Iran

Harga Minyak Melonjak +12% ke Atas US$85/Barrel seiring AS Kembali Blokade Iran & Usulkan Tarif 20% di Selat Hormuz by Stockbit Investment Research

  • Harga minyak Brent naik +2,7% ke level ~US$85,5/ barrel pada Selasa (14/7) pagi, setelah melonjak +9,6% ke level ~US$83,3/barrel pada penutupan perdagangan Senin (13/7).

  • Lonjakan harga minyak didorong oleh keputusan Presiden Donald Trump untuk kembali memberlakukan blokade laut terhadap Iran di Selat Hormuz dan menuntut pembayaran sebesar 20% atas seluruh kargo yang melewati Selat Hormuz.

  • Trump mengatakan kebijakan tersebut akan melarang Iran maupun pelanggannya untuk memasuki atau meninggalkan Selat Hormuz, sementara negara lainnya tetap dapat menggunakan Selat Hormuz.

  • Pemerintah AS belum memberikan rincian lain tentang rencana penerapan tarif tersebut, termasuk bagaimana biaya tersebut akan diterapkan atau apakah telah dikomunikasikan kepada sekutu AS di wilayah Teluk.

  • Joint Maritime Information Center menyebut bahwa pusat komando militer AS akan mulai memberlakukan blokade terhadap seluruh pelabuhan dan wilayah pesisir Iran pada Selasa (14/7) mulai pukul 16.00 waktu New York.

  • Menanggapi hal tersebut, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan bahwa Iran selalu menjadi penjaga Selat Hormuz dan akan tetap demikian selamanya, sembari menambahkan bahwa pihak yang menjamin keamanan pelayaran di Selat Hormuz berhak memperoleh kompensasi atas layanan tersebut.

  • Namun, Araghchi menyindir usulan Trump dengan mengatakan bahwa tarif sebesar 20% dari nilai kargo terlalu tinggi, seraya menegaskan bahwa Iran akan mengenakan tarif yang lebih adil.

  • Sementara itu, militer AS pada Senin (13/7) melancarkan serangan terhadap Iran untuk hari ke–3 beruntun, yang diperkirakan dapat berlanjut selama beberapa hari ke depan.

[Sumber: Bloomberg]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Harga Minyak Lanjut Turun -4,3% seiring Peningkatan Pasokan & Prospek Perdamaian AS–Iran by Stockbit Investment Research

  • Harga minyak Brent turun sekitar -4,3% ke kisaran US$73,7/barrel pada Rabu (24/6) dan lanjut turun ke kisaran ~US$72,8/barrel pada Kamis (25/6) pagi.

  • Harga minyak Brent tersebut hanya lebih tinggi sekitar +1% dari harga sebelum perang AS–Iran dimulai pada akhir Februari 2026.

  • Penurunan harga minyak didorong oleh meningkatnya pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah dan Afrika, di tengah sinyal kemajuan negosiasi damai antara AS–Iran.

  • Optimisme terhadap tercapainya kesepakatan damai juga kembali mendorong aktivitas kapal tanker di Selat Hormuz.

  • Sebelumnya, pemerintah AS telah memberikan relaksasi sementara bagi pembelian minyak Iran [https://stockbit.com/post/32984932]. Langkah ini berpotensi menambah pasokan minyak ke pasar, meski kendala pendanaan dan asuransi diperkirakan masih akan membatasi volume ekspor.

[Sumber: Bloomberg]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Harga Minyak Turun -3,3% seiring Berlanjutnya Kemajuan Perundingan AS–Iran by Stockbit Investment Research

  • Harga minyak Brent turun sekitar -3,3% ke level ~US$77,9/barrel pada penutupan perdagangan hari Senin (22/6) dan stabil di kisaran ~US$78/barrel pada Selasa (23/6) pagi.

  • Penurunan harga minyak disebabkan oleh kemajuan dalam perundingan damai AS–Iran, di mana AS telah menerbitkan lisensi selama 60 hari untuk mengizinkan penjualan sebagian minyak dan produk petroleum Iran, yang memberikan ruang bagi Iran untuk kembali memperoleh pemasukan dari sektor energi.

  • Pejabat AS dan Iran menyatakan adanya kemajuan pada putaran pertama negosiasi menuju kesepakatan jangka panjang untuk mengakhiri konflik, meski masih terdapat perbedaan pandangan antara kedua pihak.

  • Wakil Presiden AS, JD Vance, mengatakan bahwa Iran telah bersedia menerima kedatangan inspektur nuklir, meski klaim ini dibantah oleh Iran.

  • Sementara itu, Presiden AS, Donald Trump, mengatakan bahwa negosiasi dengan Iran berjalan dengan sangat baik, serta menegaskan bahwa Selat Hormuz tetap terbuka dan Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir.

[Sumber: Bloomberg]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.