Bloomberg: BREN Berencana Akuisisi Aset Geothermal di Filipina Senilai US$5 Miliar by Stockbit Investment Research

  • Bloomberg melaporkan bahwa Barito Renewables Energy ($BREN) telah mengajukan penawaran tunai yang tidak mengikat (non–binding cash offer) senilai lebih dari US$5 miliar untuk membeli perusahaan geothermal asal Filipina, Energy Development Corp., guna berekspansi di negara tersebut.

  • Jika ditotal dengan utang perusahaan, nilai valuasi Energy Development bisa mencapai hingga US$7 miliar, menurut narasumber anonim Bloomberg.

  • Narasumber Bloomberg juga menyebut bahwa diskusi dan pertimbangan dengan penasihat keuangan masih berjalan, sehingga belum ada kepastian apakah transaksi ini akan benar–benar terjadi.

  • Energy Development sendiri didukung oleh First Gen Corp. — konglomerasi renewable energy di Filipina yang dikendalikan oleh keluarga Lopez — Macquarie Asset Management, dan GIC Pte (Singapura).

  • Perwakilan BREN, Energy Development, First Gen, GIC, dan Macquarie Asset Management belum menanggapi permintaan komentar terkait kabar ini.

[Sumber: Bloomberg]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Anak Usaha AMMN Berencana Gandakan Produksi Katoda Tembaga pada 2026 by Stockbit Investment Research

  • Direktur Utama PT Amman Mineral Nusa Tenggara, Rachmat Makassau, mengatakan kepada DPR pada Selasa (14/7) bahwa pihaknya menargetkan dapat menggandakan produksi katoda tembaga dari 79.848 ton pada 2025 menjadi 162.662 ton pada 2026.

  • Rachmat menambahkan bahwa PT Amman Mineral Nusa Tenggara — yang merupakan anak usaha Amman Mineral Internasional ($AMMN) — menargetkan dapat memproduksi 16.119 kg emas, 45.439 kg perak, dan 572.036 ton asam sulfat pada 2026.

  • Rachmat menambahkan bahwa pihaknya telah memproses seluruh hasil tambang di smelter sejak Juni 2026, sembari menambahkan bahwa pihaknya berencana melakukan shutdown smelter sementara pada Desember 2026 atau Januari 2027 untuk melakukan perbaikan lebih lanjut pasca–force majeure tahun lalu.

[Sumber: Reuters]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

BFIN Klarifikasi Rumor Merger dengan ARTO by Stockbit Investment Research

  • BFI Finance Indonesia ($BFIN) mengatakan dalam klarifikasi kepada BEI bahwa perseroan belum memiliki informasi terkait isu penggabungan usaha dan tidak dapat memberikan tanggapan terkait aktivitas atau keputusan para pemegang saham.

  • Pernyataan BFIN muncul setelah Bloomberg pada pekan lalu melaporkan bahwa sekelompok investor yang dipimpin oleh Jerry Ng tengah mempertimbangkan opsi kepemilikannya di Bank Jago ($ARTO) dan BFIN, termasuk opsi penggabungan kedua perusahaan tersebut.

  • Dalam laporan tersebut, Bloomberg juga menyebut adanya potensi minat dari sejumlah lembaga keuangan asing yang ingin memperluas bisnis di Indonesia, meski pembahasan disebut masih berada pada tahap awal dan belum menghasilkan keputusan final.

  • Selain BFIN, ARTO mengatakan dalam klarifikasi kepada BEI bahwa perseroan tidak memiliki informasi yang dapat diungkapkan mengenai rumor merger antara ARTO dan BFIN maupun mengenai rumor pendekatan dari investor asing atau institusi keuangan tertentu [https://stockbit.com/post/33689514].

[Sumber: Keterbukaan Informasi]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

ARTO Klarifikasi Rumor Merger dengan BFIN by Stockbit Investment Research

  • Bank Jago ($ARTO) mengatakan dalam klarifikasi kepada BEI bahwa perseroan tidak memiliki informasi yang dapat diungkapkan mengenai rumor merger antara ARTO dan BFI Finance Indonesia ($BFIN), maupun mengenai rumor pendekatan dari investor asing atau institusi keuangan tertentu.

  • ARTO menambahkan bahwa informasi yang berkaitan dengan aktivitas atau keputusan pemegang saham merupakan ranah masing–masing pemegang saham dan berada di luar kewenangan perseroan untuk memberikan tanggapan lebih lanjut.

  • Sebelumnya, Bloomberg pada pekan lalu melaporkan bahwa sekelompok investor yang dipimpin oleh Jerry Ng tengah mempertimbangkan opsi kepemilikannya di ARTO dan BFIN, termasuk opsi penggabungan kedua perusahaan tersebut.

  • Dalam laporan tersebut, Bloomberg juga menyebut adanya potensi minat dari sejumlah lembaga keuangan asing yang ingin memperluas bisnis di Indonesia, meski pembahasan disebut masih berada pada tahap awal dan belum menghasilkan keputusan final.

[Sumber: Keterbukaan Informasi]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Danantara Tetapkan 8 Mitra Proyek Waste–to–Energy Tahap 2 by Stockbit Investment Research

PT Danantara Investment Management melalui PT Daya Energi Bersih Nusantara pada Senin (13/7) mengumumkan mitra terpilih untuk pengembangan dan pengelolaan 8 proyek waste–to–energy tahap ke–2, berikut rinciannya:

  • Medan Raya: Konsorsium SUEZ–IAN (SUEZ Insan Asia)

  • Kabupaten Bekasi: Konsorsium Everbright Cemerlang Energy (Everbright Harmoni)

  • Lampung Raya: Bumi Biru Indonesia (SUS Indoplas)

  • Serang Raya: Masa Depan Energi Indonesia (Chandra Waste Energy BGE)

  • Semarang Raya: Veolia Environmental Services Asia Pte. Ltd. (Veolia)

  • Surabaya Raya: Konsorsium Mentari Citra Lestari (Bakrie Power SUS)

  • Bogor Raya 2: Konsorsium MPM–CEVIA (Mega Power CEVIA)

  • Yogyakarta Raya: Konsorsium Cakra Energi Lestari (Pertamina NRE Tianjin CITICC)

[Sumber: Katadata] 


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Harga Minyak Melonjak +12% ke Atas US$85/Barrel seiring AS Kembali Blokade Iran & Usulkan Tarif 20% di Selat Hormuz by Stockbit Investment Research

  • Harga minyak Brent naik +2,7% ke level ~US$85,5/ barrel pada Selasa (14/7) pagi, setelah melonjak +9,6% ke level ~US$83,3/barrel pada penutupan perdagangan Senin (13/7).

  • Lonjakan harga minyak didorong oleh keputusan Presiden Donald Trump untuk kembali memberlakukan blokade laut terhadap Iran di Selat Hormuz dan menuntut pembayaran sebesar 20% atas seluruh kargo yang melewati Selat Hormuz.

  • Trump mengatakan kebijakan tersebut akan melarang Iran maupun pelanggannya untuk memasuki atau meninggalkan Selat Hormuz, sementara negara lainnya tetap dapat menggunakan Selat Hormuz.

  • Pemerintah AS belum memberikan rincian lain tentang rencana penerapan tarif tersebut, termasuk bagaimana biaya tersebut akan diterapkan atau apakah telah dikomunikasikan kepada sekutu AS di wilayah Teluk.

  • Joint Maritime Information Center menyebut bahwa pusat komando militer AS akan mulai memberlakukan blokade terhadap seluruh pelabuhan dan wilayah pesisir Iran pada Selasa (14/7) mulai pukul 16.00 waktu New York.

  • Menanggapi hal tersebut, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan bahwa Iran selalu menjadi penjaga Selat Hormuz dan akan tetap demikian selamanya, sembari menambahkan bahwa pihak yang menjamin keamanan pelayaran di Selat Hormuz berhak memperoleh kompensasi atas layanan tersebut.

  • Namun, Araghchi menyindir usulan Trump dengan mengatakan bahwa tarif sebesar 20% dari nilai kargo terlalu tinggi, seraya menegaskan bahwa Iran akan mengenakan tarif yang lebih adil.

  • Sementara itu, militer AS pada Senin (13/7) melancarkan serangan terhadap Iran untuk hari ke–3 beruntun, yang diperkirakan dapat berlanjut selama beberapa hari ke depan.

[Sumber: Bloomberg]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Bloomberg: AMMN Pertimbangkan untuk Melantai di Bursa Hong Kong by Stockbit Investment Research

  • Bloomberg melaporkan bahwa Amman Mineral Internasional ($AMMN) sedang mempertimbangkan untuk melakukan pencatatan saham di Hong Kong.

  • Narasumber Bloomberg menyebut bahwa rincian terkait ukuran dan waktu pencatatan saham masih dibahas.

  • Jika terwujud, AMMN akan mengikuti jejak Merdeka Gold Resources ($EMAS) yang melantai di bursa Hong Kong via depositary receipt pada Juni 2026.

  • Juru bicara AMMN menolak mengomentari kabar ini.

[Sumber: Bloomberg]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Raffi Ahmad Sebut Haji Isam Punya 1% Saham RANS by Stockbit

  • Founder Rans Entertainmen Indonesia ($RANS), Raffi Ahmad, mengeklaim bahwa Andi Syamsuddin Arsad atau Haji Isam memiliki 1% saham RANS.

  • Pernyataan Raffi tersebut muncul seiring kedatangan Haji Isam dalam acara IPO saham RANS di BEI pada Jumat (10/7), di mana Haji Isam turut naik ke panggung bersama Raffi Ahmad dan Nagita Slavina untuk memencet bel perdagangan perdana.

  • Bisnis melaporkan bahwa nama Haji Isam tidak terdapat di dalam daftar pemegang saham RANS berdasarkan prospektus.

[Sumber: Bisnis]


Konten ini ditulis oleh PT Stockbit Karya Indonesia (“Stockbit”), perusahaan media ekonomi dan keuangan yang menghadirkan berita, analisis, dan insight tentang dunia bisnis, investasi, dan kebijakan ekonomi, khususnya yang terkait Pasar Modal.

Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing–masing nasabah.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisis terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Smelter Aluminium ADRO & ADMR Catat Ekspor Perdana pada Juni 2026, Pengiriman ke AS & Korea Selatan seiring Pengetatan Pasokan Global by Stockbit Investment Research

  • Smelter aluminium milik Alamtri Resources Indonesia ($ADRO), PT Kalimantan Aluminium Industry, telah melakukan ekspor aluminium pertamanya, di mana platform perdagangan komoditas Export Genius mencatat bahwa perusahaan tersebut mengirimkan 31.494 ton aluminium primer ke AS dan 3.569 ton ke Korea Selatan pada Juni 2026.

  • Juru bicara ADRO mengatakan bahwa proyek smelter aluminium tersebut telah menerima minat yang kuat dari calon pelanggan dan perseroan menargetkan penjualan ingot aluminium hingga 350.000 ton selama 2026, mencakup pasar domestik maupun luar negeri.

  • Ekspor perdana PT Kalimantan Aluminium Industry ini muncul di tengah upaya AS dan Korea Selatan untuk mencari sumber aluminium alternatif seiring gangguan pengiriman dari pemasok utama di Timur Tengah akibat perang AS–Iran. Kekurangan pasokan tersebut mendorong premi aluminium AS ke rekor tertinggi bulan lalu, menurut laporan Reuters.

  • PT Kalimantan Aluminium Industry sendiri dimiliki ADRO melalui Alamtri Minerals Indonesia ($ADMR).

[Sumber: Reuters] 


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Bloomberg: Investor BFIN & ARTO Pertimbangkan Merger by Stockbit Investment Research

  • Bloomberg melaporkan bahwa sekelompok investor yang dipimpin oleh Jerry Ng tengah mempertimbangkan opsi kepemilikannya di BFI Finance Indonesia ($BFIN) dan Bank Jago ($ARTO), termasuk opsi penggabungan kedua perusahaan tersebut.

  • Narasumber anonim Bloomberg mengatakan bahwa Goldman Sachs Group Inc. sedang bekerja sama dengan para investor tersebut dalam strategic review, sembari menambahkan bahwa pembahasan masih berlangsung.

  • ARTO, BFIN, dan Goldman Sachs menolak mengomentari kabar ini.

  • Jerry Ng sendiri merupakan salah satu ultimate beneficial owner di BFIN dan ARTO.

[Sumber: Bloomberg]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Kontraksi Penjualan Ritel Diperkirakan Melebar ke -4,4% YoY pada Juni 2026 by Stockbit Investment Research

  • Bank Indonesia memperkirakan penjualan ritel pada Juni 2026 akan terkontraksi -4,4% YoY dan -0,8% MoM, yang jika terwujud akan menandai kontraksi secara tahunan dalam 3 bulan beruntun.

  • Pada Mei 2026 sendiri, realisasi penjualan ritel tercatat mengalami kontraksi -3,9% YoY dan -1,5% MoM (vs. April 2026: -3,7% YoY, -11,6% MoM), menandai kontraksi secara tahunan dalam 2 bulan beruntun sekaligus yang terbesar sejak Mei 2023.

  • Kontraksi penjualan ritel pada Mei 2026 juga lebih dalam dibandingkan perkiraan Bank Indonesia yang mengestimasikan kontraksi -3,2% YoY dan -0,9% MoM [https://stockbit.com/post/32667937].

[Sumber: Bank Indonesia]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

DPR Nilai Anggaran MBG 2026 Masih Dapat Dipangkas Rp68–80 T by Stockbit Investment Research

  • Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR, Said Abdullah, mengatakan bahwa pihaknya menilai ruang efisiensi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun ini masih dapat dipangkas sekitar Rp68–80 T, lebih tinggi dibandingkan proyeksi efisiensi sebelumnya di kisaran Rp40 T.

  • Said menegaskan bahwa perhitungan tersebut masih berupa pandangan Banggar DPR dan belum menjadi keputusan final pemerintah, serta menambahkan bahwa proyeksi pemangkasan kembali anggaran MBG belum dimasukkan dalam outlook belanja negara dalam APBN 2026.

  • Sebelumnya, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan pada akhir Juni 2026 bahwa Badan Gizi Nasional kemungkinan akan kembali memangkas anggaran program MBG tahun ini sebesar Rp40 T, meski keputusan tersebut belum final dan akan diumumkan secara langsung oleh Badan Gizi Nasional [https://stockbit.com/post/33135598].

  • Sebagai konteks, Purbaya mengatakan pada pertengahan Mei 2026 bahwa pemerintah telah memangkas pagu program MBG pada APBN 2026 dari Rp335 T menjadi Rp268 T [https://stockbit.com/post/31892929].

  • Selain potensi pemangkasan anggaran MBG pada tahun ini, Said juga sempat mengatakan pada awal pekan ini bahwa pihaknya memperkirakan anggaran program MBG akan turun dari Rp268 T pada 2026 menjadi sekitar Rp174 T pada 2027, meski hal ini masih akan dibahas bersama pemerintah dalam RAPBN 2027 [https://stockbit.com/post/33389545].

[Sumber: Katadata]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

BEI Berkomitmen Tingkatkan Transparansi, Atasi Kekhawatiran Penyedia Indeks by Stockbit Investment Research

  • Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan pada Rabu (8/7) bahwa pihaknya bersama OJK dan stakeholders lainnya akan terus menerapkan berbagai langkah untuk mengatasi kekhawatiran penyedia indeks, serta menegaskan kembali komitmen untuk meningkatkan transparansi pasar saham Indonesia.

  • Pernyataan Jeffrey muncul setelah S&P Dow Jones Indices (DJI) pada Selasa (7/7) waktu setempat mengumumkan telah mencantumkan Indonesia sebagai negara yang berpotensi mengalami penurunan peringkat dari emerging market menjadi frontier market. Baca selengkapnya di sini https://stockbit.com/post/33452211.

[Sumber: Bloomberg]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

S&P Dow Jones Indices Pertimbangkan Reklasifikasi Pasar Saham Indonesia ke Frontier Market by Stockbit Investment Research

  • S&P Dow Jones Indices (DJI) pada Selasa (7/7) waktu setempat mengumumkan telah mencantumkan Indonesia sebagai negara yang berpotensi mengalami penurunan peringkat dari emerging market menjadi frontier market.

  • S&P DJI menyebut akan terus memantau perkembangan terkait transparansi kepemilikan saham di Indonesia dan guidance dari BEI untuk mengatasi kekhawatiran terkait pengungkapan kepemilikan dan potensi dampak likuiditas.

  • Jika keadaan memburuk, S&P DJI mempertimbangkan untuk menerapkan perlakuan khusus untuk pasar Indonesia.

  • S&P DJI menambahkan bahwa jika masalah ini tetap tidak terselesaikan dalam kurun 1 tahun kalender sejak tanggal diberlakukannya langkah–langkah khusus, klasifikasi pasar Indonesia akan dinilai pada review tahunan berikutnya.

  • Perlu dicatat, S&P DJI adalah perusahaan penyedia indeks pasar saham, serta merupakan entitas berbeda dari S&P Global Ratings yang merupakan lembaga pemeringkat kredit.

[Sumber: S&P Dow Jones Indices, Bloomberg]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Harga Minyak Naik +2,6% seiring Kembalinya Eskalasi Konflik AS–Iran by Stockbit Investment Research

  • Harga minyak Brent naik +2,6% ke kisaran ~US$76,1/barrel pada Rabu (8/7) pagi, melanjutkan kenaikan +3% pada penutupan perdagangan hari Selasa (7/7).

  • Kenaikan harga minyak tersebut dipicu oleh meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah Iran menyerang 3 kapal komersial yang tengah melintasi Selat Hormuz.

  • Komando pusat militer AS mengatakan bahwa serangan Iran tersebut terjadi pada Selasa (7/7) dan menandai rangkaian insiden terbanyak sejak kesepakatan damai sementara antara AS dan Iran mulai berlaku pada bulan lalu.

  • Menyusul insiden tersebut, angkatan laut AS menaikkan tingkat ancaman pelayaran di Selat Hormuz dari level ‘substantial’ menjadi ‘severe’, menandai kenaikan level ancaman yang pertama sejak 15 Juni 2026.

  • Sebagai respons, AS melancarkan gelombang serangan baru terhadap Iran pada Selasa (7/7) serta mencabut izin Iran untuk menjual minyak.

  • Press TV Iran melaporkan sejumlah ledakan terdengar di Pulau Kharg, pusat ekspor minyak utama Iran yang menangani sekitar 90% dari total pengiriman minyak Iran.

  • Pulau Kharg sebelumnya juga menjadi sasaran serangan AS pada April 2026.

[Sumber: Bloomberg, Reuters]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Pemerintah Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi 2026 Berkisar +5,6–6% YoY by Stockbit Investment Research

  • Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan dalam rapat bersama DPR pada Selasa (7/7) bahwa pihaknya memperkirakan pertumbuhan ekonomi selama 2026 akan berkisar +5,6–6% YoY, lebih tinggi dibandingkan target APBN 2026 di level +5,4% YoY.

  • Sementara itu, defisit APBN 2026 diperkirakan akan mencapai Rp734,3 T atau setara 2,85% terhadap PDB seiring penambahan beban subsidi bensin, melebar dibandingkan target defisit APBN 2026 di level 2,68% terhadap PDB maupun realisasi defisit APBN 2025 yang telah diaudit di level 2,81% terhadap PDB.

  • Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah membutuhkan tambahan anggaran sebesar Rp132 T untuk subsidi dan kompensasi energi.

  • Purbaya menyebut bahwa proyeksi defisit APBN 2026 tersebut masih bisa ditekan lebih rendah dari perkiraan akhir tahun.

[Sumber: Bloomberg]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

APBN Cetak Defisit 0,76% terhadap PDB per Akhir Juni 2026, Proyeksi Defisit 2026 di 2,85% terhadap PDB by Stockbit Investment Research

  • Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan dalam rapat bersama DPR pada Selasa (7/7) bahwa defisit APBN hingga akhir Juni 2026 mencapai Rp196,5 T atau setara 0,76% terhadap PDB (vs. 1H25: defisit 0,84% terhadap PDB).

  • Keseimbangan primer APBN hingga akhir Juni 2026 tercatat surplus Rp85,1 T, lebih besar dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun sebelumnya yang mencatat surplus keseimbangan primer Rp52,8 T.

  • Realisasi ini didukung oleh penerimaan negara yang meningkat +21,4% YoY seiring kenaikan penerimaan pajak sebesar +24,6% YoY, sementara belanja negara tumbuh lebih moderat di level +17,8% YoY.

  • Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR, Said Abdullah, mengatakan bahwa pemerintah memperkirakan defisit APBN selama 2026 akan mencapai Rp734,3 T atau setara 2,85% terhadap PDB, melebar dibandingkan target defisit APBN 2026 di level 2,68% terhadap PDB maupun realisasi defisit APBN 2025 yang telah diaudit di level 2,81% terhadap PDB.

[Sumber: Bloomberg, YouTube TVR Parlemen]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

BBNI Rampungkan Buyback Saham Lebih Awal by Stockbit Investment Research

  • Bank Negara Indonesia ($BBNI) mengumumkan telah menghentikan pelaksanaan buyback saham dengan alokasi dana hingga ~Rp905,5 M yang disetujui pemegang saham dalam RUPST pada 9 Maret 2026.

  • BBNI menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah memperhatikan kondisi makro ekonomi dan kondisi market, meski tidak merincinya lebih lanjut.

  • Perseroan menyebut telah merealisasikan buyback saham sebanyak ~77,9 juta saham dalam pelaksanaan buyback tersebut, tetapi tidak merinci lebih lanjut terkait harga rata–ratanya.

  • Sesuai dengan persetujuan RUPST, saham hasil buyback tersebut akan disimpan sebagai saham treasuri dan akan dialihkan melalui program kepemilikan saham bagi pegawai.

[Sumber: Keterbukaan Informasi]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

BEI Pertimbangkan Ubah Kriteria & Batas Auto Rejection Papan Pemantauan Khusus, Tambah Non–Cancellation Period by Stockbit Investment Research

  • BEI tengah mengevaluasi kriteria dan mekanisme perdagangan saham yang termasuk dalam papan pemantauan khusus, yang akan menghapus dan menyesuaikan beberapa kriteria pada papan pemantauan khusus, menurut posting Instagram BEI pada Kamis (2/7).

  • BEI menyebut akan menghapus 3 kriteria papan pemantauan khusus existing, yang mencakup kriteria nomor 6 terkait saham free float, kriteria nomor 7 terkait likuiditas perdagangan rendah, dan kriteria nomor 10 terkait suspensi perdagangan selama lebih dari 1 hari akibat aktivitas perdagangan.

  • BEI juga akan menyesuaikan kriteria papan pemantauan khusus nomor 11 terkait kondisi lain yang ditetapkan oleh bursa, meski tidak merinci lebih lanjut penyesuaian apa yang akan diterapkan.

  • Selain perubahan kriteria, BEI juga berencana mengubah mekanisme auto rejection serta menambah periode non–cancellation pada perdagangan saham di papan pemantauan khusus (lihat gambar).

  • Sebagai catatan, masih belum diketahui kapan perubahan–perubahan ini akan efektif diterapkan oleh BEI, di mana BEI menyebut bahwa wacana–wacana di atas masih dalam tahap yang disebut “rule making rule.”

[Sumber: Instagram BEI]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Perlambatan Tenaga Kerja AS Buka Peluang The Fed Jadi Kurang Hawkish by Stockbit Investment Research

Biro tenaga kerja AS melaporkan data tenaga kerja periode Juni 2026 sebagai berikut:

  • Non–farm payroll: naik +57.000, di bawah ekspektasi konsensus di level +110.000 dan lebih rendah dari angka Mei 2026 yang direvisi ke +129.000.

  • Tingkat pengangguran: 4,2%, di bawah ekspektasi konsensus dan angka Mei 2026 yang masing–masing di level 4,3%.

Menyusul rilis data tersebut, ekspektasi market terhadap kenaikan suku bunga AS menjadi berkurang:

  • Market menurunkan ekspektasi peningkatan suku bunga AS, di mana analisis dari CME FedWatch Tool menunjukkan bahwa probabilitas kenaikan suku bunga AS hingga Desember 2026 berada di level 77%, turun dari 83% sebelum data dirilis.

  • Indeks dolar AS (DXY) turun -0,6% ke level 100,8.

  • Harga emas naik +2% ke level US$4.125/oz

[Sumber: U.S. Bureau of Labor Statistics]

📝Stockbit Commentary

Perlambatan tenaga kerja AS membuat ekspektasi market terhadap kenaikan suku bunga AS menjadi berkurang (less hawkish), yang dapat memberikan dukungan bagi nilai tukar rupiah dan IHSG.

Setelah data tenaga kerja Juni 2026, investor perlu memonitor data inflasi AS yang dijadwalkan akan dirilis pada 14 Juli 2026 waktu setempat. Dari dalam negeri, review sovereign credit rating Indonesia oleh S&P juga kemungkinan akan dirilis pada periode Juli 2026, sehingga turut perlu dicermati oleh investor.


Ditulis oleh Edi Chandren, Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.