Ini Dia Cara Menghitung Persentase Keuntungan Saham / by Guest User

Tujuan utama seseorang berinvestasi saham adalah untuk mendapat keuntungan. Keuntungan investasi saham biasanya ditunjukkan lewat persentase kenaikan dari modal awal pembelian saham tersebut.

Sebagai investor saham, kamu wajib memahami cara menghitung persentase keuntungan saham dengan benar. Bagaimana caranya? Simak penjelasan berikut.  

Kenali Indikator Keuntungan Dan Kerugian Investasi Saham

Di berbagai platform atau aplikasi investasi saham, keuntungan dan kerugian investasi saham ditunjukkan melalui persentase. Bedanya, keuntungan direpresentasikan lewat angka persentase berwarna hijau sedangkan kerugian berwarna merah.

Hal yang sama juga berlaku untuk tingkat kenaikan dan penurunan harga saham. Tingkat kenaikan harga saham umumnya ditunjukkan melalui angka persentase berwarna hijau, sementara penurunan harga saham ditunjukkan oleh indikator persentase yang berwarna merah.

Walau keduanya menggunakan indikator yang serupa, namun  perlu diingat bahwa persentase naik turunnya harga saham tidak sama dengan persentase keuntungan dan kerugian investasi saham.

Persentase keuntungan dan kerugian investasi saham dihitung berdasarkan tingkat kenaikan/penurunan nilai investasi saham kamu saat ini berdasarkan modal awal yang kamu gunakan ketika membeli saham tersebut.

Sedangkan persentase kenaikan dan penurunan harga saham dihitung berdasarkan tingkat kenaikan/penurunan harga saham saat ini dibanding periode awal yang dijadikan patokan.  

Perbedaan basis perhitungan tersebut memungkinkan situasi dimana nilai investasi saham kamu tetap minus (rugi) sekalipun harga saham tersebut telah naik sekian persen di bursa selama beberapa waktu belakangan.  

Sebelum belajar lebih jauh tentang cara menghitung persentase keuntungan saham, pemula yang baru memulai investasi saham wajib engetahui hal ini agar tidak salah mengartikan antara kenaikan dan penurunan harga saham dengan keuntungan dan kerugian investasi saham.

2 Keuntungan Investasi Saham

Secara umum, ada dua jenis keuntungan investasi saham yang bisa diperoleh investor, yaitu keuntungan capital gain dan dividen.

Capital Gain

Capital gain adalah keuntungan yang didapat dari menjual saham di harga yang lebih tinggi daripada saat pembelian.

Misal, hari ini kamu beli saham perusahaan A sebanyak 500 lembar di harga Rp3.000/lembar, sehingga totalnya Rp1,5 juta. Dua bulan setelahnya, harga saham A naik menjadi Rp3.500/lembar dan kamu memutuskan untuk menjualnya.

Dari hasil penjualan tersebut, nominal keuntungan capital gain yang kamu dapat adalah Rp250.000 (1.750.000 – 1.500.000). Nah, menghitung persentase keuntungan saham bisa dengan cara yang mudah, yaitu gunakan saja rumus mencari persentase seperti biasa.

Dalam kasus ini, rumusnya bisa ditulis sebagai berikut:

rumus menghitung persentase keuntungan saham

Jika dihitung menggunakan rumus tersebut, maka persentase keuntungan kamu dari transaksi pembelian dan penjualan saham A adalah 16,67%.

Patut diingat bawah keuntungan capital gain dalam saham hanya diperoleh ketika kamu menjual saham yang dimiliki.

Ini berarti selama kamu belum menjual saham tersebut, persentase keuntungan dan kerugian yang tertera di aplikasi saham masih dalam bentuk unrealized capital gain/loss atau keuntungan/kerugian yang belum direalisasi.

Dividen

Dividen adalah jenis keuntungan investasi saham yang diperoleh dari hasil pembagian keuntungan perusahaan yang sahamnya kamu beli.

Contoh, pada tahun 2021, perusahaan B mampu mencetak keuntungan bersih sebesar Rp1 triliun. Berdasarkan rapat umum pemegang saham (RUPS) perusahaan B, manajemen memutuskan untuk membagi Rp300 miliar kepada seluruh pemegang saham.

Jika total saham B yang beredar sebanyak 80 juta lembar, maka setiap satu lembar saham B tersebut akan memperoleh dividen sebesar Rp 3.750. Apabila kamu mempunyai 1.000 lembar saham B, berarti total keuntungan dividen yang kamu peroleh saat payment date sebesar Rp 3.750.000.

Mirip seperti sebelumnya, cara menghitung persentase keuntungan saham dividen juga tinggal membagi nominal dividen yang didapat dengan modal awal pembelian saham kamu, lalu dikali 100 persen.

Misalnya, modal awal kamu membeli 1.000 lembar saham B sebesar Rp 150.000.000, maka persentase keuntungan dividen yang kamu terima sebesar 2.5%.

Berbeda dengan capital gain, keuntungan dividen diperoleh tanpa perlu menjual saham yang dimiliki. Walau begitu, keuntungan dividen tidak selamanya berbentuk tunai, terkadang ada juga perusahaan yang membagikan dividen dalam bentuk saham.

Total Keuntungan Saham

Dari saham kamu bisa mendapat 2 macam keuntungan, yaitu capital gain dan dividen.

Contoh:

Misalkan kamu membeli saham ABCD pada harga Rp 1.000 per lembar sebanyak 5.000 lembar. Lalu, selang beberapa waktu harga saham mengalami kenaikan menjadi Rp 1.500 per lembar dan kamu ingin menjualnya.

Pada saat yang bersamaan perusahaan tersebut memutuskan untuk membagikan dividen Rp 300 untuk setiap lembar sahamnya.

Dividen : Rp 300 x 5.000 lembar = Rp 1.500.000

Capital gain : (Rp 1.500 - Rp 1.000) x 5.000 lembar = Rp 2.500.000

Jadi, total keuntungan yang kamu dapatkan adalah 80%. Dividen + Capital Gain = Rp 1.500.000 + Rp 2.500.000 = Rp 4.000.000.

Dengan hadirnya berbagai aplikasi saham online seperti Stockbit, sebetulnya kamu tidak perlu lagi menghitung persentase keuntungan saham secara manual. Sebab semuanya sudah terhitung secara otomatis dan dapat dilihat langsung melalui aplikasi saham yang kamu pakai.

Seperti pada gambar dibawah ini (panah merah).

cara menghitung perhitungan keuntungan saham di stockbit

Keuntungan saham di Stockbit

Bukan hanya tampilan yang menarik saja. Lebih dari itu, jika kamu membuka rekening saham di Stockbit akan mendapatkan fitur unggulan seperti Stream untuk berdiskusi dengan investor lain, belajar saham di Stockbit Academy, tools profesional gratis chartbit dan fundachart, e-IPO, transfer saham, ebook dan fitur lainnya.