šŸ“ˆ Harga Nikel Naik ke Level Tertinggi 9 Bulan / by Stockbit Snips

Photo by: Stockbit

Daily Market Performance šŸš€

IHSG Foreign Flow Kurs USD/IDR Gold
8.748 +1,17%+Rp1,06 triliun16.725 +0,21%4.402 +1,40%
Oil Coal CPO Nickel
60,6 -0,41%106,4 +0,42%3.996 -1,33%16.646 -1,08%

šŸ‘‹ Stockbitor!

Harga nikel forward 3 bulan di London Metal Exchange naik +5,2% sejak awal pekan ke level US$16.646/ton per 31 Desember 2025 — menandai level mingguan tertinggi dalam 9 bulan terakhir dan melanjutkan tren kenaikan belakangan ini di mana harga nikel telah naik +13,5% MoM — setelah Indonesia sebagai produsen terbesar dunia menyampaikan rencana pengurangan pasokan guna menopang harga. Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengonfirmasi kabar bahwa pemerintah berencana memangkas produksi bijih nikel nasional pada 2026, meski tidak merinci jumlahnya lebih lanjut. Bahlil mengatakan bahwa rencana tersebut ditujukan untuk menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan nikel di pasar global.

Sebelumnya, Sekretaris Umum Asosiasi Penambang Nikel Indonesia, Meidy Katrin Lengkey, mengatakan pada pertengahan Desember 2025 bahwa pemerintah berencana menetapkan produksi bijih nikel ~250 juta ton dalam rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) 2026, turun -34% dari target RKAB 2025 di level 379 juta ton, demi menjaga harga nikel agar tidak semakin turun.

Terbaru, Vale Indonesia ($INCO) mengumumkan bahwa perseroan belum mendapatkan persetujuan RKAB 2026 per 2 Januari 2026, sehingga kegiatan operasional pertambangan di seluruh wilayah IUPK akan dihentikan sementara hingga persetujuan tersebut resmi diperoleh.

Dalam riset S&P Global yang dirilis pada 29 Desember 2025, pelaku pasar menyoroti sistem RKAB yang berkontribusi pada persepsi ā€˜oversupply’ nikel yang berlebihan. Menurut Industrial and Commercial Bank of China, RKAB dimanfaatkan oleh sebagian pelaku usaha untuk menimbun kuota secara spekulatif alih–alih memperbesar kapasitas produksi, sehingga menciptakan ā€˜paper surplus’ yang hampir tidak mencerminkan kondisi pasar fisik yang sebenarnya. Terlepas dari isu tersebut, S&P Global memperkirakan bahwa Indonesia akan semakin meningkatkan pangsa pasarnya dari 59,9% pada 2025 menjadi 74,1% pada 2035. Pada periode tersebut, S&P Global memperkirakan harga nikel berjangka untuk kontrak 3 bulan di London Metal Exchange diproyeksi mencapai US$17.600/ton.

Key Takeaway

Kami menilai bahwa keberlanjutan kenaikan harga nikel sangat bergantung pada keputusan RKAB 2026, khususnya terkait jumlah kuota dan timing pengumumannya. Tanpa persetujuan RKAB, emiten tambang berpotensi menghentikan sementara kegiatan operasional, sehingga produksi dan penjualan pada 2026 tertahan. Dalam kondisi tersebut, reli harga nikel berisiko tidak sepenuhnya terkonversi menjadi peningkatan pendapatan maupun laba bersih. Di sisi lain, pelaku pasar masih mencermati tingginya stok nikel London Metal Exchange yang mencapai >250 ribu ton per 31 Desember 2025 (vs. rata–rata 2025: ~212 ribu ton; awal 2025: ~160 ribu ton), yang berpotensi membatasi kenaikan harga.

Menyusul kenaikan lanjutan harga nikel, sejumlah emiten nikel menguat pada perdagangan hari ini, Jumat (2/1), dengan $NICL +13,99%, $MBMA +8,77%, $DKFT +6,90%, $NCKL +3,56%, dan INCO +2,42%.

šŸ¤ Pemasok SpaceX Masuk ke Proyek HPAL Milik Entitas UNTR

  • $UNTR: Entitas usaha United Tractors, Nickel Industries, mengumumkan pada Kamis (30/12) bahwa perusahaan asal Korea Selatan, Sphere Corp., akan mengakuisisi 10% saham di proyek HPAL Excelsior Nickel Cobalt di Indonesia dengan valuasi US$2,4 miliar. Saham tersebut akan dibeli oleh Sphere dari Decent Resource yang berbasis di Hong Kong, sementara Nickel Industries tetap mempertahankan kepemilikan 44% di proyek tersebut. Sphere, yang merupakan pemasok alloy khusus untuk SpaceX milik Elon Musk, akan menyerap porsi 10% nikel miliknya sebagai material katoda serta telah menandatangani perjanjian offtake menggunakan harga pasar untuk volume tambahan di luar porsi kepemilikan 10% tersebut.
  • $SOFA: Solusi Environment Asia melalui anak usahanya, PT Parivarta Energi Nusantara (dulu bernama PT Pratama Satya Prima), mengumumkan telah membentuk konsorsium dengan Hunan Construction Engineering Group Co. dan Kintan Usahasama Sdn. Bhd. untuk mengikuti tender proyek waste–to–energy yang diselenggarakan oleh Danantara.
  • $VKTR: Pemegang saham VKTR Teknologi Mobilitas, PT Bakrie Metal Industries, menjual ~551,6 juta saham VKTR dengan harga rata–rata Rp845/lembar atau senilai total ~Rp466,1 M pada 24 Desember 2025. Transaksi ini ditujukan untuk pembayaran utang. Setelah transaksi ini, porsi kepemilikan langsung PT Bakrie Metal Industries di VKTR turun dari 15,69% menjadi 14,43%.
  • $TPIA: Chandra Asri Pacific mengumumkan telah menyelesaikan akuisisi jaringan SPBU bermerek Esso di Singapura dari ExxonMobil dengan nilai transaksi yang belum diumumkan. Sebelumnya, TPIA telah mengumumkan rencana akuisisi ini pada Oktober 2025. Dalam earnings call 3Q25 pada November 2025, TPIA memproyeksikan bahwa Esso akan memberikan tambahan pendapatan senilai ~US$500 juta dan langsung berkontribusi positif terhadap laba bersih dan arus kas operasional (directly cash accretive).
  • $CDIA: Chandra Daya Investasi mendapatkan fasilitas kredit hingga US$200 juta dari Bangkok Bank Public Company Limited. Dana tersebut ditujukan untuk mendukung keperluan umum korporasi perseroan, termasuk namun tidak terbatas pada pembiayaan kegiatan operasional dan pengembangan usaha perseroan.
  • $HRUM: Harum Energy berencana menggelar buyback saham hingga ~328,2 juta lembar dengan alokasi dana hingga Rp335 M pada periode 5 Januari–17 Maret 2026. Rencana ini tidak memerlukan persetujuan RUPS, seiring relaksasi yang diberikan oleh OJK untuk mendukung stabilitas pasar modal.
  • $AMMN: Komisaris Amman Mineral Internasional, Alexander Ramlie, menjual ~67,6 juta saham AMMN dengan harga rata–rata Rp6.200/lembar atau senilai ~Rp419,4 M pada 29 Desember 2025. Transaksi ini ditujukan untuk restrukturisasi kepemilikan saham terkait rencana penetapan waris (estate planning). Setelah transaksi ini, porsi kepemilikan langsung Alexander Ramlie di AMMN turun dari 0,349% menjadi 0,256%.

Top Gainer šŸ”„

$BUMI $SMDR $DEWA $JPFA
+14,75%+12,76%+11,94%+10,69%

Top Loser šŸ¤•

$MTEL $TCPI $BRIS $BBNI
-5,71%-4,67%-3,14%-2,52%

ā€ŠšŸ”„ Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…

  • Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan pada Rabu (31/12) bahwa pemerintah akan mengalihkan dana penempatan di himpunan bank milik negara (Himbara) sebesar Rp75 T untuk transfer daerah dan pengeluaran pemerintah. Purbaya menyebut bahwa pemerintah masih mempertahankan penempatan Rp201 T di Himbara. Purbaya menjelaskan bahwa dampak suntikan cadangan kas pemerintah ke dalam sistem perbankan tidak seoptimal yang diharapkan karena kurangnya sinergi kebijakan dengan Bank Indonesia, sembari menambahkan bahwa persoalan tersebut sedang diperbaiki.
  • Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan pada Rabu (31/12) bahwa pemerintah mempertimbangkan untuk mengenakan tarif bea ekspor batu bara sebesar 5%, 8%, dan 11%, tergantung pada harga batu bara. Meski demikian, Purbaya menjelaskan bahwa besaran tarif ini belum final, di mana peraturan presiden yang akan menjadi dasar hukum kebijakan bea ekspor batu bara masih dalam tahap penyusunan. Tarif sekitar 5–11% tersebut lebih tinggi dibandingkan pernyataan Purbaya pada Desember 2025, yang saat itu menyebut bahwa pemerintah berencana mengenakan tarif bea ekspor batu bara sekitar 1–5%.
  • S&P Global mencatat bahwa Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia melandai ke level 51,2 pada Desember 2025 (vs. November 2025: 53,3), menandai ekspansi aktivitas pabrik dalam 5 bulan beruntun. Hasil ini didorong oleh kenaikan permintaan baru, meski laju kenaikannya melambat dibandingkan November 2025. Adapun kenaikan permintaan tersebut didukung oleh pasar domestik, sementara pesanan ekspor baru kembali turun dan menandai penurunan selama 4 bulan beruntun. Dari segi produksi, output meningkat secara marginal karena tertekan kelangkaan bahan baku, sementara laju ketenagakerjaan melambat meski masih sejalan dengan rata–rata 2025. Produsen tercatat meningkatkan aktivitas pembelian secara moderat seiring kondisi pasar yang membaik dan berupaya menambah persediaan barang pra–produksi agar dapat merespons potensi peningkatan permintaan lebih lanjut. Menyambut 2026, sektor manufaktur Indonesia masih optimis bahwa volume produksi akan naik 12 bulan mendatang. Tingkat confidence produsen naik ke level paling kuat sejak September 2025, didukung oleh harapan bahwa penawaran produk baru akan mendorong bertambahnya jumlah pelanggan.
  • Bloomberg melaporkan bahwa India telah menerapkan bea anti–dumping sementara pada beberapa impor batu bara metalurgi dengan kandungan abu (ash) rendah dari 6 negara, yakni Australia, China, Kolombia, Indonesia, Jepang, dan Rusia. Pemerintah India akan mengenakan bea masuk berkisar US$61–131/ton selama setengah tahun.
  • Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan pada Rabu (31/12) bahwa revisi aturan penempatan devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) akan berlaku per 1 Januari 2026. Purbaya tidak merinci perubahan peraturan tersebut, tetapi menjelaskan bahwa revisi peraturan akan segera diterbitkan dan dapat diterapkan secara retroaktif. Sebelumnya, Purbaya pada Desember 2025 mengonfirmasi kabar terkait rencana pemerintah untuk merevisi peraturan devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) yang akan mewajibkan eksportir menempatkan dana di himpunan bank milik negara (Himbara) dan membatasi konversi rupiah guna memastikan lebih banyak pendapatan valuta asing tetap berada di dalam negeri.
  • Ketua Umum Perkumpulan Organisasi Petani Sawit Indonesia, Mansuetus Darto, mengatakan kepada Kontan pada Kamis (1/1) bahwa pihaknya memperkirakan pemerintah akan menaikkan pungutan ekspor minyak sawit menjadi di atas 10% pada 2026, seiring rencana penerapan mandatori biodiesel 50% (B50) pada pertengahan tahun ini. Perkiraan ini didasarkan pada kebutuhan pendanaan subsidi biodiesel yang meningkat akibat rencana implementasi B50, sehingga membuka peluang kenaikan pungutan ekspor di atas level saat ini, yakni sebesar 10%.
  • Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengatakan pada Kamis (1/1) bahwa realisasi lifting minyak nasional selama 2025 berhasil mencapai target APBN 2025 di level 605.000 barrel per hari, meski menghadapi tantangan infrastruktur tua, bencana alam, dan gangguan operasional. Untuk 2026, SKK Migas menargetkan lifting minyak di level 610.000 barrel per hari seperti yang telah ditetapkan pada APBN 2026.
  • BP Tapera mencatat bahwa penyaluran dana fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) selama 2025 mencapai 278.868 unit (+39,2% YoY) dengan nilai total ~Rp34,6 T, hanya memenuhi ~79,7% target 2025 di level 350.000 unit meski menandai realisasi tahunan tertinggi sepanjang sejarah penyaluran dana FLPP sejak 2010. Untuk 2026, BP Tapera menargetkan penyaluran dana FLPP sebanyak 350.000 unit dengan dana sebesar Rp37,1 T.

šŸ’“ Mempelajari Pergerakan Saham dari Emosi Manusia

ā€œDari sini kelihatan satu pola yang hampir selalu berulang. Saat mayoritas orang terlalu optimis, risiko biasanya sudah tinggi.ā€ — Stockbiz8

Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini

Naik turunnya harga saham sering kali bukan soal angka rumit atau laporan keuangan tebal, tapi soal emosi manusia yang silih berganti antara takut, serakah, panik, dan euforia. Saat harga naik dan suasana ramai, banyak orang masuk karena takut ketinggalan tanpa benar–benar memikirkan risiko, padahal justru di fase optimisme berlebihan itulah risiko sering kali malah yang paling besar. Sebaliknya, ketika market jatuh dan ketakutan menyebar, banyak saham ikut tertekan meski bisnisnya baik–baik saja, dan di sanalah peluang perlahan muncul bagi mereka yang mampu berpikir tenang dan objektif. Memahami pola emosi ini membantu kita tidak ikut hanyut bersama keramaian, tapi mengambil keputusan dengan kepala dingin, dan kalau kamu ingin menangkap gambaran utuh tentang bagaimana psikologi pasar bekerja dalam praktik sehari–hari, baca selengkapnya tulisan Stockbiz8 di sini!

Copyright 2025 Stockbit, all rights reserved.

Disclaimer:

Konten ini ditulis oleh PT Stockbit Sekuritas Digital (ā€œStockbitā€), perusahaan efek yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan. Semua konten dalam website ini dibuat untuk tujuan informasional dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli/menjual saham tertentu. Always do your own research.

Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing–masing nasabah.

Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri @Stockbit.com.

Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.