Reuters melaporkan bahwa Iran menutup kembali Selat Hormuz pada Minggu (21/6) karena menilai AS dan Israel telah melanggar kesepakatan damai sementara.
Read MoreDirektur Beli Saham ASII Senilai Rp10,7 M di Rp4.858/Lembar /
Direktur Astra International ($ASII), Djap Tet Fa, membeli 2,2 juta saham ASII dengan harga rata–rata Rp4.858/lembar atau senilai total ~Rp10,7 M pada 17 Juni 2026.
Read MoreTPIA Klarifikasi Kepemilikan Saham PRDA sebagai Investasi Portofolio Jangka Pendek /
Direktur Chandra Asri Pacific ($TPIA), Suryandi, mengatakan bahwa kepemilikan 1,48% saham Prodia Widyahusada ($PRDA) oleh TPIA merupakan bagian dari pengelolaan portofolio investasi jangka pendek yang bersifat finansial dan non–strategis.
Read MoreCNBC Indonesia: Pemerintah Akan Umumkan Insentif Ekonomi 3Q26 pada Pekan Depan /
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, mengatakan kepada CNBC Indonesia pada Jumat (19/6) bahwa pemerintah akan segera menggelontoran insentif bagi masyarakat untuk periode 3Q26.
Insentif ini akan diumumkan secara resmi oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, pada awal pekan depan.
Susiwijono membeberkan ada beberapa insentif yang akan diumumkan oleh Airlangga, termasuk insentif fiskal, pangan, hingga transportasi.
[Sumber: CNBC Indonesia]
Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.
Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.
Pemerintah Target Kunjungan Wisatawan Mancanegara Naik ke Kisaran 17,6–19,1 Juta pada 2027 /
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, mengatakan bahwa pihaknya menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia dapat berkisar 17,6–19,1 juta pada 2027, naik dibandingkan target 2026 di kisaran 16–17,6 juta kunjungan.
Widiyanti juga mengatakan bahwa pihaknya menargetkan devisa pariwisata pada 2027 dapat berkisar US$25,5–28,6 miliar atau Rp459–515 T, tumbuh sekitar +15,9% YoY.
[Sumber: Bloomberg Technoz]
Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.
Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.
Meeting Takeaways dengan DSI soal Kebijakan Ekspor Komoditas Strategis /
Stockbit pada 17 Juni 2026 berkesempatan menghadiri sesi pertemuan yang diselenggarakan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), bersama Febriany Eddy selaku Managing Director PT Danantara Asset Management dan Luke Mahony selaku Presiden Direktur DSI. Sesi ini bertujuan menjelaskan mandat, model bisnis, dan tata kelola DSI, di tengah kekhawatiran pasar atas peran DSI dalam kebijakan sentralisasi ekspor komoditas sumber daya alam strategis yang diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 24/2026. Dalam pertemuan ini, DSI mencoba untuk mengklarifikasi sejumlah narasi terkait ketentuan dalam aturan ekspor ini, yang sebelumnya sempat memunculkan kekhawatiran di pasar.
Secara umum, kami menilai pertemuan ini sebagai langkah komunikasi yang positif. Meski DSI mengakui masih banyak detail implementasi yang belum final, prioritas soal kontinuitas ekspor, prinsip, dan background manajemen yang merupakan profesional, menurunkan tingkat kekhawatiran kami atas kebijakan ini, terutama terkait isu margin.
Beberapa poin utama yang kami catat:
Prioritas utama adalah kontinuitas ekspor — DSI menegaskan bahwa kelancaran arus ekspor tidak boleh terganggu. Tujuan akhir kebijakan sentralisasi ekspor adalah menutup kebocoran nilai (value leakage) dengan mengurangi praktik under–invoicing dan transfer pricing, sehingga nilai ekspor yang tercatat lebih mencerminkan nilai transaksi yang sebenarnya. DSI menjelaskan bahwa pendekatan yang mereka lakukan akan bersifat bertahap dan hati–hati.
Fokus awal adalah data, bukan intervensi — Fokus tahap awal adalah membangun platform data untuk menganalisis transaksi ekspor agar indikasi under–invoicing dapat diidentifikasi secara objektif dan berbasis data, bukan langsung mengintervensi transaksi yang selama ini sudah berjalan wajar. Mayoritas transaksi yang wajar seharusnya tetap berjalan lancar.
Peran awal adalah perantara, bukan menjadi trader — DSI menyampaikan bahwa peran awal mereka pasca–transisi adalah sebagai perantara dan mengawasi penyaluran ekspor, di mana hubungan komersial antara produsen dan mitra dagangnya tetap berjalan. Kontrak yang sudah ditandatangani akan dievaluasi, bukan dibatalkan, selama tidak terjadi under–invoicing. DSI pun berkomitmen untuk menjaga kerahasiaan informasi komersial. Selain itu, DSI adalah perusahaan dan bukan regulator, sehingga DSI hanya akan meminta klarifikasi saat menemukan anomali, sebelum menyerahkan penanganan lebih lanjut kepada lembaga yang berwenang jika diperlukan. Secara praktik, DSI menjelaskan bahwa ketentuan “ekspor hanya melalui BUMN ekspor” di PP No. 24/2026 berarti DSI secara minimum perlu menjadi bagian dari alur dokumen/kontrak untuk memperoleh akses atas data transaksi, bukan serta–merta mengambil alih kegiatan ekspor, terutama jika DSI merasa belum memiliki kesiapan dan kapabilitas untuk memberikan value–added di prosesnya. Adapun bentuk keterlibatan persis DSI dalam alur dokumen/kontrak masih dalam tahap perancangan.
Soal margin: ada kewenangan, namun akan menerapkan prinsip proporsional, value-added, dan fair — Pasal 3 dalam PP No. 24/2026 menyebutkan bahwa BUMN ekspor dapat menentukan margin “dalam tingkat kewajaran”. DSI menjelaskan bahwa meski mereka memiliki fleksibilitas untuk menentukan margin, belum tentu DSI akan mengambil margin. DSI juga menekankan bahwa margin — jika dikenakan — akan bersifat proporsional, value–added, dan wajar. Sebagai ilustrasi, DSI menjelaskan bahwa jika ke depannya DSI dapat mencarikan buyer baru/lain bagi produsen dengan harga yang lebih optimal, maka DSI dapat memperoleh margin atas value–add service ini.
Eksekusi menjadi kunci dan di sinilah profil manajemen menjadi faktor penting — Menurut kami, karena PP No. 24/2026 memberikan DSI fleksibilitas yang cukup besar, banyak hal akan bergantung pada bagaimana kebijakan ini akan diimplementasikan. Kami menilai latar belakang profesional dan operator dari Febri dan Luke, serta penekanan mereka pada pendekatan yang terukur dan bertahap, menjadi salah satu faktor yang menurunkan kekhawatiran kami terhadap pelaksanaan kebijakan ini. Adapun milestone berikutnya yang perlu dipantau: pembentukan anggota direksi DSI dan MVP untuk platform data ekspor.
Beberapa hal yang menurut kami perlu dicermati ke depan:
Definisi dan metodologi — Definisi “under–invoicing”/“anomali” serta metodologi penetapan harga per komoditas belum final, di mana kedua hal ini akan disusun bersama industri dan regulator. Kedua hal inilah yang akan menentukan seberapa besar dampak komersial kebijakan ini terhadap eksportir.
Arah peran DSI — Apakah DSI tetap berperan sebagai perantara atau bergeser ke arah pemilik/penentu harga seiring waktu, serta progres pembentukan anggota direksi (BOD) dan platform data (MVP) sebagai penanda kesiapan pasca–transisi.
Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.
Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.
MSCI Global Market Accessibility Review 2026: Indonesia Turun di Satu Kriteria, Masih Salah Satu yang Terbaik di Emerging Market Asia /
MSCI telah merilis hasil Global Market Accessibility Review 2026 pada Kamis (18/6) waktu setempat. Review ini bersifat kualitatif dan terpisah dari Annual Market Classification Review yang akan dirilis pada 23 Juni 2026 waktu Eropa atau 24 Juni 2026 waktu Indonesia, yang akan menentukan status klasifikasi pasar. Berikut beberapa poin utama untuk Indonesia dalam Global Market Accessibility Review:
Turun di 1 kriteria — Hanya kriteria ‘information flow’ yang direvisi turun dari + ke - oleh MSCI dibandingkan hasil review tahun lalu, sehingga distribusi penilaian bagi Indonesia menjadi 10 ++, 6 +, dan 2 −.
Kriteria di pasar Indonesia masih salah satu yang terbaik di emerging market Asia — Meski turun pada 1 kriteria, secara umum Indonesia masih menjadi salah satu pasar terbaik di emerging market Asia (lihat tabel). Hanya China dan Malaysia yang secara umum lebih ‘lengkap’ dibandingkan Indonesia. Selain itu, gap antara Indonesia dengan Vietnam — yang merupakan frontier market — juga masih lebar.
Belum ada komentar terkait pembekuan (freeze) — Review ini juga hanya menilai kriteria aksesibilitas kualitatif dan tidak membahas freeze (peningkatan FIF/NOS, penambahan IMI, migrasi antar–size segment) maupun status klasifikasi pasar. Komentar lebih lengkap termasuk terkait pembekuan diharapkan tersedia pada Annual Market Classification Review.
Yang perlu dicermati ke depan — Apakah pembekuan bagi pasar Indonesia akan dicabut atau dipertahankan, serta penegasan status Indonesia pada emerging market, kemungkinan akan disampaikan pada Annual Market Classification Review pada 24 Juni 2026 waktu Indonesia. Jika tidak terdapat informasi pencabutan pembekuan dalam Annual Market Classification Review, dapat diasumsikan bahwa pembekuan masih akan berlanjut hingga update berikutnya dari MSCI.
Alasan penurunan kriteria ‘information flow’
MSCI mengatakan bahwa kekhawatiran investability bagi pasar Indonesia masih berlanjut karena keterbatasan transparansi dalam struktur kepemilikan saham serta perilaku perdagangan terkoordinasi (coordinated trading), yang dinilai mengganggu pembentukan harga yang wajar (price formation). MSCI menyatakan bahwa kondisi ini membatasi kemampuan investor institusional global untuk menilai free float yang sebenarnya. Selain itu, keterbatasan ketersediaan informasi pasar dalam bahasa Inggris turut disebut, meski faktor ini sudah menjadi catatan sejak review sebelumnya dan bukan merupakan pemicu utama penurunan kali ini.
Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.
Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.
Penambang Batu Bara Wajib Peroleh Persetujuan Menteri Sebelum Lakukan Blending /
Kementerian ESDM resmi merilis Peraturan Menteri ESDM No. 6/2026 yang mewajibkan perusahaan batu bara memperoleh persetujuan menteri sebelum melakukan pencampuran (blending) batu bara untuk menghasilkan spesifikasi tertentu.
Regulasi baru ini juga mewajibkan perusahaan yang telah memperoleh persetujuan blending untuk melaporkan pelaksanaan kegiatan tersebut kepada pemerintah melalui laporan berkala setiap 3 bulan.
Persetujuan blending diberikan sesuai dengan jangka waktu persetujuan RKAB.
Sebelumnya, ketentuan mengenai pencampuran batu bara belum diatur pada Peraturan Menteri ESDM No. 17/2025, yang kini diubah melalui regulasi baru tersebut.
[Sumber: Peraturan Menteri ESDM No. 6/2026]
Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.
Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.
Badan Gizi Nasional Berencana Susun Anggaran MBG 2027 Lebih Efisien /
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Agustina Arumsari, mengatakan pada Kamis (18/6) bahwa anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2027 sebesar Rp270 T yang sebelumnya disusun oleh mantan kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, masih terlalu besar.
Badan Gizi Nasional pun meminta waktu selama 1 bulan kepada DPR untuk menyusun kebutuhan anggaran yang lebih realistis dan efisien, sejalan dengan upaya efisiensi yang tengah dilakukan.
Revisi anggaran akan mencakup pertimbangan penataan ulang penerima manfaat serta evaluasi dan perbaikan skema insentif dapur MBG.
[Sumber: Kumparan]
Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.
Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.
Presiden Prabowo Minta Himbara Berikan Suku Bunga UMKM Setara Korporasi /
CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengatakan pada Kamis (18/5) bahwa Presiden Prabowo Subianto meminta himpunan bank milik negara (Himbara) untuk memberikan suku bunga kredit bagi UMKM yang setara, bahkan lebih rendah, dibandingkan korporasi.
Meski demikian, Presiden Prabowo juga meminta Himbara tetap mengedepankan prinsip kehati–hatian dan profesionalisme, serta menegaskan peran perbankan dalam mendukung berbagai program pemerintah.
Rosan menambahkan bahwa Presiden Prabowo belum memberikan arahan kepada Himbara untuk mempertahankan suku bunga kredit setelah Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan sebesar 100 bps dalam sebulan terakhir.
[Sumber: Bloomberg, CNBC Indonesia]
Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.
Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.
BIRD Akan Bagikan Dividen dengan Indikasi Yield 10% /
Bisnis melaporkan bahwa Blue Bird ($BIRD) akan membagikan dividen tahun buku 2025 senilai ~Rp415 M atau Rp166/saham, setara ~65% dividend payout ratio (vs. 2024: ~51%).
Jumlah tersebut mengindikasikan dividend yield 10% per Kamis (18/6).
Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 26 Juni 2026, sementara pembayaran pada 10 Juli 2026.
[Sumber: Bisnis]
Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.
Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.
Pengendali Ambil Saham Baru GPSO dalam Private Placement Senilai Rp28,5 M /
Geoprima Solusi ($GPSO) mengumumkan bahwa pengendali perseroan, PT PIMSF Pulogadung, akan mengambil bagian dalam private placement atas ~66,7 juta saham baru perseroan — setara 10% modal ditempatkan dan disetor — dengan harga pelaksanaan Rp427/saham atau senilai ~Rp28,5 M.
Perolehan dana dari private placement tersebut ditujukan untuk membiayai sebagian pembelian aset tetap berupa tanah seluas 15.400 meter persegi, bangunan–bangunan pabrik, dan mesin peralatan pendukung dari afiliasi PT Jaya Indah Casting senilai Rp78,5 M.
Private placement ini akan mendilusi kepemilikan pemegang saham publik hingga 9,09% dan menaikkan porsi kepemilikan PT PIMSF Pulogadung di GPSO dari 36,95% menjadi 42,68%.
Rencana ini akan dibahas dalam RUPSLB pada 22 Juni 2026.
[Sumber: Keterbukaan Informasi]
Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.
Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.
Pengendali Jual 0,86% Saham YELO Senilai Rp1,3 M /
Pengendali Yeloo Integra Datanet ($YELO), PT Artalindo Semesta Nusantara, menjual 16,5 juta saham YELO dengan harga rata–rata Rp79/lembar atau senilai total Rp1,3 M pada 15 Juni 2026.
Setelah transaksi ini, porsi kepemilikan langsung PT Artalindo Semesta Nusantara di YELO turun dari ~37,4% menjadi ~36,53%.
[Sumber: Keterbukaan Informasi]
Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.
Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.
Dato' Sri Tahir Jual 0,33% Saham MPRO Senilai Rp253,3 M /
Pengendali Maha Properti Indonesia ($MPRO), Dato' Sri Tahir, menjual ~32,7 juta saham MPRO dengan harga rata–rata ~Rp7.750/lembar atau senilai total ~Rp253,3 M pada periode 9–17 Juni 2026.
Setelah transaksi ini, porsi kepemilikan langsung Dato' Sri Tahir di MPRO turun dari 11,19% menjadi 10,86%.
[Sumber: Keterbukaan Informasi]
Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.
Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.
GOTO Rampungkan Buyback 7,6 Miliar Saham & Dapat Persetujuan Buyback hingga Rp3,5 T /
GoTo Gojek Tokopedia ($GOTO) mengumumkan telah merampungkan program buyback saham periode 19 Juni 2025–18 Juni 2026, dengan total realisasi pembelian sebanyak ~7,6 miliar saham Seri A.
Nilai pembelian belum diumumkan.
Setelah pembelian ini, total saham treasuri GOTO naik menjadi ~39,8 miliar saham Seri A.
Dalam keterbukaan informasi terpisah, GOTO mengumumkan bahwa pemegang saham menyetujui rencana buyback saham dengan alokasi dana hingga Rp3,5 T pada periode 19 Juni 2026–18 Juni 2027 [https://stockbit.com/post/32819565].
[Sumber: Keterbukaan Informasi]
Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.
Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.
BSSR Akan Bagikan Dividen Final dengan Indikasi Yield 11,2% /
Baramulti Suksessarana ($BSSR) akan membagikan dividen final tahun buku 2025 senilai Rp486,13/saham, mengindikasikan yield dividen final ~11,2% per Kamis (18/6).
Cum dividen final di pasar reguler dan negosiasi pada 24 Juni 2026, sementara pembayaran pada 8 Juli 2026.
Sebelumnya, BSSR telah membagikan dividen interim tahun buku 2025 senilai ~Rp222,6/saham pada November 2025 dan ~Rp127,4/saham pada Januari 2026, sehingga total dividend payout ratio tahun buku 2025 mencapai ~149% (vs. 2024: ~57%).
[Sumber: Keterbukaan Informasi]
Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.
Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.
OJK Umumkan Daftar Calon Anggota Direksi BEI Periode 2026–2030 /
OJK pada Kamis (18/6) mengumumkan sejumlah nama calon anggota direksi BEI untuk masa jabatan 2026–2030
Read MoreLoan Growth +11,51% YoY pada Mei 2026 /
Bank Indonesia mencatat bahwa pertumbuhan kredit perbankan mencapai +11,51% YoY per Mei 2026 (vs. April 2026: +9,98% YoY, Mei 2025: +8,43% YoY), sejalan dengan target 2026 dari Bank Indonesia di kisaran +8–12% YoY.
Read MorePemerintah Siap Luncurkan Mandatori Biodiesel B50 per 1 Juli 2026 /
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengatakan pada Kamis (18/6) bahwa pemerintah siap meluncurkan mandatori biodiesel dengan campuran minyak sawit 50% atau B50 mulai dari 1 Juli 2026.
Read MorePemerintah Pertimbangkan Ubah Batas Harga Batu Bara DMO untuk Pembangkit Listrik /
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengatakan pada Kamis (18/6) bahwa pemerintah sedang mempertimbangkan untuk merevisi batas harga batu bara domestic market obligation (DMO) untuk pembangkit listrik.
Read More