BEI Pertimbangkan Ubah Kriteria & Batas Auto Rejection Papan Pemantauan Khusus, Tambah Non–Cancellation Period by Stockbit Investment Research

  • BEI tengah mengevaluasi kriteria dan mekanisme perdagangan saham yang termasuk dalam papan pemantauan khusus, yang akan menghapus dan menyesuaikan beberapa kriteria pada papan pemantauan khusus, menurut posting Instagram BEI pada Kamis (2/7).

  • BEI menyebut akan menghapus 3 kriteria papan pemantauan khusus existing, yang mencakup kriteria nomor 6 terkait saham free float, kriteria nomor 7 terkait likuiditas perdagangan rendah, dan kriteria nomor 10 terkait suspensi perdagangan selama lebih dari 1 hari akibat aktivitas perdagangan.

  • BEI juga akan menyesuaikan kriteria papan pemantauan khusus nomor 11 terkait kondisi lain yang ditetapkan oleh bursa, meski tidak merinci lebih lanjut penyesuaian apa yang akan diterapkan.

  • Selain perubahan kriteria, BEI juga berencana mengubah mekanisme auto rejection serta menambah periode non–cancellation pada perdagangan saham di papan pemantauan khusus (lihat gambar).

  • Sebagai catatan, masih belum diketahui kapan perubahan–perubahan ini akan efektif diterapkan oleh BEI, di mana BEI menyebut bahwa wacana–wacana di atas masih dalam tahap yang disebut “rule making rule.”

[Sumber: Instagram BEI]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Perlambatan Tenaga Kerja AS Buka Peluang The Fed Jadi Kurang Hawkish by Stockbit Investment Research

Biro tenaga kerja AS melaporkan data tenaga kerja periode Juni 2026 sebagai berikut:

  • Non–farm payroll: naik +57.000, di bawah ekspektasi konsensus di level +110.000 dan lebih rendah dari angka Mei 2026 yang direvisi ke +129.000.

  • Tingkat pengangguran: 4,2%, di bawah ekspektasi konsensus dan angka Mei 2026 yang masing–masing di level 4,3%.

Menyusul rilis data tersebut, ekspektasi market terhadap kenaikan suku bunga AS menjadi berkurang:

  • Market menurunkan ekspektasi peningkatan suku bunga AS, di mana analisis dari CME FedWatch Tool menunjukkan bahwa probabilitas kenaikan suku bunga AS hingga Desember 2026 berada di level 77%, turun dari 83% sebelum data dirilis.

  • Indeks dolar AS (DXY) turun -0,6% ke level 100,8.

  • Harga emas naik +2% ke level US$4.125/oz

[Sumber: U.S. Bureau of Labor Statistics]

📝Stockbit Commentary

Perlambatan tenaga kerja AS membuat ekspektasi market terhadap kenaikan suku bunga AS menjadi berkurang (less hawkish), yang dapat memberikan dukungan bagi nilai tukar rupiah dan IHSG.

Setelah data tenaga kerja Juni 2026, investor perlu memonitor data inflasi AS yang dijadwalkan akan dirilis pada 14 Juli 2026 waktu setempat. Dari dalam negeri, review sovereign credit rating Indonesia oleh S&P juga kemungkinan akan dirilis pada periode Juli 2026, sehingga turut perlu dicermati oleh investor.


Ditulis oleh Edi Chandren, Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

ISAT Resmi Divestasikan Aset Fiber, Catat Untung Rp1,6 T by Stockbit Investment Research

  • Indosat ($ISAT) bersama anak perusahaannya, PT Aplikanusa Lintasarta, mengumumkan telah mendivestasikan kepemilikan di PT Infra Fiber Teknologi kepada PT Nusantara Fiber Teknologi.

  • Transaksi ini mencakup: 1) penjualan 84,9% saham PT Infra Fiber Teknologi senilai ~Rp11,7 T kepada PT Nusantara Fiber Teknologi; serta 2) transaksi inbreng atas sisa 15,1% saham milik ISAT dan Lintasarta di PT Infra Fiber Teknologi, dengan imbalan ISAT dan Lintasarta masing–masing akan menerima 49,1% dan 0,8% kepemilikan di PT Nusantara Fiber Teknologi.

  • Sisa 50,1% saham di PT Nusantara Fiber Teknologi dimiliki oleh PT Ainfrastruktur Indonesia Raya selaku investor pihak ketiga.

  • Setelah transaksi ini, ISAT tetap memiliki kepemilikan efektif sebesar 49,68% di PT Infra Fiber Teknologi, serta akan mencatat keuntungan sebesar ~Rp1,6 T.

  • Transaksi ini merupakan bagian dari co–investment aset fiber milik ISAT dan Lintasarta [https://stockbit.com/post/31358207].

[Sumber: Keterbukaan Informasi]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

DPR Sahkan Rancangan Awal Asumsi Makroekonomi 2027 by Stockbit Investment Research

  • DPR pada Kamis (2/7) mengesahkan rancangan awal asumsi makroekonomi 2027 sebagai berikut:

    • Pertumbuhan ekonomi: +5,8–6,5% YoY (vs. target APBN 2026: +5,4% YoY)

    • Defisit APBN: 1,8–2,4% (vs. target APBN 2026: 2,68% YoY)

    • Inflasi: 1,5–3,5% (vs. target APBN 2026: 2,5%)

    • Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS: 16.800–17.500 (vs. target APBN 2026: 16.500)

    • Yield SBN tenor 10 tahun: 6,5–7,3% (vs. target APBN 2026: 6,9%)

    • Harga minyak mentah Indonesia: US$70–95/barrel (vs. target APBN 2026: US$70/barrel)

    • Lifting minyak: 605–620 ribu barrel per hari (vs. target APBN 2026: 610 ribu barrel per hari)

    • Lifting gas: 951–990 ribu barrel setara minyak per hari (vs. target APBN 2026: 984 ribu barrel setara minyak per hari)

  • Rancangan awal ini sejalan dengan kesepakatan antara pemerintah dan DPR pada Juni 2026 [https://stockbit.com/post/32866947].

[Sumber: Bloomberg, CNBC Indonesia]

DSSA Akuisisi Entitas Afiliasi Pemegang Saham EXCL Senilai Rp4 T by Stockbit Investment Research

  • Dian Swastatika Sentosa ($DSSA) melalui 2 anak usahanya, PT DSST Mas Gemilang dan PT Sinarmas Sukses Sejahtera, mengumumkan akuisisi 100% saham PT Bali Media Telekomunikasi dari PT Infinity Investama dan PT Prima Mas Abadi senilai Rp4 T atau ~US$238,4 juta.

  • PT Bali Media Telekomunikasi merupakan pemegang ~24,57% saham XLSmart Telecom Sejahtera ($EXCL), sehingga transaksi ini secara efektif memberikan DSSA eksposur tidak langsung di XLSMART.

  • Transaksi ini merupakan transaksi afiliasi karena PT Bali Media Telekomunikasi dan DSSA sama–sama dikendalikan oleh Franky Oesman Widjaja.

  • Perseroan menyatakan akuisisi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat dan mengintegrasikan ekosistem infrastruktur digital dan teknologinya.

[Sumber: Keterbukaan Informasi]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Fitch Ratings: Rating Indonesia Terancam Jika Cadangan Devisa Terus Merosot by Stockbit Investment Research

  • Fitch Ratings mengatakan bahwa sovereign rating Indonesia dapat berada dalam tekanan jika cadangan devisa mengalami penurunan yang tajam dan berkepanjangan, terutama jika lemahnya kepercayaan investor terus memicu capital outflow.

  • Fitch memperkirakan bahwa cadangan devisa Indonesia dapat membiayai pembayaran eksternal sekitar 4,9 bulan pada 2026, sedikit di bawah angka median 5 bulan di antara negara–negara yang mendapatkan rating BBB dari Fitch.

  • Cadangan devisa Indonesia sendiri berada dalam tren menurun seiring upaya Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, di tengah kenaikan harga minyak yang mengikis neraca perdagangan hingga mencetak defisit pertama sejak April 2020 pada Mei 2026 [https://stockbit.com/post/33252629].

  • Fitch juga mencatat bahwa Bank Indonesia memiliki posisi net short mata uang asing hampir US$27 miliar pada akhir Mei 2026, yang dapat meningkatkan kebutuhan likuiditas valas di masa mendatang saat jatuh tempo.

  • Risiko–risiko tersebut dapat semakin dalam seiring rencana pemerintah untuk memusatkan ekspor komoditas strategis.

[Sumber: Bloomberg]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Pemerintah Target Pajak E–commerce Berlaku per 1 Agustus 2026 by Stockbit Investment Research

  • Reuters melaporkan bahwa Direktorat Jenderal Pajak pada Rabu (1/7) telah meminta platform e–commerce Tokopedia, Shopee, Lazada, dan Blibli untuk memungut pajak penghasilan dari para seller, di mana kebijakan ini akan berlaku mulai 1 Agustus 2026.

  • Sebelumnya, Kementerian Keuangan telah merilis Peraturan Menteri Keuangan No. 37/2025 yang mewajibkan platform e–commerce untuk memungut dan membebankan pajak penghasilan atas penjualan yang dilakukan oleh seller berskala kecil dan menengah, meski kemudian implementasinya ditunda.

  • Peraturan tersebut mewajibkan platform yang memenuhi kriteria tertentu untuk memotong dan membebankan pajak sebesar 0,5% atas penjualan yang dilakukan oleh seller dengan omzet tahunan antara Rp500 juta–Rp4,8 M.

  • Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Bimo Wijayanto, mengatakan pada Rabu (1/7) bahwa pihaknya berharap bisa mendapatkan penerimaan sekitar Rp16–24 T per tahun dari pajak e–commerce ini.

[Sumber: Reuters, Detik]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Neraca Perdagangan Indonesia Cetak Defisit US$1,61 Miliar pada Mei 2026, Defisit Pertama sejak April 2020 by Stockbit Investment Research

  • BPS mencatat bahwa neraca perdagangan Indonesia mencetak defisit US$1,61 miliar pada Mei 2026 (vs. Mei 2025: surplus US$4,3 miliar, April 2026: surplus US$89,1 juta), di luar ekspektasi konsensus yang memperkirakan surplus US$1,01 miliar, menandai defisit neraca perdagangan yang pertama sejak April 2020.

  • Hasil ini ditekan oleh ekspor yang turun -5,73% YoY (vs. April 2026: +21,98 YoY), sementara impor melonjak +22,16% YoY (vs. April 2026: +22,49% YoY).

  • Selama 5M26, surplus neraca perdagangan Indonesia turun ke level US$4,03 miliar (vs. 5M25: surplus US$15,38 miliar), dengan ekspor +3,02% YoY dan impor +15,24% YoY.

[Sumber: YouTube Badan Pusat Statistik]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Pemprov DKI Jakarta Berencana Rilis Obligasi Daerah Senilai Rp3,5 T seiring Pemangkasan Anggaran by Stockbit Investment Research

  • Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan pada Selasa (30/6) bahwa pihaknya akan menerbitkan obligasi daerah senilai Rp3,5 T pada 2026.

  • Jika terwujud, Kontan melaporkan bahwa ini akan menjadi penerbitan obligasi daerah pertama yang dilakukan oleh pemerintah daerah di Indonesia.

  • Pramono menjelaskan bahwa rencana penerbitan obligasi daerah merupakan salah satu strategi pemerintah provinsi DKI Jakarta untuk menjaga ruang fiskal di tengah berkurangnya alokasi dana dari pemerintah pusat, di mana dana transfer ke daerah (TKD) yang diterima pemerintah provinsi DKI Jakarta dipangkas hingga Rp15 T.

[Sumber: Kontan]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

PMI Manufaktur Indonesia Turun ke Level 46,9 pada Juni 2026, Kontraksi ke–2 sejak Awal 2026 by Stockbit

  • S&P Global mencatat bahwa Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia turun ke level 46,9 pada Juni 2026 (vs. Mei 2026: 50, Juni 2025: 46,9), menandai level terendah sejak Juni 2025, sekaligus menandai kontraksi aktivitas pabrik ke–2 sejak awal 2026.

  • Hasil tersebut ditekan oleh output yang menurun pada laju tercepat dalam 14 bulan terakhir, di tengah menguatnya tekanan inflasi.

  • Pesanan baru turun untuk pertama kali dalam 3 bulan terakhir dan pada laju tercepat dalam setahun, di mana para anggota panel mengaitkan penurunan pesanan baru dengan melemahnya daya beli, umumnya karena tekanan harga.

  • Penurunan total pesanan baru diikuti oleh penurunan lanjutan pada pesanan ekspor baru yang paling tajam sejak Agustus 2021.

  • Tren negatif permintaan mendorong perusahaan menurunkan output selama 4 bulan berturut–turut dan paling tajam sejak bulan April 2025, yang mendorong produsen untuk menurunkan jumlah tenaga dengan laju pemutusan hubungan kerja (PHK) pada Juni 2026 merupakan yang paling besar sejak September 2021.

  • Pembelian input turun selama 4 bulan beruntun dan pada laju tercepat sejak Agustus 2021, di mana beberapa perusahaan mencatat bahwa hal ini disebabkan oleh kenaikan harga bahan baku.

  • Tingkat inflasi harga input pada Juni 2026 merupakan yang terbesar sejak September 2013 dan tertinggi kedua dalam sejarah survei PMI manufaktur Indonesia oleh S&P Global, yang mendorong produsen menaikkan harga jual dengan laju tercepat sejak September 2013.

  • Meski demikian, tingkat keyakinan (confidence) produsen membaik dibandingkan Mei 2026 dan mencapai posisi tertinggi dalam 3 bulan terakhir, didorong oleh optimisme bahwa tekanan harga akan berkurang sehingga membantu mendorong penjualan dan output.

[Sumber: S&P Global]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

DEWA Raih Kontrak Senilai US$1,3 Miliar dari PT Sebuku Sejaka Coal by Stockbit Investment Research

  • Darma Henwa ($DEWA) melalui anak usahanya, PT DH Kontraktama Batubara, menandatangani kontrak jasa pertambangan utama senilai ~US$1,3 miliar atau ~Rp22 T untuk tambang PT Sebuku Sejaka Coal di Pulau Laut, Kalimantan Selatan.

  • Kontrak tersebut berjangka waktu 5 tahun atau hingga berakhirnya izin konsesi, dengan estimasi volume pengupasan hingga 55 juta bcm dan produksi batu bara hingga 5 juta ton per tahun.

[Sumber: Keterbukaan Informasi] 


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Fitch Ratings: Korporasi Indonesia Hadapi Tantangan Makroekonomi & Regulasi by Stockbit Investment Research

  • Fitch Ratings mengatakan dalam laporan terbarunya bahwa korporasi di Indonesia menghadapi peningkatan risiko dari makroekonomi yang menantang dan ketidakpastian regulasi yang kian tinggi, meski sebagian besar korporasi Indonesia yang diperingkat oleh Fitch masih memiliki ruang gerak (headroom) yang memadai pada profil kredit mereka saat ini.

  • Kenaikan harga bahan bakar non–subsidi, peningkatan suku bunga, dan depresiasi nilai tukar rupiah meningkatkan risiko permintaan bagi sektor konsumen yang bergantung pada pengeluaran discretionary dan pembiayaan kredit, seperti sektor otomotif dan properti.

  • Fitch juga menyebut bahwa depresiasi mata uang yang berkepanjangan dapat menekan margin profitabilitas perusahaan yang bergantung pada impor dengan kemampuan terbatas untuk membebankan kenaikan biaya kepada konsumen (cost pass–through).

  • Tingkat suku bunga acuan yang lebih tinggi kemungkinan akan meningkatkan biaya utang dan membatasi fleksibilitas bagi perusahaan dengan leverage yang lebih tinggi.

  • Fitch memperkirakan bahwa dinamika regulasi yang terus berkembang akan tetap menjadi risiko bagi korporasi di sektor–sektor strategis, seperti sektor sumber daya alam.

  • Fitch menambahkan bahwa perusahaan yang memiliki pricing power yang kuat, permintaan yang defensif, diversifikasi pendapatan atau geografis, serta struktur modal yang konservatif akan berada dalam posisi yang lebih baik untuk menghadapi tantangan–tantangan tersebut.

[Sumber: Bloomberg, Fitch Ratings]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Obligasi Indonesia Catat Inflow US$1,2 Miliar sejak Awal Juni 2026, Didorong Yield Lebih Tinggi by Stockbit Investment Research

  • Bloomberg mencatat bahwa bahwa obligasi pemerintah Indonesia mencatat foreign inflow sebesar US$1,2 miliar sejak awal Juni 2026 hingga 26 Juni 2026, menandai arus masuk bulanan terbesar sejak Mei 2025.

  • Peningkatan tersebut mencerminkan mulai efektifnya upaya pemerintah untuk menaikkan yield guna menarik investor asing sekaligus menopang nilai tukar rupiah.

  • Yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun tercatat berada di level 7,12% pada intraday Selasa (30/6), setelah sempat menyentuh 7,47% pada awal Juni 2026.

  • Selain itu, penurunan harga minyak dunia turut memperbaiki sentimen investor terhadap Indonesia, mengingat tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar serta besarnya beban subsidi energi.

[Sumber: Bloomberg]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Pasar Keuangan Indonesia Catat Inflow US$1,2 Miliar sejak Awal Juni 2026, Didorong Yield Lebih Tinggi by Stockbit Investment Research

  • Bloomberg mencatat bahwa bahwa pasar keuangan Indonesia — yang mencakup obligasi pemerintah dan SRBI — mencatat foreign inflow sebesar US$1,2 miliar sejak awal Juni 2026 hingga 26 Juni 2026, menandai arus masuk bulanan terbesar sejak Mei 2025.

  • Peningkatan tersebut mencerminkan mulai efektifnya upaya otoritas Indonesia untuk menaikkan yield guna menarik investor asing sekaligus menopang nilai tukar rupiah.

  • Yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun tercatat berada di level 7,12% pada intraday Selasa (30/6), setelah sempat menyentuh 7,47% pada awal Juni 2026.

  • Selain itu, penurunan harga minyak dunia turut memperbaiki sentimen investor terhadap Indonesia, mengingat tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar serta besarnya beban subsidi energi.

[Sumber: Bloomberg]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

BUMI Jual 3,03% Saham PT Citra Palu Minerals ke BRMS Senilai US$9,2 Juta by Stockbit Investment Research

  • Bumi Resources ($BUMI) mengumumkan telah mendivestasikan ~3,03% saham di PT Citra Palu Minerals kepada Bumi Resources Minerals ($BRMS) senilai US$9,2 juta.

  • Transaksi ini termasuk transaksi afiliasi karena BUMI memiliki 20,09% saham BRMS.

  • BUMI menjelaskan bahwa transaksi ini dilakukan karena perseroan tengah memprioritaskan pengembangan aset–aset yang baru diakuisisi, serta agar PT Citra Palu Minerals dapat dikelola dan dikembangkan secara lebih terfokus oleh BRMS.

  • Setelah transaksi ini, BRMS memiliki 99,99% saham PT Citra Palu Minerals, sementara sisanya dimiliki oleh PT Internasional Minerals Cakrabuana.

[Sumber: Keterbukaan Informasi]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Bahlil: Pemerintah Turunkan Harga LNG Industri ke US$13/MMBtu by Stockbit Investment Research

  • Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengatakan pada Senin (29/6) bahwa pemerintah menurunkan harga liquefied natural gas (LNG) untuk industri dari US$23/MMBtu menjadi US$13/MMBtu, efektif mulai hari ini.

  • Harga tersebut merupakan hasil negosiasi antara pemerintah, produsen LNG, dan Perusahaan Gas Negara ($PGAS) guna menjaga keberlangsungan industri, khususnya di wilayah Jawa bagian barat.

  • Bahlil menjelaskan bahwa penurunan harga ini dilakukan dengan memangkas margin di sepanjang rantai pasok, mulai dari kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) di sektor hulu, bagian penerimaan pemerintah, hingga margin PGAS di sektor hilir.

  • Kenaikan harga LNG sebelumnya dipicu oleh penurunan produksi gas dari blok migas di Jawa Barat, sehingga pasokan untuk industri dialihkan menggunakan LNG dari Papua, Sulawesi, dan Kalimantan yang harus diangkut menggunakan kapal, yang menambah biaya transportasi dan regasifikasi sebelum gas dapat disalurkan melalui jaringan pipa.

[Sumber: Tempo]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Jeffrey Hendrik Resmi Jadi Dirut BEI, Target Tingkatkan Market Cap ke Rp30.000 T by Stockbit Investment Research

  • Pemegang saham BEI pada Senin (29/6) menyetujui Jeffrey Hendrik sebagai direktur utama yang baru.

  • Dalam konferensi pers, Jeffrey menargetkan BEI untuk masuk dalam 10 bursa saham terbesar di dunia baik dari segi kapitalisasi pasar maupun nilai transaksi, serta berjanji untuk meningkatkan kapitalisasi pasar Indonesia menjadi Rp30.000 T dengan rata–rata nilai transaksi harian sebesar Rp31 T dan lebih dari 1.100 emiten yang terdaftar.

  • Jeffrey  juga mengemukakan rencana untuk fokus pada pertumbuhan basis investor domestik hingga mencapai 35 juta pelaku pasar pada 2030 dan secara aktif mendorong rasio kapitalisasi pasar terhadap PDB melewati 83%.

  • Jeffrey menambahkan bahwa BEI telah bergerak ke arah yang benar dalam memastikan kredibilitas dan tata kelola yang baik, serta berjanji untuk terus berkoordinasi dengan MSCI dan investor global untuk mengakomodasi masukan mereka.

[Sumber: Bloomberg]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Purbaya Proyeksi Loan Growth +14–15% YoY selama 2026 seiring Tambahan Likuiditas Himbara by Stockbit Investment Research

  • Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan pada Jumat (26/6) bahwa pihaknya memperkirakan pertumbuhan kredit perbankan secara nasional akan berkisar +14–15% YoY selama 2026, didukung oleh tambahan likuiditas seiring kebijakan pemerintah untuk kembali menginjeksi dana saldo anggaran lebih (SAL) ke himpunan bank milik negara (Himbara) senilai total Rp400 T [https://stockbit.com/post/33135839].

  • Tanpa tambahan likuiditas tersebut, Purbaya mengatakan bahwa pertumbuhan kredit nasional akan melambat hingga di bawah pertumbuhan yang tercatat pada Mei 2026 di +11,51% YoY, berdasarkan diskusi Kementerian Keuangan dengan para kepala eksekutif Himbara.

[Sumber: Reuters]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Purbaya: Pemerintah Kembali Injeksi Dana SAL ke Himbara, Total Jadi Rp400 T by Stockbit Investment Research

  • Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan pada Jumat (26/6) bahwa pihaknya akan kembali menginjeksi dana saldo anggaran lebih (SAL) ke himpunan bank milik negara (Himbara), sehingga total penempatan dana pemerintah di Himbara menjadi Rp400 T.

  • Pernyataan Purbaya tersebut menandakan berbalik arahnya kebijakan Kementerian Keuangan, di mana Direktur Jenderal Kementerian Keuangan, Astera Primanto Bhakti, mengatakan pada Rabu (24/6) bahwa pihaknya telah menarik saldo anggaran lebih (SAL) yang ditempatkan di Himbara secara bertahap [https://stockbit.com/post/33076038].

[Sumber: Reuters, Bloomberg]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Purbaya: Anggaran Program MBG Kemungkinan Dipangkas Rp40 T by Stockbit Investment Research

  • Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan pada Jumat (26/6) bahwa Badan Gizi Nasional kemungkinan akan memangkas anggaran program Makan Bergizi Gratis tahun ini sebesar Rp40 T.

[Sumber: Reuters]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.