Review Indeks GDX/GDXJ September 2026: EMAS Dekati Threshold Masuk GDX, PSAB Dekati Threshold Keluar GDXJ by Stockbit Investment Research

Photo by: Stockbit

Market Vectors Index Solutions, penyedia indeks yang dijadikan benchmark oleh VanEck, akan mengumumkan evaluasi untuk indeks saham Global Gold Miners Index (GDX) dan Global Junior Gold Miners Index (GDXJ) pada 11 September 2026, dengan komposisi inklusi akan ditentukan berdasarkan harga penutupan hari ini, Senin (31/8). Sebagai konteks, sektor emiten emas Indonesia turun sekitar 2–4% pada sesi 1 hari ini.

Berdasarkan harga pada akhir sesi 1 hari ini, berikut perkiraan kami atas emiten emas Indonesia selama rebalancing GDX/GDXJ:

  • GDX

    • Potensi masuk: $EMAS. Perlu ditutup di kisaran Rp9.100/saham atau naik sekitar +0,8% dibandingkan harga per sesi 1 hari ini di Rp9.025/saham.

    • Tetap dalam indeks: $AMMN, $BRMS

  • GDXJ

    • Masuk: -

    • Tetap dalam indeks: $EMAS, $BRMS, $ARCI

    • Risiko keluar: $PSAB. Perlu ditutup di kisaran Rp640/saham atau naik sekitar +6,7% dibandingkan harga per sesi 1 hari ini di Rp600/saham agar tidak berisiko keluar dari indeks.

Perlu dicatat, perkiraan harga di atas hanya estimasi kami, yang disusun berdasarkan beberapa asumsi sebagai berikut:

  • Persyaratan indeks

    • Emiten yang baru terinklusi harus memperoleh setidaknya 50% pendapatan atau sumber daya mineral dari emas/perak, memiliki free float di atas 10%, market cap di atas US$150 juta, dan nilai transaksi harian rata–rata (ADTV) 3 bulan di atas US$1 juta.

    • Anggota yang sudah terinklusi memiliki kriteria yang lebih longgar: minimum 25% pendapatan atau sumber daya mineral dari emas/perak, free float 5%, dan market cap US$75 juta. Persyaratan ini yang kami gunakan untuk menilai PSAB, serta juga menjelaskan mengapa produsen dengan pendapatan mayoritas dari tembaga bisa masuk dalam indeks emas.

  • Threshold masuk minimum

    • GDX tidak memiliki threshold ukuran perusahaan yang tetap. Penentuan masuknya saham bergantung pada seberapa jauh cakupan indeks untuk mencapai 90% coverage target dan batas minimum 25 perusahaan. Oleh karena itu, kami menggunakan free float market cap terkecil yang diterima pada review GDX bulan Juni 2026 sebagai proxy, lalu menyesuaikannya dengan kinerja GDX selama 3 bulan terakhir. Untuk GDXJ, kami menggunakan data rebalancing bulan Maret 2026, mengingat GDXJ hanya melakukan review pada Maret dan September.

  • Flow estimate: Nilai AUM ETF VanEck yang terdaftar di AS saat ini (GDX US$32,3 miliar dan GDXJ US$10,2 miliar) dikalikan dengan estimasi bobot indeks, setelah menerapkan weighting caps dari MarketVector.

Analisis kami juga dapat berubah jika: 1) GDX memasukkan lebih banyak emiten dibandingkan asumsi kami; 2) Market Vectors memperbarui float factor; atau 3) harga bergerak menjelang penutupan hari ini atau sebelum batas waktu penentuan weighting pada 9 September 2026. Perlu dicatat juga bahwa perbandingan dengan peers didasarkan pada harga penutupan 26 Agustus 2026. Artinya, jika saham perusahaan tambang emas global mengalami penurunan harga seperti dengan emiten–emiten sektor emas Indonesia hari ini, maka tingkat acuan tersebut juga akan turun.

Dengan mempertimbangkan hal–hal tersebut, kami mengestimasikan arus dana (flow) dari GDX/GDXJ sebagai berikut.

Major flow:

  • $EMAS (GDX): berpotensi mendapatkan inflow sekitar US$115–119 juta jika harga ditutup di kisaran Rp9.100/saham pada hari ini, setara sekitar 4,1–4,2% dari free float dan ~13 hari perdagangan. Kami melihat peluang EMAS untuk masuk GDX sebagai sebuah kemungkinan dan bukan skenario base case, karena harga Rp9.025/saham hanya sedikit lebih rendah dibandingkan estimasi harga masuk terendah dari 3 skenario kami. Faktor pendukung skenario ini meliputi: 1) free float market cap pada harga Rp9.025 adalah ~US$2,78 miliar, angka yang sudah melampaui market cap anggota terkecil GDX saat ini di ~US$2,5 miliar; dan 2) likuiditas bukan merupakan kendala mengingat nilai perdagangan harian EMAS mencapai ~US$9 juta, jauh di atas batas minimum US$1 juta bagi emiten baru.

Minor flow:

  • $AMMN dan $BRMS (GDX): tetap berada di GDX, tetapi berpotensi mengalami sedikit pengurangan bobot secara pasif, sekitar US$0,3–6,5 juta untuk AMMN dan US$0,2–5,1 juta untuk BRMS, yang masing–masing lebih rendah dibandingkan setengah volume perdagangan harian AMMN dan BRMS. Besaran ini bergantung pada seberapa dalam cakupan indeks GDX — di mana variabel yang sama juga menentukan masuknya EMAS — sehingga jika EMAS terpilih masuk, nilainya akan berada di kisaran atas rentang tersebut.

  • $PSAB (GDXJ): potensi outflow sekitar US$2,4 juta jika dikeluarkan, setara 2,6% dari free float dan di bawah volume perdagangan harian PSAB, sehingga dampaknya akan minimal. Berdasarkan estimasi kami, PSAB perlu ditutup di sekitar Rp640/saham pada hari ini agar tetap bertahan di indeks.

Non–event:

  • $ARCI (GDXJ): pada harga Rp1.330/saham, estimasi kami menunjukkan bahwa posisi ARCI di GDXJ masih aman karena berada 34% di atas level threshold–nya di Rp995/saham. Namun, market cap ARCI masih terlalu kecil untuk masuk GDX — di mana ARCI setidaknya membutuhkan harga Rp21.050/saham dengan asumsi free float saat ini di level 10%.

Perlu diingat, pergerakan harga saham akan bervariasi, bergantung pada: 1) seberapa besar aksi front–running yang telah terjadi; 2) pergerakan harga emas dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menjelang tanggal efektif 18 September 2026; serta 3) bagaimana pasar menanggapi pengumuman pada 11 September 2026.

Disclaimer: Tulisan ini adalah estimasi mekanis berdasarkan aturan indeks, bukan target harga ataupun rekomendasi investasi. Angka–angka di atas mengukur besarnya volume perdagangan yang harus dilakukan oleh indeks, bukan dampak pergerakan tersebut terhadap harga saham.


Ditulis oleh Theodorus Melvin, Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

AADI: Laba Bersih +130% QoQ pada 2Q26, 1H26 Lampaui Ekspektasi by Stockbit Investment Research

Photo by: Stockbit

Stockbit’s take:

  • Adaro Andalan Indonesia ($AADI) mencatat laba bersih US$330 juta pada 2Q26 (+42% YoY, +130% QoQ), sehingga laba bersih selama 1H26 mencapai US$474 juta (+10% YoY) dan melampaui ekspektasi karena setara 48% estimasi 2026F konsensus (vs. rata–rata 2 tahun terakhir: 64% realisasi tahunan).

  • Kami menilai kinerja AADI selama 2026 berpotensi melampaui ekspektasi 2026F konsensus, meski risiko utama datang dari sisi logistik, di mana penurunan debit sungai di Kalimantan akibat El Nino berpotensi menghambat distribusi dan volume penjualan.

  • Kenaikan laba bersih pada 2Q26 utamanya didorong oleh pertumbuhan laba kotor menjadi US$525 juta (+51% YoY, +104% QoQ), dengan ekspansi margin laba kotor ke level 34,9% (vs. 2Q25: 28,2%, 1Q26: 24,7%).

  • Kenaikan laba kotor dan margin laba kotor secara kuartalan pada 2Q26 didorong oleh kenaikan pendapatan+44% QoQ, yang didorong kenaikan harga jual rata–rata (ASP) batu bara menjadi US$75,6/ ton (+15% QoQ) dan pertumbuhan volume penjualan menjadi 18,4 juta ton (+22% QoQ).

  • Sementara itu, beban pokok pendapatan pada 2Q26 tumbuh lebih moderat (+24% QoQ), dengan cash cost turun menjadi US$41,2/ton (-2% QoQ).

ASP Batu Bara Menguat seiring Kenaikan Harga Energi Global

AADI membukukan kenaikan ASP batu bara menjadi US$75,6/ton pada 2Q26 (+13% YoY, +15% QoQ), sejalan dengan penguatan harga batu bara global akibat mengetatnya pasokan LNG dan kenaikan harga energi seiring konflik di Timur Tengah. Sementara itu, volume penjualan meningkat menjadi 18,4 juta ton pada 2Q26 (+5% YoY, +22% QoQ), didukung oleh kuota produksi AADI yang sampai saat ini tidak mengalami pemangkasan pada RKAB 2026.

Cash Cost Turun secara Kuartalan seiring Penurunan Stripping Ratio

Cash cost AADI turun secara kuartalan menjadi US$41,2/ton pada 2Q26 (+7% YoY, -2% QoQ), seiring dengan penurunan stripping ratio menjadi 3,8x (vs. 2Q25: 4,3x, 1Q26: 4,2x).

Stockbit’s View

  • Secara keseluruhan, kami menilai kinerja AADI pada 2Q26 menunjukkan hasil yang positif, didukung oleh kenaikan ASP dan pertumbuhan volume penjualan yang mendorong pertumbuhan pendapatan dan ekspansi margin.

  • Ke depan, kami memproyeksikan harga batu bara tetap berada di level yang relatif tinggi, karena krisis energi berkepanjangan akibat konflik Timur Tengah serta tren meningkatnya permintaan batu bara menjelang musim dingin pada akhir tahun, sementara volume penjualan diperkirakan tetap terjaga dengan tidak adanya pemangkasan kuota RKAB 2026.

  • Dengan asumsi harga batu bara berada di level yang tinggi, di mana harga ICI–3 saat ini telah naik naik +37% YTD ke level US$85,7/ton per Jumat (28/8), kami memproyeksikan AADI dapat mencetak laba bersih sekitar US$300 juta pada 3Q26 dan 4Q26, sehingga laba bersih 2026F berpotensi mencapai sekitar US$1 miliar dan melampaui ekspektasi (105% estimasi 2026F konsensus).

  • Namun, terdapat risiko dari sisi logistik yang berpotensi menghambat distribusi dan volume penjualan akibat penurunan debit sungai di Kalimantan yang dipengaruhi El Nino.


Ditulis oleh Christian William Munaba, Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Komisi XI DPR Setujui Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia by Stockbit Investment Research

  • Komisi XI DPR pada Kamis (27/8) menyetujui Destry Damayanti sebagai gubernur Bank Indonesia untuk masa jabatan 2026–2031, dengan pengangkatannya masih menunggu persetujuan DPR secara keseluruhan dalam rapat paripurna DPR pada 1 September 2026.

  • Komisi XI DPR juga menyetujui Aida S. Budiman sebagai deputi gubernur senior dan Solikin M. Juhro sebagai deputi gubernur Bank Indonesia.

[Sumber: Press Release]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Bloomberg: Pengendali BYAN Sedang Bernegosiasi untuk Jual Kepemilikan Mayoritas by Stockbit Investment Research

  • Bloomberg melaporkan bahwa pengendali Bayan Resources ($BYAN), Low Tuck Kwong, sedang dalam pembicaraan untuk menjual saham mayoritas BYAN kepada konsorsium yang dipimpin oleh Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam.

  • Selain Haji Isam, narasumber Bloomberg mengatakan bahwa pihak lain juga telah menyatakan minatnya untuk mengakuisisi saham mayoritas BYAN, meski tidak merincinya lebih lanjut.

  • Narasumber Bloomberg mengatakan bahwa pembicaraan masih berlangsung dan tidak ada jaminan kesepakatan akan tercapai, sembari menambahkan bahwa harga transaksi tersebut kemungkinan akan ditetapkan lebih rendah dari harga pasar saat ini mengingat terbatasnya free float saham BYAN yang beredar di publik.

  • Laporan Bloomberg muncul berselang sekitar 1 pekan setelah Haji Isam dirumorkan berencana mengakuisisi ~62% saham BYAN.

  • Dalam klarifikasi kepada BEI pada pekan lalu, BYAN mengatakan bahwa perseroan tidak mengetahui adanya rencana transaksi akuisisi tersebut, tetapi menyebut bahwa pengendali perseroan telah menyampaikan bahwa mereka dapat saja mempertimbangkan berbagai kesempatan dan peluang untuk memaksimalkan investasi mereka di perseroan. [https://stockbit.com/post/34939083].

[Sumber: Bloomberg] 


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

ARKO Akuisisi Perusahaan PLTS dengan Total Kapasitas 21,3 MWp by Stockbit Investment Research

  • Arkora Hydro ($ARKO) melalui 2 anak usahanya, PT Arkora Tenaga Matahari dan PT Arjuna Hidro, telah mengakuisisi 100% saham pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), PT Endorshine Energy Solution, dengan nilai transaksi yang tidak disebutkan.

  • Transaksi ini menandai ekspansi ARKO ke bisnis energi surya, di mana PT Endorshine Energy Solution mengoperasikan 2 PLTS dengan total kapasitas ~21,3 MWp yang terdiri dari PLTS Bintan berkapasitas ~10,3 MWp dan PLTS Batam berkapasitas ~11,1 MWp.

  • Di luar aset PLTS tersebut, Kontan melaporkan bahwa ARKO telah memiliki kapasitas terkontrak sebesar 84,1 MW, yang terdiri dari 6 proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA/PLTMH) dengan total kapasitas 62,8 MW.

  • Selain proyek yang telah terkontrak, total kapasitas dalam pipeline proyek ARKO mencapai lebih dari 300 MW.

[Sumber: Keterbukaan Informasi, Kontan]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

ISAT: Zankore Berpotensi Tambah Laba Bersih +18-30%, Forward P/E Turun ke ~11x by Stockbit Investment Research

Photo by: Stockbit

Pada 6 Agustus 2026, Ooredoo Grup mengumumkan pembentukan Zankore — sebuah platform komputasi AI dan neocloud di Indonesia — bersama Indosat ($ISAT), Nvidia dan Nokia. Ooredoo akan menjadi pemegang saham mayoritas platform tersebut dengan kepemilikan 49%, sementara sisa 51% akan dimiliki oleh ISAT, Nvidia, dan Nokia, secara berurutan berdasarkan kepemilikan.  [https://stockbit.com/post/34614222]

📝Stockbit’s Commentary

Kami menilai pembentukan Zankore sebagai perkembangan yang positif bagi ISAT, di mana kami mengestimasi Zankore — pada tahap awal dengan kapasitas 200 MW — dapat mengkontribusikan laba sekitar Rp1,2–2,0 T bagi ISAT atau setara tambahan +18–30% laba bersih bagi ISAT, bergantung pada seberapa besar kepemilikan ISAT di Zankore, yang hingga saat ini belum diketahui pastinya.

Pada skenario base-case kami, yakni kepemilikan 20%, estimasi kontribusi laba dari Zankore adalah sebesar Rp1,6 T atau setara tambahan +24% laba bersih bagi ISAT. Dengan asumsi laba bersih ISAT dari bisnis existing sebesar Rp6,5 T, laba bersih total ISAT dapat mencapai Rp8,1 T setelah kehadiran Zankore. Secara timeline, kami asumsikan kontribusi Zankore dapat dirasakan ISAT per 1H28 mengingat kapasitas 200 MW ditargetkan pada 1H27. Kapasitas Zankore sendiri ditargetkan untuk ditingkatkan hingga 1 GW pada 2029.

Dengan level laba bersih Rp8,1 T, pada harga Rp2.720 per Jumat (21/8), ISAT diperdagangkan pada forward P/E 10,9x. Level ini lebih rendah dibandingkan Normalized P/E 2026 ISAT serta rata-rata forward P/E ISAT secara historis 5 tahun, masing-masing di level ~13,3x dan ~14,5x.

Perhitungan estimasi laba Zankore dapat dilihat pada tabel namun berikut beberapa asumsi utama kami:

  • Total capex sebesar US$5 miliar untuk tahap awal 200 MW, dengan 33% didanai melalui ekuitas dan 67% melalui utang.

  • Average selling price (ASP) sebesar US$13 juta/MW per tahun, sejalan dengan proyeksi pendapatan dan berada dalam kisaran industri US$10–25 juta/MW.

  • EBITDA margin sebesar 69%, sejalan dengan proyeksi EBITDA sebesar US$9 miliar dari US$13 miliar pendapatan kumulatif dalam 5 tahun.

  • Depresiasi sebesar US$1 miliar per tahun berdasarkan masa manfaat GPU ~5 tahun, serta interest expense sebesar US$236 juta/tahun berdasarkan asumsi 7% bunga pendanaan utang.


Risiko utama dari perhitungan di atas adalah 1) profitabilitas Zankore yang lebih rendah dari ekspektasi apabila persaingan yang ketat menekan ASP atau tidak terpenuhinya kapasitas dan 2) progres pembangunan yang lebih lambat dibandingkan target.


Ditulis oleh Christian William Munaba, Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

TPIA Akan Akuisisi Bisnis Cycle & Carriage di Singapura & Malaysia Senilai SG$265 Juta by Stockbit Investment Research

  • Bloomberg melaporkan bahwa Jardine Cycle & Carriage (SGX: C07) telah menandatangani perjanjian bersyarat untuk menjual bisnis jaringan dealer mobil Cycle & Carriage di Singapura dan Malaysia kepada anak usaha Chandra Asri Pacific ($TPIA), CCHPL Holdings, dengan estimasi nilai SG$265 juta.

  • TPIA menjelaskan bahwa penyelesaian transaksi ini masih bergantung pada persetujuan OEM dan ketentuan umum lainnya.

[Sumber: Bloomberg, Keterbukaan Informasi]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Pemerintah AS Tingkatkan Buyback Obligasi Tenor Panjang; DXY Turun & Harga Emas Melonjak by Stockbit Investment Research

  • Departemen Keuangan AS pada Rabu (19/8) mengumumkan akan meningkatkan nominal dukungan likuiditas untuk buyback obligasi pemerintah AS tenor panjang, yakni tenor 10–30 tahun.

  • Nominal buyback ditingkatkan dari sebelumnya maksimum US$2 miliar per operasi menjadi minimum US$4 miliar per operasi.

  • Kebijakan ini akan efektif pada periode 9 September–4 November 2026.

  • Langkah ini diambil sehari setelah yield obligasi AS tenor 30 tahun menyentuh 5,34%, level tertinggi sejak 2007, di tengah kekhawatiran fiskal AS dan eskalasi konflik dengan Iran.

  • Pada Rabu (19/8), Departemen Keuangan AS mengatakan pada Rabu (19/8) bahwa total utang AS telah melampaui US$40 triliun untuk pertama kalinya.

Menyusul pengumuman–pengumuman tersebut, berikut reaksi pasar pada penutupan Rabu (19/8):

  • Yield obligasi AS tenor 10 tahun turun sekitar -7 bps ke level 4,64%.

  • Indeks dolar AS (DXY) turun sekitar -0,9% ke level 98,8.

  • Harga emas naik sekitar +4% ke level US$4.520/oz.

  • Bursa Asia menguat pagi ini, Kamis (20/8), dengan Nikkei 225 naik sekitar +1,5% dan Kospi naik sekitar +5%.

[Sumber: U.S Treasury, Bloomberg]

📝Stockbit’s Commentary

Kombinasi kenaikan harga emas — yang berpotensi diikuti harga komoditas logam lainnya — serta potensi penguatan nilai tukar rupiah dapat memberikan sentimen positif bagi pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini, Kamis (20/8).


Ditulis oleh Edi Chandren, Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

BYAN Tak Tahu Rencana Akuisisi oleh Haji Isam, tapi Pengendali Buka Peluang ‘Memaksimalkan Investasi’ by Stockbit Investment Research

  • Bayan Resources ($BYAN) mengatakan dalam klarifikasi kepada BEI bahwa perseroan tidak mengetahui adanya rencana transaksi akuisisi ~62% saham perseroan oleh Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam atau pihak afiliasinya.

  • Namun, BYAN menjelaskan bahwa pengendali perseroan telah menyampaikan kepada perseroan bahwa mereka dapat saja mempertimbangkan berbagai kesempatan dan peluang untuk memaksimalkan investasi mereka di perseroan.

  • Pernyataan BYAN muncul setelah harga sahamnya naik +20% pada Selasa (18/8), di mana CNBC Indonesia melaporkan kenaikan harga saham tersebut didorong oleh rumor bahwa Haji Isam berencana mengakuisisi sekitar 62% saham BYAN [https://stockbit.com/post/34909014].

[Sumber: Keterbukaan Informasi]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Pemerintah Akan Batasi Pembelian Pertalite untuk Masyarakat Kelompok Desil 9 & 10 by Stockbit Investment Research

  • Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan pada Selasa (11/8) bahwa pemerintah akan membatasi pembelian Pertalite bagi kelompok masyarakat mampu di desil 9 dan 10 agar subsidi tepat sasaran.

  • Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, pada kesempatan yang sama menambahkan bahwa kriteria pembatasan secara teknis juga akan menyasar jenis kendaraan mewah.

  • Purbaya menyebut bahwa pembatasan ini kemungkinan tidak akan memangkas total volume konsumsi BBM nasional secara mendadak, tetapi akan mengalihkan beban skema belanja subsidi pada APBN karena kelompok masyarakat mampu akan terdorong membeli BBM non–subsidi sesuai dengan tingkat ekonominya.

  • Purbaya memperkirakan regulasi dan sistem pembatasan ini dapat diimplementasikan sebelum pergantian tahun anggaran.

[Sumber: IDX Channel]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

ITMG 1H26: Laba Bersih +17% YoY, Sejalan dengan Ekspektasi by Stockbit Investment Research

Photo by: Stockbit

Stockbit's take:

  • Laba bersih Indo Tambangraya Megah ($ITMG) turun -6% QoQ pada 2Q26, tetapi masih tumbuh +17% YoY selama 1H26 dan sejalan dengan ekspektasi.

  • Penurunan laba bersih secara kuartalan pada 2Q26 utamanya disebabkan oleh kenaikan biaya pertambangan sejalan dengan kenaikan harga minyak, serta realisasi volume penjualan yang berada di bawah guidance manajemen.

  • Laba bersih selama 1H26 masih tumbuh solid, didukung oleh kenaikan pendapatan seiring dengan peningkatan volume penjualan dan harga jual rata–rata.

  • Realisasi kinerja ITMG selama 2026F akan tetap bergantung pada hasil revisi kuota produksi RKAB, mengingat sejumlah tambang perseroan sebelumnya mengalami pemangkasan kuota karena tidak memiliki perizinan PKP2B gen I/IUPK.

Kenaikan Harga Minyak Tekan Laba 2Q26, Kinerja 1H26 Tetap Sejalan Ekspektasi — ITMG mencatat laba bersih US$51 juta pada 2Q26 (-6% QoQ, +97% YoY), sehingga laba bersih selama 1H26 mencapai US$106 juta (+17% YoY) dan sejalan dengan ekspektasi karena setara 49% estimasi 2026F konsensus (vs. rata–rata 3 tahun terakhir: 48% realisasi tahunan). Laba bersih pada 2Q26 tertekan secara kuartalan utamanya akibat penurunan margin laba kotor (-210 bps QoQ), seiring cash cost per ton yang naik +7% QoQ, terutama akibat kenaikan biaya pertambangan per ton (+13% QoQ), sejalan dengan tingginya harga minyak. Di sisi lain, pendapatan hanya naik +1% QoQ, seiring penurunan volume penjualan menjadi 6 juta ton (-5% QoQ) pada 2Q26 dan di bawah guidance yang disampaikan pada earnings call kinerja 1Q26 di level 6,5 juta ton [https://stockbit.com/post/31794673]. Sementara itu, laba bersih selama 1H26 masih sejalan dengan ekspektasi karena pendapatan tumbuh solid (+9% YoY), didorong oleh kenaikan volume penjualan (+5% YoY) dan harga jual rata–rata (+4% YoY).


Ditulis oleh Everson Sugianto, Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

DEWA 1H26: Laba Bersih +89% YoY, Core Profit +1% YoY by Stockbit Investment Research

Photo by: Stockbit

Stockbit's take:

  • Laba bersih Darma Henwa ($DEWA) tumbuh +182% QoQ pada 2Q26, sehingga naik +89% YoY selama 1H26.

  • Pertumbuhan laba bersih didukung oleh faktor one–off berupa penyesuaian nilai wajar investasi saham yang tidak dirinci perseroan, yang mengkompensasi kenaikan beban bunga akibat denda pinjaman bank yang juga bersifat one–off.

  • Mengesampingkan kedua faktor one–off tersebut, core profit relatif flat secara kuartalan pada 2Q26 dan tumbuh +1% YoY selama 1H26, sejalan dengan ekspektasi, sementara EBITDA tumbuh lebih solid.

  • Momentum pertumbuhan laba bersih selama 2H26 berpotensi lebih kencang dibandingkan 1H26, seiring: 1) porsi pengerjaan internal yang akan mencapai 100%; dan 2) penambahan kontrak dari klien di luar ekosistem Bumi Resources ($BUMI), PT Sebuku Sejaka Coal, meski bergantung pada hasil revisi kuota produksi RKAB 2026.

Core Profit Sejalan dengan Ekspektasi —  DEWA mencatat laba bersih Rp262 M pada 2Q26 (+182% QoQ, +121% YoY), sehingga laba bersih selama 1H26 mencapai Rp354 M (+89% YoY). Kenaikan laba bersih didukung oleh penyesuaian nilai wajar investasi saham sebesar Rp229 M pada 2Q26, yang mengkompensasi kenaikan beban keuangan yang signifikan (+95% QoQ) terutama akibat denda pinjaman bank yang bersifat one–off senilai Rp46 M. Mengesampingkan kedua beban one–off tersebut, core profit flat secara kuartalan pada 2Q26 dan tumbuh +1% YoY selama 1H26, sejalan dengan ekspektasi karena setara 41% estimasi 2026F konsensus, dengan ekspektasi momentum pertumbuhan selama 2H26 akan lebih solid dibandingkan 1H26. Core profit yang flat secara kuartalan pada 2Q26 terjadi di tengah pertumbuhan pendapatan yang solid dan ekspansi margin laba kotor, sementara terdapat kenaikan pada beban karyawan pada opex (+109% QoQ) dan beban bunga underlying dari pinjaman bank (+51% QoQ).

Kenaikan Tarif Pengerjaan & Porsi Pengerjaan Internal Dorong Margin Laba Kotor —  Kenaikan pendapatan +7% QoQ pada 2Q26 lebih didorong oleh kenaikan tarif pengerjaan (+9% QoQ) dibandingkan volume material moved (-1% QoQ). Volume material moved menurun seiring turunnya volume pengerjaan subkontraktor (-53% QoQ), sementara volume pengerjaan internal naik +14% QoQ, sehingga porsi pengerjaan secara internal naik menjadi 89% (vs. 1Q26: 77%). Naiknya proporsi pengerjaan internal terjadi seiring dimulainya pengerjaan internal penuh pada proyek Bengalon milik PT Kaltim Prima Coal sejak Mei 2026. Margin laba kotor secara kuartalan pun mencapai level tertingginya setidaknya sejak 1Q22 di 20,7% (vs. 1Q26: 17,3%). Selama 1H26, pendapatan tumbuh +3% YoY, didukung kenaikan material moved (+9% YoY), sementara EBITDA naik +19% YoY, sejalan dengan ekspektasi karena setara 44% estimasi 2026F konsensus.

Momentum 2H26 Berpotensi Solid, tapi Bergantung pada Realisasi RKAB — Kami menilai DEWA tidak akan kesulitan mencapai estimasi konsensus 2026F, seiring potensi core profit yang lebih tinggi pada 2H26 dibandingkan 1H26. Penilaian kami didasarkan oleh pertimbangan bahwa porsi pengerjaan internal akan mencapai 100% pada 2H26, serta diperolehnya kontrak jasa pertambangan untuk tambang di luar ekosistem BUMI, PT Sebuku Sejaka Coal, dengan estimasi volume overburden hingga 55 juta bcm dan produksi batu bara hingga 5 juta ton per tahun. Meski demikian, kami tetap wait and see terhadap realisasi kontrak PT Sebuku Sejaka Coal karena kinerjanya akan dipengaruhi oleh hasil revisi kuota produksi RKAB 2026, mengingat status tambang PT Sebuku Sejaka Coal sebagai IUP OP. Sebelumnya, pemerintah mengumumkan bahwa tambang yang tidak mengalami pemangkasan kuota produksi 2026 adalah pemegang izin PKP2B generasi I dan BUMN pemegang izin IUP [stockbit.com/post/28325402].


Ditulis oleh Everson Sugianto, Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Non–Farm Payroll AS Lemah pada Juli 2026, Ekspektasi Rate Hike The Fed Berkurang by Stockbit Investment Research

Biro statistik tenaga kerja AS mengumumkan beberapa data tenaga kerja periode Juli 2026:

  • Non–farm payroll (NFP) berkurang 23 ribu, di bawah ekspektasi konsensus yang memperkirakan bertambah 80 ribu.

  • Tingkat pengangguran turun ke level 4,1%, lebih baik dari ekspektasi konsensus di 4,2%.

Data NFP yang lemah ini mengurangi ekspektasi market terhadap kenaikan suku bunga The Fed:

  • Analisis CME FedWatch Tool kini menunjukkan probabilitas The Fed untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan September 2026 turun ke 44%, dibandingkan 67% pada sepekan lalu.

  • Harga emas melonjak lebih dari +2% ke level ~US$4.340/oz per penutupan Jumat (7/8).

  • Indeks dolar AS turun sekitar -0,4% ke level 99,6 per penutupan Jumat (7/8).

[Sumber: U.S. Bureau of Labor Statistics]

📝Stockbit’s Commentary

Perkembangan di atas berpotensi memberikan sentimen positif bagi nilai tukar rupiah dan IHSG pada perdagangan hari ini, Senin (10/8). Indeks MSCI Indonesia di pasar AS, EIDO, menguat +2,4% pada Jumat (7/8).


Ditulis oleh Edi Chandren, Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

BEI Target ETF Emas Rilis pada 10 Agustus 2026 by Stockbit Investment Research

  • Kontan melaporkan bahwa BEI akan meluncurkan produk exchange–traded fund (ETF) berbasis emas pada 10 Agustus 2026.

  • Sebanyak 7 manajer investasi telah mengajukan proses awal penerbitan, menurut catatan BEI.

  • Produk investasi ini diatur dalam POJK No. 2/2026, yang mewajibkan manajer investasi ETF berbasis emas untuk menempatkan setidaknya 95% dari nilai aktiva bersih pada aset emas seperti emas batangan, emas non–fisik, dan instrumen emas lain yang ditetapkan OJK.

  • Dari sisi infrastruktur, KSEI telah menerbitkan kode International Securities Identification Number (ISIN) untuk Electronic Gold Receipt (EGR) milik PT Pegadaian, di mana emas fisik di Pegadaian akan dikonversi menjadi catatan elektronik di KSEI sebagai EGR untuk menjadi underlying ETF emas.

  • Kontan melaporkan bahwa pemerintah dan OJK tengah menyiapkan insentif fiskal untuk produk ini, meski tidak merincinya lebih lanjut.

[Sumber: Kontan]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

PTBA: Proyek DME Masih Tahap Validasi, FID Ditargetkan Rampung Akhir 2027 by Stockbit Investment Research

  • VP Hilirisasi Bukit Asam ($PTBA), Dahlia Muchtar, mengatakan pada Kamis (6/8) bahwa proyek perseroan terkait hilirisasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME) saat ini berada dalam proses business validation case yang dilakukan Danantara untuk mengkaji aspek keekonomian proyek, dengan melibatkan Pertamina sebagai off–taker.

  • Proses tersebut ditargetkan rampung tahun ini, yang akan dilanjutkan dengan penyusunan final investment decision (FID) yang ditargetkan rampung pada akhir 2027.

  • Proyek ini akan berlokasi di Tanjung Enim dengan target kapasitas input 7 juta ton batu bara per tahun untuk menghasilkan output 1,4 juta ton tahun.

  • Dahlia menyebut bahwa mitra investasi untuk proyek ini belum ditentukan, dengan penjajakan telah dilakukan bersama sejumlah perusahaan global, termasuk dari China dan AS.

  • Selain PTBA, Bumi Resources ($BUMI) juga tengah berencana menggarap proyek hilirisasi batu bara menjadi methanol [https://stockbit.com/post/34333507].

[Sumber: Kontan]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Ooredoo Group Investasi US$800 Juta di Platform Komputasi AI ISAT, Nokia & Nvidia by Stockbit Investment Research

  • Ooredoo Group (QSE: ORDS) mengumumkan investasi senilai US$800 juta pada Zankore — sebuah platform komputasi AI dan neocloud di Indonesia yang dikembangkan bersama Indosat ($ISAT), Nokia, dan Nvidia — untuk mendukung peluncuran dan pengembangan awal platform tersebut.

  • Ooredoo akan menjadi pemegang saham pendiri platform tersebut dengan kepemilikan 49%.

  • Investasi awal ini diperkirakan akan memberikan kontribusi EBITDA kumulatif sebesar hampir $600 juta bagi Ooredoo Group selama 5 tahun pertama investasi.

  • Zankore akan menyediakan kapasitas AI sebesar ~200 MW pada 1H27.

[Sumber: Press Release, Bloomberg]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Tembaga Flat seiring Klarifikasi Larangan Ekspor Republik Demokratik Kongo by Stockbit Investment Research

  • Harga tembaga di London Metal Exchange ditutup nyaris tidak berubah di US$14.103,5/ton pada Kamis (6/8), setelah sempat melonjak hingga +1,8% ke US$14.369,5/ton pada intraday di hari yang sama menyusul laporan Reuters bahwa Republik Demokratik Kongo berencana melarang ekspor konsentrat tembaga dan kobalt, seiring klarifikasi dari Ivanhoe Mines — operator tambang tembaga terbesar di Afrika — yang mengatakan bahwa laporan Reuters tersebut keliru karena kebijakan larangan ekspor tersebut telah berlaku selama hampir 10 tahun.

  • Meski demikian, harga tembaga pada penutupan Kamis (6/8) hanya lebih rendah -2,9% di bawah level all–time high di US$14.527,5/ton pada Januari 2026, di mana Bloomberg melaporkan bahwa harga tembaga tertopang oleh aksi penumpukan stok (stockpiling) menjelang potensi tarif impor AS serta kondisi pasar fisik (physical market) di luar AS yang kian ketat, seiring meningkatnya pengiriman ke AS dan China.

[Sumber: Bloomberg, Reuters]

📝Stockbit Commentary

Kami menilai kabar larangan ekspor Kongo bukan merupakan katalis yang dapat diandalkan bagi emiten tembaga. Klarifikasi Ivanhoe Mines dan estimasi Bloomberg Intelligence menunjukkan dampaknya terhadap pasokan global sangat terbatas, tercermin dari harga tembaga yang justru menutup sesi nyaris tidak berubah setelah sempat melonjak +1,8%. Bertahannya harga tembaga di dekat level tertinggi sepanjang masa tetap berpotensi menopang harga jual rata–rata (ASP) Amman Mineral Internasional ($AMMN) dan Merdeka Copper Gold ($MDKA). Namun, penopang harga ke depannya kami perkirakan tetap berasal dari faktor penumpukan stok (stockpiling) menjelang potensi tarif impor AS dan ketatnya pasar fisik di luar AS, bukan dari kebijakan Republik Demokratik Kongo.


Ditulis oleh Theodorus Melvin, Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Reuters: Destry Damayanti Jadi Kandidat Terkuat untuk Posisi Gubernur Bank Indonesia yang Definitif by Stockbit Investment Research

  • Reuters melaporkan bahwa Destry Damayanti, yang saat ini menjadi gubernur sementara Bank Indonesia, menjadi kandidat terkuat untuk menempati posisi gubernur Bank Indonesia secara definitif.

  • Narasumber Reuters menyebut bahwa nama Destry termasuk dalam daftar kandidat yang diajukan Presiden Prabowo Subianto kepada DPR.

  • Selain Destry, narasumber Reuters juga menyebut bahwa nama Aida S. Budiman, yang saat ini menjabat sebagai deputi gubernur Bank Indonesia, juga termasuk dalam daftar calon gubernur Bank Indonesia yang diajukan Presiden Prabowo.

  • Narasumber Reuters mengatakan bahwa pemerintah merasa perlu memberikan kepastian bagi pasar dengan bergerak cepat dalam proses pencalonan gubernur Bank Indonesia, di mana proses formal di DPR diperkirakan akan dimulai setelah anggota dewan kembali dari masa reses pada 14 Agustus 2026.

  • Reuters melaporkan bahwa berdasarkan regulasi saat ini, Presiden Prabowo dapat mengajukan hingga 3 nama calon gubernur Bank Indonesia.

  • Masih belum diketahui apakah gubernur baru Bank Indonesia yang akan ditunjuk akan memiliki masa jabatan penuh selama 5 tahun atau hanya hingga 2028, yang merupakan sisa masa jabatan Perry Warjiyo sebelum mengundurkan diri pada awal pekan lalu.

  • Baik juru bicara presiden, Destry, Aida, maupun DPR belum mengomentari kabar ini, sementara juru bicara Bank Indonesia menolak berkomentar.

[Sumber: Reuters]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Pemerintah Prioritaskan Persetujuan Revisi Kuota Produksi RKAB untuk Perusahaan dengan Tarif Royalti Lebih Tinggi by Stockbit Investment Research

  • Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengatakan akan memprioritaskan persetujuan revisi kuota RKAB 2026 bagi perusahaan tambang yang menyetor tarif royalti lebih besar kepada negara.

  • Tambahan kuota produksi akan diberikan secara selektif, antara lain untuk memenuhi kebutuhan mendesak smelter nikel serta pasokan batu bara bagi pembangkit listrik PLN.

  • Sebelumnya, pemerintah mematok kuota produksi batu bara selama 2026 sebesar 600 juta ton, turun dari realisasi selama 2025 di 817,5 juta ton, sebelum kemudian berencana melakukan relaksasi untuk memastikan industri dapat beroperasi dengan lancar [https://stockbit.com/post/32537867].

[Sumber: Kontan]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Emas Naik +5% dalam 2 Hari, Dekati US$4.300/Oz by Stockbit Investment Research

  • Harga emas di pasar spot naik sekitar +5% dalam 2 hari perdagangan terakhir dari level US$4.077/oz pada penutupan Selasa (4/8) ke US$4.292/oz pada Kamis (6/8) pagi.

  • Bloomberg melaporkan bahwa kenaikan harga emas didorong oleh menurunnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed seiring melandainya harga energi akibat tanda–tanda kemajuan pembukaan kembali Selat Hormuz.

  • Iran menyatakan telah mencapai kesepakatan dengan Oman terkait usulan jalur pelayaran melalui Selat Hormuz, meski hanya bersifat sementara untuk 2–4 bulan dan bukan pembukaan penuh.

  • Pelaku pasar kini juga mengekspektasikan bahwa The Fed hanya akan menaikkan suku bunga sebanyak 1x hingga akhir tahun, turun dari ekspektasi pada pekan lalu yang memperkirakan 2x kenaikan suku bunga.

[Sumber: Bloomberg]

📝Stockbit Commentary

Kenaikan harga emas berpotensi memberikan sentimen positif jangka pendek bagi emiten di sektor emas — seperti $AMMN, $BRMS, $EMAS, ARCI, ANTM, PSAB, HRTA, dan MDKA — karena berpotensi meningkatkan harga jual rata–rata (ASP) dan volume transaksi perseroan.


Ditulis oleh Stockbit Theodorus Melvin, Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.