
Daily Market Performance 🚀
IHSG | Foreign Flow | Kurs USD/IDR | Gold |
| 6.436,9 -0,38% | -Rp624,7 miliar | 17.693 +0,01% | 4.389 +1,30% |
Oil | Coal | CPO | Nickel |
| 107,9 -0,78% | 146,4 -1,45% | 4.884 +0,70% | 15.997 -2,19% |
đź‘‹ Stockbitor!
Bank Central Asia ($BBCA) dan Bank Negara Indonesia ($BBNI) telah merilis hasil kinerja bank only hingga Agustus 2026. Berikut ulasan kami:
BBCA
BBCA mencatat laba bersih bank only Rp4,9 T pada Agustus 2026 (+13% YoY, -3% MoM). Hasil ini membuat laba bersih bank only selama 8M26 menjadi Rp40,2 T (+3% YoY), setara 67% estimasi konsolidasi 2026F konsensus (vs. 8M25: 68% realisasi konsolidasi 2025). Net Interest Margin (NIM) lanjut membaik, terefleksi dari Net Interest Income yang tumbuh +8% YoY pada Agustus 2026 — setelah tumbuh +4% YoY pada Juli 2026 — dibandingkan kenaikan +1% YoY selama 8M26.
Beban provisi pada Agustus 2026 juga terjaga di level yang rendah (-65% YoY, -2% MoM) atau 0,3% secara Credit Cost, sehingga Credit Cost selama 8M26 menjadi 0,3% dan lebih baik dibandingkan guidance konsolidasi 2026F dari manajemen di kisaran 0,4–0,5%. Kredit tumbuh +2% MoM pada Agustus 2026, sehingga per Agustus 2026 mencapai Rp1.018 T atau naik +11% YoY. Baru–baru ini, BBCA memperkirakan pertumbuhan kredit selama 2026 akan mendekati batas atas target +8–10% YoY. Pada Juli 2026, kami meng–highlight berakselerasinya pertumbuhan kredit serta rendahnya beban provisi BBCA sebagai salah satu indikator menguatnya aktivitas perekonomian, di mana pada Agustus 2026 tren kedua metrik ini berlanjut.
BBNI
BBNI mencatat laba bersih bank only Rp1,8 T pada Agustus 2026 (+17% YoY, +11% MoM). Hasil ini membuat laba bersih bank only selama 8M26 menjadi Rp14,3 T (+7% YoY), setara 68% estimasi konsolidasi 2026F konsensus (vs. 8M25: 67% realisasi konsolidasi 2025). Pertumbuhan laba bersih pada Agustus 2026 dan selama 8M26 didorong oleh kenaikan Pre–Provision Operating Profit, yang masing–masing tumbuh +12% YoY dan +13% YoY.
Beban provisi naik +27% YoY selama 8M26, tetapi mulai berkurang pada Agustus 2026 (-17% YoY, -19% MoM) atau 0,6% secara Credit Cost. Hal ini sejalan dengan ekspektasi kami bahwa pencadangan provisi akan lebih rendah pada 2H26. Kredit BBNI per Agustus 2026 telah mencapai implied target pertumbuhan kredit perseroan selama 2026 di level +10% YoY, sehingga kami menilai upside laba dari sisi kredit akan terbatas hingga akhir tahun. Adapun potensi upside laba bersih BBNI kami nilai berpotensi datang utamanya dari sisi provisioning, dengan asumsi makroekonomi tidak memburuk secara signifikan.

Key Takeaway
Performa BBCA dan BBNI di atas relatif kontras dengan kinerja BMRI yang justru pertumbuhan laba bersihnya mulai melandai memasuki 2H26. Secara umum, di antara sektor–sektor blue chip, kami mempertahankan preferensi kami pada sektor perbankan dibandingkan sektor konsumer karena prospeknya yang lebih menarik. Preferensi kami pada big 4 banks juga kami pertahankan pada BBNI dan Bank Rakyat Indonesia ($BBRI). Penunjukkan Suahasil Nazara sebagai menteri keuangan yang baru juga berpotensi meningkatkan persepsi ketahanan fiskal dan kestabilan nilai tukar, sehingga dapat memberikan tambahan sentimen positif bagi sektor perbankan. Sementara itu, bertahannya harga minyak di level yang tinggi — atau bahkan semakin meningkat — menjadi risiko utama yang kami cermati.
🔎 Kementerian ESDM Masih Evaluasi Perubahan RKAB Anak Usaha BYAN
- $BYAN: Direktur Jenderal di Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan kepada Bisnis pada Rabu (16/9) bahwa persetujuan perubahan kuota produksi RKAB yang diajukan sejumlah anak usaha Bayan Resources masih dalam tahap evaluasi karena terdapat sejumlah hal yang masih perlu dikaji, meski tidak merincinya lebih lanjut. Tri menambahkan bahwa persetujuan perubahan kuota produksi RKAB yang diajukan anak usaha BYAN kemungkinan dapat selesai pada pekan ini. Tri juga menyebut bahwa masih terdapat sejumlah perusahaan tambang yang persetujuan RKAB–nya belum diterbitkan, tetapi membantah bahwa jumlahnya mencapai 50 perusahaan. Pernyataan Tri muncul setelah BYAN bersama sejumlah anak usahanya mengumumkan force majeure terkait kewajiban pemenuhan penyediaan batu bara kepada pelanggan, serta laporan dari Kontan bahwa Kementerian ESDM masih mengevaluasi permohonan revisi tambahan kuota RKAB dari sekitar 50 perusahaan tambang per September 2026.
- $DPUM: Dua Putra Utama Makmur mengatakan bahwa pengendali baru perseroan, PT Rama Indonesia, merupakan bagian dari Unirama Group yang bergerak di bidang solusi rantai pasok dan distribusi barang konsumsi (FMCG) dengan jaringan distribusi dan infrastruktur pergudangan di berbagai wilayah Pulau Jawa. Pada 2026, DPUM berencana melakukan ekspansi dengan capex ~Rp100 M dan menargetkan peningkatan EBITDA rata–rata sekitar +7,75% per tahun pada periode 2027–2030. PT Rama Indonesia juga menyatakan dukungan terhadap keberlanjutan usaha DPUM pasca–kebakaran fasilitas operasional di Pati pada Juni 2026. Proses klaim asuransi — yang nilainya tidak dirinci — masih dalam tahap finalisasi, dengan manajemen berkeyakinan bahwa klaim dapat direalisasikan 100% dari nilai yang diajukan dan disepakati.
- $SMRA: Corporate Communications Summarecon Agung, Rulli Lazuardi, mengatakan kepada Kontan pada Rabu (16/9) bahwa pihaknya menghormati proses hukum yang saat ini sedang berjalan di KPK, serta siap bekerja sama dengan seluruh pihak terkait sesuai ketentuan yang berlaku agar proses hukum dapat segera terselesaikan dengan baik. Pernyataan SMRA muncul setelah Direktur Utama SMRA, Adrianto Pitojo Adhi, menjadi salah satu pihak yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh KPK di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) pada Senin (14/9).
- $EXCL: Direktur XLSmart Telecom Sejahtera, Merza Fachys, mengatakan bahwa pihaknya berencana membangun sistem komunikasi kabel laut (SKKL) baru pada 2027, meski tidak merincinya lebih lanjut. Rencana proyek SKKL tersebut terpisah dari proyek SKKL CANDLE, yang merupakan pembangunan proyek kabel laut EXCL sejak akhir 2024 dan akan menghubungkan Indonesia dengan Singapura, Malaysia, Filipina, Taiwan, hingga Jepang. Merza mengatakan, proyek baru tersebut akan tetap menggunakan skema konsorsium, dengan pihak mitra kemungkinan besar akan berasal dari perusahaan–perusahaan yang sudah dikenal di industri kabel laut.
- $KLBF: Kalbe Farma berencana melaksanakan buyback saham dengan nilai nominal hingga Rp500 M pada periode 17 September–17 Desember 2026. Rencana ini tidak memerlukan persetujuan pemegang saham, seiring relaksasi yang diberikan OJK untuk stabilisasi pasar modal.
- $LPKR: Lippo Karawaci mengumumkan bahwa pemegang saham perseroan dalam RUPSLB pada 11 September 2026 telah menyetujui rencana penarikan kembali 20,7 juta saham treasuri hasil buyback melalui pengurangan modal ditempatkan dan disetor. Keputusan tersebut sekaligus menghentikan rencana penjualan saham treasuri melalui bursa, yang sebelumnya diumumkan pada 29 April 2026.
- $IDEA: Idea Indonesia Akademi mengumumkan bahwa PT Nawasena Nugra Investama berencana mengakuisisi 66,58% saham perseroan dari pengendali perseroan, Eko Desriyanto, dan PT Idea Asia Investama. Nilai indikatif atas rencana transaksi ini belum diumumkan. Setelah rencana transaksi ini rampung, PT Nawasena Nugra Investama akan menjadi pengendali baru IDEA dan akan melaksanakan tender offer wajib.
🔎 Insider Transactions

Top Gainer 🔥
$IMPC | $INCO | $COIN | $AMMN |
| +4,62% | +4,09% | +2,80% | +1,98% |
Top Loser 🤕
$DEWA | $KPIG | $KIJA | $ENRG |
| -6,57% | -5,26% | -4,86% | -4,55% |
 🔥 Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…

- Kepala Divisi Pengembangan Bisnis 1 BEI, Firza Rizqi Putra, mengatakan bahwa perdagangan short selling baru dapat dilakukan pada 1 Oktober 2026. Sementara itu, Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menyebut bahwa pelaksanaan perdagangan short selling pada tahap awal hanya mencakup sekitar 3–5 saham LQ45, yang akan diumumkan pada 28 September 2026.
- Bloomberg melaporkan bahwa Kementerian ESDM telah merilis peraturan baru terkait rumus perhitungan harga patokan mineral (HPM), yang akan memangkas HPM untuk bijih nikel kadar rendah. Berdasarkan perhitungan Bloomberg, formula baru ini membuat HPM bijih nikel berkadar 1,2% akan turun hampir separuhnya. Perubahan ini akan menguntungkan smelter nikel HPAL, yang tengah menghadapi penyusutan margin akibat lonjakan harga sulfur dan kenaikan HPM.
- Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, mengatakan pada Rabu (16/9) bahwa pihaknya telah meminta Bulog untuk segera menyalurkan stok beras premium ke jaringan ritel modern, sembari menambahkan bahwa pihaknya mencabut izin edar atas 25 merek beras fortifikasi yang melanggar. Pernyataan Amran muncul setelah pihaknya mengeklaim telah menemukan 25 merek beras fortifikasi yang diduga tidak memenuhi kandungan sesuai label, yang di antaranya mencakup 3 merek beras Topi Koki yang diproduksi Buyung Poetra Sembada ($HOKI). Sebelumnya, Bulog pada awal pekan ini mengumumkan telah menjalin kerja sama dengan PT Padi Indonesia Maju, yang merupakan bagian dari Wilmar, untuk memproduksi beras premium yang akan dipasarkan di berbagai pasar, khususnya melalui jaringan ritel modern.
- Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis OJK, Sarjito, mengatakan pada Selasa (15/9) bahwa pihaknya akan membentuk bursa mineral dan komoditas strategis pada 17 September 2026. Bursa tersebut diberi nama Indonesia Commodity Exchange (Icomex), dengan target dapat beroperasi per 4 Januari 2027. Sarjito mengatakan bahwa timah akan menjadi komoditas pertama yang diperdagangkan di bursa tersebut, mempertimbangkan riwayat perdagangan timah yang telah berlangsung di Jakarta Futures Exchange (JFX).
- Reuters dan Argus Media melaporkan bahwa Arab Saudi telah memangkas ekspor minyak ke Eropa untuk pengiriman September 2026 akibat penangguhan kegiatan pemuatan minyak di pelabuhan Yanbu di Laut Merah. Kabar ini menyusul pengumuman Arab Saudi pada Jumat (11/9) yang mengatakan telah menghentikan operasional pipa minyak utamanya ke Laut Merah, menyusul serangkaian serangan pada Kamis (10/9). Perusahaan minyak Arab Saudi, Saudi Aramco, menolak mengomentari kabar ini. Reuters melaporkan bahwa pemangkasan ekspor minyak melalui Laut Merah akan mendorong Arab Saudi untuk berupaya mengekspor lebih banyak minyak melalui Selat Hormuz dengan menggunakan metode pengiriman terselubung (dark shipments), serupa dengan praktik yang telah dilakukan oleh Uni Emirat Arab dan Irak. Reuters mencatat bahwa metode pengiriman terselubung memungkinkan produsen minyak di kawasan Teluk untuk mengekspor sekitar 7–9 juta barrel minyak per hari, setara 30–40% dari volume ekspor sebelum perang AS–Iran dimulai.
- Grab (Nasdaq: GRAB) mengumumkan akan mengakuisisi 60% saham platform buy now pay later, Atome Financial, senilai US$1,49 miliar. Akuisisi yang ditargetkan rampung pada 3Q27 ini akan menggabungkan portofolio Atome Financial ke dalam bisnis financial services milik Grab. Grab juga menyepakati rencana akuisisi fase ke–2 atas sisa 40% saham Atome Financial dalam kurun waktu sekitar 2 tahun setelah transaksi pertama rampung, di mana kesepakatan ini menetapkan valuasi Atome Financial di kisaran US$2–4,5 miliar. Atome Financial sendiri beroperasi di Singapura, Malaysia, Filipina, Indonesia, dan Thailand, serta melayani 25 juta pengguna.
- Dharma Polimetal ($DRMA) bersama Minth Group membentuk joint venture (JV) bernama PT Dharma Minth Indonesia, yang akan bergerak di bidang manufaktur komponen mobil. JV ini didirikan dengan modal ditempatkan dan disetor sebesar Rp45 M, di mana porsi kepemilikan DRMA sebanyak 49%. Nantinya, JV ini akan memproduksi battery housing, body & chassis structure berbasis aluminium extrusion, serta plastic component design.
👇 Ciri–Ciri Bottom
“Pada akhirnya, kita tidak membeli bottom. Kita membeli ketika Ketakutan sudah membuat harga menjadi terlalu murah. Dan mungkin, bottom Bukanlah sebuah angka yang bisa kita tebak.” — VarelJoanK
Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini
Investor dan Trader berlomba-lomba memperkirakan bottom dari IHSG. Ada yang menebak 5.000, 4.700, 4.000, sampai 3000. Namun, stockbitor VarelJoanK memperlihatkan pandangan lain yaitu bottom bukanlah sebuah angka tetapi sebuah perilaku. Sebuah bottom seringkali baru dikenali setelah dilewati. Namun, terdapat perilaku yang sering muncul saat menuju bottom yaitu ketakutan investor mencapai level ekstrem. Perilaku ini bisa menjadi petunjuk dalam melihat kondisi pasar. Saat valuasi tak lagi menjadi pertimbangan, investor hanya fokus mencari jalan keluar, saham dengan fundamental baik ikut dijual demi memegang cash, dan berita buruk berubah menjadi konsensus sementara pesimisme menjadi keseharian, di situlah kita perlu mulai mencermati kondisi pasar. Sebab, harga hanyalah angka, sedangkan fear tercermin melalui perilaku. Selain itu, menurut stockbitor VarelJoanK, bottom juga tidak selalu terjadi ketika semua masalah selesai. Lalu, mulai terlihat pada keadaan seperti apa? Cek tulisan stockbitor VarelJoanK untuk mengetahui selengkapnya!
Disclaimer:
Konten ini ditulis oleh PT Stockbit Karya Indonesia (“Stockbit”), perusahaan media ekonomi dan keuangan yang menghadirkan berita, analisis, dan insight tentang dunia bisnis, investasi, dan kebijakan ekonomi, khususnya yang terkait Pasar Modal.
Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing–masing nasabah.
Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri @Stockbit.com.
Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.

IHSG
Foreign Flow
Kurs USD/IDR
Gold
Oil
Coal
CPO
Nickel
$IMPC
$INCO
$COIN
$AMMN
$DEWA
$KPIG
$KIJA
$ENRG