šŸ¤‘ AKRA 1Q26: Laba Bersih +16% YoY, Lampaui Ekspektasi / by Stockbit Snips

Photo by: Stockbit

Daily Market Performance šŸš€

IHSG Foreign Flow Kurs USD/IDR Gold
7.106,5 -0,32%-Rp2,0 triliun17.195 -0,06%4.717 -0,51%
Oil Coal CPO Nickel
101,6 +2,47%132,1 +0,69%4.540 -1,24%19.015 +1,48%

šŸ‘‹ Stockbitor!

AKR Corporindo ($AKRA) mencatat laba bersih Rp656 M pada 1Q26 (+16% YoY, -20% QoQ), setara 24% estimasi 2026F konsensus (vs. 1Q25: 23% realisasi 2025, rata–rata 3 tahun terakhir: 22%). Hasil ini melampaui guidance awal manajemen yang mengincar pertumbuhan laba bersih di kisaran +7–10% YoY pada 2026.

Pendapatan pada 1Q26 tumbuh +26% YoY menjadi Rp12,9 T seiring kontribusi tambahan dari realisasi awal penjualan lahan JIIPE sebesar 17 ha (vs. 1Q25: tidak ada, 4Q25: 62 ha), dengan pembeli dari 1 perusahaan China dan 1 perusahaan domestik. Hasil ini mendorong pendapatan segmen ā€˜kawasan industri’ naik +220% YoY menjadi Rp591 M, terdiri atas penjualan lahan Rp373 M dan pendapatan listrik/utilitas Rp218 M (+18% YoY).

Segmen ā€˜trading & distribution’ membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp700 M (+12% YoY, -13% QoQ), ditopang oleh pertumbuhan pendapatan kedua sub–segmen, yakni ā€˜petroleum’ sebesar Rp9,9 T (+26% YoY) dan ā€˜basic chemical’ sebesar ~Rp2 T (+14% YoY).

  • Earnings Call Update: Sinyal Upgrade Guidance

Dalam earnings call pada Jumat (24/4), manajemen AKRA kini mengekspektasikan laba bersih dan laba kotor selama 2026 untuk segmen ā€˜trading & distribution’ akan ā€œmelanjutkan laju saat iniā€ seiring realisasi 1Q26 yang melampaui guidance awal. Sebagai konteks, laba kotor segmen ā€˜trading & distribution’ tumbuh +9% YoY pada 1Q26 (vs. guidance awal: +4–6% YoY).

Di tengah gangguan supply minyak akibat eskalasi konflik Timur Tengah, manajemen menyebut bahwa supply BBM perseroan masih aman hingga 1H26, ditopang oleh hubungan jangka panjang dengan supplier yang memprioritaskan AKRA karena memiliki working capital dan demand base yang kuat.

Terkait penjualan lahan JIIPE, manajemen mengatakan bahwa pipeline penjualan lahan JIIPE berkisar 20–25 ha pada 2Q26, 40–50 ha pada 3Q26, dan 10–15 ha pada 4Q26, sehingga total penjualan lahan selama 2026 diperkirakan mencapai 87–107 ha.

Manajemen juga menyebut bahwa dari target penambahan 3 kapal baru selama 2026, 1 kapal sudah terfinalisasi dengan 2 sisanya on–hold akibat lonjakan harga kapal. Adapun akuisisi target perusahaan diharapkan dapat rampung sebelum 1H26 berakhir.

  • Dividen Final dengan Indikasi Yield ~3,2%

Kontan melaporkan bahwa pemegang saham AKRA pada Senin (27/4) menyetujui rencana pembagian total dividen tahun buku 2025 senilai ~Rp2 T atau setara ~80% dividend payout ratio (vs. 2024: ~89%). Jumlah tersebut setara dividen final Rp50/saham, mengindikasikan yield dividen final ~3,2% per Senin (27/4). Sebelumnya, AKRA telah membagikan dividen interim tahun buku 2025 senilai Rp50/saham pada Agustus 2025.

Key Takeaway

Kami memiliki pandangan positif terhadap AKRA seiring realisasi 1Q26 yang melampaui ekspektasi. Ekspektasi baru dari manajemen terkait laba bersih dan laba kotor untuk segmen ā€˜trading & distribution’ selama 2026 akan ā€œmelanjutkan laju saat iniā€ juga secara implisit mengindikasikan upgrade guidance untuk 2026.

Key upside: 1) pelebaran margin segmen ā€˜trading & distribution’ diikuti peningkatan market share; 2) realisasi penjualan lahan JIIPE 2026 melampaui pipeline saat ini di kisaran 87–107 ha, dengan seluruh penjualan langsung diakui ke laba rugi; dan 3) tidak adanya faktor one–off seperti provisi atau penyesuaian non–operasional yang berdampak material pada laba bersih.

Faktor risiko: 1) eskalasi lanjutan geopolitik Timur Tengah yang dapat memperparah kondisi suplai; 2) penjualan lahan JIIPE yang tidak langsung terefleksi penuh pada laba tahun ini; dan 3) faktor one–off material di luar asumsi operasional normal.

Pada perdagangan Senin (27/4), harga saham AKRA menguat +5,4%.

šŸ¤ BUMI Berencana Akuisisi Loyal Metals Senilai AU$79,1 Juta

  • $BUMI: Bumi Resources berencana mengakuisisi 100% saham perusahaan tambang emas dan tembaga, Loyal Metals Ltd. (ASX: LLM), dengan harga AU$0,45/saham atau senilai total AU$79,1 juta (setara ~Rp977 M), menurut keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Loyal Metals di bursa Australia. Transaksi ini ditargetkan rampung pada Agustus 2026, bergantung pada persetujuan pemegang saham Loyal Metals. Loyal Metals belakangan ini telah memulai eksplorasi di tambang emas dan tembaga Highway Reward. Tambang yang terakhir kali beroperasi pada 2005 tersebut sebelumnya mencatatkan total produksi historis sebesar 3,65 juta ton tembaga dengan kadar 5,7% dan ~260 ribu ton emas dengan kadar 4,5 gram per ton selama periode 1987–2005. Selain emas dan tembaga, Loyal Metals juga memiliki 3 proyek lithium di Amerika Utara.
  • $PGAS: Perusahaan Gas Negara mencatat laba bersih US$90 juta pada 1Q26 (+46% YoY, vs. 4Q25: rugi US$23 juta), sedikit melampaui ekspektasi karena setara 27% estimasi 2026F konsensus. Hasil ini menandai pemulihan laba bersih, setelah laba bersih pada 4Q25 tertekan biaya impairment US$99,5 juta pada Blok Sesulu Selatan. Secara operasional, laba usaha mencapai US$119 juta (+17% YoY, -21% QoQ), relatif sejalan dengan ekspektasi (23% estimasi 2026F konsensus ), didorong oleh kenaikan margin laba usaha ke level 12,8% (vs. 1Q25: 10,5%). Ekspansi margin laba usaha pada 1Q26 sendiri ditopang oleh lonjakan spread gas trading +37% YoY menjadi US$2,07/MMBTU yang mengkompensasi penurunan volume gas trading -10% YoY ke 777 BBTUD, tercermin pada laba segmen ā€˜trading & transmission’ yang menguat ke US$144 juta (+55% YoY). Selain itu, kenaikan laba bersih juga ditopang oleh: 1) pos beban lain–lain yang moderat di US$1 juta akibat absennya one–off besar (vs. 4Q25: beban US$114 juta dari impairment Sesulu; 1Q25: laba US$4 juta); 2) penyusutan kerugian kurs menjadi US$2 juta (vs. 1Q25: rugi US$20 juta); dan 3) kontribusi JV yang naik menjadi US$22 juta (+14% YoY, +58% QoQ).
  • $UNTR: United Tractors mengumumkan kinerja operasional selama 1Q26, dengan rincian sebagai berikut: 1) volume penjualan Komatsu 1.107 unit (-20% YoY), setara 25–26% target 2026 di kisaran 4.300–4.500 unit; 2) market share Komatsu turun ke level 18% (vs. 2025: 20%), menandai pertama kalinya market share turun di bawah level 20% setidaknya sejak 2024; 3) volume overburden: 236 juta bcm (-7% YoY), setara 21% target 2026 seiring curah hujan yang tinggi pada Februari 2026; 4) volume penjualan batu bara 4,6 juta ton (+20% YoY); 5) volume penjualan emas 4 ribu oz (vs. 1Q25: 58 ribu oz, target 2026: 82 ribu oz); dan 6) volume penjualan nikel 597 ribu wmt (+14% YoY).
  • $PKPK: Paragon Karya Perkasa berencana mengakuisisi 49% saham PT Deli Pratama Angkutan Laut dari Resources Global Development Limited senilai Rp890 M. PKPK menjelaskan bahwa rencana transaksi ini ditujukan untuk diversifikasi usaha perseroan ke sektor jasa perkapalan dan transportasi laut, di mana PT Deli Pratama Angkutan Laut sendiri mengoperasikan armada kapal tunda, kapal tongkang, dan bulk carrier (kapal kargo). Resources Global Development merupakan afiliasi PKPK karena Komisaris PKPK, Lee Yaw Loong Francis, juga menjabat sebagai direktur di Resources Global Development. Rencana ini akan dibahas dalam RUPS independen pada 3 Juni 2026.
  • $BIPI: Astrindo Nusantara Infrastruktur mengatakan bahwa perseroan tengah melakukan penjajakan dengan beberapa calon pembeli potensial terkait rencana divestasi anak usaha perseroan di bidang pertambangan batu bara, meski tidak merincinya lebih lanjut.
  • $ULTJ: Ultrajaya Milk Industry & Trading Company akan membagikan dividen tahun buku 2025 senilai Rp1,35 T atau Rp130/saham, mengindikasikan dividend yield ~8% per Senin (27/4). Jumlah tersebut setara ~100% dividend payout ratio (vs. 2024: ~41%). Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 30 April 2026, sementara pembayaran pada 22 Mei 2026.

šŸ”Ž Insider Transactions

Source: IDX

Top Gainer šŸ”„

$DSNG $SMIL $AMMN $BSDE
+9,09%+8,15%+8,00%+6,71%

Top Loser šŸ¤•

$ENRG $DSSA $BTPS $PTRO
-10,00%-8,66%-5,63%-5,36%

ā€ŠšŸ”„ Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…

  • Reuters melaporkan bahwa harga nikel global melonjak hingga sempat menyentuh US$19.470/ton pada Senin (27/4), menandai level tertinggi sejak Juni 2024, sebelum melandai ke level US$19.445/ton (+2,3%). Kenaikan harga nikel didorong oleh kekhawatiran pasokan dari Indonesia seiring pemangkasan RKAB 2026 dan potensi kekurangan sulfur untuk proses produksi akibat perang Iran.
  • Presiden Prabowo Subianto pada Senin (27/4) mengumumkan reshuffle kabinet untuk sejumlah posisi. Hanif Faisol Nurofiq — yang sebelumnya menjabat sebagai menteri lingkungan hidup — diangkat menjadi wakil menteri koordinator bidang pangan. Sementara itu, Mohammad Jumhur Hidayat diangkat sebagai menteri lingkungan hidup. Selain itu, Muhammad Qodari — yang sebelumnya menjabat sebagai kepala staf kepresidenan — ditunjuk sebagai kepala Badan Komunikasi Pemerintah, dengan Dudung Abdurachman ditunjuk sebagai kepala staf kepresidenan.
  • Bank BTPN Syariah ($BTPS) mencatat laba bersih Rp319 M pada 1Q26 (+3% YoY, +25% QoQ), sejalan dengan ekspektasi karena setara 24% estimasi 2026F konsensus (vs. 1Q25: 26% realisasi tahunan). Kenaikan laba bersih didukung oleh penurunan beban provisi (-37% YoY) seiring dengan lanjut membaiknya indikator kualitas aset. Adapun Net Margin Income masih turun -3% YoY pada 1Q26, meski pembiayaan tumbuh +4% YoY/+3% QoQ. Manajemen BTPS mempertahankan guidance pertumbuhan laba bersih 2026 di kisaran high–single digit (vs. 2025: +13% YoY).
  • VKTR Teknologi Mobilitas ($VKTR) merevisi rencana rights issue, dengan maksimum penerbitan saham baru naik dari rencana sebelumnya ~21,9 miliar saham menjadi 25 miliar saham. Revisi ini juga membuat efek dilusi maksimum naik dari 33,33% menjadi 36,36%. Harga pelaksanaan dan rasio belum diumumkan, sementara perolehan dana ditujukan untuk modal kerja perseroan dan penyertaan modal ke anak usaha guna mendukung pengembangan bisnis. Rencana ini akan dibahas dalam RUPSLB pada 19 Mei 2026.
  • Sarana Meditama Metropolitan ($SAME) berencana melaksanakan private placement hingga ~1,7 miliar saham baru atau setara 9,8% modal ditempatkan dan disetor, dengan perolehan dana ditujukan untuk memperkuat struktur modal kerja dan capex. SAME juga berencana menggelar program MESOP hingga ~34,3 juta saham baru atau setara 0,2% modal ditempatkan dan disetor. Harga pelaksanaan masing–masing aksi korporasi belum diumumkan. Kedua rencana ini akan dibahas dalam RUPSLB pada 9 Juni 2026.

ā›¹ļø Masalah Ritel Bukan di Teknik, Tapi Cara Mainnya

ā€œBukan market yang salah, bro. Anda yang ngajak balapan tapi start dari garis finish.ā€ — HendraSetiawan08

Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini

Banyak investor ritel ingin hasil besar dalam waktu cepat, namun tidak siap menjalani proses dan risiko yang menyertainya. Dalam tulisannya, Stockbitor HendraSetiawan08 menyoroti bahwa berbagai teknik seperti breakout, buy on weakness, hingga average down sering kali disalahgunakan bukan karena metodenya salah, tetapi karena cara penerapannya yang keliru. Ritel cenderung FOMO saat harga sudah naik, panik saat koreksi kecil, atau terus menambah posisi tanpa memperhatikan struktur yang sudah rusak. Akibatnya, trading berubah menjadi spekulasi berbasis emosi, bukan keputusan yang terukur. Oleh karena itu, kunci utama bukan pada teknik yang digunakan, melainkan pada pemahaman, disiplin, dan kesiapan menerima risiko agar strategi yang dipakai dapat berjalan dengan benar. Baca selengkapnya pada tulisan berikut!

Sekilas tentang HendraSetiawan08

Aktif sejak awal 2025, Stockbitor dan Youtuber HendraSetiawan sering post mengenai catatan dan pikirannya mengenai pasar modal Indonesia di Stream. Videonya di channel Youtube lebih menuju ke mempelajari analisis teknikal, dan tulisannya di Stream menuju ke saran untuk pemula dan juga commentary pribadi pada berita-berita ekonomi.

Copyright 2026 Stockbit, all rights reserved.

Disclaimer:

Konten ini ditulis oleh PT Stockbit Karya Indonesia (ā€œStockbitā€), perusahaan media ekonomi dan keuangan yang menghadirkan berita, analisis, dan insight tentang dunia bisnis, investasi, dan kebijakan ekonomi, khususnya yang terkait Pasar Modal.

Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing–masing nasabah.

Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri @Stockbit.com.

Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.