Kementerian ESDM Bantah Kabar Akan Naikkan Kuota Produksi Bijih Nikel 2026 Jadi 360 Juta Ton by Stockbit Investment Research

  • Direktur Jenderal Kementerian ESDM, Tri Winarno, pada Rabu (24/6) membantah laporan Bloomberg yang menyebut bahwa kementerian tersebut akan menaikkan kuota produksi bijih nikel dalam RKAB 2026 dari 260 juta ton menjadi 360 juta ton.

  • Sebelumnya, narasumber anonim Bloomberg menyebut Kementerian ESDM telah menginformasikan beberapa penambang bahwa revisi pada pertengahan tahun ini akan meningkatkan total kuota produksi bijih nikel menjadi 360 juta ton [https://stockbit.com/post/33048208].

  • Dalam berita lanjutan yang dirilis Bloomberg, juru bicara Kementerian ESDM mengatakan bahwa pihaknya belum memfinalisasi jumlah kenaikan kuota produksi bijih nikel dalam RKAB 2026.

  • Perusahaan tambang nikel sendiri dijadwalkan mengajukan permohonan revisi RKAB pada awal bulan depan.

[Sumber: Bloomberg Technoz]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

MAPI & MAPA Incar Pertumbuhan Laba Bersih High Single–Digit pada 2026 by Stockbit Investment Research

  • Wakil Direktur Utama Mitra Adiperkasa ($MAPI), Virendra Prakash Sharma, mengatakan dalam pemaparan publik pada Rabu (24/6) bahwa baik MAPI maupun MAP Aktif Adiperkasa ($MAPA) menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih di kisaran high single–digit pada 2026.

  • Perseroan menganggarkan capex sebesar Rp2 T dan berencana membuka sekitar 550–600 toko baru selama 2026 (vs. realisasi 2025: 616 toko).

  • Sharma juga mengatakan bahwa MAPI akan membuka toko pertama Ace Hardware pada Juli atau Agustus 2026.

[Sumber: Bisnis]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Harga Minyak Lanjut Turun -4,3% seiring Peningkatan Pasokan & Prospek Perdamaian AS–Iran by Stockbit Investment Research

  • Harga minyak Brent turun sekitar -4,3% ke kisaran US$73,7/barrel pada Rabu (24/6) dan lanjut turun ke kisaran ~US$72,8/barrel pada Kamis (25/6) pagi.

  • Harga minyak Brent tersebut hanya lebih tinggi sekitar +1% dari harga sebelum perang AS–Iran dimulai pada akhir Februari 2026.

  • Penurunan harga minyak didorong oleh meningkatnya pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah dan Afrika, di tengah sinyal kemajuan negosiasi damai antara AS–Iran.

  • Optimisme terhadap tercapainya kesepakatan damai juga kembali mendorong aktivitas kapal tanker di Selat Hormuz.

  • Sebelumnya, pemerintah AS telah memberikan relaksasi sementara bagi pembelian minyak Iran [https://stockbit.com/post/32984932]. Langkah ini berpotensi menambah pasokan minyak ke pasar, meski kendala pendanaan dan asuransi diperkirakan masih akan membatasi volume ekspor.

[Sumber: Bloomberg]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Kementerian Keuangan Mulai Tarik Kembali Penempatan Dana di Himbara secara Bertahap by Stockbit Investment Research

  • Direktur Jenderal Kementerian Keuangan, Astera Primanto Bhakti, mengatakan pada Rabu (24/6) bahwa pihaknya telah menarik saldo anggaran lebih (SAL) yang ditempatkan di himpunan bank milik negara (Himbara) secara bertahap.

  • Astera tidak merinci sejak kapan proses penarikan dilakukan maupun jumlah dana yang telah dikembalikan ke kas pemerintah.

  • Sebelumnya, Purbaya pada akhir Februari 2026 menyebut bahwa penempatan dana SAL sebesar Rp200 T di Himbara akan diperpanjang selama 6 bulan per 13 Maret 2026 [https://stockbit.com/post/29413314].

  • Dana SAL sendiri mulai ditempatkan oleh pemerintah di Himbara sejak September 2025.

  • Pada April 2026, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan bahwa total penempatan dana SAL di Himbara mencapai ~Rp300 T.

[Sumber: Bisnis]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

OJK Rilis Peraturan terkait Influencer Keuangan by Stockbit Investment Research

  • OJK telah merilis POJK No. 6/2026, yang akan mewajibkan influencer keuangan (finfluencer) yang memberikan rekomendasi terhadap produk atau layanan keuangan untuk memiliki izin yang relevan di sektor jasa keuangan.

  • Selain itu, finfluencer yang memberikan rekomendasi terkait produk dan layanan aset keuangan digital juga diwajibkan memiliki sertifikasi kompetensi dan pengetahuan yang memadai di sektor jasa keuangan.

  • Aturan tersebut juga mengatur kerja sama antara finfluencer dan perusahaan keuangan dalam memasarkan produk atau layanan, di mana perusahaan keuangan akan bertanggung jawab atas informasi yang dibagikan oleh finfluencer.

  • Aturan ini juga mewajibkan finfluencer untuk mengungkapkan jika mereka mendapatkan kepentingan ekonomis dari informasi yang disampaikan, serta mencantumkan informasi jika produk atau layanan yang mereka ulas berisiko tinggi.

  • Perusahaan yang melanggar persyaratan kerja sama pemasaran dapat menghadapi peringatan tertulis, pembatasan bisnis, pembekuan produk, pencabutan lisensi, dan denda hingga Rp15 M.

  • Regulasi ini bertujuan untuk mencegah kerugian konsumen yang disebabkan oleh mengikuti saran finfluencer.

[Sumber: POJK No. 6/2026, Bloomberg, Kontan, Tempo]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

IPCM Akan Bagikan Dividen Final dengan Indikasi Yield 6% by Stockbit Investment Research

  • Jasa Armada Indonesia ($IPCM) akan membagikan dividen final tahun buku 2025 senilai Rp19,35/saham, mengindikasikan yield dividen final ~6% berdasarkan harga saham intraday IPCM pada Rabu (24/6) di Rp320/saham.

  • Cum dividen final di pasar reguler dan negosiasi pada 1 Juli 2026, sementara pembayaran pada 24 Juli 2026.

  • Sebelumnya, IPCM telah membagikan dividen interim tahun buku 2025 senilai Rp4,4/saham pada Januari 2026.

[Sumber: Keterbukaan Informasi]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

CTRA Buka Peluang Revisi Target Marketing Sales 2026 Akibat Kenaikan BI Rate by Stockbit Investment Research

  • Direktur Ciputra Development ($CTRA), Harun Hajadi, mengatakan kepada Bisnis bahwa pihaknya membuka peluang untuk merevisi target marketing sales 2026, seiring kenaikan suku bunga BI Rate sebesar 100 bps dalam 1 bulan terakhir.

  • Harun menyebut bahwa lebih dari 80% konsumen perseroan saat ini merupakan pembeli untuk kebutuhan sendiri (end–user), bukan investor.

  • Selain itu, sekitar 70% transaksi pembelian produk CTRA masih mengandalkan fasilitas kredit pemilikan rumah (KPR), sehingga sensitivitas terhadap pergerakan suku bunga menjadi cukup tinggi.

  • Sebagai konteks, CTRA mencatat marketing sales Rp2,4 T pada 1Q26 (-23% YoY, +31% QoQ), setara 26% dari target 2026 di ~Rp9,5 T [https://stockbit.com/post/30291386].

[Sumber: Bisnis]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Bloomberg: Pemerintah Kemungkinan Revisi Naik Kuota Produksi Bijih Nikel 2026 ke 360 Juta Ton by Stockbit Investment Research

  • Bloomberg melaporkan bahwa pemerintah Indonesia kemungkinan akan mengizinkan peningkatan signifikan pada kuota produksi bijih nikel dalam revisi RKAB 2026, dengan narasumber anonim Bloomberg menyebut Kementerian ESDM telah menginformasikan beberapa penambang bahwa revisi pada pertengahan tahun ini akan meningkatkan total kuota menjadi 360 juta ton.

  • Sebagai konteks, Kementerian ESDM pada awal tahun ini memangkas kuota produksi bijih nikel dalam RKAB 2026 menjadi berkisar 260–270 juta ton, lebih rendah sekitar 29–31% dibandingkan kuota produksi RKAB 2025 di 379 juta ton [https://stockbit.com/post/28325402].

  • Kementerian ESDM belum menanggapi kabar ini.

[Sumber: Bloomberg]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

KLBF: Oversold Akibat Harga Minyak & Depresiasi FX, Berpotensi Pulih ke Depan by Stockbit Investment Research

Photo by: Stockbit

Dengan sentimen market yang mulai membaik seiring melandainya harga minyak global dan menguatnya nilai tukar rupiah, kami melihat Kalbe Farma ($KLBF) sebagai salah satu saham yang berpotensi pulih signifikan, didorong beberapa faktor berikut:

  • Fundamental: Reaksi Berlebihan Market terhadap Dampak Laba Bersih KLBF

Sejak dimulainya perang AS–Iran, harga saham KLBF telah terkoreksi -31% per Selasa (23/6), didorong kekhawatiran market terkait potensi anjloknya profitabilitas dan laba bersih perseroan seiring kombinasi eksposur yang tinggi terhadap harga minyak dan nilai tukar rupiah, yang langsung meningkatkan beban bahan baku KLBF.

Dari sudut pandang fundamental, kami menilai penurunan harga saham KLBF sebagai reaksi berlebihan (overreaction). Berdasarkan estimasi kami, potensi dampak kenaikan harga minyak serta pelemahan nilai tukar rupiah terhadap laba bersih 2026F hanya sekitar -22% pada skenario yang bearish, lebih rendah dari koreksi saham yang telah terjadi. Skenario tersebut merefleksikan downgrade level pertumbuhan laba bersih 2026F KLBF dari sekitar +8% YoY berdasarkan guidance manajemen perseroan menjadi -14% YoY.

Selain potensi dampak terhadap kinerja yang tidak separah koreksi harga sahamnya, harga minyak dan nilai tukar rupiah mulai menunjukkan tanda–tanda reversal, sehingga dampak terhadap kinerja laba bersih 2026F bahkan berpotensi lebih ringan dibandingkan -22%. Kami sendiri memproyeksikan laba bersih 2026F KLBF akan berada di level Rp3,45 T, mempertimbangkan dinamika terkini dari harga minyak dan nilai tukar rupiah (current scenario/base–case). Asumsi–asumsi utama dari skenario bearish maupun base–case dapat dilihat pada tabel.

  • Teknikal: Studi Historis Kaitan Pergerakan Nilai Tukar Rupiah & KLBF Indikasikan Potensi Pemulihan Harga Saham

Analisis pergerakan USDIDR — yakni, nilai tukar dolar AS terhadap rupiah — sejak 2016 menunjukkan bahwa pergerakan nilai tukar yang signifikan (setidaknya 7%) memiliki korelasi negatif yang kuat dengan harga saham KLBF. Dari 10 episode di mana USDIDR bergerak signifikan, 8 di antaranya dibarengi dengan pergerakan harga KLBF yang juga signifikan di arah yang berlawanan (lihat tabel). Artinya, ketika nilai tukar rupiah melemah secara signifikan, harga KLBF cenderung turun, begitupun sebaliknya. Dengan kecenderungan historis seperti itu, kami menilai terdapat probabilitas yang besar bahwa harga KLBF dapat pulih signifikan seiring potensi penguatan lanjutan pada nilai tukar rupiah.

  • Potensi Upside hingga +21%

Berdasarkan proyeksi laba bersih 2026F KLBF di level Rp3,45 T (EPS Rp76) per Selasa (23/6), KLBF diperdagangkan pada valuasi 10x P/E, sekitar -2,5 standar deviasi di bawah rata–rata historis 5 tahun. Menggunakan asumsi konservatif di mana valuasi KLBF pulih ke level -2 standar deviasi historis (~12,1x), hal tersebut ekuivalen dengan harga saham ~Rp920, mengimplikasikan upside +21% dari harga penutupan Selasa (23/6).

  • Risiko

Risiko utama: 1) kembali naiknya harga minyak, misalnya jika kesepakatan damai antara AS–Iran batal; dan 2) pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali melemah atau hanya menguat secara terbatas, misalnya jika The Fed menjadi lebih hawkish.


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Pemerintah Serap Rp30 T dari Lelang SUN 23 Juni 2026, di Bawah Target by Stockbit Investment Research

  • Kementerian Keuangan mencatat bahwa total nilai surat utang negara (SUN) yang dimenangkan dalam lelang pada Selasa (23/6) hanya mencapai Rp30 T, lebih rendah dibandingkan target indikatif di Rp36 T, dengan penawaran yang masuk mencapai ~Rp46,6 T.

  • Bloomberg melaporkan bahwa bid–to–target ratio pada lelang tersebut berada di level 1,29x, menandai level terendah sejak lelang SUN pada 7 Januari 2025.

  • Penawaran dari investor asing naik +36% dibandingkan lelang sebelumnya menjadi Rp6,5 T.

[Sumber: Tempo, Bloomberg]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

BCAP Berencana Rights Issue & Private Placement untuk Pengembangan Bisnis & Digital Financial Services by Stockbit Investment Research

  • MNC Kapital Indonesia ($BCAP) berencana menggelar rights issue hingga ~25,6 miliar saham baru dan private placement hingga ~4,3 miliar saham baru, dengan efek dilusi keduanya hingga 41,17%.

  • Rincian mengenai aksi korporasi ini masih terbatas, di mana rasio rights issue, calon investor private placement, maupun harga pelaksanaan kedua aksi korporasi tersebut belum diumumkan.

  • Perolehan dana dari rights issue akan digunakan untuk setoran modal kepada anak usaha guna mengembangkan bisnis usaha dan digital financial services, sementara perolehan dana dari private placement ditujukan untuk memperkuat struktur permodalan dan keuangan termasuk namun tidak terbatas pada pemenuhan kebutuhan modal kerja.

  • Rencana ini akan dibahas dalam RUPSLB pada 25 Juni 2026.

[Sumber: Keterbukaan Informasi]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

EMAS: Harga Maksimum HDR HK$26,6/Saham di Hong Kong, Setara Rp6.118/Saham by Stockbit Investment Research

  • Merdeka Gold Resources ($EMAS) dalam klarifikasi kepada BEI mengatakan bahwa harga maksimum penawaran Hong Kong Depositary Receipts (HDR) di bursa efek Hong Kong adalah HK$26,6/HDR atau Rp6.118/saham.

  • Harga tersebut mencerminkan diskon sekitar -12% terhadap harga saham EMAS di BEI yang berada di Rp6.950/saham per intraday Rabu (24/6), tapi masih premium +112% di atas harga IPO EMAS pada September 2025 di Rp2.880/saham.

  • Dalam aksi korporasi ini, perseroan menawarkan 89,7 juta HDR dengan rasio setiap 1 HDR mewakili 10 saham EMAS.

  • Underlying HDR tersebut seluruhnya berasal dari penjualan saham milik pemegang saham tanpa penerbitan saham baru, sehingga perseroan tidak menerima dana hasil penawaran ini.

  • Sekitar 50% dari HDR yang ditawarkan telah dikunci oleh investor yang mencakup Glencore, Trafigura, Mercuria, Ping An, dan ORIX.

  • Penawaran ini melibatkan 12 pemegang saham penjual yang secara total menggenggam 18,8% saham EMAS dan melepas 6,1% di antaranya melalui HDR. Karena ~94% sisa saham tetap dinilai pada harga di BEI, market cap EMAS saat pencatatan HDR (~HK$44,4 miliar atau ~Rp102,2 T) secara praktis setara dengan kapitalisasi di BEI saat ini (~Rp101,6 triliun).

[Sumber: Keterbukaan Informasi]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Restrukturisasi Internal, PT Rajawali Kapital Emas Beli 65,8% Saham ARCI Senilai Rp18,3 T dari PT Rajawali Corpora by Stockbit Investment Research

  • Pemegang saham Archi Indonesia ($ARCI), PT Rajawali Kapital Emas, membeli ~16,6 miliar saham ARCI dari PT Rajawali Corpora dengan harga rata–rata Rp1.100/lembar atau senilai total ~Rp18,3 T pada 23 Juni 2026.

  • Transaksi ini ditujukan untuk restrukturisasi internal.

  • Setelah transaksi ini, porsi kepemilikan langsung PT Rajawali Kapital Emas di ARCI naik dari 17,85% menjadi 83,65%, sementara kepemilikan PT Rajawali Corpora turun dari 65,8% menjadi tidak ada.

[Sumber: Keterbukaan Informasi]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

OJK Berkomitmen untuk Percepat Reformasi Pasar Modal, Lanjutkan Interaksi dengan Provider Indeks Global by Stockbit Investment Research

  • Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengatakan pada Rabu (24/6) bahwa keputusan MSCI untuk mempertahankan status emerging market bagi pasar Indonesia sesuai dengan harapan.

  • Terkait langkah MSCI untuk menunda keputusan review bagi pasar Indonesia, Hasan menyebut bahwa hal ini memberikan momentum bagi regulator untuk mempercepat reformasi yang dimulai sejak awal tahun ini.

  • Hasan menegaskan bahwa OJK akan secara konsisten menerapkan dan memperkuat semua program reformasi pasar modal.

  • Hasan menambahkan bahwa pasar modal Indonesia tetap menarik, mengingat fundamental ekonomi domestik yang kuat, basis investor yang berkembang, valuasi yang kompetitif, dan kinerja keuangan emiten yang positif.

  • Hasan menjelaskan bahwa regulator akan terus berinteraksi dengan provider indeks global dan investor untuk memastikan bahwa reformasi yang diterapkan telah dipahami secara komprehensif oleh komunitas investasi global.

[Sumber: Press Release]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

MSCI: Indonesia Tetap Emerging Market & Akui Reformasi ke Arah yang Tepat, tapi Ancaman ke Frontier Tetap Terbuka hingga Review November 2026 by Stockbit Investment Research

MSCI telah merilis hasil Annual Market Classification Review 2026 pada Rabu (24/6) waktu Indonesia. Secara umum, status pasar Indonesia masih berada di emerging market, meski MSCI masih membuka kemungkinan reklasifikasi turun ke frontier market jika reformasi pasar Indonesia tidak menunjukkan kemajuan yang cukup. Berikut hasilnya:

  • MSCI Pertahankan Status Emerging Market Indonesia & Akui Reformasi yang Diumumkan Sudah Melangkah ke Arah yang Tepat, tapi Konsistensi & Efektivitasnya Masih Dipantau — MSCI mempertahankan status emerging market Indonesia dan mengakui sejumlah reformasi transparansi yang diumumkan oleh OJK, BEI, dan KSEI, yang mencakup keterbukaan pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1%, klasifikasi investor yang lebih granular, pengenalan kerangka saham dengan konsentrasi kepemilikan yang tinggi (high shareholding concentration/HSC), serta roadmap untuk menaikkan persyaratan minimum free float ke 15%. MSCI menilai bahwa reformasi pasar modal yang diumumkan sudah melangkah ke arah yang tepat, tetapi apa yang terpenting bagi investor institusional internasional adalah implementasi yang konsisten dan dampak berkelanjutan dari langkah–langkah tersebut di pasar.

  • Jika Kemajuan Reformasi Dianggap Tidak Cukup pada Review Indeks November 2026, Indonesia Berisiko Turun Status ke Frontier Market — Oleh karena itu, MSCI masih akan terus menilai cakupan, konsistensi, dan efektivitas berkelanjutan dari kebijakan reformasi tersebut dalam konteks penentuan free float dan penilaian terkait investability yang lebih luas. Penegasan soal cakupan, konsistensi, serta efektivitas ini sama persis dengan pengumuman MSCI sebelumnya pada April 2026. Jika MSCI menilai kemajuan yang cukup tidak terlihat pada saat MSCI Index Review pada November 2026, MSCI akan mempertimbangkan berbagai opsi tindakan yang tepat untuk pasar Indonesia, termasuk konsultasi mengenai reklasifikasi (penurunan status) Indonesia dari emerging market menjadi frontier market.


[Sumber: MSCI]

📝Stockbit Commentary

  • Kami menilai hasil review ini relatif netral, karena masuk dalam skenario positif dalam analisis kami sebelumnya [https://stockbit.com/post/32901517], di mana pembekuan tetap dipertahankan tapi disertai pengakuan dari MSCI atas arah reformasi. Namun, pengumuman ini diimbangi oleh tetap adanya peringatan risiko negatif terkait potensi jalur konsultasi reklasifikasi ke frontier market, dengan deadline review indeks pada November 2026.

  • Penilaian MSCI & Timeline Pembekuan — Kami menilai wajar bahwa MSCI membutuhkan waktu observasi lebih panjang untuk menilai konsistensi dan hasil reformasi, karena hal ini juga terlihat dari review untuk Korea Selatan terkait potensi upgrade ke developed market, di mana MSCI menegaskan bahwa reformasi harus ‘terimplementasi secara penuh’ dan pelaku pasar memerlukan ‘waktu yang cukup’ untuk mengevaluasi efektivitasnya sebelum konsultasi dipertimbangkan. Preseden negara lain yang sebelumnya mendapat pembekuan dari MSCI juga menunjukkan bahwa perlakuan khusus tersebut baru dicabut paling cepat selama ~12 bulan. Pembekuan MSCI sebelumnya untuk pasar Mesir berlangsung selama ~12 bulan (Mei 2023–Mei 2024), sementara Kenya selama ~21 bulan (Agustus 2022–Mei 2024) sebelum dicabut MSCI. Perlu dicatat, jumlah preseden pembekuan cukup terbatas dan negara–negara yang dibekukan sebelumnya oleh MSCI punya pemicu yang beda dibandingkan Indonesia.

  • Yang Perlu Dicermati ke Depan — Dalam MSCI Index Review pada November 2026, investor perlu memperhatikan: 1) apakah pembekuan bagi pasar Indonesia terkait peningkatan FIF/NOS, penambahan ke IMI, dan migrasi size–segment ke atas akan dicabut; dan 2) bukti bahwa MSCI menilai reformasi pasar Indonesia telah diimplementasikan secara konsisten, yang merupakan syarat pencabutan sebenarnya, bukan sekadar reformasi yang diumumkan.


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Pemerintah Beri Subsidi untuk Pangkas Suku Bunga PNM Mekaar ke 8% by Stockbit Investment Research

  • Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, mengatakan bahwa pemerintah akan memberikan subsidi ~10% guna menurunkan suku bunga pinjaman program Mekaar milik PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menjadi 8%.

  • Maman menyebut bahwa PNM dan Danantara akan menyiapkan mekanisme pelaksanaan serta payung hukum yang diperlukan terkait langkah tersebut.

  • Sebelumnya, CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah meminta himpunan bank milik negara (Himbara) untuk memberikan suku bunga kredit bagi UMKM yang setara, bahkan lebih rendah, dibandingkan korporasi [https://stockbit.com/post/32902157].

[Sumber: Kementerian UMKM]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

TUGU Terlibat dalam Penyusunan Kajian Konsolidasi Asuransi di Ekosistem Danantara by Stockbit Investment Research

  • Asuransi Tugu Pratama Indonesia ($TUGU) mengumumkan bahwa perseroan terlibat dalam penyusunan kajian terkait rencana konsolidasi (streamlining) asuransi di ekosistem Danantara.

  • TUGU belum merinci ruang lingkup, struktur, maupun pihak lain yang terlibat dalam rencana ini, tetapi menyebut adanya potensi biaya untuk pelaksanaan penyusunan kajian tersebut.

[Sumber: Keterbukaan Informasi]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

GOTO & Grab Pangkas Komisi Ojol ke 8% per 1 Juli 2026 by Stockbit Investment Research

  • Reuters melaporkan bahwa GoTo Gojek Tokopedia ($GOTO) dan Grab akan mulai menurunkan komisi perjalanan bagi pengemudi ojek online (ojol) di Indonesia dari 20% menjadi 8% per 1 Juli 2026.

  • Kebijakan ini mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto, yang pada 1 Mei 2026 mengumumkan batas maksimum komisi ojol sebesar 8%.

[Sumber: Reuters]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Pertamina Akan Koordinasi dengan PGAS terkait Upaya Tekan Harga Gas Tinggi by Stockbit Investment Research

  • Kontan melaporkan bahwa Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, pada Selasa (23/6) melakukan panggilan atau telepon kepada Direktur Utama PT Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, terkait risiko pemutusan hubungan kerja (PHK) buruh akibat harga gas industri yang tinggi saat ini.

  • Merespons panggilan itu, Simon mengatakan akan menyiasati masalah gas dan melakukan koordinasi dengan Perusahaan Gas Negara ($PGAS).

  • Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia, Andi Gani Nena Wea, mengatakan bahwa harga gas industri saat ini mencapai US$23/MMBtu, yang dikhawatirkan dapat memicu gelombang PHK terhadap sekitar 55.000 karyawan di 2 pabrik keramik besar, Milan Keramik dan Mulia Keramik, di wilayah Bekasi, Jawa Barat dalam 2–3 hari ke depan.

[Sumber: Kontan]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

ERAL Target Buka hingga 60 Gerai Baru selama 2026, Bagi Dividen dengan Indikasi Yield 2,9% by Stockbit Investment Research

  • Direktur Erajaya Active Lifestyle ($ERAL), Suryawati, mengatakan bahwa pihaknya mengalokasikan capex Rp273 M selama 2026 (vs. realisasi 2025: Rp227 M) guna membuka sekitar 50–60 gerai baru dan penambahan merek internasional.

  • Selama 1Q26, ERAL telah merealisasikan capex ~Rp27 M atau ~10% alokasi capex tahun ini.

  • Direktur Utama ERAL, Djohan Sutanto, mengatakan strategi ekspansi gerai menjadi salah satu motor utama pertumbuhan perseroan di tengah dinamika ekonomi global maupun domestik untuk mencapai target pertumbuhan penjualan +20% YoY pada 2026.

  • RUPS ERAL pada hari ini, Selasa (23/6), juga menyetujui rencana pembagian dividen tahun buku 2025 senilai Rp41,5 M atau Rp8/saham, mengindikasikan dividend yield ~2,9% per Selasa (23/6).

[Sumber: Bisnis]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.