šŸ™…ā€ā™‚ļø AS Akan Blokade Selat Hormuz Usai Negosiasi dengan Iran Gagal / by Stockbit Snips

Photo by: Stockbit

Daily Market Performance šŸš€

IHSG Foreign Flow Kurs USD/IDR Gold
7.500,2 +0,56%+Rp396,8 miliar17.103 +0,03%4.737 -1,05%
Oil Coal CPO Nickel
102,7 +7,85%129,9 -1,89%4.552 +0,31%17.241 +0,90%

šŸ‘‹ Stockbitor!

Presiden Donald Trump mengatakan pada Minggu (12/4) bahwa angkatan laut AS akan mulai memblokade Selat Hormuz per Senin (13/4) pagi waktu AS, setelah negosiasi dengan Iran untuk mengakhiri perang gagal mencapai kesepakatan.

Pemerintah AS menyebut bahwa blokade tersebut akan diberlakukan secara imparsial terhadap kapal–kapal dari semua negara yang masuk atau keluar dari pelabuhan dan daerah pesisir Iran, termasuk semua pelabuhan Iran di Teluk Arab dan Teluk Oman. Namun, angkatan laut AS tidak akan menghalangi kebebasan navigasi bagi kapal–kapal yang melintasi Selat Hormuz dari dan ke pelabuhan non–Iran. Sementara itu, Trump mengatakan bahwa AS akan mengambil tindakan terhadap setiap kapal di perairan internasional yang telah membayar bea masuk kepada Iran.

Menanggapi hal ini, IRGC Iran memperingatkan bahwa kapal militer AS yang mendekati Selat Hormuz akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata dan akan ditindak dengan tegas, mengindikasikan risiko eskalasi konflik.

Menyusul dinamika ini, bursa saham Asia melemah pada hari ini, Senin (13/4), dengan indeks Nikkei dan Hang Seng masing–masing turun -0,74% dan -0,9%. Indeks futures S&P 500 dan Nasdaq pun masing–masing turun -0,62% dan -0,65%. Sementara itu, harga minyak melonjak sekitar +7,9% ke ~US$102,7/barrel, sedangkan harga emas turun sekitar -1,1% ke ~US$4.737/oz.

Di dalam negeri, IHSG menguat +0,56% ke 7.500, didorong oleh saham–saham konglomerasi seperti $BRPT, $BREN, dan $TPIA di tengah penurunan big banks dan blue chip seperti $BBCA, $BMRI, dan $ASII. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sendiri relatif flat -0,03% ke level 17.103.

Key Takeaway

Kembali menguatnya saham–saham konglomerasi – sehingga dapat menopang IHSG – kami perkirakan merupakan indikasi meningkatnya optimisme market terhadap update/pengumuman yang positif dari MSCI. Sebelumnya, FTSE pada pekan lalu telah mengkonfirmasi bertahannya status Indonesia sebagai secondary emerging market. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan pertemuan dengan MSCI pada pekan ke–3 April 2026.

Sementara itu, reaksi negatif yang terbatas dari bursa Asia dan indeks futures bursa AS — dengan penurunan masing–masing tidak lebih dari -1% — kemungkinan mengindikasikan optimisme market bahwa ruang negosiasi antara AS–Iran tidak tertutup sepenuhnya. Investment Strategist di Global X ETFs, Billy Leung, mengatakan bahwa terdapat kepercayaan bahwa dinamika di atas merupakan bagian dari taktik negosiasi serta market telah melewati puncak ketidakpastian.

šŸ“ˆ TPIA 1Q26: EBITDA & Laba Bersih ATH Didorong Kinerja Kilang

  • $TPIA: Chandra Asri Pacific mencatat EBITDA US$421 juta pada 1Q26 (vs. 1Q25: US$21,7 juta), dengan laba bersih US$205 juta (vs. 1Q25: rugi US$23,6 juta), masing–masing menandai level all–time high sepanjang sejarah perseroan. Hasil tersebut ditopang oleh margin kilang yang kuat seiring disrupsi pasokan di Timur Tengah, realisasi sinergi dari integrasi aset kilang Shell Singapore dan jaringan ritel Esso Singapura, serta strategi sourcing bahan baku yang adaptif. Di sisi lain, segmen petrokimia tetap tertekan akibat oversupply regional dan permintaan yang tertahan, tetapi perseroan dapat menjaga stabilitas operasi lewat disiplin biaya dan fleksibilitas bahan baku. TPIA juga telah menyelesaikan ekspansi kapasitas +25% untuk pabrik Butene–1 dan MTBE sejak akhir Februari 2026, sementara progres pembangunan pabrik CA–EDC mencapai 50% dan tetap on–track untuk commissioning pada 2027.
  • $DEWA: Direktur Darma Henwa, Ricardo Silaen, mengatakan bahwa pihaknya tengah mempertimbangkan opsi IPO untuk PT Gayo Mineral Resources, seiring kebutuhan untuk ekspansi dan monetisasi aset. Ricardo menambahkan, DEWA akan memprioritaskan penyelesaian eksplorasi PT Gayo Mineral Resources untuk memastikan besaran reserve secara optimal, sehingga perseroan dapat menghitung potensi produksi dan kebutuhan capex dalam pengembangan tambang. PT Gayo Mineral Resources adalah anak usaha DEWA di sektor pertambangan emas dan tembaga di Aceh yang masih pada tahap eksplorasi dan evaluasi, dengan nilai aset Rp7 T.
  • $INET: Sinergi Inti Andalan Prima berencana mengakuisisi 60% saham PT Sarana Global Indonesia melalui penyertaan modal senilai ~Rp280,4 M, setara ~65,3% ekuitas INET. PT Sarana Global Indonesia sendiri merupakan kontraktor kabel bawah laut yang memiliki 2 unit cable laying vessel. Rencana akuisisi ini ditujukan untuk memperkuat penetrasi pasar — khususnya di Pulau Jawa dan Kalimantan — serta mempercepat pembangunan jaringan telekomunikasi bawah laut dan efisiensi pemeliharaan jaringan. Dalam keterbukaan informasi terpisah, INET mengumumkan rencana penambahan kegiatan usaha di bidang perdagangan besar peralatan telekomunikasi, yang diperkirakan akan memberikan tambahan laba bersih ~Rp15,7 M pada 2030. Kedua rencana ini akan dibahas dalam RUPS pada 19 Mei 2026.
  • $VKTR: VKTR Teknologi Mobilitas berencana menggelar rights issue hingga ~21,9 miliar saham baru dengan efek dilusi hingga 33,33%. Harga pelaksanaan dan rasio belum diumumkan, sementara perolehan dana ditujukan untuk modal kerja perseroan dan penyertaan modal ke anak usaha guna mendukung pengembangan bisnis. Rencana ini akan dibahas dalam RUPSLB pada 19 Mei 2026.
  • $AMMN: Amman Mineral Internasional berencana mengalihkan seluruh saham treasuri sebanyak 105,8 juta (~0,15%) untuk program ESOP/MSOP. Saham treasuri tersebut merupakan hasil buyback saham senilai Rp788,3 M. Rencana ini akan dibahas dalam RUPS pada 19 Mei 2026, dengan harga pelaksanaan, skema pembayaran, dan ketentuan lock–up akan ditetapkan kemudian.
  • $ASLC: Autopedia Sukses Lestari berencana melaksanakan buyback saham dengan alokasi dana hingga Rp20 M pada periode 12 bulan sejak 20 Mei 2026. Selain itu, ASLC berencana mengalihkan ~12,99 juta saham treasuri, setara ~0,1% modal disetor, dari hasil buyback 2025 untuk program ESOP/MSOP. Kedua rencana ini akan dibahas dalam RUPS pada 19 Mei 2026.

šŸ”Ž Insider Transactions

Source: IDX

Top Gainer šŸ”„

$FILM $BRPT $PTRO $KPIG
+19,60%+14,36%+11,63%+8,62%

Top Loser šŸ¤•

$NCKL $MDKA $CPIN $CTRA
-3,93%-2,17%-2,05%-2,04%

ā€ŠšŸ”„ Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…

  • Bloomberg dan Reuters melaporkan bahwa Indonesia dan AS sedang menjajaki proposal untuk mengizinkan penerbangan militer AS di atas wilayah udara Indonesia. Bloomberg dan Reuters menyebut bahwa Kementerian Pertahanan telah mengonfirmasi kabar tersebut, sembari menambahkan bahwa pembicaraan ini masih dalam tahap awal dan tidak memiliki kekuatan hukum yang mengikat. Kementerian Pertahanan menekankan bahwa Indonesia tetap mempertahankan wewenang penuh untuk menyetujui atau menolak aktivitas apa pun di wilayah udara nasionalnya. Negosiasi ini terjadi ketika Presiden Prabowo Subianto akan melakukan kunjungan ke Rusia, sementara Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dijadwalkan bertemu dengan Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, di Pentagon.
  • Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, mengatakan pada Sabtu (11/4) bahwa Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan berkunjung ke Rusia dalam beberapa hari ke depan untuk membahas potensi pembelian minyak Rusia, sebagai alternatif di tengah gangguan pasokan global akibat perang Iran.
  • Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, mengatakan pada Senin (13/4) bahwa pihaknya memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 1Q26 di kisaran +5–5,2% YoY. Destry menambahkan bahwa pelemahan rupiah terhadap dolar AS belakangan ini bukanlah kasus yang terisolasi, mengingat memburuknya kondisi global dan meningkatnya premi risiko. Destry menjelaskan bahwa Bank Indonesia tetap hadir di pasar spot, domestic non–deliverable forward, dan offshore non–deliverable forward untuk menstabilkan rupiah. Destry menyebut bahwa Bank Indonesia akan mengoptimalkan semua instrumen kebijakan moneter secara terukur, berkelanjutan, dan tepat waktu.
  • Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Jaksa Agung untuk mengajukan tuntutan pidana terhadap perusahaan yang tidak kooperatif dengan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH). Jaksa Agung, ST Burhanuddin, mengatakan pada bulan lalu bahwa terdapat 34 perusahaan yang mengajukan keberatan atas denda administratif yang dikenakan oleh Satgas PKH, di mana sebagian perusahaan tidak setuju dengan perhitungan luas lahan yang disita. Per 10 April 2026, pemerintah melalui Satgas PKH telah menyita 5,88 juta hektare lahan perkebunan sawit dari perusahaan–perusahaan yang dinilai melakukan pelanggaran hukum.
  • Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, mengatakan dalam rapat bersama DPR pada Senin (13/4) bahwa pemerintah mengestimasikan total investasi selama 1Q26 tumbuh +6,9% YoY menjadi Rp497 T, dipimpin oleh investasi di industri logam dasar sebesar Rp67 T, transportasi dan pergudangan sebesar Rp54 T; dan pertambangan sebesar Rp51 T. Estimasi tersebut setara ~24,3% target 2026 dari pemerintah di level Rp2.041,3 T. Pemerintah sendiri belum merilis data resmi realisasi investasi pada 1Q26.
  • Bank Indonesia memperkirakan penjualan ritel pada Maret 2026 akan tumbuh +2,4% YoY dan +9,3% MoM, didorong oleh permintaan masyarakat saat Ramadan dan Idulfitri. Pada Februari 2026 sendiri, realisasi penjualan ritel tercatat tumbuh +6,5% YoY dan +4,1% MoM (vs. Januari 2026: +5,7% YoY, -2,7% MoM), lebih rendah dibandingkan perkiraan Bank Indonesia yang mengestimasikan pertumbuhan +6,9% YoY dan +4,4% MoM.
  • BEI mengumumkan akan menghapus pencatatan (delisting) 18 emiten per 10 November 2026. Emiten–emiten tersebut terdiri dari 7 emiten pailit (COWL, MTRA, SRIL, TOYS, SBAT, TDPM, dan TELE) dan 11 emiten dengan masa suspensi lebih dari 50 bulan (LCGP, SUGI, MABA, LMAS, SKYB, ENVY, GOLL, PLAS, TRIL, UNIT, dan DUCK). BEI mengimbau emiten untuk melaksanakan buyback pada periode 11 Mei–9 November 2026, dengan batas penyampaian keterbukaan informasi buyback pada 10 Mei 2026.

🩸 Giants Bleed

ā€œTidak ada yang namanya ā€œsafe betā€ di saham.ā€ — hsnbsybn

Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini

Banyak investor ritel sering kali merasa lebih aman ketika mengikuti jejak investor besar atau melihat adanya inflow dari institusi global, seolah itu menjadi validasi bahwa sebuah saham layak dibeli. Dalam tulisannya, Stockbitor Hsnbsybn menekankan bahwa kenyataannya – nama besar seperti Lo Kheng Hong, fund global, hingga institusi besar pun bisa terjebak pada saham bermasalah yang berujung delisting. Faktor seperti utang yang tinggi, fundamental yang memburuk, hingga status suspensi yang berkepanjangan menjadi risiko nyata yang tidak boleh diabaikan. Oleh karena itu, penting bagi investor untuk tidak terjebak FOMO atau sekadar mengikuti ā€œsmart moneyā€, melainkan tetap melakukan analisis mandiri, memahami risiko, dan berpegang pada prinsip kehati-hatian dalam berinvestasi.

Sekilas tentang hsnbsybn

Stockbitor hsnbsybn aktif membagikan pandangan kritis seputar perilaku investor ritel, dinamika pasar saham, serta fenomena spekulasi di pasar. Dalam beberapa tulisannya, ia sering mengingatkan risiko strategi trading yang terlalu spekulatif. Seperti mengejar saham tanpa analisis, dan menekankan pentingnya memahami perbedaan antara investing, trading, dan gambling di pasar saham. Tulisan-tulisan hsnbsybn cocok untuk investor yang tertarik memahami psikologi pasar, risiko spekulasi, serta sudut pandang kritis terhadap perilaku trading di pasar saham Indonesia.

Copyright 2026 Stockbit, all rights reserved.

Disclaimer:

Konten ini ditulis oleh PT Stockbit Karya Indonesia (ā€œStockbitā€), perusahaan media ekonomi dan keuangan yang menghadirkan berita, analisis, dan insight tentang dunia bisnis, investasi, dan kebijakan ekonomi, khususnya yang terkait Pasar Modal.

Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing–masing nasabah.

Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri @Stockbit.com.

Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.