CTRA Buka Peluang Revisi Target Marketing Sales 2026 Akibat Kenaikan BI Rate by Stockbit Investment Research

  • Direktur Ciputra Development ($CTRA), Harun Hajadi, mengatakan kepada Bisnis bahwa pihaknya membuka peluang untuk merevisi target marketing sales 2026, seiring kenaikan suku bunga BI Rate sebesar 100 bps dalam 1 bulan terakhir.

  • Harun menyebut bahwa lebih dari 80% konsumen perseroan saat ini merupakan pembeli untuk kebutuhan sendiri (end–user), bukan investor.

  • Selain itu, sekitar 70% transaksi pembelian produk CTRA masih mengandalkan fasilitas kredit pemilikan rumah (KPR), sehingga sensitivitas terhadap pergerakan suku bunga menjadi cukup tinggi.

  • Sebagai konteks, CTRA mencatat marketing sales Rp2,4 T pada 1Q26 (-23% YoY, +31% QoQ), setara 26% dari target 2026 di ~Rp9,5 T [https://stockbit.com/post/30291386].

[Sumber: Bisnis]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Bloomberg: Pemerintah Kemungkinan Revisi Naik Kuota Produksi Bijih Nikel 2026 ke 360 Juta Ton by Stockbit Investment Research

  • Bloomberg melaporkan bahwa pemerintah Indonesia kemungkinan akan mengizinkan peningkatan signifikan pada kuota produksi bijih nikel dalam revisi RKAB 2026, dengan narasumber anonim Bloomberg menyebut Kementerian ESDM telah menginformasikan beberapa penambang bahwa revisi pada pertengahan tahun ini akan meningkatkan total kuota menjadi 360 juta ton.

  • Sebagai konteks, Kementerian ESDM pada awal tahun ini memangkas kuota produksi bijih nikel dalam RKAB 2026 menjadi berkisar 260–270 juta ton, lebih rendah sekitar 29–31% dibandingkan kuota produksi RKAB 2025 di 379 juta ton [https://stockbit.com/post/28325402].

  • Kementerian ESDM belum menanggapi kabar ini.

[Sumber: Bloomberg]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

KLBF: Oversold Akibat Harga Minyak & Depresiasi FX, Berpotensi Pulih ke Depan by Stockbit Investment Research

Photo by: Stockbit

Dengan sentimen market yang mulai membaik seiring melandainya harga minyak global dan menguatnya nilai tukar rupiah, kami melihat Kalbe Farma ($KLBF) sebagai salah satu saham yang berpotensi pulih signifikan, didorong beberapa faktor berikut:

  • Fundamental: Reaksi Berlebihan Market terhadap Dampak Laba Bersih KLBF

Sejak dimulainya perang AS–Iran, harga saham KLBF telah terkoreksi -31% per Selasa (23/6), didorong kekhawatiran market terkait potensi anjloknya profitabilitas dan laba bersih perseroan seiring kombinasi eksposur yang tinggi terhadap harga minyak dan nilai tukar rupiah, yang langsung meningkatkan beban bahan baku KLBF.

Dari sudut pandang fundamental, kami menilai penurunan harga saham KLBF sebagai reaksi berlebihan (overreaction). Berdasarkan estimasi kami, potensi dampak kenaikan harga minyak serta pelemahan nilai tukar rupiah terhadap laba bersih 2026F hanya sekitar -22% pada skenario yang bearish, lebih rendah dari koreksi saham yang telah terjadi. Skenario tersebut merefleksikan downgrade level pertumbuhan laba bersih 2026F KLBF dari sekitar +8% YoY berdasarkan guidance manajemen perseroan menjadi -14% YoY.

Selain potensi dampak terhadap kinerja yang tidak separah koreksi harga sahamnya, harga minyak dan nilai tukar rupiah mulai menunjukkan tanda–tanda reversal, sehingga dampak terhadap kinerja laba bersih 2026F bahkan berpotensi lebih ringan dibandingkan -22%. Kami sendiri memproyeksikan laba bersih 2026F KLBF akan berada di level Rp3,45 T, mempertimbangkan dinamika terkini dari harga minyak dan nilai tukar rupiah (current scenario/base–case). Asumsi–asumsi utama dari skenario bearish maupun base–case dapat dilihat pada tabel.

  • Teknikal: Studi Historis Kaitan Pergerakan Nilai Tukar Rupiah & KLBF Indikasikan Potensi Pemulihan Harga Saham

Analisis pergerakan USDIDR — yakni, nilai tukar dolar AS terhadap rupiah — sejak 2016 menunjukkan bahwa pergerakan nilai tukar yang signifikan (setidaknya 7%) memiliki korelasi negatif yang kuat dengan harga saham KLBF. Dari 10 episode di mana USDIDR bergerak signifikan, 8 di antaranya dibarengi dengan pergerakan harga KLBF yang juga signifikan di arah yang berlawanan (lihat tabel). Artinya, ketika nilai tukar rupiah melemah secara signifikan, harga KLBF cenderung turun, begitupun sebaliknya. Dengan kecenderungan historis seperti itu, kami menilai terdapat probabilitas yang besar bahwa harga KLBF dapat pulih signifikan seiring potensi penguatan lanjutan pada nilai tukar rupiah.

  • Potensi Upside hingga +21%

Berdasarkan proyeksi laba bersih 2026F KLBF di level Rp3,45 T (EPS Rp76) per Selasa (23/6), KLBF diperdagangkan pada valuasi 10x P/E, sekitar -2,5 standar deviasi di bawah rata–rata historis 5 tahun. Menggunakan asumsi konservatif di mana valuasi KLBF pulih ke level -2 standar deviasi historis (~12,1x), hal tersebut ekuivalen dengan harga saham ~Rp920, mengimplikasikan upside +21% dari harga penutupan Selasa (23/6).

  • Risiko

Risiko utama: 1) kembali naiknya harga minyak, misalnya jika kesepakatan damai antara AS–Iran batal; dan 2) pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali melemah atau hanya menguat secara terbatas, misalnya jika The Fed menjadi lebih hawkish.


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Pemerintah Serap Rp30 T dari Lelang SUN 23 Juni 2026, di Bawah Target by Stockbit Investment Research

  • Kementerian Keuangan mencatat bahwa total nilai surat utang negara (SUN) yang dimenangkan dalam lelang pada Selasa (23/6) hanya mencapai Rp30 T, lebih rendah dibandingkan target indikatif di Rp36 T, dengan penawaran yang masuk mencapai ~Rp46,6 T.

  • Bloomberg melaporkan bahwa bid–to–target ratio pada lelang tersebut berada di level 1,29x, menandai level terendah sejak lelang SUN pada 7 Januari 2025.

  • Penawaran dari investor asing naik +36% dibandingkan lelang sebelumnya menjadi Rp6,5 T.

[Sumber: Tempo, Bloomberg]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

BCAP Berencana Rights Issue & Private Placement untuk Pengembangan Bisnis & Digital Financial Services by Stockbit Investment Research

  • MNC Kapital Indonesia ($BCAP) berencana menggelar rights issue hingga ~25,6 miliar saham baru dan private placement hingga ~4,3 miliar saham baru, dengan efek dilusi keduanya hingga 41,17%.

  • Rincian mengenai aksi korporasi ini masih terbatas, di mana rasio rights issue, calon investor private placement, maupun harga pelaksanaan kedua aksi korporasi tersebut belum diumumkan.

  • Perolehan dana dari rights issue akan digunakan untuk setoran modal kepada anak usaha guna mengembangkan bisnis usaha dan digital financial services, sementara perolehan dana dari private placement ditujukan untuk memperkuat struktur permodalan dan keuangan termasuk namun tidak terbatas pada pemenuhan kebutuhan modal kerja.

  • Rencana ini akan dibahas dalam RUPSLB pada 25 Juni 2026.

[Sumber: Keterbukaan Informasi]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

EMAS: Harga Maksimum HDR HK$26,6/Saham di Hong Kong, Setara Rp6.118/Saham by Stockbit Investment Research

  • Merdeka Gold Resources ($EMAS) dalam klarifikasi kepada BEI mengatakan bahwa harga maksimum penawaran Hong Kong Depositary Receipts (HDR) di bursa efek Hong Kong adalah HK$26,6/HDR atau Rp6.118/saham.

  • Harga tersebut mencerminkan diskon sekitar -12% terhadap harga saham EMAS di BEI yang berada di Rp6.950/saham per intraday Rabu (24/6), tapi masih premium +112% di atas harga IPO EMAS pada September 2025 di Rp2.880/saham.

  • Dalam aksi korporasi ini, perseroan menawarkan 89,7 juta HDR dengan rasio setiap 1 HDR mewakili 10 saham EMAS.

  • Underlying HDR tersebut seluruhnya berasal dari penjualan saham milik pemegang saham tanpa penerbitan saham baru, sehingga perseroan tidak menerima dana hasil penawaran ini.

  • Sekitar 50% dari HDR yang ditawarkan telah dikunci oleh investor yang mencakup Glencore, Trafigura, Mercuria, Ping An, dan ORIX.

  • Penawaran ini melibatkan 12 pemegang saham penjual yang secara total menggenggam 18,8% saham EMAS dan melepas 6,1% di antaranya melalui HDR. Karena ~94% sisa saham tetap dinilai pada harga di BEI, market cap EMAS saat pencatatan HDR (~HK$44,4 miliar atau ~Rp102,2 T) secara praktis setara dengan kapitalisasi di BEI saat ini (~Rp101,6 triliun).

[Sumber: Keterbukaan Informasi]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Restrukturisasi Internal, PT Rajawali Kapital Emas Beli 65,8% Saham ARCI Senilai Rp18,3 T dari PT Rajawali Corpora by Stockbit Investment Research

  • Pemegang saham Archi Indonesia ($ARCI), PT Rajawali Kapital Emas, membeli ~16,6 miliar saham ARCI dari PT Rajawali Corpora dengan harga rata–rata Rp1.100/lembar atau senilai total ~Rp18,3 T pada 23 Juni 2026.

  • Transaksi ini ditujukan untuk restrukturisasi internal.

  • Setelah transaksi ini, porsi kepemilikan langsung PT Rajawali Kapital Emas di ARCI naik dari 17,85% menjadi 83,65%, sementara kepemilikan PT Rajawali Corpora turun dari 65,8% menjadi tidak ada.

[Sumber: Keterbukaan Informasi]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

OJK Berkomitmen untuk Percepat Reformasi Pasar Modal, Lanjutkan Interaksi dengan Provider Indeks Global by Stockbit Investment Research

  • Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengatakan pada Rabu (24/6) bahwa keputusan MSCI untuk mempertahankan status emerging market bagi pasar Indonesia sesuai dengan harapan.

  • Terkait langkah MSCI untuk menunda keputusan review bagi pasar Indonesia, Hasan menyebut bahwa hal ini memberikan momentum bagi regulator untuk mempercepat reformasi yang dimulai sejak awal tahun ini.

  • Hasan menegaskan bahwa OJK akan secara konsisten menerapkan dan memperkuat semua program reformasi pasar modal.

  • Hasan menambahkan bahwa pasar modal Indonesia tetap menarik, mengingat fundamental ekonomi domestik yang kuat, basis investor yang berkembang, valuasi yang kompetitif, dan kinerja keuangan emiten yang positif.

  • Hasan menjelaskan bahwa regulator akan terus berinteraksi dengan provider indeks global dan investor untuk memastikan bahwa reformasi yang diterapkan telah dipahami secara komprehensif oleh komunitas investasi global.

[Sumber: Press Release]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

MSCI: Indonesia Tetap Emerging Market & Akui Reformasi ke Arah yang Tepat, tapi Ancaman ke Frontier Tetap Terbuka hingga Review November 2026 by Stockbit Investment Research

MSCI telah merilis hasil Annual Market Classification Review 2026 pada Rabu (24/6) waktu Indonesia. Secara umum, status pasar Indonesia masih berada di emerging market, meski MSCI masih membuka kemungkinan reklasifikasi turun ke frontier market jika reformasi pasar Indonesia tidak menunjukkan kemajuan yang cukup. Berikut hasilnya:

  • MSCI Pertahankan Status Emerging Market Indonesia & Akui Reformasi yang Diumumkan Sudah Melangkah ke Arah yang Tepat, tapi Konsistensi & Efektivitasnya Masih Dipantau — MSCI mempertahankan status emerging market Indonesia dan mengakui sejumlah reformasi transparansi yang diumumkan oleh OJK, BEI, dan KSEI, yang mencakup keterbukaan pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1%, klasifikasi investor yang lebih granular, pengenalan kerangka saham dengan konsentrasi kepemilikan yang tinggi (high shareholding concentration/HSC), serta roadmap untuk menaikkan persyaratan minimum free float ke 15%. MSCI menilai bahwa reformasi pasar modal yang diumumkan sudah melangkah ke arah yang tepat, tetapi apa yang terpenting bagi investor institusional internasional adalah implementasi yang konsisten dan dampak berkelanjutan dari langkah–langkah tersebut di pasar.

  • Jika Kemajuan Reformasi Dianggap Tidak Cukup pada Review Indeks November 2026, Indonesia Berisiko Turun Status ke Frontier Market — Oleh karena itu, MSCI masih akan terus menilai cakupan, konsistensi, dan efektivitas berkelanjutan dari kebijakan reformasi tersebut dalam konteks penentuan free float dan penilaian terkait investability yang lebih luas. Penegasan soal cakupan, konsistensi, serta efektivitas ini sama persis dengan pengumuman MSCI sebelumnya pada April 2026. Jika MSCI menilai kemajuan yang cukup tidak terlihat pada saat MSCI Index Review pada November 2026, MSCI akan mempertimbangkan berbagai opsi tindakan yang tepat untuk pasar Indonesia, termasuk konsultasi mengenai reklasifikasi (penurunan status) Indonesia dari emerging market menjadi frontier market.


[Sumber: MSCI]

📝Stockbit Commentary

  • Kami menilai hasil review ini relatif netral, karena masuk dalam skenario positif dalam analisis kami sebelumnya [https://stockbit.com/post/32901517], di mana pembekuan tetap dipertahankan tapi disertai pengakuan dari MSCI atas arah reformasi. Namun, pengumuman ini diimbangi oleh tetap adanya peringatan risiko negatif terkait potensi jalur konsultasi reklasifikasi ke frontier market, dengan deadline review indeks pada November 2026.

  • Penilaian MSCI & Timeline Pembekuan — Kami menilai wajar bahwa MSCI membutuhkan waktu observasi lebih panjang untuk menilai konsistensi dan hasil reformasi, karena hal ini juga terlihat dari review untuk Korea Selatan terkait potensi upgrade ke developed market, di mana MSCI menegaskan bahwa reformasi harus ‘terimplementasi secara penuh’ dan pelaku pasar memerlukan ‘waktu yang cukup’ untuk mengevaluasi efektivitasnya sebelum konsultasi dipertimbangkan. Preseden negara lain yang sebelumnya mendapat pembekuan dari MSCI juga menunjukkan bahwa perlakuan khusus tersebut baru dicabut paling cepat selama ~12 bulan. Pembekuan MSCI sebelumnya untuk pasar Mesir berlangsung selama ~12 bulan (Mei 2023–Mei 2024), sementara Kenya selama ~21 bulan (Agustus 2022–Mei 2024) sebelum dicabut MSCI. Perlu dicatat, jumlah preseden pembekuan cukup terbatas dan negara–negara yang dibekukan sebelumnya oleh MSCI punya pemicu yang beda dibandingkan Indonesia.

  • Yang Perlu Dicermati ke Depan — Dalam MSCI Index Review pada November 2026, investor perlu memperhatikan: 1) apakah pembekuan bagi pasar Indonesia terkait peningkatan FIF/NOS, penambahan ke IMI, dan migrasi size–segment ke atas akan dicabut; dan 2) bukti bahwa MSCI menilai reformasi pasar Indonesia telah diimplementasikan secara konsisten, yang merupakan syarat pencabutan sebenarnya, bukan sekadar reformasi yang diumumkan.


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Pemerintah Beri Subsidi untuk Pangkas Suku Bunga PNM Mekaar ke 8% by Stockbit Investment Research

  • Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, mengatakan bahwa pemerintah akan memberikan subsidi ~10% guna menurunkan suku bunga pinjaman program Mekaar milik PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menjadi 8%.

  • Maman menyebut bahwa PNM dan Danantara akan menyiapkan mekanisme pelaksanaan serta payung hukum yang diperlukan terkait langkah tersebut.

  • Sebelumnya, CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah meminta himpunan bank milik negara (Himbara) untuk memberikan suku bunga kredit bagi UMKM yang setara, bahkan lebih rendah, dibandingkan korporasi [https://stockbit.com/post/32902157].

[Sumber: Kementerian UMKM]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

TUGU Terlibat dalam Penyusunan Kajian Konsolidasi Asuransi di Ekosistem Danantara by Stockbit Investment Research

  • Asuransi Tugu Pratama Indonesia ($TUGU) mengumumkan bahwa perseroan terlibat dalam penyusunan kajian terkait rencana konsolidasi (streamlining) asuransi di ekosistem Danantara.

  • TUGU belum merinci ruang lingkup, struktur, maupun pihak lain yang terlibat dalam rencana ini, tetapi menyebut adanya potensi biaya untuk pelaksanaan penyusunan kajian tersebut.

[Sumber: Keterbukaan Informasi]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

GOTO & Grab Pangkas Komisi Ojol ke 8% per 1 Juli 2026 by Stockbit Investment Research

  • Reuters melaporkan bahwa GoTo Gojek Tokopedia ($GOTO) dan Grab akan mulai menurunkan komisi perjalanan bagi pengemudi ojek online (ojol) di Indonesia dari 20% menjadi 8% per 1 Juli 2026.

  • Kebijakan ini mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto, yang pada 1 Mei 2026 mengumumkan batas maksimum komisi ojol sebesar 8%.

[Sumber: Reuters]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Pertamina Akan Koordinasi dengan PGAS terkait Upaya Tekan Harga Gas Tinggi by Stockbit Investment Research

  • Kontan melaporkan bahwa Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, pada Selasa (23/6) melakukan panggilan atau telepon kepada Direktur Utama PT Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, terkait risiko pemutusan hubungan kerja (PHK) buruh akibat harga gas industri yang tinggi saat ini.

  • Merespons panggilan itu, Simon mengatakan akan menyiasati masalah gas dan melakukan koordinasi dengan Perusahaan Gas Negara ($PGAS).

  • Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia, Andi Gani Nena Wea, mengatakan bahwa harga gas industri saat ini mencapai US$23/MMBtu, yang dikhawatirkan dapat memicu gelombang PHK terhadap sekitar 55.000 karyawan di 2 pabrik keramik besar, Milan Keramik dan Mulia Keramik, di wilayah Bekasi, Jawa Barat dalam 2–3 hari ke depan.

[Sumber: Kontan]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

ERAL Target Buka hingga 60 Gerai Baru selama 2026, Bagi Dividen dengan Indikasi Yield 2,9% by Stockbit Investment Research

  • Direktur Erajaya Active Lifestyle ($ERAL), Suryawati, mengatakan bahwa pihaknya mengalokasikan capex Rp273 M selama 2026 (vs. realisasi 2025: Rp227 M) guna membuka sekitar 50–60 gerai baru dan penambahan merek internasional.

  • Selama 1Q26, ERAL telah merealisasikan capex ~Rp27 M atau ~10% alokasi capex tahun ini.

  • Direktur Utama ERAL, Djohan Sutanto, mengatakan strategi ekspansi gerai menjadi salah satu motor utama pertumbuhan perseroan di tengah dinamika ekonomi global maupun domestik untuk mencapai target pertumbuhan penjualan +20% YoY pada 2026.

  • RUPS ERAL pada hari ini, Selasa (23/6), juga menyetujui rencana pembagian dividen tahun buku 2025 senilai Rp41,5 M atau Rp8/saham, mengindikasikan dividend yield ~2,9% per Selasa (23/6).

[Sumber: Bisnis]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

BAYU Akuisisi PT Mandala Prima Perkasa Senilai Rp112,5 M by Stockbit Investment Research

  • Bayu Buana ($BAYU) mengumumkan telah mengakuisisi 100% saham PT Mandala Prima Perkasa senilai Rp112,5 M dari pihak non–afiliasi.

  • PT Mandala Prima Perkasa sendiri bergerak di bidang pembangunan, perdagangan, industri, pertambangan, transportasi darat, pertanian, percetakan, perbengkelan, serta jasa kecuali jasa dibidang hukum dan pajak.

  • Transaksi ini ditujukan untuk memperkuat lini travel dan hospitality serta upaya integrasi bisnis secara vertikal guna memperluas bisnis/diversifikasi usaha di bidang pariwisata.

[Sumber: Keterbukaan Informasi]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

BBNI 5M26: Laba Bersih Bank–Only +7% YoY by Stockbit Investment Research

  • Bank Negara Indonesia ($BBNI) mencatat laba bersih bank–only sebesar Rp1,8 T pada Mei 2026 (+11% YoY, +7% MoM).

  • Hasil ini membuat laba bersih bank–only selama 5M26 mencapai Rp9,1 T (+7% YoY), setara 42,4% estimasi 2026F konsolidasi konsensus (vs. 5M25: 42,2% realisasi konsolidasi 2025).

  • Baik pada Mei 2026 maupun 5M26, pertumbuhan laba bersih didorong utamanya oleh kenaikan Net Interest Income, masing–masing sebesar +19% YoY dan +15% YoY, seiring pertumbuhan kredit yang mencapai +25% YoY per Mei 2026.

  • Pertumbuhan Net Interest Income yang solid tersebut berhasil mengkompensasi kenaikan beban provisi yang signifikan sekitar +30% YoY selama Mei 2026 dan 5M26.

[Sumber: Laporan Bulanan]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

WINS Tambah Kepemilikan di Fast Offshore Supply & Fast Offshore Indonesia Senilai US$33 Juta by Stockbit Investment Research

  • Wintermar Offshore Marine ($WINS) mengumumkan telah meningkatkan investasinya menjadi 100% di entitas asosiasinya, Fast Offshore Supply Pte. Ltd. dan PT Fast Offshore Indonesia, dengan total nilai transaksi US$33 juta.

  • Perseroan membeli 52,5% Fast Offshore Supply dari afiliasi perseroan, Seacoral Maritime Pte. Ltd., senilai US$26 juta, serta membeli 49% saham PT Fast Offshore Indonesia dari Fast Offshore Supply senilai US$7 juta.

  • Lewat transaksi afiliasi ini,Fast Offshore Supply dan PT Fast Offshore Indonesia akan terkonsolidasi penuh pada laporan keuangan perseroan.

  • WINS mengatakan bahwa konsolidasi ini membuka akses ke kontrak baru Fast Offshore Supply atas 5 unit kapal crew transfer vessel (CTV) aluminium berkontrak sewa 5 tahun untuk klien migas di Brunei, serta 5 unit CTV tambahan untuk dikirim pada 2028, sekaligus menurunkan usia rata–rata armada perseroan dari 16 tahun menjadi 14 tahun.

[Sumber: Keterbukaan Informasi]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Perusahaan Raffi Ahmad, RANS, Berencana IPO dengan Target Dana hingga Rp429,3 M by Stockbit Investment Research

  • Rans Entertainmen Indonesia ($RANS), perusahaan yang bergerak di bidang media dan hiburan, berencana menggelar IPO dengan menerbitkan ~2,5 miliar saham baru atau setara 20,02% modal ditempatkan dan disetor.

  • Harga penawaran berkisar Rp135–170/saham, sehingga perolehan dana dari aksi korporasi ini akan berkisar Rp340,9–429,3 M.

  • Perolehan dana akan digunakan sebanyak:

    • 37,61% untuk capex dalam rangka penyelenggaraan konser

    • 19,8% untuk mengakuisisi kepemilikan saham di PT Rans Kosmetika Indonesia

    • 18,64% untuk capex pembangunan wahana bermain dan belajar edukatif bernama Cipungland

    • 8,15% untuk membentuk entitas usaha baru di bidang pengembangan teknologi berbasis AI

    • 6,98% untuk pembayaran lebih awal (pelunasan dipercepat) atas seluruh pokok utang kepada Bank Negara Indonesia ($BBNI)

    • Sisanya untuk penyetoran modal kepada anak usaha

  • RANS dikendalikan oleh Raffi Ahmad, yang akan memiliki 62,93% saham pasca–IPO. Pemegang saham perseroan juga mencakup Dony Oskaria, Soultan Ariq Rachman, Sutanto Hartono, hingga Kaesang Pangarep.

  • Penawaran umum dijadwalkan berlangsung pada 2–8 Juli 2026, sementara listing diperkirakan pada 10 Juli 2026.

[Sumber: Prospektus Ringkas]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

ESSA Akan Bagikan Dividen dengan Indikasi Yield 8,1% by Stockbit Investment Research

  • ESSA Industries Indonesia ($ESSA) akan membagikan dividen tahun buku 2025 senilai ~Rp895,8 M atau Rp52/saham, setara ~125% dividend payout ratio (vs. 2024: ~23%).

  • Jumlah ini mengindikasikan dividend yield ~8,1% per Senin (22/6).

  • Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 26 Juni 2026, sementara pembayaran pada 15 Juli 2026.

[Sumber: Keterbukaan Informasi]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.