JPMorgan Chase N.A. Tambah Kepemilikan 3% Saham EMAS terkait Penerbitan Depositary Receipts by Stockbit Investment Research

  • Pemegang saham Merdeka Gold Resources ($EMAS), JPMorgan Chase Bank N.A., memperoleh ~441,6 juta saham EMAS terkait penerbitan depositary receipts pada 18 Juni 2026.

  • Pada tanggal yang sama, JPMorgan juga membeli 906.800 saham EMAS di harga rata–rata Rp7.027/lembar dan menjual 831.400 saham EMAS di harga rata–rata Rp7.080/lembar atas dasar proprietary.

  • Setelah seluruh transaksi ini, porsi kepemilikan langsung JPMorgan Chase Bank N.A. di EMAS naik dari 3,1% menjadi 6,1%.

[Sumber: Keterbukaan Informasi]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

CFIN Akan Bagikan Dividen dengan Indikasi Yield 13,6% by Stockbit Investment Research

  • Clipan Finance Indonesia akan membagikan dividen tahun buku 2025 senilai ~Rp199,2 M atau Rp50/saham, setara ~94% dividend payout ratio (vs. 2024: 93%).

  • Jumlah ini mengindikasikan dividend yield ~13,6% per Senin (22/6).

  • Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 26 Juni 2026, dengan pembayaran pada 22 Juli 2026.

[Sumber: Keterbukaan Informasi]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Harga Minyak Turun -3,3% seiring Berlanjutnya Kemajuan Perundingan AS–Iran by Stockbit Investment Research

  • Harga minyak Brent turun sekitar -3,3% ke level ~US$77,9/barrel pada penutupan perdagangan hari Senin (22/6) dan stabil di kisaran ~US$78/barrel pada Selasa (23/6) pagi.

  • Penurunan harga minyak disebabkan oleh kemajuan dalam perundingan damai AS–Iran, di mana AS telah menerbitkan lisensi selama 60 hari untuk mengizinkan penjualan sebagian minyak dan produk petroleum Iran, yang memberikan ruang bagi Iran untuk kembali memperoleh pemasukan dari sektor energi.

  • Pejabat AS dan Iran menyatakan adanya kemajuan pada putaran pertama negosiasi menuju kesepakatan jangka panjang untuk mengakhiri konflik, meski masih terdapat perbedaan pandangan antara kedua pihak.

  • Wakil Presiden AS, JD Vance, mengatakan bahwa Iran telah bersedia menerima kedatangan inspektur nuklir, meski klaim ini dibantah oleh Iran.

  • Sementara itu, Presiden AS, Donald Trump, mengatakan bahwa negosiasi dengan Iran berjalan dengan sangat baik, serta menegaskan bahwa Selat Hormuz tetap terbuka dan Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir.

[Sumber: Bloomberg]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

CNBC Indonesia: Pemerintah Akan Umumkan Insentif Ekonomi 3Q26 pada Pekan Depan by Stockbit Investment Research

  • Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, mengatakan kepada CNBC Indonesia pada Jumat (19/6) bahwa pemerintah akan segera menggelontoran insentif bagi masyarakat untuk periode 3Q26.

  • Insentif ini akan diumumkan secara resmi oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, pada awal pekan depan.

  • Susiwijono membeberkan ada beberapa insentif yang akan diumumkan oleh Airlangga, termasuk insentif fiskal, pangan, hingga transportasi.

[Sumber: CNBC Indonesia]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Pemerintah Target Kunjungan Wisatawan Mancanegara Naik ke Kisaran 17,6–19,1 Juta pada 2027 by Stockbit Investment Research

  • Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, mengatakan bahwa pihaknya menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia dapat berkisar 17,6–19,1 juta pada 2027, naik dibandingkan target 2026 di kisaran 16–17,6 juta kunjungan.

  • Widiyanti juga mengatakan bahwa pihaknya menargetkan devisa pariwisata pada 2027 dapat berkisar US$25,5–28,6 miliar atau Rp459–515 T, tumbuh sekitar +15,9% YoY.

[Sumber: Bloomberg Technoz]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Meeting Takeaways dengan DSI soal Kebijakan Ekspor Komoditas Strategis by Stockbit Investment Research

Stockbit pada 17 Juni 2026 berkesempatan menghadiri sesi pertemuan yang diselenggarakan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), bersama Febriany Eddy selaku Managing Director PT Danantara Asset Management dan Luke Mahony selaku Presiden Direktur DSI. Sesi ini bertujuan menjelaskan mandat, model bisnis, dan tata kelola DSI, di tengah kekhawatiran pasar atas peran DSI dalam kebijakan sentralisasi ekspor komoditas sumber daya alam strategis yang diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 24/2026. Dalam pertemuan ini, DSI mencoba untuk mengklarifikasi sejumlah narasi terkait ketentuan dalam aturan ekspor ini, yang sebelumnya sempat memunculkan kekhawatiran di pasar.

Secara umum, kami menilai pertemuan ini sebagai langkah komunikasi yang positif. Meski DSI mengakui masih banyak detail implementasi yang belum final, prioritas soal kontinuitas ekspor, prinsip, dan background manajemen yang merupakan profesional, menurunkan tingkat kekhawatiran kami atas kebijakan ini, terutama terkait isu margin.

Beberapa poin utama yang kami catat:

  • Prioritas utama adalah kontinuitas ekspor — DSI menegaskan bahwa kelancaran arus ekspor tidak boleh terganggu. Tujuan akhir kebijakan sentralisasi ekspor adalah menutup kebocoran nilai (value leakage) dengan mengurangi praktik under–invoicing dan transfer pricing, sehingga nilai ekspor yang tercatat lebih mencerminkan nilai transaksi yang sebenarnya. DSI menjelaskan bahwa pendekatan yang mereka lakukan akan bersifat bertahap dan hati–hati.

  • Fokus awal adalah data, bukan intervensi — Fokus tahap awal adalah membangun platform data untuk menganalisis transaksi ekspor agar indikasi under–invoicing dapat diidentifikasi secara objektif dan berbasis data, bukan langsung mengintervensi transaksi yang selama ini sudah berjalan wajar. Mayoritas transaksi yang wajar seharusnya tetap berjalan lancar.

  • Peran awal adalah perantara, bukan menjadi trader — DSI menyampaikan bahwa peran awal mereka pasca–transisi adalah sebagai perantara dan mengawasi penyaluran ekspor, di mana hubungan komersial antara produsen dan mitra dagangnya tetap berjalan. Kontrak yang sudah ditandatangani akan dievaluasi, bukan dibatalkan, selama tidak terjadi under–invoicing. DSI pun berkomitmen untuk menjaga kerahasiaan informasi komersial. Selain itu, DSI adalah perusahaan dan bukan regulator, sehingga DSI hanya akan meminta klarifikasi saat menemukan anomali, sebelum menyerahkan penanganan lebih lanjut kepada lembaga yang berwenang jika diperlukan. Secara praktik, DSI menjelaskan bahwa ketentuan “ekspor hanya melalui BUMN ekspor” di PP No. 24/2026 berarti DSI secara minimum perlu menjadi bagian dari alur dokumen/kontrak untuk memperoleh akses atas data transaksi, bukan serta–merta mengambil alih kegiatan ekspor, terutama jika DSI merasa belum memiliki kesiapan dan kapabilitas untuk memberikan value–added di prosesnya. Adapun bentuk keterlibatan persis DSI dalam alur dokumen/kontrak masih dalam tahap perancangan.

  • Soal margin: ada kewenangan, namun akan menerapkan prinsip proporsional, value-added, dan fair — Pasal 3 dalam PP No. 24/2026 menyebutkan bahwa BUMN ekspor dapat menentukan margin “dalam tingkat kewajaran”. DSI menjelaskan bahwa meski mereka memiliki fleksibilitas untuk menentukan margin, belum tentu DSI akan mengambil margin. DSI juga menekankan bahwa margin — jika dikenakan — akan bersifat proporsional, value–added, dan wajar. Sebagai ilustrasi, DSI menjelaskan bahwa jika ke depannya DSI dapat mencarikan buyer baru/lain bagi produsen dengan harga yang lebih optimal, maka DSI dapat memperoleh margin atas value–add service ini.

  • Eksekusi menjadi kunci dan di sinilah profil manajemen menjadi faktor penting — Menurut kami, karena PP No. 24/2026 memberikan DSI fleksibilitas yang cukup besar, banyak hal akan bergantung pada bagaimana kebijakan ini akan diimplementasikan. Kami menilai latar belakang profesional dan operator dari Febri dan Luke, serta penekanan mereka pada pendekatan yang terukur dan bertahap, menjadi salah satu faktor yang menurunkan kekhawatiran kami terhadap pelaksanaan kebijakan ini. Adapun milestone berikutnya yang perlu dipantau: pembentukan anggota direksi DSI dan MVP untuk platform data ekspor.

Beberapa hal yang menurut kami perlu dicermati ke depan:

  • Definisi dan metodologi — Definisi “under–invoicing”/“anomali” serta metodologi penetapan harga per komoditas belum final, di mana kedua hal ini akan disusun bersama industri dan regulator. Kedua hal inilah yang akan menentukan seberapa besar dampak komersial kebijakan ini terhadap eksportir.

  • Arah peran DSI — Apakah DSI tetap berperan sebagai perantara atau bergeser ke arah pemilik/penentu harga seiring waktu, serta progres pembentukan anggota direksi (BOD) dan platform data (MVP) sebagai penanda kesiapan pasca–transisi.


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.