ITMG 1H26: Laba Bersih +17% YoY, Sejalan dengan Ekspektasi by Stockbit Investment Research

Photo by: Stockbit

Stockbit's take:

  • Laba bersih Indo Tambangraya Megah ($ITMG) turun -6% QoQ pada 2Q26, tetapi masih tumbuh +17% YoY selama 1H26 dan sejalan dengan ekspektasi.

  • Penurunan laba bersih secara kuartalan pada 2Q26 utamanya disebabkan oleh kenaikan biaya pertambangan sejalan dengan kenaikan harga minyak, serta realisasi volume penjualan yang berada di bawah guidance manajemen.

  • Laba bersih selama 1H26 masih tumbuh solid, didukung oleh kenaikan pendapatan seiring dengan peningkatan volume penjualan dan harga jual rata–rata.

  • Realisasi kinerja ITMG selama 2026F akan tetap bergantung pada hasil revisi kuota produksi RKAB, mengingat sejumlah tambang perseroan sebelumnya mengalami pemangkasan kuota karena tidak memiliki perizinan PKP2B gen I/IUPK.

Kenaikan Harga Minyak Tekan Laba 2Q26, Kinerja 1H26 Tetap Sejalan Ekspektasi — ITMG mencatat laba bersih US$51 juta pada 2Q26 (-6% QoQ, +97% YoY), sehingga laba bersih selama 1H26 mencapai US$106 juta (+17% YoY) dan sejalan dengan ekspektasi karena setara 49% estimasi 2026F konsensus (vs. rata–rata 3 tahun terakhir: 48% realisasi tahunan). Laba bersih pada 2Q26 tertekan secara kuartalan utamanya akibat penurunan margin laba kotor (-210 bps QoQ), seiring cash cost per ton yang naik +7% QoQ, terutama akibat kenaikan biaya pertambangan per ton (+13% QoQ), sejalan dengan tingginya harga minyak. Di sisi lain, pendapatan hanya naik +1% QoQ, seiring penurunan volume penjualan menjadi 6 juta ton (-5% QoQ) pada 2Q26 dan di bawah guidance yang disampaikan pada earnings call kinerja 1Q26 di level 6,5 juta ton [https://stockbit.com/post/31794673]. Sementara itu, laba bersih selama 1H26 masih sejalan dengan ekspektasi karena pendapatan tumbuh solid (+9% YoY), didorong oleh kenaikan volume penjualan (+5% YoY) dan harga jual rata–rata (+4% YoY).


Ditulis oleh Everson Sugianto, Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

DEWA 1H26: Laba Bersih +89% YoY, Core Profit +1% YoY by Stockbit Investment Research

Photo by: Stockbit

Stockbit's take:

  • Laba bersih Darma Henwa ($DEWA) tumbuh +182% QoQ pada 2Q26, sehingga naik +89% YoY selama 1H26.

  • Pertumbuhan laba bersih didukung oleh faktor one–off berupa penyesuaian nilai wajar investasi saham yang tidak dirinci perseroan, yang mengkompensasi kenaikan beban bunga akibat denda pinjaman bank yang juga bersifat one–off.

  • Mengesampingkan kedua faktor one–off tersebut, core profit relatif flat secara kuartalan pada 2Q26 dan tumbuh +1% YoY selama 1H26, sejalan dengan ekspektasi, sementara EBITDA tumbuh lebih solid.

  • Momentum pertumbuhan laba bersih selama 2H26 berpotensi lebih kencang dibandingkan 1H26, seiring: 1) porsi pengerjaan internal yang akan mencapai 100%; dan 2) penambahan kontrak dari klien di luar ekosistem Bumi Resources ($BUMI), PT Sebuku Sejaka Coal, meski bergantung pada hasil revisi kuota produksi RKAB 2026.

Core Profit Sejalan dengan Ekspektasi —  DEWA mencatat laba bersih Rp262 M pada 2Q26 (+182% QoQ, +121% YoY), sehingga laba bersih selama 1H26 mencapai Rp354 M (+89% YoY). Kenaikan laba bersih didukung oleh penyesuaian nilai wajar investasi saham sebesar Rp229 M pada 2Q26, yang mengkompensasi kenaikan beban keuangan yang signifikan (+95% QoQ) terutama akibat denda pinjaman bank yang bersifat one–off senilai Rp46 M. Mengesampingkan kedua beban one–off tersebut, core profit flat secara kuartalan pada 2Q26 dan tumbuh +1% YoY selama 1H26, sejalan dengan ekspektasi karena setara 41% estimasi 2026F konsensus, dengan ekspektasi momentum pertumbuhan selama 2H26 akan lebih solid dibandingkan 1H26. Core profit yang flat secara kuartalan pada 2Q26 terjadi di tengah pertumbuhan pendapatan yang solid dan ekspansi margin laba kotor, sementara terdapat kenaikan pada beban karyawan pada opex (+109% QoQ) dan beban bunga underlying dari pinjaman bank (+51% QoQ).

Kenaikan Tarif Pengerjaan & Porsi Pengerjaan Internal Dorong Margin Laba Kotor —  Kenaikan pendapatan +7% QoQ pada 2Q26 lebih didorong oleh kenaikan tarif pengerjaan (+9% QoQ) dibandingkan volume material moved (-1% QoQ). Volume material moved menurun seiring turunnya volume pengerjaan subkontraktor (-53% QoQ), sementara volume pengerjaan internal naik +14% QoQ, sehingga porsi pengerjaan secara internal naik menjadi 89% (vs. 1Q26: 77%). Naiknya proporsi pengerjaan internal terjadi seiring dimulainya pengerjaan internal penuh pada proyek Bengalon milik PT Kaltim Prima Coal sejak Mei 2026. Margin laba kotor secara kuartalan pun mencapai level tertingginya setidaknya sejak 1Q22 di 20,7% (vs. 1Q26: 17,3%). Selama 1H26, pendapatan tumbuh +3% YoY, didukung kenaikan material moved (+9% YoY), sementara EBITDA naik +19% YoY, sejalan dengan ekspektasi karena setara 44% estimasi 2026F konsensus.

Momentum 2H26 Berpotensi Solid, tapi Bergantung pada Realisasi RKAB — Kami menilai DEWA tidak akan kesulitan mencapai estimasi konsensus 2026F, seiring potensi core profit yang lebih tinggi pada 2H26 dibandingkan 1H26. Penilaian kami didasarkan oleh pertimbangan bahwa porsi pengerjaan internal akan mencapai 100% pada 2H26, serta diperolehnya kontrak jasa pertambangan untuk tambang di luar ekosistem BUMI, PT Sebuku Sejaka Coal, dengan estimasi volume overburden hingga 55 juta bcm dan produksi batu bara hingga 5 juta ton per tahun. Meski demikian, kami tetap wait and see terhadap realisasi kontrak PT Sebuku Sejaka Coal karena kinerjanya akan dipengaruhi oleh hasil revisi kuota produksi RKAB 2026, mengingat status tambang PT Sebuku Sejaka Coal sebagai IUP OP. Sebelumnya, pemerintah mengumumkan bahwa tambang yang tidak mengalami pemangkasan kuota produksi 2026 adalah pemegang izin PKP2B generasi I dan BUMN pemegang izin IUP [stockbit.com/post/28325402].


Ditulis oleh Everson Sugianto, Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Non–Farm Payroll AS Lemah pada Juli 2026, Ekspektasi Rate Hike The Fed Berkurang by Stockbit Investment Research

Biro statistik tenaga kerja AS mengumumkan beberapa data tenaga kerja periode Juli 2026:

  • Non–farm payroll (NFP) berkurang 23 ribu, di bawah ekspektasi konsensus yang memperkirakan bertambah 80 ribu.

  • Tingkat pengangguran turun ke level 4,1%, lebih baik dari ekspektasi konsensus di 4,2%.

Data NFP yang lemah ini mengurangi ekspektasi market terhadap kenaikan suku bunga The Fed:

  • Analisis CME FedWatch Tool kini menunjukkan probabilitas The Fed untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan September 2026 turun ke 44%, dibandingkan 67% pada sepekan lalu.

  • Harga emas melonjak lebih dari +2% ke level ~US$4.340/oz per penutupan Jumat (7/8).

  • Indeks dolar AS turun sekitar -0,4% ke level 99,6 per penutupan Jumat (7/8).

[Sumber: U.S. Bureau of Labor Statistics]

📝Stockbit’s Commentary

Perkembangan di atas berpotensi memberikan sentimen positif bagi nilai tukar rupiah dan IHSG pada perdagangan hari ini, Senin (10/8). Indeks MSCI Indonesia di pasar AS, EIDO, menguat +2,4% pada Jumat (7/8).


Ditulis oleh Edi Chandren, Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

BEI Target ETF Emas Rilis pada 10 Agustus 2026 by Stockbit Investment Research

  • Kontan melaporkan bahwa BEI akan meluncurkan produk exchange–traded fund (ETF) berbasis emas pada 10 Agustus 2026.

  • Sebanyak 7 manajer investasi telah mengajukan proses awal penerbitan, menurut catatan BEI.

  • Produk investasi ini diatur dalam POJK No. 2/2026, yang mewajibkan manajer investasi ETF berbasis emas untuk menempatkan setidaknya 95% dari nilai aktiva bersih pada aset emas seperti emas batangan, emas non–fisik, dan instrumen emas lain yang ditetapkan OJK.

  • Dari sisi infrastruktur, KSEI telah menerbitkan kode International Securities Identification Number (ISIN) untuk Electronic Gold Receipt (EGR) milik PT Pegadaian, di mana emas fisik di Pegadaian akan dikonversi menjadi catatan elektronik di KSEI sebagai EGR untuk menjadi underlying ETF emas.

  • Kontan melaporkan bahwa pemerintah dan OJK tengah menyiapkan insentif fiskal untuk produk ini, meski tidak merincinya lebih lanjut.

[Sumber: Kontan]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

PTBA: Proyek DME Masih Tahap Validasi, FID Ditargetkan Rampung Akhir 2027 by Stockbit Investment Research

  • VP Hilirisasi Bukit Asam ($PTBA), Dahlia Muchtar, mengatakan pada Kamis (6/8) bahwa proyek perseroan terkait hilirisasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME) saat ini berada dalam proses business validation case yang dilakukan Danantara untuk mengkaji aspek keekonomian proyek, dengan melibatkan Pertamina sebagai off–taker.

  • Proses tersebut ditargetkan rampung tahun ini, yang akan dilanjutkan dengan penyusunan final investment decision (FID) yang ditargetkan rampung pada akhir 2027.

  • Proyek ini akan berlokasi di Tanjung Enim dengan target kapasitas input 7 juta ton batu bara per tahun untuk menghasilkan output 1,4 juta ton tahun.

  • Dahlia menyebut bahwa mitra investasi untuk proyek ini belum ditentukan, dengan penjajakan telah dilakukan bersama sejumlah perusahaan global, termasuk dari China dan AS.

  • Selain PTBA, Bumi Resources ($BUMI) juga tengah berencana menggarap proyek hilirisasi batu bara menjadi methanol [https://stockbit.com/post/34333507].

[Sumber: Kontan]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Ooredoo Group Investasi US$800 Juta di Platform Komputasi AI ISAT, Nokia & Nvidia by Stockbit Investment Research

  • Ooredoo Group (QSE: ORDS) mengumumkan investasi senilai US$800 juta pada Zankore — sebuah platform komputasi AI dan neocloud di Indonesia yang dikembangkan bersama Indosat ($ISAT), Nokia, dan Nvidia — untuk mendukung peluncuran dan pengembangan awal platform tersebut.

  • Ooredoo akan menjadi pemegang saham pendiri platform tersebut dengan kepemilikan 49%.

  • Investasi awal ini diperkirakan akan memberikan kontribusi EBITDA kumulatif sebesar hampir $600 juta bagi Ooredoo Group selama 5 tahun pertama investasi.

  • Zankore akan menyediakan kapasitas AI sebesar ~200 MW pada 1H27.

[Sumber: Press Release, Bloomberg]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Tembaga Flat seiring Klarifikasi Larangan Ekspor Republik Demokratik Kongo by Stockbit Investment Research

  • Harga tembaga di London Metal Exchange ditutup nyaris tidak berubah di US$14.103,5/ton pada Kamis (6/8), setelah sempat melonjak hingga +1,8% ke US$14.369,5/ton pada intraday di hari yang sama menyusul laporan Reuters bahwa Republik Demokratik Kongo berencana melarang ekspor konsentrat tembaga dan kobalt, seiring klarifikasi dari Ivanhoe Mines — operator tambang tembaga terbesar di Afrika — yang mengatakan bahwa laporan Reuters tersebut keliru karena kebijakan larangan ekspor tersebut telah berlaku selama hampir 10 tahun.

  • Meski demikian, harga tembaga pada penutupan Kamis (6/8) hanya lebih rendah -2,9% di bawah level all–time high di US$14.527,5/ton pada Januari 2026, di mana Bloomberg melaporkan bahwa harga tembaga tertopang oleh aksi penumpukan stok (stockpiling) menjelang potensi tarif impor AS serta kondisi pasar fisik (physical market) di luar AS yang kian ketat, seiring meningkatnya pengiriman ke AS dan China.

[Sumber: Bloomberg, Reuters]

📝Stockbit Commentary

Kami menilai kabar larangan ekspor Kongo bukan merupakan katalis yang dapat diandalkan bagi emiten tembaga. Klarifikasi Ivanhoe Mines dan estimasi Bloomberg Intelligence menunjukkan dampaknya terhadap pasokan global sangat terbatas, tercermin dari harga tembaga yang justru menutup sesi nyaris tidak berubah setelah sempat melonjak +1,8%. Bertahannya harga tembaga di dekat level tertinggi sepanjang masa tetap berpotensi menopang harga jual rata–rata (ASP) Amman Mineral Internasional ($AMMN) dan Merdeka Copper Gold ($MDKA). Namun, penopang harga ke depannya kami perkirakan tetap berasal dari faktor penumpukan stok (stockpiling) menjelang potensi tarif impor AS dan ketatnya pasar fisik di luar AS, bukan dari kebijakan Republik Demokratik Kongo.


Ditulis oleh Theodorus Melvin, Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Reuters: Destry Damayanti Jadi Kandidat Terkuat untuk Posisi Gubernur Bank Indonesia yang Definitif by Stockbit Investment Research

  • Reuters melaporkan bahwa Destry Damayanti, yang saat ini menjadi gubernur sementara Bank Indonesia, menjadi kandidat terkuat untuk menempati posisi gubernur Bank Indonesia secara definitif.

  • Narasumber Reuters menyebut bahwa nama Destry termasuk dalam daftar kandidat yang diajukan Presiden Prabowo Subianto kepada DPR.

  • Selain Destry, narasumber Reuters juga menyebut bahwa nama Aida S. Budiman, yang saat ini menjabat sebagai deputi gubernur Bank Indonesia, juga termasuk dalam daftar calon gubernur Bank Indonesia yang diajukan Presiden Prabowo.

  • Narasumber Reuters mengatakan bahwa pemerintah merasa perlu memberikan kepastian bagi pasar dengan bergerak cepat dalam proses pencalonan gubernur Bank Indonesia, di mana proses formal di DPR diperkirakan akan dimulai setelah anggota dewan kembali dari masa reses pada 14 Agustus 2026.

  • Reuters melaporkan bahwa berdasarkan regulasi saat ini, Presiden Prabowo dapat mengajukan hingga 3 nama calon gubernur Bank Indonesia.

  • Masih belum diketahui apakah gubernur baru Bank Indonesia yang akan ditunjuk akan memiliki masa jabatan penuh selama 5 tahun atau hanya hingga 2028, yang merupakan sisa masa jabatan Perry Warjiyo sebelum mengundurkan diri pada awal pekan lalu.

  • Baik juru bicara presiden, Destry, Aida, maupun DPR belum mengomentari kabar ini, sementara juru bicara Bank Indonesia menolak berkomentar.

[Sumber: Reuters]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Pemerintah Prioritaskan Persetujuan Revisi Kuota Produksi RKAB untuk Perusahaan dengan Tarif Royalti Lebih Tinggi by Stockbit Investment Research

  • Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengatakan akan memprioritaskan persetujuan revisi kuota RKAB 2026 bagi perusahaan tambang yang menyetor tarif royalti lebih besar kepada negara.

  • Tambahan kuota produksi akan diberikan secara selektif, antara lain untuk memenuhi kebutuhan mendesak smelter nikel serta pasokan batu bara bagi pembangkit listrik PLN.

  • Sebelumnya, pemerintah mematok kuota produksi batu bara selama 2026 sebesar 600 juta ton, turun dari realisasi selama 2025 di 817,5 juta ton, sebelum kemudian berencana melakukan relaksasi untuk memastikan industri dapat beroperasi dengan lancar [https://stockbit.com/post/32537867].

[Sumber: Kontan]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Emas Naik +5% dalam 2 Hari, Dekati US$4.300/Oz by Stockbit Investment Research

  • Harga emas di pasar spot naik sekitar +5% dalam 2 hari perdagangan terakhir dari level US$4.077/oz pada penutupan Selasa (4/8) ke US$4.292/oz pada Kamis (6/8) pagi.

  • Bloomberg melaporkan bahwa kenaikan harga emas didorong oleh menurunnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed seiring melandainya harga energi akibat tanda–tanda kemajuan pembukaan kembali Selat Hormuz.

  • Iran menyatakan telah mencapai kesepakatan dengan Oman terkait usulan jalur pelayaran melalui Selat Hormuz, meski hanya bersifat sementara untuk 2–4 bulan dan bukan pembukaan penuh.

  • Pelaku pasar kini juga mengekspektasikan bahwa The Fed hanya akan menaikkan suku bunga sebanyak 1x hingga akhir tahun, turun dari ekspektasi pada pekan lalu yang memperkirakan 2x kenaikan suku bunga.

[Sumber: Bloomberg]

📝Stockbit Commentary

Kenaikan harga emas berpotensi memberikan sentimen positif jangka pendek bagi emiten di sektor emas — seperti $AMMN, $BRMS, $EMAS, ARCI, ANTM, PSAB, HRTA, dan MDKA — karena berpotensi meningkatkan harga jual rata–rata (ASP) dan volume transaksi perseroan.


Ditulis oleh Stockbit Theodorus Melvin, Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Purbaya: Penempatan Dana SAL di Himbara Diperpanjang hingga Juli 2027 by Stockbit Investment Research

  • Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan pada Rabu (5/8) bahwa pemerintah akan memperpanjang penempatan dana saldo anggaran lebih (SAL) sebesar Rp200 T di himpunan bank milik negara (Himbara) hingga Juli 2027.

  • Pernyataan Purbaya tersebut muncul sehari setelah dirinya mengatakan bahwa pemerintah kemungkinan akan mempertahankan penempatan dana SAL di Himbara hingga 2027 [https://stockbit.com/post/34476284].

  • Purbaya juga menambahkan bahwa special mission vehicles di bawah kementeriannya — seperti PT Sarana Multi Infrastruktur dan PT Sarana Multigriya Finansial — yang menempatkan deposito di Himbara akan mendapatkan suku bunga yang sama dengan deposito pemerintah mulai pekan depan di 80% dari BI Rate guna mengurangi biaya pendanaan Himbara dan membantu menurunkan suku bunga pinjaman.

  • Sebelumnya, Purbaya pada Juni 2026 mengatakan bahwa pemerintah akan kembali menginjeksi dana SAL ke Himbara dengan potensi mencapai Rp400 T [https://stockbit.com/post/33149339].

[Sumber: Reuters, Bloomberg]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

BUVA Update Rincian Rights Issue, Incar Dana Rp1,5 T dengan Harga Pelaksanaan Rp250/Lembar by Stockbit Investment Research

  • Bukit Uluwatu Villa ($BUVA) mengumumkan update rincian rencana rights issue yang telah disetujui pemegang saham dalam RUPSLB pada 26 Februari 2026, di mana perseroan kini berencana menerbitkan ~6,2 miliar saham baru dengan harga Rp250/lembar, rasio 4 saham lama mendapatkan 1 rights, dan efek dilusi hingga 20%.

  • Potensi perolehan dana dari aksi korporasi ini mencapai ~Rp1,5 T, yang ditujukan untuk: 1) penyertaan modal di PT Bukit Bali Permai guna mengakuisisi PT Royal Uluwatu Residence dan proyek pengembangan West Resort di Uluwatu; 2) pembayaran dipercepat atas seluruh pokok utang pinjaman pembiayaan; 3) pembangunan infrastruktur proyek Uluwatu Estate dan renovasi Alila Ubud; dan 4) serta penyertaan modal di PT Bukit Lagoi Villa untuk pengembangan infrastruktur kawasan wisata terpadu di Lagoi, Bintan.

  • Pengendali BUVA, PT Nusantara Utama Investama, berkomitmen untuk melaksanakan 2,4 miliar rights dari total haknya sebesar ~3,8 rights.

  • Aksi korporasi ini memiliki sejumlah pembeli siaga, yakni PT Henan Putihrai Sekuritas sebesar maksimum Rp100 M, PT Tata Tirta Datun maksimum Rp350 M, Hapsoro maksimum Rp100 M, dan Ferry Sudjono maksimum Rp388,6 M.

  • Jadwal cum rights di pasar reguler dan negosiasi pada 24 September 2026, sementara jadwal periode perdagangan dan pelaksanaan rights pada 1–14 Oktober 2026.

[Sumber: Keterbukaan Informasi]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

BUMI: Laba Bersih Naik Hampir 3x selama 1H26 by Stockbit Investment Research

Photo by: Stockbit

Stockbit's take:

  • Bumi Resources ($BUMI) mencatat laba bersih US$35 juta pada 2Q26 (vs. 1Q26: US$24 juta, 2Q25: US$3 juta), sehingga laba bersih selama 1H26 mencapai US$59 juta (vs. 1H25: US$20 juta).

  • Kinerja BUMI pada 2Q26 hingga akun ‘profit before minority interest’ (-24% QoQ) tertekan oleh kerugian Bumi Resources Minerals ($BRMS) [https://stockbit.com/post/34415123], seiring konsolidasi yang dilakukan BUMI terhadap BRMS meski kepemilikan efektifnya hanya ~20% per Juni 2026.

  • Secara underlying, kinerja BUMI di segmen batu bara tetap solid pada 2Q26, tercermin dari kenaikan pendapatan segmen batu bara (+19% QoQ, +52% YoY), serta meningkatnya kontribusi dari joint venture PT Kaltim Prima Coal (+80% QoQ, +410% YoY). Sementara itu, pendapatan dari segmen emas melemah signifikan pada 2Q26 (-56% QoQ, -48% YoY), yang ~90% di antaranya disumbang oleh BRMS.

  • Kami menyarankan investor untuk lebih memperhatikan akun ‘profit after minority interest’ karena telah menormalisasi dampak kepentingan non–pengendali (minority interest). Setelah memperhitungkan efek tersebut, porsi kerugian BRMS yang menjadi beban BUMI hanya sebesar US$0,9 juta (setara ~3% laba bersih BUMI pada 2Q26).

  • Selama 1H26, pertumbuhan laba bersih didukung oleh kenaikan pendapatan segmen batu bara (+37% YoY), meningkatnya kontribusi dari PT Kaltim Prima Coal (+205% YoY), serta berkurangnya kerugian dari penjualan dan impairment aset tetap menjadi US$0,01 juta (vs. 1H25: rugi US$14 juta).

  • Hingga tulisan ini dibuat, BUMI belum merilis data kinerja operasional untuk periode 2Q26.

[Sumber: Laporan Keuangan]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

BEI Tambah Notasi Khusus ‘P’ terkait Free Float, Hapus Notasi Khusus ‘E’, ‘D’, ‘A’ & ‘S’ by Stockbit Investment Research

  • BEI pada Jumat (31/7) merilis surat edaran yang akan menghapus dan menambah notasi khusus, mencakup penambahan notasi khusus ‘P’ serta penghapusan notasi khusus ‘E’, ‘D’, ‘A’, dan ‘S’.

  • Notasi khusus ‘P’ menunjukkan bahwa saham terkait tidak memenuhi ketentuan minimum free float [https://stockbit.com/post/29867627], di mana notasi khusus ini akan mulai diberlakukan pada 30 November 2026 untuk papan akselerasi dan 30 April 2027 untuk papan utama dan papan pengembangan.

  • Adapun penghapusan notasi khusus ‘E’, ‘D’, ‘A’, dan ‘S’ akan dilakukan setelah 30 November 2026.

  • Sebagai konteks, notasi khusus ‘E’ menandakan laporan keuangan terakhir menunjukkan ekuitas negatif, ‘D’ menandakan adanya opini “tidak menyatakan pendapat (disclaimer)” dari akuntan publik, ‘A’ menandakan adanya opini tidak wajar (adverse) dari akuntan publik, dan ‘S’ menandakan laporan keuangan terakhir menunjukkan tidak ada pendapatan usaha.

[Sumber: Surat Edaran BEI]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

INDF 1H26: Laba Bersih Terdampak Rugi Kurs, Operasional Sejalan Ekspektasi by Stockbit Investment Research

Photo by: Stockbit

Stockbit’s take:

  • Indofood Sukses Makmur ($INDF) mencatat laba bersih Rp1,8 T pada 2Q26 (-43% YoY, -40% QoQ), sehingga laba bersih selama 1H26 mencapai Rp4,7 T (-19% YoY).

  • Laba bersih terdampak kerugian kurs seiring pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ke level ~17.900 per 30 Juni 2026

  • Secara operasional, pendapatan relatif solid meski terdilusi lonjakan opex. Laba usaha mencapai Rp5,3 T pada 2Q26 (+10% YoY) dan Rp11,7 T selama 1H26 (+5% YoY), yang kami nilai sejalan ekspektasi.

  • Secara segmental, ‘Bogasari’ menjadi segmen yang outperform bagi INDF sementara ‘consumer branded products’ di bawah Indofood CBP Sukses Makmur ($ICBP) mencatat kinerja moderat.

Top–line Solid, tapi Opex Melonjak akibat Kenaikan Biaya Logistik serta Iklan & Promosi

INDF mencatat kenaikan pendapatan +12%/+9% YoY pada 2Q26/1H26, didorong kinerja ICBP yang bukukan pertumbuhan top–line +15%/+11% YoY pada 2Q26/1H26. Namun, pertumbuhan top–line ICBP tersebut terdilusi oleh lonjakan opex +29%/+17% YoY pada 2Q26/1H26, utamanya akibat kenaikan biaya logistik serta iklan & promosi. Hal ini menyebabkan laba usaha segmen ICBP hanya tumbuh +7/4% YoY pada 2Q26/1H26. Laba usaha keseluruhan INDF tumbuh sedikit lebih tinggi +10/+5% YoY, didorong kinerja segmen ‘Bogasari’ yang mencatatkan kenaikan laba usaha +18/+21% YoY pada 2Q26/1H26, didorong top–line maupun margin yang lebih tinggi.

Total Rugi Kurs Rp2,2 T selama 1H26, Mayoritas pada 2Q26 (Rp1,7 T)

Kerugian kurs selama 1H26 utamanya datang dari aktivitas pendanaan (obligasi), berbalik dari keuntungan kurs pada 2Q25 dan 1H25 yang masing–masing sebesar Rp912 M dan Rp261 M. Sementara dari aktivitas operasional, INDF mencatat kenaikan keuntungan kurs ke level Rp1,2 T pada 1H26 (vs. 1H25: Rp492 M), yang kami duga dari pemulihan kurs operasional di Nigeria.


Ditulis oleh Edi Chandren, Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

CNBC: TLKM Pertimbangkan Jual MDI Ventures by Stockbit Investment Research

  • CNBC melaporkan bahwa Telkom Indonesia ($TLKM) melalui anak usahanya, PT Multimedia Nusantara (TelkomMetra), sedang mempertimbangkan untuk menjual MDI Ventures.

  • Narasumber CNBC mengatakan bahwa pertimbangan divestasi tersebut masih dalam tahap awal dan belum ada keputusan akhir yang dibuat, sembari menambahkan bahwa TelkomMetra telah menyewa Jefferies sebagai penasihat kesepakatan tersebut.

  • Perwakilan MDI Ventures dan Jefferies enggan mengomentari isu ini kepada CNBC, sementara TelkomMetra belum memberikan tanggapan.

  • MDI Ventures sendiri merupakan salah satu investor teknologi milik negara yang paling aktif di Indonesia dengan portofolio lebih dari 80 perusahaan, di mana 6 di antaranya berstatus unicorn seperti platform kredit digital Kredivo serta penyedia layanan sistem pembayaran Nium yang berbasis di San Francisco dan Singapura.

  • CNBC menyebut bahwa rencana divestasi MDI Ventures muncul menyusul vonis korupsi terhadap 2 mantan eksekutif perusahaan tersebut terkait investasi di startup agritech TaniHub, serta di tengah kabar arahan pemerintah kepada TLKM untuk memangkas jumlah anak usahanya [https://stockbit.com/post/32165861].

[Sumber: CNBC]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

RATU Berencana Private Placement untuk Modal Kerja & Pengembangan Usaha by Stockbit Investment Research

  • Raharja Energi Cepu ($RATU) berencana menggelar private placement hingga ~271,5 juta saham baru dengan efek dilusi hingga 9,09%.

  • Harga pelaksanaan dan calon investor belum diumumkan, sementara perolehan dana ditujukan untuk modal kerja serta pengembangan kegiatan usaha.

  • Rencana ini akan dibahas dalam RUPSLB pada 8 September 2026.

[Sumber: Keterbukaan Informasi]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

BUMI Teken Kontrak FEED & EPCC untuk Proyek Coal–to–Methanol Senilai US$2,3 Miliar by Stockbit Investment Research

  • Bumi Resources ($BUMI) melalui entitas usahanya, PT Bumi Etam Chemical menandatangani kontrak front–end engineering design (FEED) serta kesepakatan engineering, procurement, construction, and commissioning (EPCC) dengan PT Istana Karang Laut dan China National Chemical Engineering Co. Ltd. guna menggarap proyek hilirisasi batu bara berupa coal–to–methanol.

  • Kontan melaporkan bahwa proyek yang berlokasi di Kutai Timur, Kalimantan Timur ini merupakan pionir fasilitas produksi coal–to–methanol di Indonesia, di mana PT Bumi Etam Chemical mengestimasikan nilai investasi untuk proyek ini mencapai ~US$2,3 miliar.

  • Fasilitas produksi coal–to–methanol ini akan menghasilkan metanol dan sulphuric acid sebagai produk sampingan dengan kapasitas produksi awal sebesar 2 juta ton per tahun, di mana selanjutnya BUMI berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas hingga 3,6 juta ton per tahun.

  • Untuk bahan baku produksi dan pembangkit listrik, fasilitas tersebut membutuhkan pasokan batu bara sebanyak ~7,8 juta ton per tahun, di mana PT Bumi Etam Chemical akan menggunakan batu bara kalori rendah 3.400 kcal/kg GAR.

  • Proyek ini dijadwalkan akan menempuh proses final investment decision hingga initial operation pada Agustus 2026–2029, dengan target beroperasi secara penuh pada 2030.

[Sumber: Kontan]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

INCO 1H26: Laba Bersih +313% YoY, Sejalan dengan Ekspektasi by Stockbit Investment Research

Photo by: Stockbit

Stockbit's take:

  • Vale Indonesia ($INCO) mencatat laba bersih US$104 juta pada 1H26 (+313% YoY), sejalan ekspektasi (50% estimasi 2026F konsensus di US$207 juta).

  • Lonjakan laba bersih tersebut utamanya berasal dari ekspansi margin seiring beban pokok pendapatan yang justru turun -1% YoY di saat pendapatan naik +27% YoY menjadi US$543 juta, sehingga margin laba kotor selama 1H26 naik ke level 28% (vs. 1H25: 7,1%) dan mengalir hingga ke margin laba usaha yang naik ke 19,2% (vs. 1H25: 5,9%).

  • Seluruh pertumbuhan pendapatan ditopang bijih nikel yang mencapai US$142 juta (vs. 1H25: US$5 juta) yang berkontribusi 26% dari total pendapatan, sementara pendapatan nickel matte turun -5% YoY akibat volume penjualan -21% YoY menjadi 27.659 ton meski ASP naik +21% YoY menjadi US$14.491/ton.

  • Secara kuartalan, laba bersih 2Q26 tercatat US$61 juta (+39% QoQ, +1.660% YoY) dengan margin laba kotor naik ke level 32,9% (vs. 1Q26: 22,5%). Kenaikan ini sebagian besar berasal dari perubahan nilai persediaan yang melonjak menjadi positif US$64 juta (vs. 1Q26: positif US$25 juta), sehingga akumulasinya mencapai positif US$89 juta pada 1H26, didominasi bijih untuk dijual sebesar positif US$49 juta.

  • Selain itu, normalisasi pajak efektif ke level 30,4% (vs. 1Q26: 6,3%) membuat kenaikan laba sebelum pajak (+87% QoQ) tidak sepenuhnya mengalir ke laba bersih.

Stockbit’s View: Fondasi Operasional Menguat, Kuota RKAB Jadi Penentu 2H26

  • Kami tetap mempertahankan pandangan positif kami terhadap INCO sejak 1Q26, yang kini dikonfirmasi oleh laba bersih 1H26 setara 50% estimasi 2026F konsensus (vs. 1Q26: 20% 2026F) dan biaya tunai nickel matte yang kembali mendekati target manajemen, di mana keduanya merupakan variabel yang kami soroti pada 1Q26 [https://stockbit.com/post/31528982].

  • Meski demikian, ASP bijih nikel gabungan yang turun ke US$36/wmt pada 2Q26 (vs. 1Q26: US$59/wmt) — yang kami asumsikan berasal dari pergeseran bauran seiring porsi blok Pomalaa yang lebih banyak berisi limonit naik dari 9% ke 54% total volume bijih — menjadi poin utama yang akan kami cermati pada earnings call mendatang.

  • Untuk 2H26, kami mengekspektasikan kinerja INCO akan ditopang oleh: 1) rampungnya pembangunan kembali furnace 3 pada Juni 2026 sesuai jadwal 1H26, sehingga tidak ada lagi overhang produksi nickel matte pada 2H26 untuk mencapai target manajemen di 67.645 ton (vs. 1H26: 44% target); 2) skala segmen bijih nikel yang terus meningkat, dengan cash cost blok Pomalaa turun ke US$7/ton (vs. 1Q26: US$13/ton) seiring kenaikan volume produksi yang berakibat pada economies of scale; dan 3) disiplin biaya nickel matte yang kembali ke target manajemen di US$10.005/ton pada 2Q26 (vs. 1Q26: US$10.382/ton), meski harga HSFO, diesel, dan batu bara masing–masing naik +25%, +40%, dan +12% QoQ.

  • Key upside: 1) persetujuan revisi RKAB untuk blok Pomalaa dan Bahodopi yang saat ini masih 30% dari volume yang diajukan; 2) naiknya harga nikel global seiring pengetatan kuota produksi bijih nikel nasional, yang menurut manajemen mulai menyeimbangkan kembali pasokan nikel dunia; dan 3) realisasi persediaan sebesar positif US$89 juta yang menumpuk pada 1H26 menjadi penjualan dan arus kas pada 2H26, seiring produksi nickel matte yang melampaui penjualan.

  • Faktor risiko: 1) tidak terealisasinya revisi kuota RKAB yang berdampak pada outlook volume produksi dan penjualan bijih nikel perseroan; 2) potensi kenaikan lanjutan biaya energi seiring dinamika geopolitik; dan 3) risiko pasar terus mendiskon faktor kepastian outlook volume penjualan bijih nikel, dengan harga saham turun –31,8% dalam 3 bulan terakhir ke Rp4.640/saham, sementara estimasi laba bersih 2026F konsensus hanya direvisi turun -4,6% pada periode yang sama.

[Sumber: Laporan Keuangan, Press Release]


Ditulis oleh Theodorus Melvin, Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

The Fed Pertahankan Suku Bunga, Sejalan Ekspektasi, tapi Market Volatil by Stockbit Investment Research

The Fed pada Rabu (29/7) waktu setempat memutuskan untuk mempertahankan suku bunga AS di kisaran 3,5–3,75%, sejalan dengan ekspektasi, meski terdapat dissenting opinion dari 3 anggota komite yang menginginkan kenaikan 25 bps. Dalam konferensi persnya, Kepala The Fed, Kevin Warsh, menyatakan kembali komitmennya untuk menurunkan level inflasi.

Reaksi Pasar

  • Harga emas naik +0,9% ke US$4.066/oz

  • Indeks dolar AS (DXY) turun -0,6% ke 100,8

  • S&P500 turun -1,5% ke 7.316

  • Yield obligasi pemerintah AS 10 tahun naik ~8 bps sementara tenor 2 tahun turun tipis ~1 bps

  • Reuters mengutip ekonom Bank America bahwa respons pasar pasca–pengumuman tersebut mengindikasikan pasar keuangan mempertanyakan kredibilitas The Fed.

[Sumber: Reuters]

📝Stockbit’s Commentary

Meski DXY melemah, kami menilai nilai tukar rupiah belum tentu akan menguat, mengingat: 1) isu kredibilitas The Fed meningkatkan premi risiko secara keseluruhan; 2) harga minyak yg kembali tembus US$90/barrel; serta 3) market masih menunggu siapa calon definitif gubernur Bank Indonesia.


Ditulis oleh Edi Chandren, Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.