selat hormuz

Harga Minyak Lanjut Turun -4,3% seiring Peningkatan Pasokan & Prospek Perdamaian AS–Iran by Stockbit Investment Research

  • Harga minyak Brent turun sekitar -4,3% ke kisaran US$73,7/barrel pada Rabu (24/6) dan lanjut turun ke kisaran ~US$72,8/barrel pada Kamis (25/6) pagi.

  • Harga minyak Brent tersebut hanya lebih tinggi sekitar +1% dari harga sebelum perang AS–Iran dimulai pada akhir Februari 2026.

  • Penurunan harga minyak didorong oleh meningkatnya pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah dan Afrika, di tengah sinyal kemajuan negosiasi damai antara AS–Iran.

  • Optimisme terhadap tercapainya kesepakatan damai juga kembali mendorong aktivitas kapal tanker di Selat Hormuz.

  • Sebelumnya, pemerintah AS telah memberikan relaksasi sementara bagi pembelian minyak Iran [https://stockbit.com/post/32984932]. Langkah ini berpotensi menambah pasokan minyak ke pasar, meski kendala pendanaan dan asuransi diperkirakan masih akan membatasi volume ekspor.

[Sumber: Bloomberg]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Harga Minyak Turun -3,3% seiring Berlanjutnya Kemajuan Perundingan AS–Iran by Stockbit Investment Research

  • Harga minyak Brent turun sekitar -3,3% ke level ~US$77,9/barrel pada penutupan perdagangan hari Senin (22/6) dan stabil di kisaran ~US$78/barrel pada Selasa (23/6) pagi.

  • Penurunan harga minyak disebabkan oleh kemajuan dalam perundingan damai AS–Iran, di mana AS telah menerbitkan lisensi selama 60 hari untuk mengizinkan penjualan sebagian minyak dan produk petroleum Iran, yang memberikan ruang bagi Iran untuk kembali memperoleh pemasukan dari sektor energi.

  • Pejabat AS dan Iran menyatakan adanya kemajuan pada putaran pertama negosiasi menuju kesepakatan jangka panjang untuk mengakhiri konflik, meski masih terdapat perbedaan pandangan antara kedua pihak.

  • Wakil Presiden AS, JD Vance, mengatakan bahwa Iran telah bersedia menerima kedatangan inspektur nuklir, meski klaim ini dibantah oleh Iran.

  • Sementara itu, Presiden AS, Donald Trump, mengatakan bahwa negosiasi dengan Iran berjalan dengan sangat baik, serta menegaskan bahwa Selat Hormuz tetap terbuka dan Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir.

[Sumber: Bloomberg]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.