Fitch Ratings: Korporasi Indonesia Hadapi Tantangan Makroekonomi & Regulasi by Stockbit Investment Research

  • Fitch Ratings mengatakan dalam laporan terbarunya bahwa korporasi di Indonesia menghadapi peningkatan risiko dari makroekonomi yang menantang dan ketidakpastian regulasi yang kian tinggi, meski sebagian besar korporasi Indonesia yang diperingkat oleh Fitch masih memiliki ruang gerak (headroom) yang memadai pada profil kredit mereka saat ini.

  • Kenaikan harga bahan bakar non–subsidi, peningkatan suku bunga, dan depresiasi nilai tukar rupiah meningkatkan risiko permintaan bagi sektor konsumen yang bergantung pada pengeluaran discretionary dan pembiayaan kredit, seperti sektor otomotif dan properti.

  • Fitch juga menyebut bahwa depresiasi mata uang yang berkepanjangan dapat menekan margin profitabilitas perusahaan yang bergantung pada impor dengan kemampuan terbatas untuk membebankan kenaikan biaya kepada konsumen (cost pass–through).

  • Tingkat suku bunga acuan yang lebih tinggi kemungkinan akan meningkatkan biaya utang dan membatasi fleksibilitas bagi perusahaan dengan leverage yang lebih tinggi.

  • Fitch memperkirakan bahwa dinamika regulasi yang terus berkembang akan tetap menjadi risiko bagi korporasi di sektor–sektor strategis, seperti sektor sumber daya alam.

  • Fitch menambahkan bahwa perusahaan yang memiliki pricing power yang kuat, permintaan yang defensif, diversifikasi pendapatan atau geografis, serta struktur modal yang konservatif akan berada dalam posisi yang lebih baik untuk menghadapi tantangan–tantangan tersebut.

[Sumber: Bloomberg, Fitch Ratings]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Obligasi Indonesia Catat Inflow US$1,2 Miliar sejak Awal Juni 2026, Didorong Yield Lebih Tinggi by Stockbit Investment Research

  • Bloomberg mencatat bahwa bahwa obligasi pemerintah Indonesia mencatat foreign inflow sebesar US$1,2 miliar sejak awal Juni 2026 hingga 26 Juni 2026, menandai arus masuk bulanan terbesar sejak Mei 2025.

  • Peningkatan tersebut mencerminkan mulai efektifnya upaya pemerintah untuk menaikkan yield guna menarik investor asing sekaligus menopang nilai tukar rupiah.

  • Yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun tercatat berada di level 7,12% pada intraday Selasa (30/6), setelah sempat menyentuh 7,47% pada awal Juni 2026.

  • Selain itu, penurunan harga minyak dunia turut memperbaiki sentimen investor terhadap Indonesia, mengingat tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar serta besarnya beban subsidi energi.

[Sumber: Bloomberg]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Pasar Keuangan Indonesia Catat Inflow US$1,2 Miliar sejak Awal Juni 2026, Didorong Yield Lebih Tinggi by Stockbit Investment Research

  • Bloomberg mencatat bahwa bahwa pasar keuangan Indonesia — yang mencakup obligasi pemerintah dan SRBI — mencatat foreign inflow sebesar US$1,2 miliar sejak awal Juni 2026 hingga 26 Juni 2026, menandai arus masuk bulanan terbesar sejak Mei 2025.

  • Peningkatan tersebut mencerminkan mulai efektifnya upaya otoritas Indonesia untuk menaikkan yield guna menarik investor asing sekaligus menopang nilai tukar rupiah.

  • Yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun tercatat berada di level 7,12% pada intraday Selasa (30/6), setelah sempat menyentuh 7,47% pada awal Juni 2026.

  • Selain itu, penurunan harga minyak dunia turut memperbaiki sentimen investor terhadap Indonesia, mengingat tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar serta besarnya beban subsidi energi.

[Sumber: Bloomberg]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

BUMI Jual 3,03% Saham PT Citra Palu Minerals ke BRMS Senilai US$9,2 Juta by Stockbit Investment Research

  • Bumi Resources ($BUMI) mengumumkan telah mendivestasikan ~3,03% saham di PT Citra Palu Minerals kepada Bumi Resources Minerals ($BRMS) senilai US$9,2 juta.

  • Transaksi ini termasuk transaksi afiliasi karena BUMI memiliki 20,09% saham BRMS.

  • BUMI menjelaskan bahwa transaksi ini dilakukan karena perseroan tengah memprioritaskan pengembangan aset–aset yang baru diakuisisi, serta agar PT Citra Palu Minerals dapat dikelola dan dikembangkan secara lebih terfokus oleh BRMS.

  • Setelah transaksi ini, BRMS memiliki 99,99% saham PT Citra Palu Minerals, sementara sisanya dimiliki oleh PT Internasional Minerals Cakrabuana.

[Sumber: Keterbukaan Informasi]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Bahlil: Pemerintah Turunkan Harga LNG Industri ke US$13/MMBtu by Stockbit Investment Research

  • Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengatakan pada Senin (29/6) bahwa pemerintah menurunkan harga liquefied natural gas (LNG) untuk industri dari US$23/MMBtu menjadi US$13/MMBtu, efektif mulai hari ini.

  • Harga tersebut merupakan hasil negosiasi antara pemerintah, produsen LNG, dan Perusahaan Gas Negara ($PGAS) guna menjaga keberlangsungan industri, khususnya di wilayah Jawa bagian barat.

  • Bahlil menjelaskan bahwa penurunan harga ini dilakukan dengan memangkas margin di sepanjang rantai pasok, mulai dari kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) di sektor hulu, bagian penerimaan pemerintah, hingga margin PGAS di sektor hilir.

  • Kenaikan harga LNG sebelumnya dipicu oleh penurunan produksi gas dari blok migas di Jawa Barat, sehingga pasokan untuk industri dialihkan menggunakan LNG dari Papua, Sulawesi, dan Kalimantan yang harus diangkut menggunakan kapal, yang menambah biaya transportasi dan regasifikasi sebelum gas dapat disalurkan melalui jaringan pipa.

[Sumber: Tempo]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Jeffrey Hendrik Resmi Jadi Dirut BEI, Target Tingkatkan Market Cap ke Rp30.000 T by Stockbit Investment Research

  • Pemegang saham BEI pada Senin (29/6) menyetujui Jeffrey Hendrik sebagai direktur utama yang baru.

  • Dalam konferensi pers, Jeffrey menargetkan BEI untuk masuk dalam 10 bursa saham terbesar di dunia baik dari segi kapitalisasi pasar maupun nilai transaksi, serta berjanji untuk meningkatkan kapitalisasi pasar Indonesia menjadi Rp30.000 T dengan rata–rata nilai transaksi harian sebesar Rp31 T dan lebih dari 1.100 emiten yang terdaftar.

  • Jeffrey  juga mengemukakan rencana untuk fokus pada pertumbuhan basis investor domestik hingga mencapai 35 juta pelaku pasar pada 2030 dan secara aktif mendorong rasio kapitalisasi pasar terhadap PDB melewati 83%.

  • Jeffrey menambahkan bahwa BEI telah bergerak ke arah yang benar dalam memastikan kredibilitas dan tata kelola yang baik, serta berjanji untuk terus berkoordinasi dengan MSCI dan investor global untuk mengakomodasi masukan mereka.

[Sumber: Bloomberg]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Purbaya Proyeksi Loan Growth +14–15% YoY selama 2026 seiring Tambahan Likuiditas Himbara by Stockbit Investment Research

  • Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan pada Jumat (26/6) bahwa pihaknya memperkirakan pertumbuhan kredit perbankan secara nasional akan berkisar +14–15% YoY selama 2026, didukung oleh tambahan likuiditas seiring kebijakan pemerintah untuk kembali menginjeksi dana saldo anggaran lebih (SAL) ke himpunan bank milik negara (Himbara) senilai total Rp400 T [https://stockbit.com/post/33135839].

  • Tanpa tambahan likuiditas tersebut, Purbaya mengatakan bahwa pertumbuhan kredit nasional akan melambat hingga di bawah pertumbuhan yang tercatat pada Mei 2026 di +11,51% YoY, berdasarkan diskusi Kementerian Keuangan dengan para kepala eksekutif Himbara.

[Sumber: Reuters]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Purbaya: Pemerintah Kembali Injeksi Dana SAL ke Himbara, Total Jadi Rp400 T by Stockbit Investment Research

  • Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan pada Jumat (26/6) bahwa pihaknya akan kembali menginjeksi dana saldo anggaran lebih (SAL) ke himpunan bank milik negara (Himbara), sehingga total penempatan dana pemerintah di Himbara menjadi Rp400 T.

  • Pernyataan Purbaya tersebut menandakan berbalik arahnya kebijakan Kementerian Keuangan, di mana Direktur Jenderal Kementerian Keuangan, Astera Primanto Bhakti, mengatakan pada Rabu (24/6) bahwa pihaknya telah menarik saldo anggaran lebih (SAL) yang ditempatkan di Himbara secara bertahap [https://stockbit.com/post/33076038].

[Sumber: Reuters, Bloomberg]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Purbaya: Anggaran Program MBG Kemungkinan Dipangkas Rp40 T by Stockbit Investment Research

  • Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan pada Jumat (26/6) bahwa Badan Gizi Nasional kemungkinan akan memangkas anggaran program Makan Bergizi Gratis tahun ini sebesar Rp40 T.

[Sumber: Reuters]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Salah Satu Smelter Nikel Terbesar di Indonesia Masuk PKPU Sementara by Stockbit Investment Research

  • Bloomberg Technoz melaporkan bahwa PT Gunbuster Nickel Industry, salah satu smelter nikel terbesar di Indonesia dengan total kapasitas produksi nickel pig iron sebesar 1,8 juta ton per tahun, berada dalam status PKPU sementara di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.

  • PKPU sementara merupakan kondisi penangguhan pembayaran utang dan proses restrukturisasi yang diawasi pengadilan.

  • Kabar ini muncul berselang kurang dari 4 bulan setelah Sekretaris Umum Asosiasi Penambang Nikel Indonesia, Meidy Katrin Lengkey, mengatakan pada Maret 2026 bahwa PT Gunbuster Nickel Industry termasuk dalam 3 smelter di Indonesia yang mengalami penurunan kinerja akibat pemangkasan kuota produksi bijih nikel dalam RKAB 2026 [https://stockbit.com/post/29186645], meski dalam perkembangannya perwakilan manajemen PT Gunbuster Nickel Industry menyebut bahwa pernyataan Meidy merupakan informasi yang salah dan operasional perusahaan masih berjalan secara normal.

  • Pada Februari 2025, Bloomberg melaporkan bahwa PT Gunbuster Nickel Industry telah memangkas produksi dan hampir menutup secara total produksinya [https://snips.stockbit.com/snips-terbaru/salah-satu-smelter-nikel-terbesar-di-indonesia-dikabarkan-hampir-tutup].

  • Laporan Bloomberg pada Februari 2025 muncul beberapa bulan setelah perusahaan induk PT Gunbuster Nickel Industry di China, Jiangsu Delong Nickel Industry Co., mengalami kebangkrutan. Jiangsu Delong Nickel Industry sendiri merupakan produsen stainless steel terbesar ketiga di China.

  • Berdasarkan laporan Reuters pada Juli 2024, salah satu faktor yang mendorong kebangkrutan Jiangsu Delong Nickel Industry adalah memburuknya kinerja joint venture milik perusahaan tersebut di Indonesia akibat penurunan harga feronikel dan meningkatnya biaya material pada akhir 2023.

[Sumber: Bloomberg, Reuters, Bloomberg Technoz]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

BBRI 5M26: Laba Bersih Bank–Only +10% YoY; Normalized Net Profit -13% YoY by Stockbit Investment Research

  • Bank Rakyat Indonesia ($BBRI) mencatat laba bersih bank–only sebesar Rp4,5 T pada Mei 2026 (+24% YoY, +12% MoM).

  • Hasil ini membuat laba bersih bank–only selama 5M26 mencapai Rp20,4 T (+10% YoY).

  • Laba bersih pada Mei 2026 terdongkrak pendapatan dividen sekitar ~Rp4 T, sementara mayoritas pendapatan dividen pada tahun lalu baru baru masuk pada Juni 2025.

  • Mengesampingkan pendapatan dividen tersebut — agar perbandingan lebih apple–to–apple — laba bersih bank–only BBRI selama 5M26 turun -13% YoY.

  • Penurunan laba ini disebabkan oleh kenaikan opex +13% YoY serta kenaikan beban provisi +8% YoY.

  • Berbeda dengan tiga big banks lainnya [https://stockbit.com/post/33017974], beban provisi bank–only BBRI mengalami kenaikan berturut–turut pada April 2026 (Rp3,8 T) dan Mei 2026 (Rp4,4 T) dibandingkan level Maret 2026 (Rp3,3 T), yang dapat mengindikasikan bahwa dampak kenaikan harga energi akibat perang AS–Iran lebih terlihat di segmen UMKM dibandingkan segmen korporasi sejauh ini pada 2Q26.

[Sumber: Laporan Bulanan]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

ARKO Closed–Door Meeting Takeaways: Bisnis PLTA Berkualitas, Valuasi ala Konglomerat by Stockbit Investment Research

Stockbit mengadakan Closed–Door Meeting dengan manajemen Arkora Hydro ($ARKO) pada Kamis (18/6). ARKO adalah produsen listrik swasta tenaga air aliran sungai yang didirikan sejak 2010 dan menjual 100% listriknya ke PLN lewat kontrak jangka panjang hingga 30 tahun, dengan kapasitas terkontrak 62,8 MW. Dari jumlah tersebut, sebanyak ~32,8 MW di antaranya sudah beroperasi di 4 lokasi berbeda. Berikut poin–poin utama Closed–Door Meeting dengan ARKO:

Produksi & Operasional

  • Guidance produksi tumbuh +30% per tahun pada 2026–2027 — Manajemen ARKO menargetkan produksi listrik dapat tumbuh sekitar +30% per tahun pada periode 2026 dan 2027, masing–masing ke level ~197 GWh pada 2026F dan ~257 GWh pada 2027F. Target tersebut didorong oleh dimulainya operasional PLTA Kukusan 2 (5,4 MW) secara komersial pada Februari 2026, serta penyelesaian PLTA Tomoni (10 MW) dengan progres konstruksi 73% yang ditargetkan beroperasi secara komersial pada 2026. Perseroan juga tengah menyelesaikan konstruksi PLTA Pongbembe (20 MW), yang baru dimulai pada akhir 2025 dengan target beroperasi secara komersial pada sekitar 2029.

  • Pengaruh cuaca — Manajemen mewaspadai potensi penurunan produksi saat kemarau, yang pada 2026 diprediksi lebih kering seiring potensi El Nino pada 2H26. Namun, volatilitas cuaca dinilai termitigasi karena proyeksi produksi sejak awal memperhitungkan studi hidrologi jangka panjang. Selain itu, lokasi aset di kawasan hutan lindung berfungsi sebagai daerah tangkapan air, sehingga pepohonan dapat menyerap dan melepaskan air secara bertahap. Hal ini membantu normalisasi volume produksi saat El Nino (kering), sekaligus menekan risiko banjir bandang saat La Nina (basah).

Keuangan

  • Pertumbuhan pendapatan & laba bersih — Dalam 4 tahun terakhir (2021–2025), produksi listrik ARKO tumbuh sekitar +12,2% CAGR, dengan pertumbuhan pendapatan sekitar +14,7% CAGR dan laba bersih sekitar +6,9% CAGR. Sebagian besar pendapatan ARKO (72–83%) adalah pendapatan jasa konstruksi yang muncul ketika pembangkit sedang dibangun, sehingga produksi listrik dan pendapatan keuangan dari piutang konsesi menjadi ukuran pertumbuhan operasional yang lebih representatif ketimbang pendapatan.

  • Margin & profitabilitas — Berdasarkan estimasi kami, margin EBITDA ARKO berada di kisaran 40–70%. Berbeda dengan karakteristik perusahaan utilitas pada umumnya yang cenderung memiliki margin EBITDA stabil, margin EBITDA ARKO bergerak fluktuatif seiring naik turunnya porsi pendapatan konstruksi serta beban umum dan administrasi.

  • Pendanaan — ARKO memiliki green bond seri A senilai Rp318 M yang jatuh tempo pada 8 Agustus 2026. Dengan posisi kas ~Rp89 M, manajemen menyatakan akan memenuhinya melalui penerbitan utang baru atau opsi pendanaan ekuitas.

Pertumbuhan ke Depan

  • Pipeline proyek — ARKO sudah memiliki pipeline proyek dengan kapasitas produksi listrik lebih dari 300 MW, setara ~2,5% target penambahan PLTA/PLTM dalam RUPTL PLN periode 2025–2034 di ~11,7 GW. Tarif jual ke PLN umumnya bersifat tetap dan bertahap — di mana tarif lebih tinggi pada 10 tahun pertama sebelum turun mulai tahun ke–11 — dengan tarif proyek terbaru berbasis sen dolar AS/kWh.

  • IRR — Manajemen menyebut bahwa keekonomian proyek berada di level yang menarik dengan IRR berkisar 12–13% dan dapat mencapai kisaran 18–19% dengan bantuan pendanaan bank, sementara capex berkisar ~US$2 juta/MW.

  • Pendanaan ekspansi — Mengasumsikan capex ~US$2 juta/MW, perseroan membutuhkan dana ~US$600 juta atau ~Rp10,8 T untuk seluruh pipeline–nya yang mencapai lebih dari 300 MW, jauh lebih besar dibandingkan ekuitas perseroan saat ini di level Rp533 M. Untuk pendanaan ekspansi jangka panjang, manajemen tengah mengeksplorasi berbagai opsi pembiayaan, termasuk pinjaman bank, obligasi, hingga rights issue. Pertimbangan aksi korporasi yang akan diambil bergantung pada kondisi pasar dan ketersediaan proyek.

Struktur Pemegang Saham

  • Pengendali & backing — ARKO dikendalikan kelompok pendiri melalui PT Arkora Bakti Indonesia yang memiliki porsi 38,89% saham, dengan Aldo Artoko sebagai ultimate beneficial owner. Perseroan juga mendapat dukungan pendanaan, legal, dan tata kelola dari grup Astra melalui anak usaha United Tractors ($UNTR), PT Energia Prima Nusantara dan PT Bina Pertiwi Energi.

  • Akumulasi Hapsoro — Kelompok terafiliasi Hapsoro tercatat melakukan akumulasi hingga ~6,9% saham ARKO via PT Tirta Orisa Yasa dan PT Sentosa Bersama Mitra, sementara kepemilikan langsung Hapsoro di ARKO mencapai 2,04% saham. Manajemen menyambut positif masuknya pengusaha sekaliber Hapsoro sebagai bentuk kepercayaan investor terhadap prospek perseroan.

Stockbit’s View:

  • Valuasi premium seiring faktor konglomerat — Dengan harga Rp6.400/saham per 22 Juni 2026, ARKO diperdagangkan dengan valuasi yang sangat premium pada P/E ~312x dan P/BV ~35x, sejajar dengan Barito Renewables Energy ($BREN) yang memiliki valuasi P/E ~210x dan P/BV ~42x sebagai renewable bernarasi pertumbuhan dengan backing konglomerat. Valuasi ini jauh di atas emiten yang dihargai lebih dekat ke fundamentalnya, seperti Pertamina Geothermal Energy ($PGEO) dengan P/E ~15x dan P/BV ~1,07x, Kencana Energi Lestari (KEEN) sebagai sesama IPP hidro yang memiliki P/E ~25x dan P/BV ~1,02x, maupun Hero Global Investment (HGII) dengan P/E ~52x dan P/BV ~1,1x. Kami menilai bahwa valuasi premium ARKO lebih banyak mencerminkan ekspektasi pertumbuhan dan faktor konglomerat, sehingga kemampuan ARKO untuk mengeksekusi pipeline — khususnya proyek besar dengan kapasitas berkisar 100–200 MW — menjadi faktor penentu utama untuk arah valuasinya ke depan.

  • Eksekusi pipeline sebagai indikator rights issue — Pertumbuhan ARKO bergantung pada kemampuannya untuk mengeksekusi pipeline proyek secara terus–menerus. Tanpa aliran proyek baru, baik penambahan kapasitas maupun pendapatan jasa konstruksi (yang menyumbang mayoritas top–line) akan melandai, menyisakan penghasilan pembiayaan dari aset yang sudah beroperasi. Kami mengestimasi kebutuhan dana untuk merealisasikan seluruh pipeline ~US$600 juta (~300 MW x ~US$2 juta/MW), di luar kapasitas balance sheet saat ini. Oleh karena itu, eksekusi capex dalam skala besar dan serentak, inisiatif inorganik, dan/atau kemenangan atas proyek besar (kapasitas 100–200 MW) berpotensi memunculkan kebutuhan pendanaan ekuitas seperti rights issue.

  • Risiko utama — 1) risiko cuaca, di mana curah hujan yang tidak menentu (El Nino/La Nina) berpotensi menekan volume produksi; 2) valuasi premium sehingga rentan de–rating jika ekspektasi growth tak terpenuhi; dan 3) kegagalan merealisasikan proyek baru, di mana pertumbuhan bergantung pada realisasi pipeline kontrak dengan PLN.


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Reuters: Badan Gizi Nasional Target Anggaran Makan Bergizi Gratis Kembali Dikurangi sekitar Rp40–50 T by Stockbit Investment Research

  • Reuters melaporkan bahwa Badan Gizi Nasional menargetkan untuk kembali mengurangi setidaknya 15% anggaran Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun ini di level Rp268 T, atau setara Rp40 T.

  • Reuters menyebut bahwa informasi tersebut didapat dari 2 narasumber anonim, dengan salah satu di antaranya mengatakan pemotongan anggaran MBG pada tahun ini bisa mencapai Rp50 T.

  • Kedua narasumber tersebut mengatakan bahwa jumlah pengurangan anggaran secara pasti belum diketahui.

  • Narasumber ketiga Reuters mengatakan bahwa Badan Gizi Nasional dapat mengurangi jumlah penerima MBG dari 62,5 juta menjadi 49 juta, meski evaluasi masih berlangsung dan dapat berubah.

  • Menanggapi kabar ini, juru bicara Kementerian Keuangan mengatakan kepada Reuters bahwa pihaknya sedang menunggu rencana penyesuaian anggaran dari Badan Gizi Nasional dan akan berkoordinasi dalam setiap pelaksanaannya.

  • Badan Gizi Nasional dan kantor kepresidenan belum menanggapi permintaan komentar dari Reuters.

  • Sebelumnya, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan pada pertengahan Mei 2026 bahwa pemerintah telah memangkas pagu program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada APBN 2026 dari Rp335 T menjadi Rp268 T [https://stockbit.com/post/31892929].

[Sumber: Reuters]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Pemerintah Perpanjang Tenor KPR Subsidi Tapera hingga 40 Tahun, Pertahankan Bunga di 5% by Stockbit Investment Research

  • Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, mengatakan pada Rabu (24/6) bahwa pemerintah resmi menyetujui perpanjangan tenor kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi melalui skema Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menjadi hingga 40 tahun.

  • Selain memperpanjang tenor kredit, Maruarar juga menyebut bahwa pemerintah akan mempertahankan suku bunga KPR rumah subsidi tapak di level 5%, meski suku bunga acuan BI Rate telah mengalami kenaikan 100 bps dalam sebulan terakhir.

  • Pemerintah juga menetapkan bunga sebesar 6% untuk rumah susun subsidi.

  • Maruarar menambahkan, pemerintah mendorong BP Tapera untuk meningkatkan kinerja penyaluran pembiayaan perumahan, di mana tahun ini pemerintah telah menyiapkan kuota pembiayaan sebanyak 350.000 unit rumah subsidi.

[Sumber: Kontan]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Kementerian ESDM Bantah Kabar Akan Naikkan Kuota Produksi Bijih Nikel 2026 Jadi 360 Juta Ton by Stockbit Investment Research

  • Direktur Jenderal Kementerian ESDM, Tri Winarno, pada Rabu (24/6) membantah laporan Bloomberg yang menyebut bahwa kementerian tersebut akan menaikkan kuota produksi bijih nikel dalam RKAB 2026 dari 260 juta ton menjadi 360 juta ton.

  • Sebelumnya, narasumber anonim Bloomberg menyebut Kementerian ESDM telah menginformasikan beberapa penambang bahwa revisi pada pertengahan tahun ini akan meningkatkan total kuota produksi bijih nikel menjadi 360 juta ton [https://stockbit.com/post/33048208].

  • Dalam berita lanjutan yang dirilis Bloomberg, juru bicara Kementerian ESDM mengatakan bahwa pihaknya belum memfinalisasi jumlah kenaikan kuota produksi bijih nikel dalam RKAB 2026.

  • Perusahaan tambang nikel sendiri dijadwalkan mengajukan permohonan revisi RKAB pada awal bulan depan.

[Sumber: Bloomberg Technoz]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

MAPI & MAPA Incar Pertumbuhan Laba Bersih High Single–Digit pada 2026 by Stockbit Investment Research

  • Wakil Direktur Utama Mitra Adiperkasa ($MAPI), Virendra Prakash Sharma, mengatakan dalam pemaparan publik pada Rabu (24/6) bahwa baik MAPI maupun MAP Aktif Adiperkasa ($MAPA) menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih di kisaran high single–digit pada 2026.

  • Perseroan menganggarkan capex sebesar Rp2 T dan berencana membuka sekitar 550–600 toko baru selama 2026 (vs. realisasi 2025: 616 toko).

  • Sharma juga mengatakan bahwa MAPI akan membuka toko pertama Ace Hardware pada Juli atau Agustus 2026.

[Sumber: Bisnis]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Harga Minyak Lanjut Turun -4,3% seiring Peningkatan Pasokan & Prospek Perdamaian AS–Iran by Stockbit Investment Research

  • Harga minyak Brent turun sekitar -4,3% ke kisaran US$73,7/barrel pada Rabu (24/6) dan lanjut turun ke kisaran ~US$72,8/barrel pada Kamis (25/6) pagi.

  • Harga minyak Brent tersebut hanya lebih tinggi sekitar +1% dari harga sebelum perang AS–Iran dimulai pada akhir Februari 2026.

  • Penurunan harga minyak didorong oleh meningkatnya pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah dan Afrika, di tengah sinyal kemajuan negosiasi damai antara AS–Iran.

  • Optimisme terhadap tercapainya kesepakatan damai juga kembali mendorong aktivitas kapal tanker di Selat Hormuz.

  • Sebelumnya, pemerintah AS telah memberikan relaksasi sementara bagi pembelian minyak Iran [https://stockbit.com/post/32984932]. Langkah ini berpotensi menambah pasokan minyak ke pasar, meski kendala pendanaan dan asuransi diperkirakan masih akan membatasi volume ekspor.

[Sumber: Bloomberg]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Kementerian Keuangan Mulai Tarik Kembali Penempatan Dana di Himbara secara Bertahap by Stockbit Investment Research

  • Direktur Jenderal Kementerian Keuangan, Astera Primanto Bhakti, mengatakan pada Rabu (24/6) bahwa pihaknya telah menarik saldo anggaran lebih (SAL) yang ditempatkan di himpunan bank milik negara (Himbara) secara bertahap.

  • Astera tidak merinci sejak kapan proses penarikan dilakukan maupun jumlah dana yang telah dikembalikan ke kas pemerintah.

  • Sebelumnya, Purbaya pada akhir Februari 2026 menyebut bahwa penempatan dana SAL sebesar Rp200 T di Himbara akan diperpanjang selama 6 bulan per 13 Maret 2026 [https://stockbit.com/post/29413314].

  • Dana SAL sendiri mulai ditempatkan oleh pemerintah di Himbara sejak September 2025.

  • Pada April 2026, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan bahwa total penempatan dana SAL di Himbara mencapai ~Rp300 T.

[Sumber: Bisnis]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

OJK Rilis Peraturan terkait Influencer Keuangan by Stockbit Investment Research

  • OJK telah merilis POJK No. 6/2026, yang akan mewajibkan influencer keuangan (finfluencer) yang memberikan rekomendasi terhadap produk atau layanan keuangan untuk memiliki izin yang relevan di sektor jasa keuangan.

  • Selain itu, finfluencer yang memberikan rekomendasi terkait produk dan layanan aset keuangan digital juga diwajibkan memiliki sertifikasi kompetensi dan pengetahuan yang memadai di sektor jasa keuangan.

  • Aturan tersebut juga mengatur kerja sama antara finfluencer dan perusahaan keuangan dalam memasarkan produk atau layanan, di mana perusahaan keuangan akan bertanggung jawab atas informasi yang dibagikan oleh finfluencer.

  • Aturan ini juga mewajibkan finfluencer untuk mengungkapkan jika mereka mendapatkan kepentingan ekonomis dari informasi yang disampaikan, serta mencantumkan informasi jika produk atau layanan yang mereka ulas berisiko tinggi.

  • Perusahaan yang melanggar persyaratan kerja sama pemasaran dapat menghadapi peringatan tertulis, pembatasan bisnis, pembekuan produk, pencabutan lisensi, dan denda hingga Rp15 M.

  • Regulasi ini bertujuan untuk mencegah kerugian konsumen yang disebabkan oleh mengikuti saran finfluencer.

[Sumber: POJK No. 6/2026, Bloomberg, Kontan, Tempo]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

IPCM Akan Bagikan Dividen Final dengan Indikasi Yield 6% by Stockbit Investment Research

  • Jasa Armada Indonesia ($IPCM) akan membagikan dividen final tahun buku 2025 senilai Rp19,35/saham, mengindikasikan yield dividen final ~6% berdasarkan harga saham intraday IPCM pada Rabu (24/6) di Rp320/saham.

  • Cum dividen final di pasar reguler dan negosiasi pada 1 Juli 2026, sementara pembayaran pada 24 Juli 2026.

  • Sebelumnya, IPCM telah membagikan dividen interim tahun buku 2025 senilai Rp4,4/saham pada Januari 2026.

[Sumber: Keterbukaan Informasi]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.