DMAS akan Bagikan Dividen Interim dengan Indikasi Yield 16,3% /  by Stockbit Investment Research

  • Puradelta Lestari ($DMAS) akan membagikan dividen interim tahun buku 2026 senilai Rp29/saham, mengindikasikan dividend yield ~16,3% per penutupan Selasa (20/10).

  • Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 28 Oktober 2026, sementara pembayaran pada 13 November 2026.

[Sumber: Keterbukaan Informasi]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Detik: TLKM akan Percepat Buyback Saham, Sisa Dana Masih Lebih dari Rp3 T /  by Stockbit Investment Research

  • Detik melaporkan bahwa Telkom Indonesia ($TLKM) berencana mempercepat pelaksanaan program buyback saham hingga Rp4 T yang telah disetujui dalam RUPST pada Juni 2026.

  • Program tersebut memiliki periode pelaksanaan pada 9 Juni 2026–8 Juni 2027, di mana Detik melaporkan bahwa TLKM masih memiliki sisa dana buyback lebih dari Rp3 T per Senin (19/10).

  • Adapun waktu dan besaran pembelian akan mempertimbangkan kondisi pasar, posisi kas perseroan, serta kebutuhan operasional dan investasi sesuai ketentuan yang berlaku.

[Sumber: Detik]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Dividend Stocks to Accumulate During Market Meltdown /  by Stockbit Investment Research

IHSG mengalami koreksi tajam dalam 2 hari perdagangan terakhir, menyusul pengumuman dari MSCI yang meluncurkan konsultasi terkait usulan downgrade klasifikasi Indonesia menjadi standalone market [https://stockbit.com/post/36734992]. Meski sentimen negatif berpotensi masih berlanjut dalam jangka pendek, koreksi tajam ini dapat menjadi kesempatan akumulasi bagi investor jangka panjang. Berikut beberapa saham yang kami nilai memiliki fundamental solid dan rutin membagikan dividen dengan yield tinggi, beserta penjelasan terkait kriteria–kriteria yang kami gunakan:

  • Dividend yield >6% — Saham menawarkan dividend yield setidaknya 6%, berdasarkan angka dividen per saham dari tahun buku terakhir serta  rata–rata dividen per saham dari 3 tahun buku terakhir.

  • Net cash — Emiten memiliki balance sheet kuat dengan posisi net cash (cash melebihi utang), sehingga dapat menjadi buffer bagi dividend payout ratio.

  • Eksposur terbatas terhadap kepemilikan investor asing — Saham dengan kepemilikan oleh reksa dana dan dana pensiun investor asing yang relatif rendah terhadap total market cap maupun free float market cap.

  • Earnings sustainability — Selain faktor–faktor kuantitatif di atas, kami juga melakukan penilaian secara kualitatif, terutama terkait earnings sustainability ke depan, sehingga angka dividen historis dapat dijadikan acuan yang reliable.


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

BEI Umumkan Penyesuaian Lanjutan, Batas ARB Saham di Rentang Rp11–14/Lembar Jadi Rp1 /  by Stockbit Investment Research

  • BEI pada Selasa (20/10) mengumumkan penyesuaian lanjutan terhadap ketentuan batasan auto rejection bawah (ARB), di mana kini saham dengan rentang harga Rp11–14/lembar akan dikenakan batas ARB secara nominal sebesar Rp1, dibandingkan sebelumnya 7%.

  • Perubahan ini dilakukan berdasarkan hasil evaluasi terhadap penerapan ketentuan ARB asimetris sebesar 7% yang telah diberlakukan pada 19 Oktober 2026 [https://stockbit.com/post/36755519].

  • Penyesuaian ini berlaku bagi saham yang tercatat pada papan utama, papan pengembangan, dan papan ekonomi baru, sementara saham yang tercatat pada papan akselerasi dan papan pemantauan khusus tetap mengacu pada ketentuan batasan auto rejection yang berlaku bagi masing–masing papan pencatatan.

  • Ketentuan ini berlaku efektif pada periode 20 Oktober–31 Desember 2026 dan akan dievaluasi kembali untuk menentukan keberlanjutan penerapannya.

[Sumber: Press Release]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

BEI & OJK akan Bertemu dengan MSCI pada Sore Hari Ini untuk Minta Klarifikasi terkait Konsultasi Downgrade ke Standalone Market /  by Stockbit Investment Research

  • Direktur BEI, Iding Pardi, mengatakan bahwa pihaknya dan OJK akan bertemu dengan MSCI pada Senin (19/10) sore untuk meminta klarifikasi terkait keputusan MSCI membuka konsultasi perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia dari emerging market menjadi standalone market.

  • Iding menyebut bahwa hasil pertemuan tersebut akan disampaikan kepada publik melalui konferensi pers.

[Sumber: Bisnis]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

TPIA akan Buyback Saham hingga Rp1 T /  by Stockbit Investment Research

  • Chandra Asri Pacific ($TPIA) berencana buyback saham dengan alokasi dana hingga Rp1 T pada periode 20 Oktober 2026–19 Januari 2027.

  • Rencana ini tidak memerlukan persetujuan pemegang saham, seiring relaksasi yang diberikan OJK untuk mendukung stabilitas pasar modal.

[Sumber: Keterbukaan Informasi]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

DSSA akan Buyback Saham hingga Rp1 T /  by Stockbit Investment Research

  • Dian Swastatika Sentosa ($DSSA) berencana buyback saham dengan alokasi dana hingga Rp1 T pada periode 19 Oktober 2026–18 Januari 2027.

  • Rencana ini tidak memerlukan persetujuan pemegang saham, seiring relaksasi yang diberikan OJK untuk mendukung stabilitas pasar modal.

[Sumber: Keterbukaan Informasi]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

BRPT akan Buyback Saham hingga Rp1 T /  by Stockbit Investment Research

  • Barito Pacific ($BRPT) berencana buyback saham dengan alokasi dana hingga Rp1 T pada periode 19 Oktober–31 Desember 2026.

  • Rencana ini tidak memerlukan persetujuan pemegang saham, seiring relaksasi yang diberikan OJK untuk mendukung stabilitas pasar modal.

[Sumber: Keterbukaan Informasi]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

BREN akan Buyback Saham hingga Rp1 T /  by Stockbit Investment Research

  • Barito Renewables Energy ($BREN) berencana buyback saham dengan alokasi dana hingga Rp1 T pada periode 19 Oktober–31 Desember 2026.

  • Rencana ini tidak memerlukan persetujuan pemegang saham, seiring relaksasi yang diberikan OJK untuk mendukung stabilitas pasar modal.

  • Dalam keterbukaan informasi terpisah, BREN menyatakan menghormati keputusan OJK dan BEI yang diumumkan pada 16 Oktober 2026, serta akan memberikan kerja sama yang diperlukan dan mematuhi ketentuan pasar modal yang berlaku.

  • BREN juga menyebut seluruh kegiatan operasional perseroan dan anak usaha saat ini berjalan normal.

  • Sebelumnya, OJK mengumumkan sanksi denda sebesar Rp500 M kepada pihak yang terkait pelanggaran transaksi saham BREN [https://stockbit.com/post/36718467].

[Sumber: Keterbukaan Informasi]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

CUAN akan Buyback Saham hingga Rp500 M /  by Stockbit Investment Research

  • Petrindo Jaya Kreasi ($CUAN) berencana buyback saham dengan alokasi dana hingga Rp500 M pada periode 19 Oktober–31 Desember 2026.

  • Rencana ini tidak memerlukan persetujuan pemegang saham, seiring relaksasi yang diberikan OJK untuk mendukung stabilitas pasar modal.

  • Dalam keterbukaan informasi terpisah, CUAN menyatakan menghargai ketetapan dari OJK dan BEI yang disampaikan pada 16 Oktober 2026, serta siap bekerja sama dan menyediakan informasi yang diperlukan.

  • CUAN juga menyebut seluruh kegiatan operasional perseroan, baik pada tingkat induk perusahaan maupun entitas anak, masih tetap berjalan normal.

  • Sebelumnya, OJK mengumumkan sanksi denda sebesar Rp100 M kepada pihak yang terkait pelanggaran transaksi saham CUAN [https://stockbit.com/post/36718467].

[Sumber: Keterbukaan Informasi]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

BEI Kembali Ubah Batas ARB, Kini Jadi 7% untuk Seluruh Saham dengan Harga di Atas Rp10/Lembar /  by Stockbit Investment Research

  • BEI kembali mengumumkan penyesuaian batasan auto rejection bawah (ARB) menjadi asimetris sebesar 7% untuk saham dengan harga di atas Rp10/saham yang diperdagangkan di pasar reguler dan tunai pada 19 Oktober–31 Desember 2026.

  • BEI menjelaskan bahwa penyesuaian bertujuan memberikan kesempatan bagi investor untuk mengevaluasi dan mencerna informasi yang tersedia, sehingga dapat membantu proses pengambilan keputusan investasi secara lebih baik berdasarkan kondisi fundamental perekonomian Indonesia.

  • Langkah ini diumumkan hanya beberapa pekan setelah BEI mengubah klasifikasi dan batas ARB pada 28 September 2026 lalu dan akan dievaluasi kembali mengikuti perkembangan yang terjadi di pasar.

  • Sebelumnya, BEI berencana untuk mengubah batas ARB menjadi simetris dengan auto rejection atas (ARA) per 1 Januari 2027. [https://stockbit.com/post/36016250].

[Sumber: Keterbukaan Informasi]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

DEWA: Pengeboran Proyek Gayo Tertunda akibat Kendala Perizinan IUP /  by Stockbit Investment Research

  • Darma Henwa ($DEWA) mengatakan bahwa aktivitas eksplorasi anak usaha perseroan, PT Gayo Mineral Resources, di wilayah Upper Tengkareng dan Southeast Tengkareng belum mencatatkan pengeboran baru pada 3Q26 karena kegiatan tersebut tertunda sejak 8 Maret 2026 akibat kendala proses perizinan IUP.

  • DEWA menjelaskan bahwa angka project–to–date untuk wilayah eksplorasi tersebut tidak berubah dari akhir 2Q26 di level 31.485,75 meter.

  • Selain kendala perizinan, aktivitas eksplorasi juga terhambat oleh bencana alam banjir bandang dan tanah longsor di Aceh yang mengganggu akses lokasi dan logistik.

  • Ke depan, perseroan berencana mempercepat perpanjangan IUP Eksplorasi dan proses peningkatan menjadi IUP Operasi Produksi, dengan pelaksanaan pengeboran fase 2B akan dilakukan segera setelah izin diperoleh.

  • Terkait persiapan audit JORC, DEWA mengatakan telah bekerja sama dengan SRK Consulting (Australasia) Pty. Ltd. untuk audit independen dan penentuan estimasi sumber daya, di mana kunjungan site pertama dilakukan pada September 2026.

[Sumber: Keterbukaan Informasi]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

19 Saham Masuk Daftar HSC, FILM & MGLV Keluar /  by Stockbit Investment Research

  • BEI mengumumkan bahwa 19 saham masuk ke dalam daftar high shareholding concentration (HSC), yakni: $TBIG, $MTEL, ADES, SSMS, PSAB, CITA, DMND, TMAS, CLAY, MAYA, DUTI, EPMT, INPP, BALI, SHIP, BBMD, SAME, BMAS, dan SMMT. 

  • Di sisi lain, BEI mengumumkan bahwa FILM dan $MGLV dikeluarkan dari daftar HSC.

  • Sebelumnya, BEI telah mengumumkan perluasan metodologi HSC menggunakan price impact ratio untuk saham dengan market cap di atas Rp5 T, dibandingkan metodologi sebelumnya yang hanya mencakup saham dengan market cap di atas Rp10 T [https://stockbit.com/post/36535542].

[Sumber: Keterbukaan Informasi]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

NINE Berencana Rights Issue untuk Modal Kerja & Pembayaran Utang /  by Stockbit Investment Research

  • Techno9 Indonesia ($NINE) berencana menggelar rights issue hingga ~2,4 miliar saham baru dengan efek dilusi hingga 53,11%.

  • Harga pelaksanaan dan rasio belum diumumkan, sementara perolehan dana ditujukan untuk modal kerja guna mendukung kegiatan operasional, pengembangan usaha, serta pembayaran utang.

  • Rencana ini akan dibahas dalam RUPSLB pada 18 November 2026.

[Sumber: Keterbukaan Informasi]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

BUMI Enggan Komentari Rumor Akuisisi Kideco, Tegaskan Arah Strategis Diversifikasi ke Non–Batu Bara Termal /  by Stockbit Investment Research

  • Bumi Resources ($BUMI) mengatakan dalam klarifikasi kepada BEI bahwa perseroan tidak dapat memverifikasi sumber maupun dasar informasi pemberitaan dari DealStreetAsia, yang pada Jumat (9/10) merumorkan perseroan termasuk dalam sejumlah perusahaan tambang yang menjadi calon pembeli PT Kideco Jaya Agung milik Indika Energy ($INDY).

  • BUMI menegaskan tidak memberikan komentar atas rumor pasar, spekulasi, atau transaksi hipotesis, serta akan mengumumkan keterbukaan informasi jika terdapat fakta material.

  • BUMI menegaskan bahwa arah strategis perseroan adalah diversifikasi usaha ke luar batu bara termal, sedangkan PT Kideco Jaya Agung merupakan aset batu bara termal.

[Sumber: Keterbukaan Informasi]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

BIKE Akuisisi Perusahaan Tambang Batu Bara PT Berau Usaha Mandiri, Target Produksi hingga 2,5 Juta Ton per Tahun /  by Stockbit Investment Research

  • Bhineka Inovasi Ketahanan Energi ($BIKE) melalui anak usahanya, PT Prambanan Nusantara Energi, mengumumkan telah mengakuisisi 72% saham perusahaan tambang batu bara, PT Berau Usaha Mandiri, dengan nilai transaksi yang tidak dirinci.

  • PT Berau Usaha Mandiri sendiri memiliki area tambang seluas 500 hektare di Kalimantan Timur, dengan deposit/cadangan batu bara terbukti sebesar 22 juta metrik ton.

  • Manajemen BIKE menargetkan PT Berau Usaha Mandiri dapat memproduksi batu bara sekitar 1,5–2,5 juta metrik ton per tahun.

  • Akuisisi ini merupakan bagian dari strategi perseroan dalam memperluas portofolio, diversifikasi, dan transformasi usaha ke sektor energi.

[Sumber: Keterbukaan Informasi]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Presiden Prabowo Berkomitmen Lindungi Investasi di Indonesia /  by Stockbit Investment Research

  • Presiden Prabowo Subianto mengatakan pada Kamis (8/10) bahwa Indonesia berkomitmen untuk menghormati dan melindungi seluruh investasi.

  • Pernyataan tersebut disampaikan saat Presiden Prabowo meluncurkan 11 proyek hilirisasi dengan total nilai investasi ~US$10,2 miliar atau ~Rp180 T di Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), kawasan industri yang sebagian dikuasai oleh perusahaan baja asal China, Tsingshan Holding Group.

  • Sebelumnya, perusahaan–perusahaan China yang beroperasi di Indonesia telah menyerukan kebijakan yang lebih ramah bisnis, serta memperingatkan Presiden Prabowo melalui surat pada Mei 2026 bahwa kuota pertambangan yang lebih ketat, pajak yang lebih tinggi, dan formula harga patokan mineral baru telah meningkatkan biaya dan mengancam investasi [https://stockbit.com/post/31754285].

  • Adapun peluncuran pada Kamis (8/10) tersebut mencakup komersialisasi 4 proyek industri yang telah rampung serta dimulainya pembangunan 7 proyek industri baru.

  • Secara rinci, 4 proyek yang telah memasuki tahap komersialisasi mencakup PT REPT Batero Indonesia, PT Blue Sparking Energy, PT Pioneer Aluminium Industries, dan PT XCMG Indonesia Manufacturing. Sementara itu, 7 proyek yang baru dimulai adalah PT Guang Ching Nickel Cobalt, PT Inno Prima Material, PT Tinci Materials Indonesia, PT Weda Bay Aluminium, PT Bintang Karya Aluminium, PT Flat Solar Energy Indonesia, dan PT Foton Guangqing Motor Indonesia.

[Sumber: Reuters, Kontan]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

DealStreetAsia: BUMI Kemungkinan Jadi Kandidat Terkuat untuk Akuisisi PT Kideco Jaya Agung dari INDY /  by Stockbit Investment Research

  • DealStreetAsia melaporkan bahwa Bumi Resources ($BUMI) kemungkinan menjadi kandidat terkuat (emerging as a likely front–runner) untuk mengakuisisi perusahaan tambang batu bara termal, PT Kideco Jaya Agung, dari Indika Energy ($INDY), dengan nilai transaksi lebih dari US$1 miliar.

  • Sebelumnya, Bloomberg melaporkan pada Juli 2026 bahwa INDY sedang mempertimbangkan untuk menjual PT Kideco Jaya Agung dengan valuasi lebih dari US$1 miliar [https://stockbit.com/post/33836344].

  • Selain BUMI, beberapa calon pembeli lain yang diketahui telah melakukan asesmen terhadap PT Kideco Jaya Agung antara lain Rio Tinto dan Emirates Global Aluminium, meski narasumber DealStreetAsia tidak dapat memastikan apakah kedua perusahaan itu masih dalam tahap pembicaraan terkait aset tersebut.

  • Pembicaraan masih terus berlangsung dan belum ada kepastian apakah transaksi akan terealisasi.

  • BUMI mengatakan kepada DealStreetAsia bahwa perseroan enggan memberikan komentar mengenai rumor atau spekulasi pasar, sementara Rio Tinto membantah pernah melakukan pembicaraan terkait PT Kideco Jaya Agung.

  • Emirates Global Aluminium dan INDY belum mengomentari kabar ini kepada DealStreetAsia.

[Sumber: DealStreetAsia]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Ruby Mining (Hong Kong) Ltd. Tunda Rencana Akuisisi KDTN /  by Stockbit Investment Research

  • Puri Sentul Permai ($KDTN) mengumumkan bahwa Ruby Mining (Hong Kong) Ltd. telah menunda rencana akuisisi perseroan hingga waktu yang belum ditentukan.

  • Sebelumnya, akuisisi KDTN oleh Ruby Mining (Hong Kong) ditargetkan rampung pada 3Q26.

  • Seiring penundaan tersebut, pengendali existing KDTN selaku calon penjual mengubah susunan pengurus perseroan melalui RUPSLB, sementara perjanjian transaksi bersyarat antara pengendali KDTN dan Ruby Mining (Hong Kong) masih berlaku tanpa perubahan.

  • KDTN belum merinci alasan penundaan oleh calon pembeli maupun susunan pengurus baru hasil RUPSLB tersebut.

[Sumber: Keterbukaan Informasi]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

PT Jhonlin Baratama Rampungkan Pembelian 30,25% Saham BYAN /  by Stockbit Investment Research

  • Bayan Resources ($BYAN) mengumumkan bahwa Low Tuck Kwong dan Elaine Low telah merampungkan penjualan ~10,08 miliar (30,25%) saham BYAN kepada PT Jhonlin Baratama pada Rabu (7/10) dengan harga Rp2.588/lembar atau senilai total ~Rp26,1 T.

  • Saham tersebut terdiri dari ~10,07 miliar saham milik Low Tuck Kwong dan ~16,7 juta saham milik Elaine Low.

  • Setelah transaksi ini, kepemilikan Low Tuck Kwong di BYAN turun menjadi 9,95%, sementara Elaine Low menjadi 22,05%.

  • BYAN menyatakan tidak ada perubahan pengendalian di perseroan.

[Sumber: Keterbukaan Informasi] 


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.