UNTR 1H26: Laba Bersih -88% YoY, Jauh di Bawah Ekspektasi by Stockbit Investment Research

Photo by: Stockbit

Stockbit’s take:

  • United Tractors ($UNTR) mencatat laba bersih Rp314 M pada 2Q26 (-94% YoY, -51% QoQ). Hasil ini membuat laba bersih selama 1H26 hanya mencapai Rp956 M (-88% YoY), jauh di bawah ekspektasi karena baru mencapai 8% estimasi 2026F konsensus.

  • Pelemahan ini salah satunya disebabkan oleh beban one–off sebesar Rp3,3 T yang mencakup pembayaran terkait persetujuan penggunaan kawasan hutan (PPKH) di tambang Stargate pada 1Q26, serta impairment atas nilai joint venture (JV) dan piutang non–usaha PT Supreme Energy Rantau Dedap yang bergerak di sektor geothermal pada 2Q26. Nilai investasi pada JV tersebut kini telah menjadi nihil.

  • Di luar beban one–off tersebut, laba bersih selama 1H26 mencapai Rp4,3 T (-48% YoY), tetap jauh di bawah ekspektasi karena baru mencapai 38% estimasi 2026F konsensus. Pelemahan ini terutama disebabkan oleh pendapatan yang turun -15% YoY, sementara beban pokok pendapatan hanya turun -11% YoY, sehingga margin laba kotor tertekan menjadi 18% (vs. 1H25: 22%).

  • Seluruh segmen usaha mencatat penurunan laba bersih dan kinerja operasional secara tahunan selama 1H26, utamanya akibat pemangkasan kuota produksi RKAB 2026 dan pencabutan izin operasional PT Agincourt Resources selaku pengelola tambang Martabe pada awal 2026.

Seluruh Segmen Catat Pelemahan Kinerja Operasional secara Tahunan pada 2Q26/1H26

  • Di antara seluruh lini usaha, penjualan Komatsu dan emas masih berada di bawah guidance manajemen yang telah direvisi turun jika dibandingkan dengan realisasi tahunan 1H25. Kedua segmen tersebut juga menjadi penekan utama terhadap laba bersih konsolidasi UNTR.

  • Adapun penjualan emas dan laba bersih segmen ‘gold and other minerals' mulai membaik secara kuartalan pada 2Q26 seiring kembali beroperasinya tambang Martabe pada pertengahan Mei 2026 serta efek low–base pembayaran PPKH pada 1Q26.

  • Sementara itu, segmen ‘mining contractor’ menjadi yang paling resilient berkat penguatan dolar AS, meski volume overburden melemah. Segmen ini menjadi satu–satunya yang mencatat pertumbuhan pendapatan secara tahunan pada 2Q26/1H26 (+12% YoY/+6% YoY). Laba bersihnya juga naik +46% QoQ/+12% YoY pada 2Q26, meski melemah selama 1H26.

  • Lihat tabel di bawah untuk rincian kinerja operasional masing–masing segmen usaha UNTR.

Stockbit’s View

  • Secara umum, kami menilai prospek UNTR akan sangat bergantung pada perkembangan kebijakan sektor komoditas, terutama potensi revisi kuota produksi RKAB pada akhir Juli 2026 serta rencana penerapan bea ekspor emas.

  • Meskipun kinerja berpotensi membaik pada 2H26, kami menilai UNTR akan sulit membukukkan laba bersih yang sejalan dengan estimasi 2026F konsensus, sehingga kinerja selama 1H26 tergolong di bawah ekspektasi.

  • Kami akan menyampaikan ulasan yang lebih lengkap mengenai kinerja 1H26 UNTR setelah mengikuti earnings call pada hari ini, Kamis (30/7), pukul 16.30 WIB.


Ditulis oleh Everson Sugianto, Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

TINS 1H26: Laba Bersih +805% YoY, Lampaui Ekspektasi by Stockbit Investment Research

Photo by: Stockbit

Stockbit's take:

  • Timah ($TINS) mencatat laba bersih Rp2,7 T pada 1H26 (+805% YoY), melampaui ekspektasi (70% estimasi 2026F konsensus Rp3,9 T).

  • Lonjakan laba tersebut utamanya berasal dari ekspansi margin seiring pendapatan yang naik +147% YoY menjadi Rp10,4 T akibat kenaikan ASP logam timah (+52% YoY) dan volume penjualan (+85% YoY), sementara beban pokok pendapatan hanya naik +89% YoY. Selama 1H26, margin laba kotor naik ke level 39% (vs. 1H25: 20%) dan mengalir hingga ke margin laba bersih yang meningkat ke level 26,1% (vs. 1H25: 7,1%).

  • Secara kuartalan, laba bersih pada 2Q26 mencapai Rp1,2 T (-19% QoQ, +563% YoY). Penurunan laba bersih secara kuartalan utamanya disebabkan oleh volume penjualan yang turun menjadi 4.975 MT (-17% QoQ, +63% YoY) di saat produksi logam timah justru mencapai 5.235 MT (-7% QoQ, +39% YoY) dan berdampak pada perubahan nilai persediaan yang berbalik menjadi positif Rp220 M (vs. 1Q26: negatif Rp182 M).

  • Selain itu, penurunan laba bersih secara kuartalan pada 2Q26 juga disebabkan oleh pendapatan lain–lain yang berbalik negatif Rp40 M (vs. 1Q26: positif Rp37 M), yang sebagian besar berasal dari pos lain–lain yang tidak dirinci.

Stockbit's view: Momentum Volume Penjualan jadi Variabel Kunci pada 2H26

  • Kami tetap mempertahankan pandangan positif kami terhadap TINS sejak 4Q25, yang kini dikonfirmasi oleh laba bersih 1H26 yang telah mencapai 70% estimasi 2026F konsensus.

  • Untuk 2H26, pandangan kami ditopang oleh: 1) optimisme perseroan dapat mengejar volume produksi pada 2H26, mengingat realisasi produksi bijih timah selama 1H26 baru mencapai ~41% dari usulan RKAB 2026 di level 30 ribu ton bijih timah; 2) ASP yang berpotensi bertahan tinggi seiring pasar timah global yang masih mencatat defisit pasokan 5.720 ton pada 1H26 menurut CRU Tin Monitor; dan 3) posisi pangsa pasar yang menguat, dengan pangsa ekspor timah nasional TINS mencapai 56,5% pada 2Q26 (vs. 1Q26: 53,6%; 2Q25: 18,3%) dan 54,8% selama 1H26 (vs. 1H25: 20,3%).

  • Key upside TINS antara lain: 1) potensi one–off gain dari penyerahan aset sitaan negara yang hingga 1H26 belum diakui karena proses administrasi masih berjalan; 2) kenaikan harga timah global seiring harga timah LME global saat ini telah mencapai US$54.000/MT, di atas rata–rata periode 2Q26 di US$51.859/MT dan rata–rata periode 1H26 di US$50.319/MT; dan 3) realisasi penjualan atas persediaan yang tertahan pada 2Q26, seiring produksi yang melampaui penjualan sebanyak 260 MT.

  • Faktor risiko: 1) penurunan volume produksi dan penjualan lebih lanjut pada 2H26, setelah realisasi 2Q26 sebesar 4.975 MT berada di bawah perkiraan kami di kisaran 7.000–8.000 MT; 2) kenaikan biaya tunai ke US$23.220/MT pada 2Q26 (+14% QoQ, +19% YoY), yang kami nilai terutama didorong kenaikan biaya bahan baku, disertai naiknya biaya tetap per unit seiring volume produksi bijih timah yang turun -6% QoQ; dan 3) risiko pasar memperlakukan lonjakan laba sebagai puncak siklus: estimasi laba bersih 2026F konsensus direvisi naik +81% dalam 6 bulan terakhir menjadi Rp3,9 T, sementara harga saham TINS hanya menguat +6,75% YTD dan masih diperdagangkan pada ~6,3x P/E 2026F.


Ditulis oleh Theodorus Melvin, Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

BEI Umumkan Evaluasi Indeks IDX30, LQ45, dan IDX80 by Stockbit Investment Research

BEI pada Senin (27/7) mengumumkan evaluasi indeks LQ45, IDX30, dan IDX80, dengan periode efektif pada 3 Agustus–30 Oktober 2026. Berikut rinciannya:

  • LQ45

    • Masuk: INDY, $NCKL

    • Keluar: SMGR, TOWR

  • IDX30

    • Masuk: $DEWA

    • Keluar: PTBA

  • IDX80

    • Masuk: $BFIN, LSIP, NCKL

    • Keluar: INTP, PANI, SIDO

[Sumber: Keterbukaan Informasi]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

MEDC 1H26: Produksi Minyak & Gas +19% YoY, Penjualan Listrik +16,5% YoY by Stockbit Investment Research

  • Medco Energi Internasional ($MEDC) mencatat produksi minyak dan gas sebesar 171 mboepd pada 2Q26 (+1,6% QoQ, +19,9% YoY), sehingga produksi minyak dan gas selama 1H26 mencapai 170 mboepd (+19% YoY) dan berada di rentang atas guidance 2026F di kisaran 165–170 mboepd.

  • Dari segmen penjualan listrik, MEDC mencatat penjualan listrik sebesar 1.270 GWh pada 2Q26 (+20,7% QoQ, +13,2% YoY), sehingga penjualan listrik selama 1H26 mencapai 2.323 GWh (+16,5% YoY) dan setara ~51% guidance 2026F di level 4.550 GWh.

  • MEDC juga mencatat bahwa proven and probable (2P) reserves tumbuh +12% YoY menjadi 541 mmboe selama 1H26.

[Sumber: Investor Relations]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

BTPS 1H26: Laba Bersih +2% YoY, Sedikit di Bawah Ekspektasi by Stockbit Investment Research

Photo by: Stockbit

Stockbit’s take:

  • Bank BTPN Syariah ($BTPS) mencatat laba bersih Rp336 M pada 2Q26 (+1% YoY, +5% QoQ).

  • Realisasi ini membuat laba bersih BTPS selama 1H26 mencapai Rp655 M (+2% YoY), sedikit di bawah ekspektasi karena setara 49% estimasi 2026F konsensus (vs. rata–rata 2 tahun terakhir: 53% realisasi tahunan).

  • Hasil yang sedikit di bawah ekspektasi ini utamanya disebabkan oleh pertumbuhan pembiayaan yang didorong oleh segmen dengan yield rendah, sehingga Net Margin Income (NMI) turun -2% YoY selama 1H26 dan baru mencapai 46% estimasi 2026F konsensus (vs. rata–rata 2 tahun terakhir: 50% realisasi tahunan).

  • Di sisi lain, kenaikan laba bersih pada 2Q26/1H26 ditopang oleh penurunan beban provisi (-31% YoY/-34% YoY), sejalan dengan tren kinerja BTPS selama setahun terakhir.

  • Untuk 2026F, manajemen BTPS memperkirakan pertumbuhan laba bersih dapat mencapai double–digit, meningkat dari proyeksi sebelumnya pada earnings call 1Q26 yang berada di kisaran high–single digit [https://stockbit.com/post/30914429], salah satunya didukung oleh potensi pertumbuhan group financing yang lebih tinggi selama 2H26.

Kualitas Aset Terus Membaik, tapi Ruang Penurunan CoC Terbatas

  • NPF turun menjadi 2,4% per Juni 2026 (vs. Maret 2026: 2,6%, Juni 2025: 3,1%), terendah setidaknya sejak 2023.

  • Sementara itu, pembiayaan restrukturisasi akibat banjir di Sumatra menunjukan perbaikan yang cepat, dengan sisa saldo sebesar Rp155 M per Juni 2026 (vs. saldo awal: Rp302 M). Dari jumlah tersebut, dua pertiga nasabah telah kembali melakukan pembayaran secara tepat waktu.

  • Perbaikan kualitas aset membuat Cost of Credit (CoC) turun menjadi 5,2% selama 1H26 (vs. 1H25: 8,2%), terendah setidaknya sejak 2023. Namun, karena CoC telah berada di level yang relatif rendah, ruang penurunan lebih lanjut diperkirakan akan semakin terbatas.

  • Sementara itu, manajemen memperkirakan NPF Coverage Ratio — termasuk pembiayaan restrukturisasi — akan bertahan di sekitar level saat ini, yakni 202% hingga akhir tahun (vs. Maret 2026: 157%, Juni 2025: 248%).

Pertumbuhan Group Lending Masih Lemah, NMI Tertekan

  • BTPS mencatat pertumbuhan pembiayaan +9% YoY per Juni 2026, didorong oleh segmen ‘Non–Banking Financial Institutions’ (+157% YoY) dengan yield di kisaran single–digit. Di sisi lain, pembiayaan pada segmen group lending — yang memiliki double digit yield — justru flat secara tahunan.

  • Kondisi tersebut, ditambah macetnya sejumlah pembayaran nasabah terdampak banjir di Sumatra, menyebabkan performa NMI untuk melemah secara tahunan.

Stockbit’s View: Outlook 2H26 Bergantung pada Pertumbuhan Pembiayaan

  • Dengan ruang penurunan CoC yang semakin terbatas, kami menilai outlook kinerja BTPS ke depan akan lebih bergantung pada pertumbuhan segmen group financing.

  • Manajemen BTPS sendiri masih memperkirakan pertumbuhan group financing akan lebih kuat pada 2H26.

  • Manajemen memutuskan untuk menaikkan guidance pertumbuhan laba bersih 2026F menjadi double–digit, dari sebelumnya di kisaran high–single digit.

  • Terkait wacana penurunan suku bunga PNM dari 24% menjadi ~8%, manajemen menilai dampaknya tidak mengkhawatirkan karena 1) setiap kompetitor memiliki karakteristik yang berbeda; 2) penurunan bunga relatif kecil secara nominal mengingat ticket size pembiayaan yang rendah; 3) dan nasabah mikro pada umumnya memiliki ~2 pembiayaan dari 2 institusi yang berbeda.

Dividen & Aksi Korporasi

  • Di tengah Capital Adequacy Ratio (CAR) yang tinggi per Juni 2026 (59%), manajemen BTPS membuka peluang untuk secara bertahap meningkatkan dividend payout ratio.

  • Manajemen juga mengatakan sedang mengajukan program buyback kepada regulator dan memperkirakan persetujuannya akan diperoleh pada 3Q26. Nilai buyback tersebut diperkirakan lebih besar dibandingkan rencana tahun lalu yang dibatalkan dengan alokasi dana sebesar Rp927 M.


Ditulis oleh Everson Sugianto, Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

BFIN Brief Results: Laba Bersih Tumbuh Solid +33% YoY/+9% YoY pada 2Q26/1H26, Lampaui Ekspektasi by Stockbit Investment Research

Photo by: Stockbit

  • BFI Finance Indonesia ($BFIN) mencatat laba bersih Rp475 M pada 2Q26 (+33% YoY, +34% QoQ).

  • Hasil ini membuat laba bersih BFIN selama 1H26 mencapai Rp829 M (+9% YoY), melampaui ekspektasi karena setara 51% estimasi 2026F konsensus (vs. rata–rata 2 tahun terakhir: 46% realisasi tahunan).

  • Kinerja BFIN didukung oleh penurunan beban provisi secara neto yang signifikan pada 2Q26 (-34% YoY, -45% QoQ), terutama dari segmen roda empat, sehingga beban provisi selama 1H26 tercatat flat secara tahunan (vs. 3M26: +39% YoY).

  • Manajemen BFIN sebelumnya telah menyampaikan potensi penurunan beban provisi secara neto dan cost of credit (CoC) dalam earnings call 1Q26 [https://stockbit.com/post/31158587], setelah CoC sempat melonjak pada 1Q26 yang salah satunya dipengaruhi oleh faktor seasonality.

  • Sementara itu, net interest income (NII) secara tahunan masih tumbuh +5% YoY/+6% YoY pada 2Q26/1H26, didukung oleh kenaikan managed receivables sebesar +4% YoY.

  • Adapun pertumbuhan managed receivables secara tahunan masih di bawah guidance manajemen di low–teens untuk 2026. Namun, sebelumnya manajemen memperkirakan pembiayaan akan tumbuh lebih solid pada 2H26 seiring banyaknya hari libur pada 1H26.

Kami akan menuliskan ulasan yang lebih detail mengenai kinerja BFIN selama 1H26 setelah mendengarkan earnings call manajemen pada Senin (27/7) pukul 09.00 WIB.


Ditulis oleh Everson Sugianto, Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Mahkamah Konstitusi Wajibkan Operator Telekomunikasi Sediakan Opsi Layanan Kuota Internet Rollover by Stockbit Investment Research

  • Mahkamah Konstitusi pada Kamis (23/7) mewajibkan operator telekomunikasi untuk menyediakan pilihan layanan kuota rollover atau kuota internet yang dapat diakumulasi jika masih terdapat sisa kuota yang belum digunakan oleh pelanggan.

  • Putusan Mahkamah Konstitusi tidak secara otomatis mewajibkan seluruh paket internet menjadi kuota tanpa batas waktu, di mana operator tetap dapat menawarkan berbagai skema layanan sepanjang konsumen diberikan pilihan yang menjamin perlindungan terhadap sisa kuota yang dimilikinya.

  • Mahkamah Konstitusi menegaskan bahwa kuota internet yang telah dibeli oleh konsumen merupakan benda tidak berwujud yang di dalamnya melekat hak milik pribadi, sehingga sisa kuota internet yang telah dibayar lunas oleh pengguna jasa telekomunikasi tidak boleh dihanguskan secara sewenang–wenang oleh operator.

  • Mahkamah Konstitusi menyatakan kuota internet yang telah dibeli konsumen memiliki nilai ekonomi riil, sehingga harus memperoleh perlindungan hukum sebagaimana hak milik pribadi yang dijamin oleh konstitusi.

[Sumber: Kompas, Kontan]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

PTRO Dapat Kontrak Rp9,3 T dari 2 Anak Usaha SINI, SINI Estimasikan Pendapatan Rp57,1 T dari Produksi Batu Bara by Stockbit Investment Research

  • Petrosea ($PTRO) mengumumkan telah mendapatkan kontrak jasa pertambangan batu bara dari 2 anak usaha Singaraja Putra ($SINI), PT Pesona Bara Cakrawala dan PT Cakrawala Bara Persada, senilai total Rp9,3 T dengan durasi life of mine.

  • SINI memproyeksikan bahwa produksi batu bara PT Pesona Bara Cakrawala dari produksi sepanjang kontrak tersebut akan mencapai 42 juta ton dari overbuden removal sebanyak 189 juta bcm, sementara estimasi produksi PT Cakrawala Bara Persada sebanyak 8 juta ton dari overburden removal sebanyak 40 juta bcm.

  • SINI mengestimasikan pendapatan PT Pesona Bara Cakrawala dari produksi sepanjang kontrak tersebut akan mencapai ~US$2,6 miliar atau ~Rp45,6 T, sementara proyeksi pendapatan PT Cakrawala Bara Persada sebesar US$656 juta atau ~Rp11,5 T.

[Sumber: Keterbukaan Informasi]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Selain AS, Pemerintah Beri Relaksasi DHE SDA ke Eksportir Tujuan China, Australia & Kanada by Stockbit Investment Research

  • Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan pada Kamis (23/7) bahwa eksportir sumber daya alam (SDA) ke China, Australia, dan Kanada termasuk ke dalam kelompok yang mendapatkan relaksasi aturan devisa hasil ekspor SDA (DHE SDA).

  • Berdasarkan aturan saat ini, eksportir sumber daya alam yang tercakup dalam perjanjian bilateral atau perjanjian perdagangan tertentu akan mendapatkan keringanan kewajiban DHE SDA, dengan hanya 30% devisa hasil ekspor yang perlu ditahan di dalam negeri setidaknya selama 3 bulan dalam rekening valuta asing khusus di bank domestik, bukan hanya di bank BUMN.

  • Sebelumnya, relaksasi ini hanya diberikan kepada eksportir SDA ke AS.

[Sumber: Bloomberg]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Presiden Prabowo Angkat Wakil Menteri Pertanian Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional by Stockbit Investment Research

  • Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengatakan pada Rabu (22/7) bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menunjuk Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, sebagai kepala Badan Gizi Nasional, menggantikan Nanik S. Deyang yang mengundurkan diri.

  • Prasetyo menyebut bahwa pelantikan Sudaryono sebagai kepala Badan Gizi Nasional akan digelar pada hari ini agar tidak ada kekosongan jabatan dalam pelaksanaan tugas badan tersebut.

  • Sebelumnya, Nanik S. Deyang mengumumkan pengunduran diri dari jabatannya pada Rabu (22/7) karena alasan kesehatan [https://stockbit.com/post/34003883].

[Sumber: Kompas, Bloomberg]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Program MBG Kembali Dipangkas ke Rp229 T, Nanik S. Deyang Mundur sebagai Kepala Badan Gizi Nasional by Stockbit Investment Research

  • Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Agustina Arumsari, mengatakan pada Selasa (21/7) bahwa anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk sementara ini kembali dipangkas dari Rp268 T menjadi Rp229 T, sembari menambahkan bahwa pihaknya terus meninjau ruang efisiensi lebih lanjut.

  • Agustina menyebut bahwa Presiden Prabowo Subianto memberi waktu kepada Badan Gizi Nasional selama 1 bulan untuk menyelesaikan langkah–langkah efisiensi dan memperkuat tata kelola.

  • Ke depan, Badan Gizi Nasional akan menyempurnakan daftar penerima manfaat program MBG seiring upaya refocusing pada kualitas.

  • Pada kesempatan yang sama, Arumsari juga mengumumkan 5 pejabat baru di Badan Gizi Nasional dengan latar belakang di bidang akuntansi dan kesehatan.

  • Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik Sudaryati Deyang, mengumumkan pengunduran diri dari jabatannya pada Rabu (22/7) untuk menjalani pengobatan jantung.

[Sumber: Bloomberg, Bloomberg Technoz, Tempo, Detik, CNN Indonesia, Bisnis]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Moody’s Soroti Peningkatan Risiko Kredit Indonesia seiring Ketidakpastian Kebijakan & Keberlanjutan Fiskal by Stockbit Investment Research

  • Vice President Sovereign Risk Division Moody’s Ratings, Martin Petch, mengatakan bahwa pihaknya masih menyoroti ketidakpastian kebijakan dan risiko keberlanjutan fiskal di Indonesia, sembari memperingatkan bahwa risiko penurunan kemungkinan akan terus berlanjut.

  • Petch menyebut bahwa meski ada beberapa perkembangan positif, keseimbangan risiko sovereign credit rating Indonesia telah berubah menjadi “sedikit lebih negatif” sejak Moody’s men–downgrade outlook Indonesia menjadi ‘negative’ pada Februari 2026, terutama akibat meningkatnya subsidi energi seiring perang AS–Iran.

  • Petch menjelaskan bahwa salah satu area risiko spesifik yang pihaknya amati adalah kebijakan sentralisasi ekspor via PT Danantara Sumberdaya Indonesia, di mana kurangnya kejelasan seputar mandat perusahaan tersebut menambah kekhawatiran investor atas potensi meningkatnya intervensi negara.

  • Meski pemerintah telah memangkas anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG), Moody’s melihat bahwa basis penerimaan negara yang sempit akan membatasi ruang pemerintah untuk membiayai program–program ambisius seperti itu.

  • Petch pun menilai bahwa pihaknya belum melihat banyak pergerakan pemerintah dalam memperluas basis penerimaan negara, sembari menambahkan bahwa ekspansi beban fiskal yang signifikan tanpa disertai reformasi pendapatan akan menjadi sinyal yang sangat mengkhawatirkan bagi profil kredit Indonesia.

  • Periode 6–12 bulan ke depan akan menjadi periode krusial bagi profil kredit Indonesia, di mana Moody’s akan mengamati kecukupan cadangan devisa, kredibilitas kebijakan, kesehatan BUMN, dan tata kelola di sekitar Danantara.

[Sumber: Bloomberg]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

TPIA Ikut Proyek Waste–to–Energy Danantara via Anak Usaha CDIA by Stockbit Investment Research

  • Chandra Asri Pacific ($TPIA) mengatakan dalam klarifikasi kepada BEI bahwa PT Chandra Waste Energy merupakan entitas usaha perseroan yang dimiliki melalui Chandra Daya Investasi ($CDIA).

  • Klarifikasi TPIA muncul setelah Danantara mengumumkan bahwa PT Chandra Waste Energy termasuk dalam konsorsium Masa Depan Energi Indonesia yang akan mengelola fasilitas waste–to–energy di Serang Raya [https://stockbit.com/post/33688451].

  • TPIA menjelaskan bahwa proses saat ini masih berada pada tahap awal studi dan evaluasi kelayakan, di mana kelanjutan proyek tersebut akan bergantung pada hasil feasibility study sebelum mendapatkan final letter of award.

  • Karena proses proyek tersebut masih dalam tahap awal, TPIA menyebut bahwa perseroan belum dapat menentukan nilai dan komitmen investasi final, memproyeksikan potensi kontribusi pendapatan dan laba bersih dari proyek tersebut, maupun menyampaikan target waktu penyelesaian dan jadwal pelaksanaan proyek.

[Sumber: Keterbukaan Informasi]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Kontan: Djarum Berencana Akuisisi Kecap Bango dari UNVR by Stockbit Investment Research

  • Kontan melaporkan bahwa Grup Djarum, melalui Savoria Group, tengah menjajaki kemungkinan untuk mengakuisisi merek kecap Bango dari Unilever Indonesia ($UNVR).

  • Manajemen Savoria Group enggan mengomentari hal ini, sementara UNVR belum memberikan tanggapan.

  • Jika terealisasi, ini akan menjadi akuisisi ke–2 yang dilakukan oleh Savoria Group terhadap aset milik UNVR.

  • Sebelumnya, PT Savoria Kreasi Rasa pada 1Q26 mengakuisisi merek teh SariWangi beserta fasilitas produksinya di Cikarang dari UNVR senilai ~Rp1,5 T.

[Sumber: Kontan]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

BBTN 1H26: Laba Bersih +41% YoY, Jauh Lampaui Ekspektasi by Stockbit Investment Research

Image by: Stockbit

Stockbit’s take:

  • Bank Tabungan Negara ($BBTN) mencatat laba bersih Rp1,3 T pada 2Q26 (+61% YoY, +17% QoQ), menandai level tertinggi secara kuartalan setidaknya sejak 1Q19.

  • Hasil ini membuat laba bersih selama 1H26 mencapai Rp2,4 T (+41% YoY), jauh melampaui ekspektasi karena setara 62% estimasi 2026F konsensus (vs. 1H25: 49% realisasi 2025).

  • Kinerja selama 1H26 didukung oleh penurunan beban provisi yang signifikan (-61% YoY) seiring kualitas aset yang membaik.

  • Memasuki 2H26, manajemen BBTN mengantisipasi likuiditas yang lebih ketat di tengah: 1) kenaikan suku bunga; dan 2) jumlah SRBI beredar pada Juni 2026 yang menembus level tertinggi sejak diluncurkan dan belum menunjukkan tanda penurunan. Meski demikian, seluruh guidance 2026F tetap dipertahankan oleh manajemen.

CoC Turun Signifikan Seiring Perbaikan Kualitas Aset

  • CoC turun menjadi 0,7% selama 1H26 (vs. 1H25: 2%), di bawah guidance 2026F di kisaran 1–1,2%.

  • Manajemen BBTN memperkirakan CoC akan berada di batas bawah guidance pada akhir 2026, tanpa rencana melakukan backloading provision.

  • NPL gross turun menjadi 2,99% pada Juni 2026 (vs. Juni 2025: 3,3%) dan diperkirakan akan berada di kisaran 2,8–2,9% pada akhir 2026. Sementara itu, target NPL coverage ratio tetap 125% (vs. Juni 2026: 122%).

PPOP Tertekan oleh Penyesuaian Akuntansi

  • PPOP turun -23% YoY selama 1H26, ditekan oleh pelemahan pada hampir seluruh metrik, terutama pendapatan bunga (-12% YoY).

  • Pelemahan pendapatan bunga disebabkan oleh high–base effect dari penyesuaian perhitungan effective interest income pada segmen KPR non–subsidi. Di luar faktor tersebut, pendapatan bunga masih tumbuh +9% YoY.

Likuiditas Diperkirakan Ketat pada 2H26, CoF Berpotensi Naik

  • Beban bunga turun -16% YoY, sehingga CoF turun menjadi 3% selama 1H26 (vs. 1H25: 4,1%). Namun, CoF pada Juni 2026 sedikit naik secara bulanan seiring wacana pemerintah untuk menarik dana saldo anggaran lebih (SAL) senilai Rp200 T dari sistem perbankan.

  • Terkait tambahan injeksi SAL sebesar Rp400 T pada akhir Juni 2026, BBTN memperoleh alokasi sebesar Rp38,3 T, setara 9% dari total DPK perseroan per Juni 2026.

  • Meski memperoleh tambahan dana SAL, manajemen BBTN tetap memperkirakan likuiditas akan tetap ketat dan CoF meningkat ke kisaran 3,1–3,3% pada akhir 2026.

Guidance Kredit Dipertahankan, Pertumbuhan Berpotensi Melunak pada 2H26

  • Pertumbuhan kredit per Juni 2026 (+11% YoY) melampaui guidance 2026F manajemen di kisaran +8–10% YoY, sehingga berpotensi melambat pada 2H26.

  • Pertumbuhan kredit per Juni 2026 didorong oleh kredit non–perumahan, termasuk akuisisi portofolio kredit pensiunan Bank SMBC Indonesia ($BTPN) [stockbit.com/post/32170748] yang dampaknya terhadap pendapatan bunga belum terlihat karena transaksi dilakukan pada akhir Juni 2026.

  • Manajemen juga berencana mengakuisisi portofolio kredit konsumer dari salah satu bank swasta asing pada 2027.

Stockbit's View: Outlook Positif Didukung Perbaikan Kualitas Aset

  • Kami menilai prospek BBTN pada 2H26 akan lebih ditentukan oleh dinamika beban provisi. Kualitas aset sendiri berpotensi terus membaik, tercermin dari day past due credit vintage 24 bulan yang turun menjadi 5,5% pada Juni 2026 (Juni 2025: 8,7%) serta penurunan LAR.

  • Tantangan utama justru berasal dari kenaikan CoF akibat likuiditas yang lebih ketat, tetapi dampaknya berpotensi diimbangi oleh perlambatan pertumbuhan kredit dan peningkatan fokus pada kredit dengan yield yang lebih tinggi.


Ditulis oleh Everson Sugianto, Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Pemerintah Resmikan Peluncuran Proyek LNG Abadi Blok Masela by Stockbit Investment Research

  • Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (16/7) resmi meluncurkan proyek strategis nasional (PSN) LNG Abadi milik Inpex (TYO: 1605) di blok Masela.

  • CEO Inpex, Takayuki Ueda, mengatakan bahwa proyek ini diharapkan akan memasuki fase engineering, procurement, and construction (EPC) pada 2027.

  • Antara melaporkan bahwa proyek bernilai ~US$21 miliar ini diproyeksikan akan memproduksi 9,5 juta ton LNG per tahun, menyalurkan gas pipa domestik sebesar 150 MMSCFD, serta menghasilkan kondensat sekitar 35.000 barrel per hari untuk mendukung kebutuhan energi nasional.

  • Sebelumnya, Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengatakan pada Juni 2026 bahwa pemerintah memperkirakan proyek tersebut akan mulai berproduksi pada 2029 [https://stockbit.com/post/33088198].

[Sumber: Bloomberg, Kontan, Antara]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

AMMN Sebut Kabar Media terkait Rencana Dual Listing Bersifat Spekulasi by Stockbit Investment Research

  • Amman Mineral Internasional ($AMMN) mengatakan dalam klarifikasi kepada BEI bahwa kabar terkait rencana perseroan untuk dual listing di bursa Hong Kong bersifat spekulasi.

  • AMMN juga menyebut tidak ada informasi, fakta, atau kejadian penting lainnya yang belum diungkapkan oleh perseroan kepada publik.

  • Klarifikasi AMMN muncul setelah Bloomberg pada pekan lalu melaporkan bahwa AMMN sedang mempertimbangkan untuk melakukan pencatatan saham di Hong Kong.

[Sumber: Keterbukaan Informasi]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Realisasi Investasi +7,2% YoY selama 1H26, Setara 49,5% Target 2026 by Stockbit Investment Research

  • Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, mengatakan pada Kamis (16/7) bahwa realisasi investasi Indonesia pada 2Q26 mencapai Rp511,8 T (+7,1% YoY, +2,6% QoQ).

  • Hasil ini membuat realisasi investasi selama 1H26 mencapai Rp1.010,6 T (+7,2% YoY), setara 49,5% target pemerintah di level Rp2.041,3 T.

  • Penanaman modal asing pada 2Q26 mencapai Rp257,7 T (+27,4% YoY, +3,1% QoQ), sehingga realisasinya selama 1H26 mencapai Rp507,6 T (+17,3% YoY).

[Sumber: Bloomberg]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Bloomberg: INDY Pertimbangkan Jual PT Kideco Jaya Agung dengan Valuasi Lebih dari US$1 Miliar by Stockbit Investment Research

  • Bloomberg melaporkan bahwa Indika Energy ($INDY) sedang mempertimbangkan untuk menjual anak usaha di bidang pertambangan batu bara, PT Kideco Jaya Agung, dengan valuasi lebih dari US$1 miliar atau ~Rp18,1 T.

  • Narasumber anonim Bloomberg menyebut bahwa INDY sedang bekerja sama dengan penasihat keuangan mengenai potensi divestasi tersebut dan telah menghubungi calon pembeli untuk mengukur minat awal.

  • Narasumber Bloomberg juga menyebut bahwa pembahasan sedang berlangsung dan INDY dapat memilih untuk mempertahankan aset tersebut.

  • Perwakilan INDY dan PT Kideco Jaya Agung belum mengomentari isu ini.

  • INDY sendiri memiliki 91% saham PT Kideco Jaya Agung.

[Sumber: Bloomberg]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

First Gen Konfirmasi Kabar BREN Berencana Akuisisi Aset Geothermal di Filipina by Stockbit Investment Research

  • Induk usaha Energy Development Corp., First Gen Corp., dalam keterbukaan informasi di bursa Filipina mengkonfirmasi bahwa Barito Renewables Energy ($BREN) telah mengajukan penawaran yang tidak mengikat (non–binding offer) untuk mengakuisisi Energy Development Corp. dengan nilai ekuitas sekitar US$5 miliar.

  • Hingga saat ini, First Gen menyebut bahwa belum ada diskusi antara para pihak, belum ada perjanjian yang ditandatangani, dan First Gen belum menunjuk penasihat apa pun untuk transaksi ini.

  • Sebelumnya, Bloomberg melaporkan bahwa BREN telah mengajukan penawaran tunai yang tidak mengikat senilai lebih dari US$5 miliar untuk membeli perusahaan geothermal asal Filipina, Energy Development Corp., guna berekspansi di negara tersebut [https://stockbit.com/post/33741347].

[Sumber: Bloomberg]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.