Presiden Prabowo Angkat Wakil Menteri Pertanian Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional by Stockbit Investment Research

  • Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengatakan pada Rabu (22/7) bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menunjuk Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, sebagai kepala Badan Gizi Nasional, menggantikan Nanik S. Deyang yang mengundurkan diri.

  • Prasetyo menyebut bahwa pelantikan Sudaryono sebagai kepala Badan Gizi Nasional akan digelar pada hari ini agar tidak ada kekosongan jabatan dalam pelaksanaan tugas badan tersebut.

  • Sebelumnya, Nanik S. Deyang mengumumkan pengunduran diri dari jabatannya pada Rabu (22/7) karena alasan kesehatan [https://stockbit.com/post/34003883].

[Sumber: Kompas, Bloomberg]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Program MBG Kembali Dipangkas ke Rp229 T, Nanik S. Deyang Mundur sebagai Kepala Badan Gizi Nasional by Stockbit Investment Research

  • Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Agustina Arumsari, mengatakan pada Selasa (21/7) bahwa anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk sementara ini kembali dipangkas dari Rp268 T menjadi Rp229 T, sembari menambahkan bahwa pihaknya terus meninjau ruang efisiensi lebih lanjut.

  • Agustina menyebut bahwa Presiden Prabowo Subianto memberi waktu kepada Badan Gizi Nasional selama 1 bulan untuk menyelesaikan langkah–langkah efisiensi dan memperkuat tata kelola.

  • Ke depan, Badan Gizi Nasional akan menyempurnakan daftar penerima manfaat program MBG seiring upaya refocusing pada kualitas.

  • Pada kesempatan yang sama, Arumsari juga mengumumkan 5 pejabat baru di Badan Gizi Nasional dengan latar belakang di bidang akuntansi dan kesehatan.

  • Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik Sudaryati Deyang, mengumumkan pengunduran diri dari jabatannya pada Rabu (22/7) untuk menjalani pengobatan jantung.

[Sumber: Bloomberg, Bloomberg Technoz, Tempo, Detik, CNN Indonesia, Bisnis]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Moody’s Soroti Peningkatan Risiko Kredit Indonesia seiring Ketidakpastian Kebijakan & Keberlanjutan Fiskal by Stockbit Investment Research

  • Vice President Sovereign Risk Division Moody’s Ratings, Martin Petch, mengatakan bahwa pihaknya masih menyoroti ketidakpastian kebijakan dan risiko keberlanjutan fiskal di Indonesia, sembari memperingatkan bahwa risiko penurunan kemungkinan akan terus berlanjut.

  • Petch menyebut bahwa meski ada beberapa perkembangan positif, keseimbangan risiko sovereign credit rating Indonesia telah berubah menjadi “sedikit lebih negatif” sejak Moody’s men–downgrade outlook Indonesia menjadi ‘negative’ pada Februari 2026, terutama akibat meningkatnya subsidi energi seiring perang AS–Iran.

  • Petch menjelaskan bahwa salah satu area risiko spesifik yang pihaknya amati adalah kebijakan sentralisasi ekspor via PT Danantara Sumberdaya Indonesia, di mana kurangnya kejelasan seputar mandat perusahaan tersebut menambah kekhawatiran investor atas potensi meningkatnya intervensi negara.

  • Meski pemerintah telah memangkas anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG), Moody’s melihat bahwa basis penerimaan negara yang sempit akan membatasi ruang pemerintah untuk membiayai program–program ambisius seperti itu.

  • Petch pun menilai bahwa pihaknya belum melihat banyak pergerakan pemerintah dalam memperluas basis penerimaan negara, sembari menambahkan bahwa ekspansi beban fiskal yang signifikan tanpa disertai reformasi pendapatan akan menjadi sinyal yang sangat mengkhawatirkan bagi profil kredit Indonesia.

  • Periode 6–12 bulan ke depan akan menjadi periode krusial bagi profil kredit Indonesia, di mana Moody’s akan mengamati kecukupan cadangan devisa, kredibilitas kebijakan, kesehatan BUMN, dan tata kelola di sekitar Danantara.

[Sumber: Bloomberg]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

TPIA Ikut Proyek Waste–to–Energy Danantara via Anak Usaha CDIA by Stockbit Investment Research

  • Chandra Asri Pacific ($TPIA) mengatakan dalam klarifikasi kepada BEI bahwa PT Chandra Waste Energy merupakan entitas usaha perseroan yang dimiliki melalui Chandra Daya Investasi ($CDIA).

  • Klarifikasi TPIA muncul setelah Danantara mengumumkan bahwa PT Chandra Waste Energy termasuk dalam konsorsium Masa Depan Energi Indonesia yang akan mengelola fasilitas waste–to–energy di Serang Raya [https://stockbit.com/post/33688451].

  • TPIA menjelaskan bahwa proses saat ini masih berada pada tahap awal studi dan evaluasi kelayakan, di mana kelanjutan proyek tersebut akan bergantung pada hasil feasibility study sebelum mendapatkan final letter of award.

  • Karena proses proyek tersebut masih dalam tahap awal, TPIA menyebut bahwa perseroan belum dapat menentukan nilai dan komitmen investasi final, memproyeksikan potensi kontribusi pendapatan dan laba bersih dari proyek tersebut, maupun menyampaikan target waktu penyelesaian dan jadwal pelaksanaan proyek.

[Sumber: Keterbukaan Informasi]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Kontan: Djarum Berencana Akuisisi Kecap Bango dari UNVR by Stockbit Investment Research

  • Kontan melaporkan bahwa Grup Djarum, melalui Savoria Group, tengah menjajaki kemungkinan untuk mengakuisisi merek kecap Bango dari Unilever Indonesia ($UNVR).

  • Manajemen Savoria Group enggan mengomentari hal ini, sementara UNVR belum memberikan tanggapan.

  • Jika terealisasi, ini akan menjadi akuisisi ke–2 yang dilakukan oleh Savoria Group terhadap aset milik UNVR.

  • Sebelumnya, PT Savoria Kreasi Rasa pada 1Q26 mengakuisisi merek teh SariWangi beserta fasilitas produksinya di Cikarang dari UNVR senilai ~Rp1,5 T.

[Sumber: Kontan]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

BBTN 1H26: Laba Bersih +41% YoY, Jauh Lampaui Ekspektasi by Stockbit Investment Research

Image by: Stockbit

Stockbit’s take:

  • Bank Tabungan Negara ($BBTN) mencatat laba bersih Rp1,3 T pada 2Q26 (+61% YoY, +17% QoQ), menandai level tertinggi secara kuartalan setidaknya sejak 1Q19.

  • Hasil ini membuat laba bersih selama 1H26 mencapai Rp2,4 T (+41% YoY), jauh melampaui ekspektasi karena setara 62% estimasi 2026F konsensus (vs. 1H25: 49% realisasi 2025).

  • Kinerja selama 1H26 didukung oleh penurunan beban provisi yang signifikan (-61% YoY) seiring kualitas aset yang membaik.

  • Memasuki 2H26, manajemen BBTN mengantisipasi likuiditas yang lebih ketat di tengah: 1) kenaikan suku bunga; dan 2) jumlah SRBI beredar pada Juni 2026 yang menembus level tertinggi sejak diluncurkan dan belum menunjukkan tanda penurunan. Meski demikian, seluruh guidance 2026F tetap dipertahankan oleh manajemen.

CoC Turun Signifikan Seiring Perbaikan Kualitas Aset

  • CoC turun menjadi 0,7% selama 1H26 (vs. 1H25: 2%), di bawah guidance 2026F di kisaran 1–1,2%.

  • Manajemen BBTN memperkirakan CoC akan berada di batas bawah guidance pada akhir 2026, tanpa rencana melakukan backloading provision.

  • NPL gross turun menjadi 2,99% pada Juni 2026 (vs. Juni 2025: 3,3%) dan diperkirakan akan berada di kisaran 2,8–2,9% pada akhir 2026. Sementara itu, target NPL coverage ratio tetap 125% (vs. Juni 2026: 122%).

PPOP Tertekan oleh Penyesuaian Akuntansi

  • PPOP turun -23% YoY selama 1H26, ditekan oleh pelemahan pada hampir seluruh metrik, terutama pendapatan bunga (-12% YoY).

  • Pelemahan pendapatan bunga disebabkan oleh high–base effect dari penyesuaian perhitungan effective interest income pada segmen KPR non–subsidi. Di luar faktor tersebut, pendapatan bunga masih tumbuh +9% YoY.

Likuiditas Diperkirakan Ketat pada 2H26, CoF Berpotensi Naik

  • Beban bunga turun -16% YoY, sehingga CoF turun menjadi 3% selama 1H26 (vs. 1H25: 4,1%). Namun, CoF pada Juni 2026 sedikit naik secara bulanan seiring wacana pemerintah untuk menarik dana saldo anggaran lebih (SAL) senilai Rp200 T dari sistem perbankan.

  • Terkait tambahan injeksi SAL sebesar Rp400 T pada akhir Juni 2026, BBTN memperoleh alokasi sebesar Rp38,3 T, setara 9% dari total DPK perseroan per Juni 2026.

  • Meski memperoleh tambahan dana SAL, manajemen BBTN tetap memperkirakan likuiditas akan tetap ketat dan CoF meningkat ke kisaran 3,1–3,3% pada akhir 2026.

Guidance Kredit Dipertahankan, Pertumbuhan Berpotensi Melunak pada 2H26

  • Pertumbuhan kredit per Juni 2026 (+11% YoY) melampaui guidance 2026F manajemen di kisaran +8–10% YoY, sehingga berpotensi melambat pada 2H26.

  • Pertumbuhan kredit per Juni 2026 didorong oleh kredit non–perumahan, termasuk akuisisi portofolio kredit pensiunan Bank SMBC Indonesia ($BTPN) [stockbit.com/post/32170748] yang dampaknya terhadap pendapatan bunga belum terlihat karena transaksi dilakukan pada akhir Juni 2026.

  • Manajemen juga berencana mengakuisisi portofolio kredit konsumer dari salah satu bank swasta asing pada 2027.

Stockbit's View: Outlook Positif Didukung Perbaikan Kualitas Aset

  • Kami menilai prospek BBTN pada 2H26 akan lebih ditentukan oleh dinamika beban provisi. Kualitas aset sendiri berpotensi terus membaik, tercermin dari day past due credit vintage 24 bulan yang turun menjadi 5,5% pada Juni 2026 (Juni 2025: 8,7%) serta penurunan LAR.

  • Tantangan utama justru berasal dari kenaikan CoF akibat likuiditas yang lebih ketat, tetapi dampaknya berpotensi diimbangi oleh perlambatan pertumbuhan kredit dan peningkatan fokus pada kredit dengan yield yang lebih tinggi.


Ditulis oleh Everson Sugianto, Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Pemerintah Resmikan Peluncuran Proyek LNG Abadi Blok Masela by Stockbit Investment Research

  • Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (16/7) resmi meluncurkan proyek strategis nasional (PSN) LNG Abadi milik Inpex (TYO: 1605) di blok Masela.

  • CEO Inpex, Takayuki Ueda, mengatakan bahwa proyek ini diharapkan akan memasuki fase engineering, procurement, and construction (EPC) pada 2027.

  • Antara melaporkan bahwa proyek bernilai ~US$21 miliar ini diproyeksikan akan memproduksi 9,5 juta ton LNG per tahun, menyalurkan gas pipa domestik sebesar 150 MMSCFD, serta menghasilkan kondensat sekitar 35.000 barrel per hari untuk mendukung kebutuhan energi nasional.

  • Sebelumnya, Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengatakan pada Juni 2026 bahwa pemerintah memperkirakan proyek tersebut akan mulai berproduksi pada 2029 [https://stockbit.com/post/33088198].

[Sumber: Bloomberg, Kontan, Antara]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

AMMN Sebut Kabar Media terkait Rencana Dual Listing Bersifat Spekulasi by Stockbit Investment Research

  • Amman Mineral Internasional ($AMMN) mengatakan dalam klarifikasi kepada BEI bahwa kabar terkait rencana perseroan untuk dual listing di bursa Hong Kong bersifat spekulasi.

  • AMMN juga menyebut tidak ada informasi, fakta, atau kejadian penting lainnya yang belum diungkapkan oleh perseroan kepada publik.

  • Klarifikasi AMMN muncul setelah Bloomberg pada pekan lalu melaporkan bahwa AMMN sedang mempertimbangkan untuk melakukan pencatatan saham di Hong Kong.

[Sumber: Keterbukaan Informasi]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Realisasi Investasi +7,2% YoY selama 1H26, Setara 49,5% Target 2026 by Stockbit Investment Research

  • Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, mengatakan pada Kamis (16/7) bahwa realisasi investasi Indonesia pada 2Q26 mencapai Rp511,8 T (+7,1% YoY, +2,6% QoQ).

  • Hasil ini membuat realisasi investasi selama 1H26 mencapai Rp1.010,6 T (+7,2% YoY), setara 49,5% target pemerintah di level Rp2.041,3 T.

  • Penanaman modal asing pada 2Q26 mencapai Rp257,7 T (+27,4% YoY, +3,1% QoQ), sehingga realisasinya selama 1H26 mencapai Rp507,6 T (+17,3% YoY).

[Sumber: Bloomberg]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Bloomberg: INDY Pertimbangkan Jual PT Kideco Jaya Agung dengan Valuasi Lebih dari US$1 Miliar by Stockbit Investment Research

  • Bloomberg melaporkan bahwa Indika Energy ($INDY) sedang mempertimbangkan untuk menjual anak usaha di bidang pertambangan batu bara, PT Kideco Jaya Agung, dengan valuasi lebih dari US$1 miliar atau ~Rp18,1 T.

  • Narasumber anonim Bloomberg menyebut bahwa INDY sedang bekerja sama dengan penasihat keuangan mengenai potensi divestasi tersebut dan telah menghubungi calon pembeli untuk mengukur minat awal.

  • Narasumber Bloomberg juga menyebut bahwa pembahasan sedang berlangsung dan INDY dapat memilih untuk mempertahankan aset tersebut.

  • Perwakilan INDY dan PT Kideco Jaya Agung belum mengomentari isu ini.

  • INDY sendiri memiliki 91% saham PT Kideco Jaya Agung.

[Sumber: Bloomberg]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

First Gen Konfirmasi Kabar BREN Berencana Akuisisi Aset Geothermal di Filipina by Stockbit Investment Research

  • Induk usaha Energy Development Corp., First Gen Corp., dalam keterbukaan informasi di bursa Filipina mengkonfirmasi bahwa Barito Renewables Energy ($BREN) telah mengajukan penawaran yang tidak mengikat (non–binding offer) untuk mengakuisisi Energy Development Corp. dengan nilai ekuitas sekitar US$5 miliar.

  • Hingga saat ini, First Gen menyebut bahwa belum ada diskusi antara para pihak, belum ada perjanjian yang ditandatangani, dan First Gen belum menunjuk penasihat apa pun untuk transaksi ini.

  • Sebelumnya, Bloomberg melaporkan bahwa BREN telah mengajukan penawaran tunai yang tidak mengikat senilai lebih dari US$5 miliar untuk membeli perusahaan geothermal asal Filipina, Energy Development Corp., guna berekspansi di negara tersebut [https://stockbit.com/post/33741347].

[Sumber: Bloomberg]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Bloomberg: BREN Berencana Akuisisi Aset Geothermal di Filipina Senilai US$5 Miliar by Stockbit Investment Research

  • Bloomberg melaporkan bahwa Barito Renewables Energy ($BREN) telah mengajukan penawaran tunai yang tidak mengikat (non–binding cash offer) senilai lebih dari US$5 miliar untuk membeli perusahaan geothermal asal Filipina, Energy Development Corp., guna berekspansi di negara tersebut.

  • Jika ditotal dengan utang perusahaan, nilai valuasi Energy Development bisa mencapai hingga US$7 miliar, menurut narasumber anonim Bloomberg.

  • Narasumber Bloomberg juga menyebut bahwa diskusi dan pertimbangan dengan penasihat keuangan masih berjalan, sehingga belum ada kepastian apakah transaksi ini akan benar–benar terjadi.

  • Energy Development sendiri didukung oleh First Gen Corp. — konglomerasi renewable energy di Filipina yang dikendalikan oleh keluarga Lopez — Macquarie Asset Management, dan GIC Pte (Singapura).

  • Perwakilan BREN, Energy Development, First Gen, GIC, dan Macquarie Asset Management belum menanggapi permintaan komentar terkait kabar ini.

[Sumber: Bloomberg]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Anak Usaha AMMN Berencana Gandakan Produksi Katoda Tembaga pada 2026 by Stockbit Investment Research

  • Direktur Utama PT Amman Mineral Nusa Tenggara, Rachmat Makassau, mengatakan kepada DPR pada Selasa (14/7) bahwa pihaknya menargetkan dapat menggandakan produksi katoda tembaga dari 79.848 ton pada 2025 menjadi 162.662 ton pada 2026.

  • Rachmat menambahkan bahwa PT Amman Mineral Nusa Tenggara — yang merupakan anak usaha Amman Mineral Internasional ($AMMN) — menargetkan dapat memproduksi 16.119 kg emas, 45.439 kg perak, dan 572.036 ton asam sulfat pada 2026.

  • Rachmat menambahkan bahwa pihaknya telah memproses seluruh hasil tambang di smelter sejak Juni 2026, sembari menambahkan bahwa pihaknya berencana melakukan shutdown smelter sementara pada Desember 2026 atau Januari 2027 untuk melakukan perbaikan lebih lanjut pasca–force majeure tahun lalu.

[Sumber: Reuters]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

BFIN Klarifikasi Rumor Merger dengan ARTO by Stockbit Investment Research

  • BFI Finance Indonesia ($BFIN) mengatakan dalam klarifikasi kepada BEI bahwa perseroan belum memiliki informasi terkait isu penggabungan usaha dan tidak dapat memberikan tanggapan terkait aktivitas atau keputusan para pemegang saham.

  • Pernyataan BFIN muncul setelah Bloomberg pada pekan lalu melaporkan bahwa sekelompok investor yang dipimpin oleh Jerry Ng tengah mempertimbangkan opsi kepemilikannya di Bank Jago ($ARTO) dan BFIN, termasuk opsi penggabungan kedua perusahaan tersebut.

  • Dalam laporan tersebut, Bloomberg juga menyebut adanya potensi minat dari sejumlah lembaga keuangan asing yang ingin memperluas bisnis di Indonesia, meski pembahasan disebut masih berada pada tahap awal dan belum menghasilkan keputusan final.

  • Selain BFIN, ARTO mengatakan dalam klarifikasi kepada BEI bahwa perseroan tidak memiliki informasi yang dapat diungkapkan mengenai rumor merger antara ARTO dan BFIN maupun mengenai rumor pendekatan dari investor asing atau institusi keuangan tertentu [https://stockbit.com/post/33689514].

[Sumber: Keterbukaan Informasi]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

ARTO Klarifikasi Rumor Merger dengan BFIN by Stockbit Investment Research

  • Bank Jago ($ARTO) mengatakan dalam klarifikasi kepada BEI bahwa perseroan tidak memiliki informasi yang dapat diungkapkan mengenai rumor merger antara ARTO dan BFI Finance Indonesia ($BFIN), maupun mengenai rumor pendekatan dari investor asing atau institusi keuangan tertentu.

  • ARTO menambahkan bahwa informasi yang berkaitan dengan aktivitas atau keputusan pemegang saham merupakan ranah masing–masing pemegang saham dan berada di luar kewenangan perseroan untuk memberikan tanggapan lebih lanjut.

  • Sebelumnya, Bloomberg pada pekan lalu melaporkan bahwa sekelompok investor yang dipimpin oleh Jerry Ng tengah mempertimbangkan opsi kepemilikannya di ARTO dan BFIN, termasuk opsi penggabungan kedua perusahaan tersebut.

  • Dalam laporan tersebut, Bloomberg juga menyebut adanya potensi minat dari sejumlah lembaga keuangan asing yang ingin memperluas bisnis di Indonesia, meski pembahasan disebut masih berada pada tahap awal dan belum menghasilkan keputusan final.

[Sumber: Keterbukaan Informasi]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Danantara Tetapkan 8 Mitra Proyek Waste–to–Energy Tahap 2 by Stockbit Investment Research

PT Danantara Investment Management melalui PT Daya Energi Bersih Nusantara pada Senin (13/7) mengumumkan mitra terpilih untuk pengembangan dan pengelolaan 8 proyek waste–to–energy tahap ke–2, berikut rinciannya:

  • Medan Raya: Konsorsium SUEZ–IAN (SUEZ Insan Asia)

  • Kabupaten Bekasi: Konsorsium Everbright Cemerlang Energy (Everbright Harmoni)

  • Lampung Raya: Bumi Biru Indonesia (SUS Indoplas)

  • Serang Raya: Masa Depan Energi Indonesia (Chandra Waste Energy BGE)

  • Semarang Raya: Veolia Environmental Services Asia Pte. Ltd. (Veolia)

  • Surabaya Raya: Konsorsium Mentari Citra Lestari (Bakrie Power SUS)

  • Bogor Raya 2: Konsorsium MPM–CEVIA (Mega Power CEVIA)

  • Yogyakarta Raya: Konsorsium Cakra Energi Lestari (Pertamina NRE Tianjin CITICC)

[Sumber: Katadata] 


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Harga Minyak Melonjak +12% ke Atas US$85/Barrel seiring AS Kembali Blokade Iran & Usulkan Tarif 20% di Selat Hormuz by Stockbit Investment Research

  • Harga minyak Brent naik +2,7% ke level ~US$85,5/ barrel pada Selasa (14/7) pagi, setelah melonjak +9,6% ke level ~US$83,3/barrel pada penutupan perdagangan Senin (13/7).

  • Lonjakan harga minyak didorong oleh keputusan Presiden Donald Trump untuk kembali memberlakukan blokade laut terhadap Iran di Selat Hormuz dan menuntut pembayaran sebesar 20% atas seluruh kargo yang melewati Selat Hormuz.

  • Trump mengatakan kebijakan tersebut akan melarang Iran maupun pelanggannya untuk memasuki atau meninggalkan Selat Hormuz, sementara negara lainnya tetap dapat menggunakan Selat Hormuz.

  • Pemerintah AS belum memberikan rincian lain tentang rencana penerapan tarif tersebut, termasuk bagaimana biaya tersebut akan diterapkan atau apakah telah dikomunikasikan kepada sekutu AS di wilayah Teluk.

  • Joint Maritime Information Center menyebut bahwa pusat komando militer AS akan mulai memberlakukan blokade terhadap seluruh pelabuhan dan wilayah pesisir Iran pada Selasa (14/7) mulai pukul 16.00 waktu New York.

  • Menanggapi hal tersebut, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan bahwa Iran selalu menjadi penjaga Selat Hormuz dan akan tetap demikian selamanya, sembari menambahkan bahwa pihak yang menjamin keamanan pelayaran di Selat Hormuz berhak memperoleh kompensasi atas layanan tersebut.

  • Namun, Araghchi menyindir usulan Trump dengan mengatakan bahwa tarif sebesar 20% dari nilai kargo terlalu tinggi, seraya menegaskan bahwa Iran akan mengenakan tarif yang lebih adil.

  • Sementara itu, militer AS pada Senin (13/7) melancarkan serangan terhadap Iran untuk hari ke–3 beruntun, yang diperkirakan dapat berlanjut selama beberapa hari ke depan.

[Sumber: Bloomberg]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Bloomberg: AMMN Pertimbangkan untuk Melantai di Bursa Hong Kong by Stockbit Investment Research

  • Bloomberg melaporkan bahwa Amman Mineral Internasional ($AMMN) sedang mempertimbangkan untuk melakukan pencatatan saham di Hong Kong.

  • Narasumber Bloomberg menyebut bahwa rincian terkait ukuran dan waktu pencatatan saham masih dibahas.

  • Jika terwujud, AMMN akan mengikuti jejak Merdeka Gold Resources ($EMAS) yang melantai di bursa Hong Kong via depositary receipt pada Juni 2026.

  • Juru bicara AMMN menolak mengomentari kabar ini.

[Sumber: Bloomberg]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Raffi Ahmad Sebut Haji Isam Punya 1% Saham RANS by Stockbit

  • Founder Rans Entertainmen Indonesia ($RANS), Raffi Ahmad, mengeklaim bahwa Andi Syamsuddin Arsad atau Haji Isam memiliki 1% saham RANS.

  • Pernyataan Raffi tersebut muncul seiring kedatangan Haji Isam dalam acara IPO saham RANS di BEI pada Jumat (10/7), di mana Haji Isam turut naik ke panggung bersama Raffi Ahmad dan Nagita Slavina untuk memencet bel perdagangan perdana.

  • Bisnis melaporkan bahwa nama Haji Isam tidak terdapat di dalam daftar pemegang saham RANS berdasarkan prospektus.

[Sumber: Bisnis]


Konten ini ditulis oleh PT Stockbit Karya Indonesia (“Stockbit”), perusahaan media ekonomi dan keuangan yang menghadirkan berita, analisis, dan insight tentang dunia bisnis, investasi, dan kebijakan ekonomi, khususnya yang terkait Pasar Modal.

Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing–masing nasabah.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisis terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Smelter Aluminium ADRO & ADMR Catat Ekspor Perdana pada Juni 2026, Pengiriman ke AS & Korea Selatan seiring Pengetatan Pasokan Global by Stockbit Investment Research

  • Smelter aluminium milik Alamtri Resources Indonesia ($ADRO), PT Kalimantan Aluminium Industry, telah melakukan ekspor aluminium pertamanya, di mana platform perdagangan komoditas Export Genius mencatat bahwa perusahaan tersebut mengirimkan 31.494 ton aluminium primer ke AS dan 3.569 ton ke Korea Selatan pada Juni 2026.

  • Juru bicara ADRO mengatakan bahwa proyek smelter aluminium tersebut telah menerima minat yang kuat dari calon pelanggan dan perseroan menargetkan penjualan ingot aluminium hingga 350.000 ton selama 2026, mencakup pasar domestik maupun luar negeri.

  • Ekspor perdana PT Kalimantan Aluminium Industry ini muncul di tengah upaya AS dan Korea Selatan untuk mencari sumber aluminium alternatif seiring gangguan pengiriman dari pemasok utama di Timur Tengah akibat perang AS–Iran. Kekurangan pasokan tersebut mendorong premi aluminium AS ke rekor tertinggi bulan lalu, menurut laporan Reuters.

  • PT Kalimantan Aluminium Industry sendiri dimiliki ADRO melalui Alamtri Minerals Indonesia ($ADMR).

[Sumber: Reuters] 


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.