Bloomberg: Investor BFIN & ARTO Pertimbangkan Merger by Stockbit Investment Research

  • Bloomberg melaporkan bahwa sekelompok investor yang dipimpin oleh Jerry Ng tengah mempertimbangkan opsi kepemilikannya di BFI Finance Indonesia ($BFIN) dan Bank Jago ($ARTO), termasuk opsi penggabungan kedua perusahaan tersebut.

  • Narasumber anonim Bloomberg mengatakan bahwa Goldman Sachs Group Inc. sedang bekerja sama dengan para investor tersebut dalam strategic review, sembari menambahkan bahwa pembahasan masih berlangsung.

  • ARTO, BFIN, dan Goldman Sachs menolak mengomentari kabar ini.

  • Jerry Ng sendiri merupakan salah satu ultimate beneficial owner di BFIN dan ARTO.

[Sumber: Bloomberg]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Kontraksi Penjualan Ritel Diperkirakan Melebar ke -4,4% YoY pada Juni 2026 by Stockbit Investment Research

  • Bank Indonesia memperkirakan penjualan ritel pada Juni 2026 akan terkontraksi -4,4% YoY dan -0,8% MoM, yang jika terwujud akan menandai kontraksi secara tahunan dalam 3 bulan beruntun.

  • Pada Mei 2026 sendiri, realisasi penjualan ritel tercatat mengalami kontraksi -3,9% YoY dan -1,5% MoM (vs. April 2026: -3,7% YoY, -11,6% MoM), menandai kontraksi secara tahunan dalam 2 bulan beruntun sekaligus yang terbesar sejak Mei 2023.

  • Kontraksi penjualan ritel pada Mei 2026 juga lebih dalam dibandingkan perkiraan Bank Indonesia yang mengestimasikan kontraksi -3,2% YoY dan -0,9% MoM [https://stockbit.com/post/32667937].

[Sumber: Bank Indonesia]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

DPR Nilai Anggaran MBG 2026 Masih Dapat Dipangkas Rp68–80 T by Stockbit Investment Research

  • Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR, Said Abdullah, mengatakan bahwa pihaknya menilai ruang efisiensi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun ini masih dapat dipangkas sekitar Rp68–80 T, lebih tinggi dibandingkan proyeksi efisiensi sebelumnya di kisaran Rp40 T.

  • Said menegaskan bahwa perhitungan tersebut masih berupa pandangan Banggar DPR dan belum menjadi keputusan final pemerintah, serta menambahkan bahwa proyeksi pemangkasan kembali anggaran MBG belum dimasukkan dalam outlook belanja negara dalam APBN 2026.

  • Sebelumnya, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan pada akhir Juni 2026 bahwa Badan Gizi Nasional kemungkinan akan kembali memangkas anggaran program MBG tahun ini sebesar Rp40 T, meski keputusan tersebut belum final dan akan diumumkan secara langsung oleh Badan Gizi Nasional [https://stockbit.com/post/33135598].

  • Sebagai konteks, Purbaya mengatakan pada pertengahan Mei 2026 bahwa pemerintah telah memangkas pagu program MBG pada APBN 2026 dari Rp335 T menjadi Rp268 T [https://stockbit.com/post/31892929].

  • Selain potensi pemangkasan anggaran MBG pada tahun ini, Said juga sempat mengatakan pada awal pekan ini bahwa pihaknya memperkirakan anggaran program MBG akan turun dari Rp268 T pada 2026 menjadi sekitar Rp174 T pada 2027, meski hal ini masih akan dibahas bersama pemerintah dalam RAPBN 2027 [https://stockbit.com/post/33389545].

[Sumber: Katadata]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

BEI Berkomitmen Tingkatkan Transparansi, Atasi Kekhawatiran Penyedia Indeks by Stockbit Investment Research

  • Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan pada Rabu (8/7) bahwa pihaknya bersama OJK dan stakeholders lainnya akan terus menerapkan berbagai langkah untuk mengatasi kekhawatiran penyedia indeks, serta menegaskan kembali komitmen untuk meningkatkan transparansi pasar saham Indonesia.

  • Pernyataan Jeffrey muncul setelah S&P Dow Jones Indices (DJI) pada Selasa (7/7) waktu setempat mengumumkan telah mencantumkan Indonesia sebagai negara yang berpotensi mengalami penurunan peringkat dari emerging market menjadi frontier market. Baca selengkapnya di sini https://stockbit.com/post/33452211.

[Sumber: Bloomberg]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

S&P Dow Jones Indices Pertimbangkan Reklasifikasi Pasar Saham Indonesia ke Frontier Market by Stockbit Investment Research

  • S&P Dow Jones Indices (DJI) pada Selasa (7/7) waktu setempat mengumumkan telah mencantumkan Indonesia sebagai negara yang berpotensi mengalami penurunan peringkat dari emerging market menjadi frontier market.

  • S&P DJI menyebut akan terus memantau perkembangan terkait transparansi kepemilikan saham di Indonesia dan guidance dari BEI untuk mengatasi kekhawatiran terkait pengungkapan kepemilikan dan potensi dampak likuiditas.

  • Jika keadaan memburuk, S&P DJI mempertimbangkan untuk menerapkan perlakuan khusus untuk pasar Indonesia.

  • S&P DJI menambahkan bahwa jika masalah ini tetap tidak terselesaikan dalam kurun 1 tahun kalender sejak tanggal diberlakukannya langkah–langkah khusus, klasifikasi pasar Indonesia akan dinilai pada review tahunan berikutnya.

  • Perlu dicatat, S&P DJI adalah perusahaan penyedia indeks pasar saham, serta merupakan entitas berbeda dari S&P Global Ratings yang merupakan lembaga pemeringkat kredit.

[Sumber: S&P Dow Jones Indices, Bloomberg]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Harga Minyak Naik +2,6% seiring Kembalinya Eskalasi Konflik AS–Iran by Stockbit Investment Research

  • Harga minyak Brent naik +2,6% ke kisaran ~US$76,1/barrel pada Rabu (8/7) pagi, melanjutkan kenaikan +3% pada penutupan perdagangan hari Selasa (7/7).

  • Kenaikan harga minyak tersebut dipicu oleh meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah Iran menyerang 3 kapal komersial yang tengah melintasi Selat Hormuz.

  • Komando pusat militer AS mengatakan bahwa serangan Iran tersebut terjadi pada Selasa (7/7) dan menandai rangkaian insiden terbanyak sejak kesepakatan damai sementara antara AS dan Iran mulai berlaku pada bulan lalu.

  • Menyusul insiden tersebut, angkatan laut AS menaikkan tingkat ancaman pelayaran di Selat Hormuz dari level ‘substantial’ menjadi ‘severe’, menandai kenaikan level ancaman yang pertama sejak 15 Juni 2026.

  • Sebagai respons, AS melancarkan gelombang serangan baru terhadap Iran pada Selasa (7/7) serta mencabut izin Iran untuk menjual minyak.

  • Press TV Iran melaporkan sejumlah ledakan terdengar di Pulau Kharg, pusat ekspor minyak utama Iran yang menangani sekitar 90% dari total pengiriman minyak Iran.

  • Pulau Kharg sebelumnya juga menjadi sasaran serangan AS pada April 2026.

[Sumber: Bloomberg, Reuters]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Pemerintah Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi 2026 Berkisar +5,6–6% YoY by Stockbit Investment Research

  • Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan dalam rapat bersama DPR pada Selasa (7/7) bahwa pihaknya memperkirakan pertumbuhan ekonomi selama 2026 akan berkisar +5,6–6% YoY, lebih tinggi dibandingkan target APBN 2026 di level +5,4% YoY.

  • Sementara itu, defisit APBN 2026 diperkirakan akan mencapai Rp734,3 T atau setara 2,85% terhadap PDB seiring penambahan beban subsidi bensin, melebar dibandingkan target defisit APBN 2026 di level 2,68% terhadap PDB maupun realisasi defisit APBN 2025 yang telah diaudit di level 2,81% terhadap PDB.

  • Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah membutuhkan tambahan anggaran sebesar Rp132 T untuk subsidi dan kompensasi energi.

  • Purbaya menyebut bahwa proyeksi defisit APBN 2026 tersebut masih bisa ditekan lebih rendah dari perkiraan akhir tahun.

[Sumber: Bloomberg]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

APBN Cetak Defisit 0,76% terhadap PDB per Akhir Juni 2026, Proyeksi Defisit 2026 di 2,85% terhadap PDB by Stockbit Investment Research

  • Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan dalam rapat bersama DPR pada Selasa (7/7) bahwa defisit APBN hingga akhir Juni 2026 mencapai Rp196,5 T atau setara 0,76% terhadap PDB (vs. 1H25: defisit 0,84% terhadap PDB).

  • Keseimbangan primer APBN hingga akhir Juni 2026 tercatat surplus Rp85,1 T, lebih besar dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun sebelumnya yang mencatat surplus keseimbangan primer Rp52,8 T.

  • Realisasi ini didukung oleh penerimaan negara yang meningkat +21,4% YoY seiring kenaikan penerimaan pajak sebesar +24,6% YoY, sementara belanja negara tumbuh lebih moderat di level +17,8% YoY.

  • Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR, Said Abdullah, mengatakan bahwa pemerintah memperkirakan defisit APBN selama 2026 akan mencapai Rp734,3 T atau setara 2,85% terhadap PDB, melebar dibandingkan target defisit APBN 2026 di level 2,68% terhadap PDB maupun realisasi defisit APBN 2025 yang telah diaudit di level 2,81% terhadap PDB.

[Sumber: Bloomberg, YouTube TVR Parlemen]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

BBNI Rampungkan Buyback Saham Lebih Awal by Stockbit Investment Research

  • Bank Negara Indonesia ($BBNI) mengumumkan telah menghentikan pelaksanaan buyback saham dengan alokasi dana hingga ~Rp905,5 M yang disetujui pemegang saham dalam RUPST pada 9 Maret 2026.

  • BBNI menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah memperhatikan kondisi makro ekonomi dan kondisi market, meski tidak merincinya lebih lanjut.

  • Perseroan menyebut telah merealisasikan buyback saham sebanyak ~77,9 juta saham dalam pelaksanaan buyback tersebut, tetapi tidak merinci lebih lanjut terkait harga rata–ratanya.

  • Sesuai dengan persetujuan RUPST, saham hasil buyback tersebut akan disimpan sebagai saham treasuri dan akan dialihkan melalui program kepemilikan saham bagi pegawai.

[Sumber: Keterbukaan Informasi]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

BEI Pertimbangkan Ubah Kriteria & Batas Auto Rejection Papan Pemantauan Khusus, Tambah Non–Cancellation Period by Stockbit Investment Research

  • BEI tengah mengevaluasi kriteria dan mekanisme perdagangan saham yang termasuk dalam papan pemantauan khusus, yang akan menghapus dan menyesuaikan beberapa kriteria pada papan pemantauan khusus, menurut posting Instagram BEI pada Kamis (2/7).

  • BEI menyebut akan menghapus 3 kriteria papan pemantauan khusus existing, yang mencakup kriteria nomor 6 terkait saham free float, kriteria nomor 7 terkait likuiditas perdagangan rendah, dan kriteria nomor 10 terkait suspensi perdagangan selama lebih dari 1 hari akibat aktivitas perdagangan.

  • BEI juga akan menyesuaikan kriteria papan pemantauan khusus nomor 11 terkait kondisi lain yang ditetapkan oleh bursa, meski tidak merinci lebih lanjut penyesuaian apa yang akan diterapkan.

  • Selain perubahan kriteria, BEI juga berencana mengubah mekanisme auto rejection serta menambah periode non–cancellation pada perdagangan saham di papan pemantauan khusus (lihat gambar).

  • Sebagai catatan, masih belum diketahui kapan perubahan–perubahan ini akan efektif diterapkan oleh BEI, di mana BEI menyebut bahwa wacana–wacana di atas masih dalam tahap yang disebut “rule making rule.”

[Sumber: Instagram BEI]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Perlambatan Tenaga Kerja AS Buka Peluang The Fed Jadi Kurang Hawkish by Stockbit Investment Research

Biro tenaga kerja AS melaporkan data tenaga kerja periode Juni 2026 sebagai berikut:

  • Non–farm payroll: naik +57.000, di bawah ekspektasi konsensus di level +110.000 dan lebih rendah dari angka Mei 2026 yang direvisi ke +129.000.

  • Tingkat pengangguran: 4,2%, di bawah ekspektasi konsensus dan angka Mei 2026 yang masing–masing di level 4,3%.

Menyusul rilis data tersebut, ekspektasi market terhadap kenaikan suku bunga AS menjadi berkurang:

  • Market menurunkan ekspektasi peningkatan suku bunga AS, di mana analisis dari CME FedWatch Tool menunjukkan bahwa probabilitas kenaikan suku bunga AS hingga Desember 2026 berada di level 77%, turun dari 83% sebelum data dirilis.

  • Indeks dolar AS (DXY) turun -0,6% ke level 100,8.

  • Harga emas naik +2% ke level US$4.125/oz

[Sumber: U.S. Bureau of Labor Statistics]

📝Stockbit Commentary

Perlambatan tenaga kerja AS membuat ekspektasi market terhadap kenaikan suku bunga AS menjadi berkurang (less hawkish), yang dapat memberikan dukungan bagi nilai tukar rupiah dan IHSG.

Setelah data tenaga kerja Juni 2026, investor perlu memonitor data inflasi AS yang dijadwalkan akan dirilis pada 14 Juli 2026 waktu setempat. Dari dalam negeri, review sovereign credit rating Indonesia oleh S&P juga kemungkinan akan dirilis pada periode Juli 2026, sehingga turut perlu dicermati oleh investor.


Ditulis oleh Edi Chandren, Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

ISAT Resmi Divestasikan Aset Fiber, Catat Untung Rp1,6 T by Stockbit Investment Research

  • Indosat ($ISAT) bersama anak perusahaannya, PT Aplikanusa Lintasarta, mengumumkan telah mendivestasikan kepemilikan di PT Infra Fiber Teknologi kepada PT Nusantara Fiber Teknologi.

  • Transaksi ini mencakup: 1) penjualan 84,9% saham PT Infra Fiber Teknologi senilai ~Rp11,7 T kepada PT Nusantara Fiber Teknologi; serta 2) transaksi inbreng atas sisa 15,1% saham milik ISAT dan Lintasarta di PT Infra Fiber Teknologi, dengan imbalan ISAT dan Lintasarta masing–masing akan menerima 49,1% dan 0,8% kepemilikan di PT Nusantara Fiber Teknologi.

  • Sisa 50,1% saham di PT Nusantara Fiber Teknologi dimiliki oleh PT Ainfrastruktur Indonesia Raya selaku investor pihak ketiga.

  • Setelah transaksi ini, ISAT tetap memiliki kepemilikan efektif sebesar 49,68% di PT Infra Fiber Teknologi, serta akan mencatat keuntungan sebesar ~Rp1,6 T.

  • Transaksi ini merupakan bagian dari co–investment aset fiber milik ISAT dan Lintasarta [https://stockbit.com/post/31358207].

[Sumber: Keterbukaan Informasi]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

DPR Sahkan Rancangan Awal Asumsi Makroekonomi 2027 by Stockbit Investment Research

  • DPR pada Kamis (2/7) mengesahkan rancangan awal asumsi makroekonomi 2027 sebagai berikut:

    • Pertumbuhan ekonomi: +5,8–6,5% YoY (vs. target APBN 2026: +5,4% YoY)

    • Defisit APBN: 1,8–2,4% (vs. target APBN 2026: 2,68% YoY)

    • Inflasi: 1,5–3,5% (vs. target APBN 2026: 2,5%)

    • Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS: 16.800–17.500 (vs. target APBN 2026: 16.500)

    • Yield SBN tenor 10 tahun: 6,5–7,3% (vs. target APBN 2026: 6,9%)

    • Harga minyak mentah Indonesia: US$70–95/barrel (vs. target APBN 2026: US$70/barrel)

    • Lifting minyak: 605–620 ribu barrel per hari (vs. target APBN 2026: 610 ribu barrel per hari)

    • Lifting gas: 951–990 ribu barrel setara minyak per hari (vs. target APBN 2026: 984 ribu barrel setara minyak per hari)

  • Rancangan awal ini sejalan dengan kesepakatan antara pemerintah dan DPR pada Juni 2026 [https://stockbit.com/post/32866947].

[Sumber: Bloomberg, CNBC Indonesia]

DSSA Akuisisi Entitas Afiliasi Pemegang Saham EXCL Senilai Rp4 T by Stockbit Investment Research

  • Dian Swastatika Sentosa ($DSSA) melalui 2 anak usahanya, PT DSST Mas Gemilang dan PT Sinarmas Sukses Sejahtera, mengumumkan akuisisi 100% saham PT Bali Media Telekomunikasi dari PT Infinity Investama dan PT Prima Mas Abadi senilai Rp4 T atau ~US$238,4 juta.

  • PT Bali Media Telekomunikasi merupakan pemegang ~24,57% saham XLSmart Telecom Sejahtera ($EXCL), sehingga transaksi ini secara efektif memberikan DSSA eksposur tidak langsung di XLSMART.

  • Transaksi ini merupakan transaksi afiliasi karena PT Bali Media Telekomunikasi dan DSSA sama–sama dikendalikan oleh Franky Oesman Widjaja.

  • Perseroan menyatakan akuisisi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat dan mengintegrasikan ekosistem infrastruktur digital dan teknologinya.

[Sumber: Keterbukaan Informasi]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Fitch Ratings: Rating Indonesia Terancam Jika Cadangan Devisa Terus Merosot by Stockbit Investment Research

  • Fitch Ratings mengatakan bahwa sovereign rating Indonesia dapat berada dalam tekanan jika cadangan devisa mengalami penurunan yang tajam dan berkepanjangan, terutama jika lemahnya kepercayaan investor terus memicu capital outflow.

  • Fitch memperkirakan bahwa cadangan devisa Indonesia dapat membiayai pembayaran eksternal sekitar 4,9 bulan pada 2026, sedikit di bawah angka median 5 bulan di antara negara–negara yang mendapatkan rating BBB dari Fitch.

  • Cadangan devisa Indonesia sendiri berada dalam tren menurun seiring upaya Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, di tengah kenaikan harga minyak yang mengikis neraca perdagangan hingga mencetak defisit pertama sejak April 2020 pada Mei 2026 [https://stockbit.com/post/33252629].

  • Fitch juga mencatat bahwa Bank Indonesia memiliki posisi net short mata uang asing hampir US$27 miliar pada akhir Mei 2026, yang dapat meningkatkan kebutuhan likuiditas valas di masa mendatang saat jatuh tempo.

  • Risiko–risiko tersebut dapat semakin dalam seiring rencana pemerintah untuk memusatkan ekspor komoditas strategis.

[Sumber: Bloomberg]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Pemerintah Target Pajak E–commerce Berlaku per 1 Agustus 2026 by Stockbit Investment Research

  • Reuters melaporkan bahwa Direktorat Jenderal Pajak pada Rabu (1/7) telah meminta platform e–commerce Tokopedia, Shopee, Lazada, dan Blibli untuk memungut pajak penghasilan dari para seller, di mana kebijakan ini akan berlaku mulai 1 Agustus 2026.

  • Sebelumnya, Kementerian Keuangan telah merilis Peraturan Menteri Keuangan No. 37/2025 yang mewajibkan platform e–commerce untuk memungut dan membebankan pajak penghasilan atas penjualan yang dilakukan oleh seller berskala kecil dan menengah, meski kemudian implementasinya ditunda.

  • Peraturan tersebut mewajibkan platform yang memenuhi kriteria tertentu untuk memotong dan membebankan pajak sebesar 0,5% atas penjualan yang dilakukan oleh seller dengan omzet tahunan antara Rp500 juta–Rp4,8 M.

  • Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Bimo Wijayanto, mengatakan pada Rabu (1/7) bahwa pihaknya berharap bisa mendapatkan penerimaan sekitar Rp16–24 T per tahun dari pajak e–commerce ini.

[Sumber: Reuters, Detik]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Neraca Perdagangan Indonesia Cetak Defisit US$1,61 Miliar pada Mei 2026, Defisit Pertama sejak April 2020 by Stockbit Investment Research

  • BPS mencatat bahwa neraca perdagangan Indonesia mencetak defisit US$1,61 miliar pada Mei 2026 (vs. Mei 2025: surplus US$4,3 miliar, April 2026: surplus US$89,1 juta), di luar ekspektasi konsensus yang memperkirakan surplus US$1,01 miliar, menandai defisit neraca perdagangan yang pertama sejak April 2020.

  • Hasil ini ditekan oleh ekspor yang turun -5,73% YoY (vs. April 2026: +21,98 YoY), sementara impor melonjak +22,16% YoY (vs. April 2026: +22,49% YoY).

  • Selama 5M26, surplus neraca perdagangan Indonesia turun ke level US$4,03 miliar (vs. 5M25: surplus US$15,38 miliar), dengan ekspor +3,02% YoY dan impor +15,24% YoY.

[Sumber: YouTube Badan Pusat Statistik]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Pemprov DKI Jakarta Berencana Rilis Obligasi Daerah Senilai Rp3,5 T seiring Pemangkasan Anggaran by Stockbit Investment Research

  • Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan pada Selasa (30/6) bahwa pihaknya akan menerbitkan obligasi daerah senilai Rp3,5 T pada 2026.

  • Jika terwujud, Kontan melaporkan bahwa ini akan menjadi penerbitan obligasi daerah pertama yang dilakukan oleh pemerintah daerah di Indonesia.

  • Pramono menjelaskan bahwa rencana penerbitan obligasi daerah merupakan salah satu strategi pemerintah provinsi DKI Jakarta untuk menjaga ruang fiskal di tengah berkurangnya alokasi dana dari pemerintah pusat, di mana dana transfer ke daerah (TKD) yang diterima pemerintah provinsi DKI Jakarta dipangkas hingga Rp15 T.

[Sumber: Kontan]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

PMI Manufaktur Indonesia Turun ke Level 46,9 pada Juni 2026, Kontraksi ke–2 sejak Awal 2026 by Stockbit

  • S&P Global mencatat bahwa Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia turun ke level 46,9 pada Juni 2026 (vs. Mei 2026: 50, Juni 2025: 46,9), menandai level terendah sejak Juni 2025, sekaligus menandai kontraksi aktivitas pabrik ke–2 sejak awal 2026.

  • Hasil tersebut ditekan oleh output yang menurun pada laju tercepat dalam 14 bulan terakhir, di tengah menguatnya tekanan inflasi.

  • Pesanan baru turun untuk pertama kali dalam 3 bulan terakhir dan pada laju tercepat dalam setahun, di mana para anggota panel mengaitkan penurunan pesanan baru dengan melemahnya daya beli, umumnya karena tekanan harga.

  • Penurunan total pesanan baru diikuti oleh penurunan lanjutan pada pesanan ekspor baru yang paling tajam sejak Agustus 2021.

  • Tren negatif permintaan mendorong perusahaan menurunkan output selama 4 bulan berturut–turut dan paling tajam sejak bulan April 2025, yang mendorong produsen untuk menurunkan jumlah tenaga dengan laju pemutusan hubungan kerja (PHK) pada Juni 2026 merupakan yang paling besar sejak September 2021.

  • Pembelian input turun selama 4 bulan beruntun dan pada laju tercepat sejak Agustus 2021, di mana beberapa perusahaan mencatat bahwa hal ini disebabkan oleh kenaikan harga bahan baku.

  • Tingkat inflasi harga input pada Juni 2026 merupakan yang terbesar sejak September 2013 dan tertinggi kedua dalam sejarah survei PMI manufaktur Indonesia oleh S&P Global, yang mendorong produsen menaikkan harga jual dengan laju tercepat sejak September 2013.

  • Meski demikian, tingkat keyakinan (confidence) produsen membaik dibandingkan Mei 2026 dan mencapai posisi tertinggi dalam 3 bulan terakhir, didorong oleh optimisme bahwa tekanan harga akan berkurang sehingga membantu mendorong penjualan dan output.

[Sumber: S&P Global]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

DEWA Raih Kontrak Senilai US$1,3 Miliar dari PT Sebuku Sejaka Coal by Stockbit Investment Research

  • Darma Henwa ($DEWA) melalui anak usahanya, PT DH Kontraktama Batubara, menandatangani kontrak jasa pertambangan utama senilai ~US$1,3 miliar atau ~Rp22 T untuk tambang PT Sebuku Sejaka Coal di Pulau Laut, Kalimantan Selatan.

  • Kontrak tersebut berjangka waktu 5 tahun atau hingga berakhirnya izin konsesi, dengan estimasi volume pengupasan hingga 55 juta bcm dan produksi batu bara hingga 5 juta ton per tahun.

[Sumber: Keterbukaan Informasi] 


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.