Pemerintah Mulai Pungut Pajak Seller di E–commerce per 1 Oktober 2026 by Stockbit Investment Research

  • Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Bimo Wijayanto, mengatakan bahwa pihaknya akan memungut pajak penghasilan dari para seller di e–commerce mulai 1 Oktober 2026.

  • Bimo menjelaskan bahwa platform e–commerce sudah siap mengimplementasikan kebijakan ini, sembari menambahkan bahwa kebijakan ini sebelumnya ditunda oleh mantan menteri keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, karena ingin memastikan kesiapan teknis dari seluruh pihak.

  • Sebelumnya, Kementerian Keuangan telah merilis Peraturan Menteri Keuangan No. 37/2025 yang mewajibkan platform e–commerce untuk memungut dan membebankan pajak penghasilan atas penjualan yang dilakukan oleh seller berskala kecil dan menengah, meski kemudian implementasinya ditunda beberapa kali.

  • Kebijakan ini mewajibkan platform yang memenuhi kriteria tertentu untuk memotong dan membebankan pajak sebesar 0,5% atas penjualan yang dilakukan oleh seller dengan omzet tahunan antara Rp500 juta–Rp4,8 M.

[Sumber: CNN Indonesia]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Reuters: India Pertimbangkan Pangkas Tarif Bea Impor Minyak Nabati, Berpotensi Topang Harga CPO by Stockbit Investment Research

  • Reuters melaporkan bahwa pemerintah India sedang mempertimbangkan untuk menurunkan tarif bea impor komoditas minyak nabati guna meredam inflasi pangan seiring potensi lonjakan permintaan menjelang festive season.

  • Juru bicara pemerintah India belum mengomentari kabar ini.

  • Reuters melaporkan bahwa peningkatan permintaan minyak nabati dari India akan menopang harga acuan CPO di bursa Malaysia dan kontrak berjangka minyak kedelai AS.

  • India sendiri memenuhi hampir dua pertiga kebutuhan minyak nabatinya melalui impor, terutama minyak sawit, minyak kedelai, dan minyak bunga matahari dari Malaysia, Indonesia, Argentina, Rusia, dan Ukraina.

  • Sebelumnya, India pada Mei 2025 telah memangkas separuh tarif bea impor dasar untuk minyak nabati menjadi 10%, yang secara efektif menurunkan total bea masuk untuk CPO menjadi 16,5%.

[Sumber: Reuters]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

OJK: 7 Perusahaan dalam Pipeline IPO dengan Total Target Dana hingga Rp4 T by Stockbit Investment Research

  • Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengatakan pada Rabu (16/7) bahwa terdapat 7 perusahaan dalam pipeline IPO hingga 6 September 2026, dengan total perkiraan maksimum target dana yang akan dihimpun sebesar Rp4 T.

  • Sebagai konteks, sejak awal tahun hingga 30 Agustus 2026, baru terdapat 7 emiten yang menggelar IPO di BEI, dengan total dana terhimpun ~Rp2,3 T.

  • Hasan menyebut penurunan jumlah IPO dipengaruhi dinamika pasar global dan meningkatnya ketidakpastian geopolitik yang memengaruhi waktu pelaksanaan penawaran umum.

  • Selain itu, sejumlah calon emiten juga belum memperoleh persetujuan OJK dan perlu meningkatkan kualitas keterbukaan informasi sebelum melanjutkan proses.

[Sumber: Kontan]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Presiden Prabowo Target Pembangunan Giant Sea Wall Pantura Dimulai Awal 2027 by Stockbit Investment Research

  • Presiden Prabowo Subianto mengatakan pada Rabu (16/9) bahwa pembangunan tanggul laut giant sea wall di sepanjang pantai utara Pulau Jawa ditargetkan dapat dimulai pada awal 2027.

  • Proyek ini direncanakan membentang sepanjang ~575 km dari Banten hingga Jawa Timur.

  • Presiden Prabowo menyebut proyek tersebut akan melindungi 50 juta penduduk sekaligus mengamankan 38% PDB Indonesia, mengingat kawasan pantai utara Pulau Jawa menampung 70 kawasan industri dan 5 kawasan ekonomi serta menjadi bagian dari poros logistik nasional.

  • Presiden Prabowo juga mengeklaim sudah terdapat pihak yang berminat mendanai proyek tersebut, meski tidak merinci lebih lanjut.

  • Sebelumnya, pemerintah memasukkan proyek pembangunan giant sea wall sebagai salah satu program prioritas nasional, dengan kebutuhan investasi diperkirakan mencapai ~US$100 miliar atau setara ~Rp1.784 T.

[Sumber: Kontan, Investor Trust]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Bloomberg: Haji Isam Tawar 62% Saham BYAN Senilai US$3 Miliar, Diskon dibanding Nilai Pasar by Stockbit Investment Research

  • Bloomberg melaporkan bahwa entitas yang dimiliki oleh Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam telah mengajukan penawaran senilai ~US$3 miliar untuk 62% saham di Bayan Resources ($BYAN).

  • Penawaran tersebut mengimplikasikan valuasi yang lebih rendah sekitar -80% dibandingkan market cap BYAN saat ini di kisaran US$26 miliar.

  • Narasumber Bloomberg menyebut bahwa pembicaraan mengenai transaksi ini masih terus berlangsung dan belum tentu kesepakatan akan tercapai.

  • Perwakilan Haji Isam, BYAN, dan Low Tuck Kwong belum mengomentari kabar ini.

[Sumber: Bloomberg]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Bloomberg: MBMA Berencana Melantai di Bursa Hong Kong via Depositary Receipt by Stockbit Investment Research

  • Bloomberg melaporkan bahwa Merdeka Battery Materials ($MBMA) sedang mempertimbangkan penjualan depositary receipt di bursa Hong Kong.

  • Narasumber Bloomberg melaporkan bahwa besaran dan waktu penawaran masih dalam pembahasan, sembari menambahkan bahwa kesepakatan final rencana ini belum dapat dipastikan.

  • Juru bicara MBMA belum menanggapi kabar ini.

  • Sebelumnya, Merdeka Gold Resources ($EMAS) telah melakukan penjualan depositary receipt di bursa Hong Kong pada Juni 2026 [https://stockbit.com/post/33035797].

  • Selain MBMA, Bloomberg pada Juli 2026 juga melaporkan bahwa Amman Mineral Internasional ($AMMN) sedang mempertimbangkan pencatatan saham di bursa Hong Kong, meski AMMN menyebut bahwa kabar tersebut bersifat spekulasi [https://stockbit.com/post/33819243].

[Sumber: Bloomberg]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

BUMI Rampungkan Akuisisi 100% Saham Loyal Metals Senilai Rp1 T by Stockbit Investment Research

  • Bumi Resources ($BUMI) melalui anak usahanya, Bumi Resources Australia Pty. Ltd., mengumumkan telah merampungkan akuisisi 100% saham perusahaan tambang emas dan tembaga asal Australia, Loyal Metals Ltd. (ASX: LLM), senilai ~AU$79,1 juta atau ~Rp1 T pada 4 September 2026.

  • Sebelumnya, pemegang saham Loyal Metals telah menyetujui rencana akuisisi oleh BUMI pada awal Agustus 2026 [https://stockbit.com/post/35042994].

[Sumber: Keterbukaan Informasi]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

CUAN Perbarui Rencana Akuisisi Saham SINI by Stockbit Investment Research

  • Petrindo Jaya Kreasi ($CUAN) mengumumkan rencana untuk menambah kepemilikan di Singaraja Putra ($SINI) hingga menjadi pengendali baru.

  • CUAN menjelaskan bahwa perseroan dan pemegang saham SINI sedang bernegosiasi mengenai mekanisme, harga, dan target waktu penyelesaian transaksi.

  • Setelah transaksi ini rampung, CUAN akan melaksanakan penawaran tender wajib atas saham SINI.

  • Rencana transaksi ini merupakan rencana transaksi baru, sementara rencana transaksi yang diumumkan pada Desember 2025 — di mana CUAN melalui anak usahanya, PT Kreasi Jasa Persada, berencana menambah kepemilikan di SINI menjadi minimum 51% — telah disepakati untuk diakhiri dan tidak dilanjutkan.

  • Sebagai konteks, CUAN melalui PT Kreasi Jasa Persada dan Petrosea ($PTRO) telah memiliki 27,78% saham SINI.

[Sumber: Keterbukaan Informasi]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Smelter Nikel di Kawasan IMIP Berpotensi Pangkas Produksi hingga 40% seiring Gangguan Pasokan Air akibat El Nino by Stockbit Investment Research

  • Head of Media Relations PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Dedy Kurniawan, mengatakan kepada Bloomberg Technoz bahwa smelter nikel di kawasan IMIP berpotensi memangkas produksi sekitar 30–40%, seiring terbatasnya pasokan air ke fasilitas smelter akibat kekeringan yang dipicu oleh El Nino.

  • Dedy menjelaskan bahwa sejumlah perusahaan yang terdampak gangguan tersebut antara lain smelter berbasis HPAL, pabrik produksi kokas, dan daya pendukung PLTU.

  • Dedy menambahkan bahwa pihaknya tengah mengupayakan percepatan pendayagunaan sumber–sumber air baru dari lokasi sekitar guna mengurangi dampak El Nino terhadap operasional smelter nikel di kawasan tersebut.

  • Bloomberg melaporkan bahwa potensi pemangkasan produksi ini dapat membantu menahan penurunan harga nikel global di London Metal Exchange, yang telah turun sekitar -17% dari level tertinggi pada awal Mei 2026.

[Sumber: Bloomberg Technoz, Bloomberg]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

CBRE Update Rencana Rights Issue: Harga Pelaksanaan Rp108/Lembar by Stockbit Investment Research

  • Cakra Buana Resources Energi ($CBRE) mengumumkan update rincian rights issue, di mana perseroan kini berencana menerbitkan hingga ~11,8 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp108/lembar, rasio 100 saham lama mendapatkan 260 rights, dan efek dilusi hingga 72,22%.

  • Potensi perolehan dana dari aksi korporasi ini mencapai ~Rp1,3 T, dengan ~Rp858,6 M di antaranya sebagai bagian dari konversi utang dan sisanya akan digunakan untuk modal kerja.

  • Pengendali CBRE dengan kepemilikan 61,13% saham, PT Omudas Investment Holdco, dan pemegang 9,3% saham CBRE, PT Republik Capital Indonesia, tidak akan melaksanakan haknya dan mengalihkan rights–nya kepada PT Garuda Nusantara Mineral, PT Saga Investama Sedaya, Yafin Tandiono Tan, dan Hilong Shipping Holding Ltd.

  • Para penerima pengalihan tersebut masing–masing berkomitmen akan menyerap saham baru dalam bentuk konversi utang.

  • Cum rights di pasar reguler dan negosiasi pada 2 November 2026, sementara periode perdagangan dan pelaksanaan rights pada 6–12 November 2026.

  • Sebagai perbandingan dengan rencana sebelumnya, CBRE pada Maret 2026 mengumumkan berencana menggelar rights issue hingga ~12,8 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan berkisar Rp100–150/lembar, dengan perolehan dana ditujukan untuk pelunasan kewajiban utang kepada pihak ketiga atau pemengang promissory note, capex pembelian aset kapal jenis anchor handling tug supply (AHTS), dan modal kerja [https://stockbit.com/post/34594944].

[Sumber: Keterbukaan Informasi]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

VKTR: Danantara Jajaki Pendanaan hingga Rp2 T untuk Pengadaan Bus & Truk Listrik by Stockbit Investment Research

  • VKTR Teknologi Mobilitas ($VKTR) mengumumkan telah menandatangani indicative non–binding term sheet dengan PT Danantara Investment Management selaku investor dan Bakrie & Brothers ($BNBR) selaku guarantor, di mana PT Danantara Investment Management tengah menjajaki potensi pendanaan kepada VKTR dengan nilai indikatif hingga Rp2 T.

  • Pendanaan tersebut ditujukan untuk pembiayaan pengadaan bus listrik dan/atau truk listrik dan tujuan lainnya, yang akan ditentukan dan disepakati oleh para pihak dalam dokumen definitif.

  • Rencana pendanaan ini memiliki hak opsi konversi, yang ketentuannya akan ditentukan kemudian dalam dokumen definitif.

  • Kesepakatan ini masih bersifat tidak mengikat (non–binding) dan mencerminkan pembahasan awal.

[Sumber: Keterbukaan Informasi]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Sektor Konsumer Tertekan Harga Bahan Baku & Inflasi, Prospek Perbankan Lebih Menarik by Stockbit Investment Research

Photo by: Stockbit

Kami menilai harga saham beberapa emiten consumer staples berpotensi tertekan dalam jangka pendek, didorong oleh 2 faktor: 1) kenaikan harga beberapa bahan baku utama — seperti CPO, gula, gandum, dan kemasan — yang berpotensi menggerus margin emiten; serta 2) inflasi akibat El Nino yang berpotensi menekan daya beli masyarakat.

Harga CPO, gula, dan gandum masing–masing telah menguat sekitar +8%, +19%, dan +16% dalam 1 bulan terakhir. Sementara itu, harga minyak global — yang menjadi basis harga kemasan plastik — juga bertahan di level tinggi di atas US$90/barrel. Meski komposisi penggunaan bahan baku tersebut berbeda–beda untuk tiap emiten, secara keseluruhan kenaikan harga bahan baku menjadi sentimen negatif bagi emiten–emiten konsumer. Di sisi lain, tekanan inflasi diperkirakan akan meningkat hingga akhir tahun seiring menguatnya intensitas El Nino, yang pada gilirannya dapat menekan daya beli dan membatasi ruang bagi emiten konsumer untuk meneruskan kenaikan harga bahan baku kepada konsumen. Meski kami memperkirakan pemerintah akan mengambil langkah untuk melindungi daya beli melalui penambahan jumlah bantuan, faktor inflasi ini menambah ketidakpastian bagi sektor konsumer.

Mengacu pada estimasi konsensus untuk beberapa emiten konsumer, kami melihat adanya risiko tidak tercapainya proyeksi laba bersih (earnings miss), terutama dari sisi margin laba kotor (lihat tabel). Secara umum, proyeksi margin laba kotor konsensus masih mengimplikasikan margin yang lebih tinggi pada 2H26 dibandingkan 1H26, kecuali untuk Mayora Indah ($MYOR). Sementara itu, Indofood Sukses Makmur ($INDF) memiliki segmen CPO dan tepung terigu (Bogasari), sehingga sedikit memberikan natural hedging.

Dalam jangka pendek sekitar 3–6 bulan ke depan, kami menilai sektor perbankan menawarkan prospek yang relatif lebih baik, seiring dengan: 1) kondisi likuiditas yang tidak seketat yang dikhawatirkan; 2) mulai menguatnya momentum pertumbuhan kredit; serta 3) tren kualitas aset yang terjaga. Di antara big 4 banks, preferensi kami jatuh pada Bank Negara Indonesia ($BBNI) dan Bank Rakyat Indonesia ($BBRI).

  • BBNI — telah membuat pencadangan yang konservatif selama 1H26 (+42% YoY), sehingga memiliki upside laba bersih dari sisi pencadangan yang lebih rendah pada 2H26. Pembahasan lebih lengkap terkait kinerja BBNI pada 1H26 dan 7M26 serta prospek ke depan dapat dilihat di https://stockbit.com/post/34549667 dan https://stockbit.com/post/35130218.

  • BBRI — mulai optimisnya manajemen untuk kembali menumbuhkan segmen mikro dapat menjadi sentimen positif bagi BBRI, setelah mengalami de–rating valuasi yang paling signifikan di antara bank Himbara. Pembahasan kinerja BBRI hingga 1H26 serta prospek ke depan dapat dilihat di sini https://stockbit.com/post/35309578.


Ditulis oleh Edi Chandren, Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Review Indeks GDX/GDXJ September 2026: EMAS Dekati Threshold Masuk GDX, PSAB Dekati Threshold Keluar GDXJ by Stockbit Investment Research

Photo by: Stockbit

Market Vectors Index Solutions, penyedia indeks yang dijadikan benchmark oleh VanEck, akan mengumumkan evaluasi untuk indeks saham Global Gold Miners Index (GDX) dan Global Junior Gold Miners Index (GDXJ) pada 11 September 2026, dengan komposisi inklusi akan ditentukan berdasarkan harga penutupan hari ini, Senin (31/8). Sebagai konteks, sektor emiten emas Indonesia turun sekitar 2–4% pada sesi 1 hari ini.

Berdasarkan harga pada akhir sesi 1 hari ini, berikut perkiraan kami atas emiten emas Indonesia selama rebalancing GDX/GDXJ:

  • GDX

    • Potensi masuk: $EMAS. Perlu ditutup di kisaran Rp9.100/saham atau naik sekitar +0,8% dibandingkan harga per sesi 1 hari ini di Rp9.025/saham.

    • Tetap dalam indeks: $AMMN, $BRMS

  • GDXJ

    • Masuk: -

    • Tetap dalam indeks: $EMAS, $BRMS, $ARCI

    • Risiko keluar: $PSAB. Perlu ditutup di kisaran Rp640/saham atau naik sekitar +6,7% dibandingkan harga per sesi 1 hari ini di Rp600/saham agar tidak berisiko keluar dari indeks.

Perlu dicatat, perkiraan harga di atas hanya estimasi kami, yang disusun berdasarkan beberapa asumsi sebagai berikut:

  • Persyaratan indeks

    • Emiten yang baru terinklusi harus memperoleh setidaknya 50% pendapatan atau sumber daya mineral dari emas/perak, memiliki free float di atas 10%, market cap di atas US$150 juta, dan nilai transaksi harian rata–rata (ADTV) 3 bulan di atas US$1 juta.

    • Anggota yang sudah terinklusi memiliki kriteria yang lebih longgar: minimum 25% pendapatan atau sumber daya mineral dari emas/perak, free float 5%, dan market cap US$75 juta. Persyaratan ini yang kami gunakan untuk menilai PSAB, serta juga menjelaskan mengapa produsen dengan pendapatan mayoritas dari tembaga bisa masuk dalam indeks emas.

  • Threshold masuk minimum

    • GDX tidak memiliki threshold ukuran perusahaan yang tetap. Penentuan masuknya saham bergantung pada seberapa jauh cakupan indeks untuk mencapai 90% coverage target dan batas minimum 25 perusahaan. Oleh karena itu, kami menggunakan free float market cap terkecil yang diterima pada review GDX bulan Juni 2026 sebagai proxy, lalu menyesuaikannya dengan kinerja GDX selama 3 bulan terakhir. Untuk GDXJ, kami menggunakan data rebalancing bulan Maret 2026, mengingat GDXJ hanya melakukan review pada Maret dan September.

  • Flow estimate: Nilai AUM ETF VanEck yang terdaftar di AS saat ini (GDX US$32,3 miliar dan GDXJ US$10,2 miliar) dikalikan dengan estimasi bobot indeks, setelah menerapkan weighting caps dari MarketVector.

Analisis kami juga dapat berubah jika: 1) GDX memasukkan lebih banyak emiten dibandingkan asumsi kami; 2) Market Vectors memperbarui float factor; atau 3) harga bergerak menjelang penutupan hari ini atau sebelum batas waktu penentuan weighting pada 9 September 2026. Perlu dicatat juga bahwa perbandingan dengan peers didasarkan pada harga penutupan 26 Agustus 2026. Artinya, jika saham perusahaan tambang emas global mengalami penurunan harga seperti dengan emiten–emiten sektor emas Indonesia hari ini, maka tingkat acuan tersebut juga akan turun.

Dengan mempertimbangkan hal–hal tersebut, kami mengestimasikan arus dana (flow) dari GDX/GDXJ sebagai berikut.

Major flow:

  • $EMAS (GDX): berpotensi mendapatkan inflow sekitar US$115–119 juta jika harga ditutup di kisaran Rp9.100/saham pada hari ini, setara sekitar 4,1–4,2% dari free float dan ~13 hari perdagangan. Kami melihat peluang EMAS untuk masuk GDX sebagai sebuah kemungkinan dan bukan skenario base case, karena harga Rp9.025/saham hanya sedikit lebih rendah dibandingkan estimasi harga masuk terendah dari 3 skenario kami. Faktor pendukung skenario ini meliputi: 1) free float market cap pada harga Rp9.025 adalah ~US$2,78 miliar, angka yang sudah melampaui market cap anggota terkecil GDX saat ini di ~US$2,5 miliar; dan 2) likuiditas bukan merupakan kendala mengingat nilai perdagangan harian EMAS mencapai ~US$9 juta, jauh di atas batas minimum US$1 juta bagi emiten baru.

Minor flow:

  • $AMMN dan $BRMS (GDX): tetap berada di GDX, tetapi berpotensi mengalami sedikit pengurangan bobot secara pasif, sekitar US$0,3–6,5 juta untuk AMMN dan US$0,2–5,1 juta untuk BRMS, yang masing–masing lebih rendah dibandingkan setengah volume perdagangan harian AMMN dan BRMS. Besaran ini bergantung pada seberapa dalam cakupan indeks GDX — di mana variabel yang sama juga menentukan masuknya EMAS — sehingga jika EMAS terpilih masuk, nilainya akan berada di kisaran atas rentang tersebut.

  • $PSAB (GDXJ): potensi outflow sekitar US$2,4 juta jika dikeluarkan, setara 2,6% dari free float dan di bawah volume perdagangan harian PSAB, sehingga dampaknya akan minimal. Berdasarkan estimasi kami, PSAB perlu ditutup di sekitar Rp640/saham pada hari ini agar tetap bertahan di indeks.

Non–event:

  • $ARCI (GDXJ): pada harga Rp1.330/saham, estimasi kami menunjukkan bahwa posisi ARCI di GDXJ masih aman karena berada 34% di atas level threshold–nya di Rp995/saham. Namun, market cap ARCI masih terlalu kecil untuk masuk GDX — di mana ARCI setidaknya membutuhkan harga Rp21.050/saham dengan asumsi free float saat ini di level 10%.

Perlu diingat, pergerakan harga saham akan bervariasi, bergantung pada: 1) seberapa besar aksi front–running yang telah terjadi; 2) pergerakan harga emas dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menjelang tanggal efektif 18 September 2026; serta 3) bagaimana pasar menanggapi pengumuman pada 11 September 2026.

Disclaimer: Tulisan ini adalah estimasi mekanis berdasarkan aturan indeks, bukan target harga ataupun rekomendasi investasi. Angka–angka di atas mengukur besarnya volume perdagangan yang harus dilakukan oleh indeks, bukan dampak pergerakan tersebut terhadap harga saham.


Ditulis oleh Theodorus Melvin, Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

AADI: Laba Bersih +130% QoQ pada 2Q26, 1H26 Lampaui Ekspektasi by Stockbit Investment Research

Photo by: Stockbit

Stockbit’s take:

  • Adaro Andalan Indonesia ($AADI) mencatat laba bersih US$330 juta pada 2Q26 (+42% YoY, +130% QoQ), sehingga laba bersih selama 1H26 mencapai US$474 juta (+10% YoY) dan melampaui ekspektasi karena setara 48% estimasi 2026F konsensus (vs. rata–rata 2 tahun terakhir: 64% realisasi tahunan).

  • Kami menilai kinerja AADI selama 2026 berpotensi melampaui ekspektasi 2026F konsensus, meski risiko utama datang dari sisi logistik, di mana penurunan debit sungai di Kalimantan akibat El Nino berpotensi menghambat distribusi dan volume penjualan.

  • Kenaikan laba bersih pada 2Q26 utamanya didorong oleh pertumbuhan laba kotor menjadi US$525 juta (+51% YoY, +104% QoQ), dengan ekspansi margin laba kotor ke level 34,9% (vs. 2Q25: 28,2%, 1Q26: 24,7%).

  • Kenaikan laba kotor dan margin laba kotor secara kuartalan pada 2Q26 didorong oleh kenaikan pendapatan+44% QoQ, yang didorong kenaikan harga jual rata–rata (ASP) batu bara menjadi US$75,6/ ton (+15% QoQ) dan pertumbuhan volume penjualan menjadi 18,4 juta ton (+22% QoQ).

  • Sementara itu, beban pokok pendapatan pada 2Q26 tumbuh lebih moderat (+24% QoQ), dengan cash cost turun menjadi US$41,2/ton (-2% QoQ).

ASP Batu Bara Menguat seiring Kenaikan Harga Energi Global

AADI membukukan kenaikan ASP batu bara menjadi US$75,6/ton pada 2Q26 (+13% YoY, +15% QoQ), sejalan dengan penguatan harga batu bara global akibat mengetatnya pasokan LNG dan kenaikan harga energi seiring konflik di Timur Tengah. Sementara itu, volume penjualan meningkat menjadi 18,4 juta ton pada 2Q26 (+5% YoY, +22% QoQ), didukung oleh kuota produksi AADI yang sampai saat ini tidak mengalami pemangkasan pada RKAB 2026.

Cash Cost Turun secara Kuartalan seiring Penurunan Stripping Ratio

Cash cost AADI turun secara kuartalan menjadi US$41,2/ton pada 2Q26 (+7% YoY, -2% QoQ), seiring dengan penurunan stripping ratio menjadi 3,8x (vs. 2Q25: 4,3x, 1Q26: 4,2x).

Stockbit’s View

  • Secara keseluruhan, kami menilai kinerja AADI pada 2Q26 menunjukkan hasil yang positif, didukung oleh kenaikan ASP dan pertumbuhan volume penjualan yang mendorong pertumbuhan pendapatan dan ekspansi margin.

  • Ke depan, kami memproyeksikan harga batu bara tetap berada di level yang relatif tinggi, karena krisis energi berkepanjangan akibat konflik Timur Tengah serta tren meningkatnya permintaan batu bara menjelang musim dingin pada akhir tahun, sementara volume penjualan diperkirakan tetap terjaga dengan tidak adanya pemangkasan kuota RKAB 2026.

  • Dengan asumsi harga batu bara berada di level yang tinggi, di mana harga ICI–3 saat ini telah naik naik +37% YTD ke level US$85,7/ton per Jumat (28/8), kami memproyeksikan AADI dapat mencetak laba bersih sekitar US$300 juta pada 3Q26 dan 4Q26, sehingga laba bersih 2026F berpotensi mencapai sekitar US$1 miliar dan melampaui ekspektasi (105% estimasi 2026F konsensus).

  • Namun, terdapat risiko dari sisi logistik yang berpotensi menghambat distribusi dan volume penjualan akibat penurunan debit sungai di Kalimantan yang dipengaruhi El Nino.


Ditulis oleh Christian William Munaba, Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Komisi XI DPR Setujui Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia by Stockbit Investment Research

  • Komisi XI DPR pada Kamis (27/8) menyetujui Destry Damayanti sebagai gubernur Bank Indonesia untuk masa jabatan 2026–2031, dengan pengangkatannya masih menunggu persetujuan DPR secara keseluruhan dalam rapat paripurna DPR pada 1 September 2026.

  • Komisi XI DPR juga menyetujui Aida S. Budiman sebagai deputi gubernur senior dan Solikin M. Juhro sebagai deputi gubernur Bank Indonesia.

[Sumber: Press Release]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Bloomberg: Pengendali BYAN Sedang Bernegosiasi untuk Jual Kepemilikan Mayoritas by Stockbit Investment Research

  • Bloomberg melaporkan bahwa pengendali Bayan Resources ($BYAN), Low Tuck Kwong, sedang dalam pembicaraan untuk menjual saham mayoritas BYAN kepada konsorsium yang dipimpin oleh Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam.

  • Selain Haji Isam, narasumber Bloomberg mengatakan bahwa pihak lain juga telah menyatakan minatnya untuk mengakuisisi saham mayoritas BYAN, meski tidak merincinya lebih lanjut.

  • Narasumber Bloomberg mengatakan bahwa pembicaraan masih berlangsung dan tidak ada jaminan kesepakatan akan tercapai, sembari menambahkan bahwa harga transaksi tersebut kemungkinan akan ditetapkan lebih rendah dari harga pasar saat ini mengingat terbatasnya free float saham BYAN yang beredar di publik.

  • Laporan Bloomberg muncul berselang sekitar 1 pekan setelah Haji Isam dirumorkan berencana mengakuisisi ~62% saham BYAN.

  • Dalam klarifikasi kepada BEI pada pekan lalu, BYAN mengatakan bahwa perseroan tidak mengetahui adanya rencana transaksi akuisisi tersebut, tetapi menyebut bahwa pengendali perseroan telah menyampaikan bahwa mereka dapat saja mempertimbangkan berbagai kesempatan dan peluang untuk memaksimalkan investasi mereka di perseroan. [https://stockbit.com/post/34939083].

[Sumber: Bloomberg] 


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

ARKO Akuisisi Perusahaan PLTS dengan Total Kapasitas 21,3 MWp by Stockbit Investment Research

  • Arkora Hydro ($ARKO) melalui 2 anak usahanya, PT Arkora Tenaga Matahari dan PT Arjuna Hidro, telah mengakuisisi 100% saham pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), PT Endorshine Energy Solution, dengan nilai transaksi yang tidak disebutkan.

  • Transaksi ini menandai ekspansi ARKO ke bisnis energi surya, di mana PT Endorshine Energy Solution mengoperasikan 2 PLTS dengan total kapasitas ~21,3 MWp yang terdiri dari PLTS Bintan berkapasitas ~10,3 MWp dan PLTS Batam berkapasitas ~11,1 MWp.

  • Di luar aset PLTS tersebut, Kontan melaporkan bahwa ARKO telah memiliki kapasitas terkontrak sebesar 84,1 MW, yang terdiri dari 6 proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA/PLTMH) dengan total kapasitas 62,8 MW.

  • Selain proyek yang telah terkontrak, total kapasitas dalam pipeline proyek ARKO mencapai lebih dari 300 MW.

[Sumber: Keterbukaan Informasi, Kontan]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

ISAT: Zankore Berpotensi Tambah Laba Bersih +18-30%, Forward P/E Turun ke ~11x by Stockbit Investment Research

Photo by: Stockbit

Pada 6 Agustus 2026, Ooredoo Grup mengumumkan pembentukan Zankore — sebuah platform komputasi AI dan neocloud di Indonesia — bersama Indosat ($ISAT), Nvidia dan Nokia. Ooredoo akan menjadi pemegang saham mayoritas platform tersebut dengan kepemilikan 49%, sementara sisa 51% akan dimiliki oleh ISAT, Nvidia, dan Nokia, secara berurutan berdasarkan kepemilikan.  [https://stockbit.com/post/34614222]

📝Stockbit’s Commentary

Kami menilai pembentukan Zankore sebagai perkembangan yang positif bagi ISAT, di mana kami mengestimasi Zankore — pada tahap awal dengan kapasitas 200 MW — dapat mengkontribusikan laba sekitar Rp1,2–2,0 T bagi ISAT atau setara tambahan +18–30% laba bersih bagi ISAT, bergantung pada seberapa besar kepemilikan ISAT di Zankore, yang hingga saat ini belum diketahui pastinya.

Pada skenario base-case kami, yakni kepemilikan 20%, estimasi kontribusi laba dari Zankore adalah sebesar Rp1,6 T atau setara tambahan +24% laba bersih bagi ISAT. Dengan asumsi laba bersih ISAT dari bisnis existing sebesar Rp6,5 T, laba bersih total ISAT dapat mencapai Rp8,1 T setelah kehadiran Zankore. Secara timeline, kami asumsikan kontribusi Zankore dapat dirasakan ISAT per 1H28 mengingat kapasitas 200 MW ditargetkan pada 1H27. Kapasitas Zankore sendiri ditargetkan untuk ditingkatkan hingga 1 GW pada 2029.

Dengan level laba bersih Rp8,1 T, pada harga Rp2.720 per Jumat (21/8), ISAT diperdagangkan pada forward P/E 10,9x. Level ini lebih rendah dibandingkan Normalized P/E 2026 ISAT serta rata-rata forward P/E ISAT secara historis 5 tahun, masing-masing di level ~13,3x dan ~14,5x.

Perhitungan estimasi laba Zankore dapat dilihat pada tabel namun berikut beberapa asumsi utama kami:

  • Total capex sebesar US$5 miliar untuk tahap awal 200 MW, dengan 33% didanai melalui ekuitas dan 67% melalui utang.

  • Average selling price (ASP) sebesar US$13 juta/MW per tahun, sejalan dengan proyeksi pendapatan dan berada dalam kisaran industri US$10–25 juta/MW.

  • EBITDA margin sebesar 69%, sejalan dengan proyeksi EBITDA sebesar US$9 miliar dari US$13 miliar pendapatan kumulatif dalam 5 tahun.

  • Depresiasi sebesar US$1 miliar per tahun berdasarkan masa manfaat GPU ~5 tahun, serta interest expense sebesar US$236 juta/tahun berdasarkan asumsi 7% bunga pendanaan utang.


Risiko utama dari perhitungan di atas adalah 1) profitabilitas Zankore yang lebih rendah dari ekspektasi apabila persaingan yang ketat menekan ASP atau tidak terpenuhinya kapasitas dan 2) progres pembangunan yang lebih lambat dibandingkan target.


Ditulis oleh Christian William Munaba, Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

TPIA Akan Akuisisi Bisnis Cycle & Carriage di Singapura & Malaysia Senilai SG$265 Juta by Stockbit Investment Research

  • Bloomberg melaporkan bahwa Jardine Cycle & Carriage (SGX: C07) telah menandatangani perjanjian bersyarat untuk menjual bisnis jaringan dealer mobil Cycle & Carriage di Singapura dan Malaysia kepada anak usaha Chandra Asri Pacific ($TPIA), CCHPL Holdings, dengan estimasi nilai SG$265 juta.

  • TPIA menjelaskan bahwa penyelesaian transaksi ini masih bergantung pada persetujuan OEM dan ketentuan umum lainnya.

[Sumber: Bloomberg, Keterbukaan Informasi]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Pemerintah AS Tingkatkan Buyback Obligasi Tenor Panjang; DXY Turun & Harga Emas Melonjak by Stockbit Investment Research

  • Departemen Keuangan AS pada Rabu (19/8) mengumumkan akan meningkatkan nominal dukungan likuiditas untuk buyback obligasi pemerintah AS tenor panjang, yakni tenor 10–30 tahun.

  • Nominal buyback ditingkatkan dari sebelumnya maksimum US$2 miliar per operasi menjadi minimum US$4 miliar per operasi.

  • Kebijakan ini akan efektif pada periode 9 September–4 November 2026.

  • Langkah ini diambil sehari setelah yield obligasi AS tenor 30 tahun menyentuh 5,34%, level tertinggi sejak 2007, di tengah kekhawatiran fiskal AS dan eskalasi konflik dengan Iran.

  • Pada Rabu (19/8), Departemen Keuangan AS mengatakan pada Rabu (19/8) bahwa total utang AS telah melampaui US$40 triliun untuk pertama kalinya.

Menyusul pengumuman–pengumuman tersebut, berikut reaksi pasar pada penutupan Rabu (19/8):

  • Yield obligasi AS tenor 10 tahun turun sekitar -7 bps ke level 4,64%.

  • Indeks dolar AS (DXY) turun sekitar -0,9% ke level 98,8.

  • Harga emas naik sekitar +4% ke level US$4.520/oz.

  • Bursa Asia menguat pagi ini, Kamis (20/8), dengan Nikkei 225 naik sekitar +1,5% dan Kospi naik sekitar +5%.

[Sumber: U.S Treasury, Bloomberg]

📝Stockbit’s Commentary

Kombinasi kenaikan harga emas — yang berpotensi diikuti harga komoditas logam lainnya — serta potensi penguatan nilai tukar rupiah dapat memberikan sentimen positif bagi pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini, Kamis (20/8).


Ditulis oleh Edi Chandren, Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.