrak jangka panjang tahun 2027, menurut laporan Argus Media.
- Harga minyak brent naik sekitar +4,6% ke kisaran US$94,6/barrel pada penutupan perdagangan Selasa (1/9) dan stabil di kisaran US$95/barrel pada Rabu (2/9) sore, didorong oleh serangan yang dilancarkan oleh AS ke Iran. Presiden Donald Trump mengatakan bahwa serangan tersebut merupakan balasan atas upaya Iran memasang ranjau laut di Selat Hormuz, sekaligus respons AS terhadap serangan Iran ke pangkalan militer AS di Yordania. Trump memperingatkan Iran untuk tidak melakukan serangan balasan, sembari mengancam bahwa AS akan melancarkan serangan yang lebih besar. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, juga memperingatkan bahwa AS akan segera memberlakukan sanksi baru kepada Iran. Menanggapi serangan tersebut, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan bahwa serangan baru AS tersebut hanya akan membuat blokade di Selat Hormuz semakin ketat. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, mengatakan bahwa jika ekspor minyak Iran dari Teluk Persia dihentikan, maka tidak akan ada yang bisa mengekspor minyak dari sana.
- Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan pada Selasa (1/9) bahwa pihaknya menargetkan penghapusan batas harga minimum saham Rp50/saham di pasar reguler dan pasar tunai dapat berlaku mulai pekan ke–3 atau ke–4 bulan September 2026, bergantung pada kesiapan seluruh anggota bursa. Target tersebut mundur dari rencana awal, yang sebelumnya ditargetkan pada 7 September 2026.
đź’ Apa Kabar IPO Emiten jika Ditunda?
“Proses finalisasi harga, administrasi, maupun perizinan dapat memengaruhi timeline IPO.” — skydrugz27
Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini
Secara umum, jeda antara berakhirnya penawaran awal (bookbuilding) hingga dimulainya penawaran umum biasanya berlangsung sekitar 5–10 hari kerja, meskipun dalam beberapa kasus dapat lebih cepat atau mengalami penyesuaian jadwal. Pada periode ini, emiten bersama underwriter melakukan evaluasi terhadap hasil permintaan investor selama book building untuk menentukan harga final IPO, sekaligus menunggu pernyataan efektif dari OJK sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya. Dinamika permintaan investor juga dapat menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan oleh underwriter dalam proses tersebut. Untuk membaca lebih lengkap mengenai emiten apa yang skydrugz27 bahas, simak tulisannya di sini!
Disclaimer:
Konten ini ditulis oleh PT Stockbit Karya Indonesia (“Stockbit”), perusahaan media ekonomi dan keuangan yang menghadirkan berita, analisis, dan insight tentang dunia bisnis, investasi, dan kebijakan ekonomi, khususnya yang terkait Pasar Modal.
Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing–masing nasabah.
Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri @Stockbit.com.
Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.

IHSG
Foreign Flow
Kurs USD/IDR
Gold
Oil
Coal
CPO
Nickel
$LSIP
$BBYB
$ERAA
$MIKA
$ADMR
$ADRO
$INCO
$HEAL